End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 44. Kemunculan


__ADS_3

"itu boss nya!! lihat, itu boss gate nya!!" ucap seorang hunter yang bergetar melihat monster tersebut.


'prajurit berzirah?! sama seperti makhluk panggilan hunter Surya!' membatin Irene.


"apa aku tidak salah dengar? barusan makhluk panggilan hunter Surya berbicara dengan monster tersebut!" ucap sang hunter healer.


mereka menatap dua penantang yang sedang meraung aneh kepada boss gate tersebut.


"Tidak ada sekutu! kau tidak terpilih oleh tuanmu maupun sekutu tuanmu!" Vanity mengeluarkan suara yang tegas dan terkesan menyombongkan diri.


mendengar ucapan Vanity…Dire Fenrir terprovokasi.


"Beraninya kau!!!"


Dire Fenrir yang mengenakan full armor, kini ia mengendalikan es dan melapisi armor tersebut menjadi mode perangnya.


percikan cahaya biru sedingin es keluar dari kedua matanya…aura jahat yang mengintimidasi keluar di sekujur tubuhnya.


Gluttony mulai meregenerasi otot-otonya yang sobek dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya…beast eyes nya telah memberitahu pada dirinya untuk bersiap siaga.


begitu pula dengan Vanity.


"bagus!! bagus sekali!! hahaha!!…setidaknya kau bisa membuatku harus berubah ke wujud asliku!"


seiring melepas helm zirahnya…tubuhnya merupai kepala singa jantan, rambut coklatnya kini berubah menjadi putih bercahaya.


dari balik punggung dan pinggangnya terjadi retakan, lalu muncul kedua sayap yang besar serta ekor jeruji tajam, yang diujung ekor tersebut terdapat bilah besar yang menyerupai ujung tombak.


perlahan sekujur tubuhnya terbakar oleh api putih yang tercipta dari dirinya sendiri.


kini sosok Vanity menyerupai Chimera dibandingkan sosok prajurit yang gagah.


Surya dikejutkan dengan sosok Vanity yang jauh berbeda dari wujud biasanya.


'kekuatannya meningkat dan lebih besar dari Gluttony!' membatin Surya menatap Vanity.


~grrr


"huuuhh"


"arggghh"


mereka bertiga sama-sama meraung keras dan mendeklarasikan perang.


~BOOM…BOOM


Vanity dan Gluttony maju lebih dulu menyerang Dire Fenrir.


kecepatan yang menakutkan, mereka berdua mempersempit jarak sepersekian detik dan mengincar jantung Dire Fenrir menggunakan cakar dan tinju mereka.


~Bomb


kedua tangan mereka dihentikan oleh Dire Fenrir, lalu ia meremasnya dengan kekuatan dan elemen es hingga membuat kedua tangan mereka membeku.


~Crak…crak…trashh!


~Crat…crat…crat


es yang tercipta di tangan mereka berdua menusuk lengan mereka hingga ke bahu.


"ughh!"


otot-otot yang sobek, dan zirah yang pecah menjadi bukti bahwa es milik Dire Fenrir bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan.


"Arghhh!!"


~Krrrrt


tangan Gluttony mencengkram balik lengan Dire Fenrir, dan kedua tangan kanannya kini mengeluarkan cakar panjang dan langsung mengarah ke leher Dire Fenrir.


~Wushh


"terlalu lambat!" Dire Fenrir menyeringai.


~BUGG


Dire Fenrir melempar Vanity ke arah Gluttony sehingga mereka berdua terpental.


"walau kalian adalah prajurit dari penguasa terkuat…kalian tetap lebih lemah dariku!" ucap Dire Fenrir.


dirinya mencengkram udara dengan cepat…tiba-tiba puluhan bilah es tercipta dan akan menusuk mereka berdua.


~sring…sring…sring


~tap…tap…tap


~Wushh


~Cratt


Gluttony dapat menghindari serangan kejutan tersebut, sedangkan Vanity, salah satu lengannya tertancap kemudian disusuli oleh pinggang kanannya.


"Arghh!" Vanity kesakitan.


~BOOM


Gluttony mengabaikan rekannya dan melaju dengan cepat ke arah Dire Fenrir.


secara kecepatan, Gluttony melampaui Vanity…jadi dirinya mengandalkan kaki nya yang panjang dan ringan, lalu melesatkan ratusan cakaran yang membabi buta.


~wush…wush…wush


walau Dire Fenrir dapat menghindari serangannya dengan elegan, beberapa cakaran tetap mengenainya walau dampaknya tidak buruk.


serangan cepat tidak berhenti keluar dari Gluttony…alih-alih kebingungan mengapa serangannya tidak memberi dampak yang buruk…kini ekspresi puas dan bahagia timbul di wajah Gluttony.


air liurnya mengalir deras keluar, aura membunuh yang semakin tidak terkendali, serta mata iblis yang makin mengintimidasi…ia menikmati pertarungan tersebut.


meski begitu, Dire Fenrir tetap menghindari dan menangkis seluruh serangan dengan elegan, kemudian menyerang balik dengan cepat.


puluhan ribu Fenrir tidak bergerak dan terdiam melihat adegan dimana rajanya melawan penyusup.


'meski mereka berdua berubah menjadi wujud sejati…mereka masih sedikit lebih lemah daripada boss gate tersebut!' mata Surya menyipit.


~wush


~wush


~Dbug


"arghh!"


perlahan darah mulai keluar dari tubuh dan mulut Gluttony.


~Boom


pukulan keras mengenai wajah Gluttony dan menghempaskannya jauh secara garis lurus.


tiba-tiba Vanity melaju pesat dari langit ke arah Dire Fenrir…tubuh Vanity terbakar seperti sebuah meteor.


Dire Fenrir memasang kuda-kuda bertahan, dan lengan kanannya menarik udara di tanah kemudian menghempaskannya ke arah Vanity.


Vanity melawan es yang melaju dengan cepat.


~Trasss


"arghh!!"


~Crashh


serangan cepat Vanity dihentikan oleh es Dire Fenrir, ia mencengkram tubuh bagian kanan Vanity dengan es nya


~Crakkk


"Kuorghhh!!!"


Vanity yang kesakitan, mengamuk dan sekujur tubuhnya mulai terbakar.

__ADS_1


konsentrasi api yang sangat tinggi membuat es yang membekukannya mulai mencair.


semakin kuat dan semakin kuat!!


api tersebut membesar dan membakar atmosfer disekitar.


Dire Fenrir menanggapi serangan Vanity dengan serius dan merasa bahwa dirinya terancam..


Dire Fenrir membuka mulutnya dan berteriak ke arah Vanity.


"Kuarggghh!!"


dari mulutnya keluar hawa dingin yang sangat menusuk.


ia mencoba melawan api Vanity dengan es nya.


ia juga mencengkram Vanity lebih keras agar dirinya menyerah.


namun sebaliknya, Vanity semakin menguatkan apinya.


~Wushhhhh


atmosfer disekitar mereka seakan dirobek oleh kekuatan mereka.


namun perlahan, es milik Dire Fenrir mulai mendominasi Vanity.


perlahan milik Vanity mulai mengecil, dan tubuhnya mulai membeku.


Vanity terkejut dan menyadari perbedaan kekuatan mereka berdua.


melihat ekspresi Vanity yang kebingungan membuat Dire Fenrir menjadi lebih ganas dan meraung semakin keras.


sayap sebelah kanan Vanity membeku, karena Dire Fenrir meremaskan dengan keras…sayap kanan tersebut hancur berkeping-keping bersama dengan es nya.


"Arghh!"


Vanity mengamuk sekaligus mengerang kesakitan.


meski begitu apinya semakin padam…dan kini badannya mulai membeku.


namun tiba-tiba…sosok berkecepatan tinggi melaju cepat, tepat dari depan Dire Fenrir.


~Wushh


~BOOOM


Dire Fenrir terpental jauh ke belakang karena hantaman tersebut.


secara kebetulan, Gluttony memang melaju tepat di depan Dire Fenrir untuk membantu Vanity.


namun Tuannya tiba lebih dulu dengan cepat…bahkan mata Gluttony hampir tidak bisa mengikuti kecepatannya.


~Trashh


Vanity memaksakan diri dan terlepas dari es yang membekukannya, dengan cepat ia bertekuk lutut.


begitu juga dengan Gluttony yang melaju ke arah tuannya dan berlutut.


"Mohon ampunanmu raja!" ucap serentak mereka berdua yang dipenuhi luka di tubuh mereka.


Surya tidak merespon dan hanya menganggukan kepalanya.


'aku baru mendapatkan kekuatan yang hebat, dan aku tidak ingin kehilangannya!'


pemikiran Surya mengacu kepada prajuritnya.


di kejauhan, para hunter terkejut melihat Surya yang tiba-tiba terjun ke medan perang.


"apa itu?!"


"hei…apa ada yang melihatnya kesana?!"


"kecepatannya!!"


mereka semakin ketakutan jika mencoba mengenal Surya lebih dalam.


'dia sedikit lebih lemah dari Chaos atau bahkan dapat mengimbanginya!' membatin Surya.


"Aura itu!! Kauuu!!"


mata Dire Fenrir melebar melihat Surya.


"Pe…penguasa peperangan!!!"


"kau!! Lord of War!! mengapa kau mengkhianati sekutumu?!" Dire Fenrir kebingungan.


"jangan-jangan?!"


~Kuarghhhh


~BOOM


Dire Fenrir mengeluarkan gelombang kejut yang tercipta dari mana.


Kini dirinya menampilkan sosok sejatinya.


armor es yang ia kenakan kini mengecil dan hanya ada di beberapa bagian.


tubuhnya yang semakin membesar, dan bulu serta rambut putih mulai memanjang hingga ke pinggangnya.


cakar buas di kedua tangan dan kakinya mamanjang dan berwarna hitam mengkilap.


wajah yang tertutupi zirah es kini terlihat wujud aslinya yang menyerupai serigala.


dan di dada kirinya terdapat percikan cahaya biru yang mengumpul seperti miniatur gate, dan ditengahnya terdapat inti kristal.


baik Gluttony, Vanity, dan Dire Fenrir…sosok sejatinya menyerupai hewan.


kemudian notifikasi sistem muncul.


[Dire Fenrir membenci sekutu tuannya]


[Kekuatan yang besar akan segera dirilis olehnya]


[Dire Fenrir menantang anda]


"grrr" Dire Fenrir mendekat.


"dengan sumpah atas nama tuanku…akan kuhabisi para pengkhianat disini!" ucap Dire Fenrir.


tiga melawan satu…Surya dan kedua prajuritnya berdiri tepat di depan Dire Fenrir.


Vanity dan Gluttony sudah bersiap sambil meregenerasi dan menyembuhkan luka di tubuh mereka.


"Dragon Sword!"


Surya mengeluarkan pedangnya dan maju lebih dulu.


~Crak…Boom


~Wushh


saat mendekat, Surya melempar dragon sword disertai skill untouchable miliknya.


Dire Fenrir terganggu dan segera menangkis pedang tersebut hingga terpental ke udara.


namun Surya tepat berada di belakangnya…dan ia menebas salah satu pergelakan kaki Dire Fenrir dengan dragon claw aura.


~Tsssstttt


Tebasan tersebut tidak memberikan goresan sedikitpun, karena itu Surya terkejut.


"Cih!"


"jangan meremehkanku!!"


Dire Fenrir berbalik dan akan meraih Surya dengan tangan kirinya.

__ADS_1


namun Surya menarik dragon sword yang ada di udara dengan skillnya.


pedang tersebut melesat sangat cepat.


~Wushh…Cratt


"Arghh!"


pedang tersebut menembus bahu kiri Dire Fenrir.


ia terprovokasi oleh Surya.


~Warghh!!"


"Sekarang!"


ketika Surya berteriak, Vanity melompat dan meraih kepala Dire Fenrir, ia duduk diantara kedua bahu musuhnya dan kemudian membakarnya dengan cepat.


~Woshh


"urghh!!" api yang secara langsung mengenai Dire Fenrir membuat dirinya sedikit kesakitan dan pandangannya menjadi teralihkan.


dan dari arah samping Gluttony berlari…setelah mendekat, dirinya melompat, dan berputar keras di udara.


~wush…wush…wush


empat tangannya yang dirapatkan searah dengan putaran tubuhnya, membuat cakar miliknya berputar dengan liar.


~Craatt


cakarnya merobek daging bagian pinggul dan paha kiri Dire Fenrir.


serangan lainnya berhasil diluncurkan.


~Cratt.


ekor milik Vanity berhasil menusuk perut Dire Fenrir dari belakang.


"arghh!!" Dire Fenrir kesakitan.


'bagus! sekarang saatnya!'


Surya melaju pesat dengan menyiapkan dragon sword ditangannya.


[Dark Fire : active]


di sekitar bilah pedangnya tercipta api hitam yang ganas.


~BOOM


"habislah kau!" ucap Surya.


ketika dirinya hampir menusuk Dire Fenrir.


tiba-tiba…


~Tss…tsss…tsssss


~Crat…cratt…craatt…Zztttt


Dire Fenrir menciptakan ratusan bilah es di tanah sekitarnya dan juga dari sekujur tubuhnya.


Vanity dan Gluttony tertusuk puluhan bilah es sehingga mereka tidak dapat bergerak.


begitu pula dengan Surya. salah satu bilah es yang paling panjang berhasil menusuk perutnya.


"ughh!" Surya memuntahkan darah.


para hunter hanya bisa melihat kejadian tersebut dengan tatapan kosong.


"tidak mungkin!" Irene shock melihat rekannya yang mengalami luka parah.


di luar gate…salah satu prajurit Surya melakukan telepati dengannya.


'tuanku…biar aku bantu!!!' membatin Emptiness


'tidak!! tetap jaga mereka!!' Surya memerintahkan Emptiness untuk menjaga Mora dan orang yang ada di sekitarnya.


Dire Fenrir tidak berhenti setelah melakukan serangan kejutan…ia menyuruh para Fenrir memusnahkan semua yang masih hidup, dan mereka mengarah kepada para hunter.


~grrr


~kuorghh


puluhan ribu Fenrir mendekat.


"tamatlah sudah!"


"sial!"


seluruh hunter mengalami frustasi dan merasa putus asa.


Surya hanya memejamkan matanya dan tidak bergerak.


lalu tiba-tiba ia berbicara…


"Hei!"


~BOOOOM


sekali lagi ledakan besar terjadi.


kali ini Dire Fenrir yang terpental jauh ke belakang.


ratusan bilah es hancur dengan gelombang kejut dari serangan tersebut, dan para fenrir juga terdiam sejenak menatap lokasi ledakan tersebut.


Gluttony dan Vanity mulai bangkit walau sekujur tubuhnya terdapat bekas tusukan.


"tu…tuanku!"


tiba-tiba sebuah tangan muncul di depan wajah mereka.


~BOOM…BOOM


mereka berdua dihempaskan ke arah parah hunter berada.


~Duar


keduanya terkejut, karena itu adalah tindakan tuannya.


namun mereka lebih terkejut dan mulai bergetar ketakutan ketika menatap lebih jelas tuannya.


ledakan tersebut tercipta dari pukulan Surya.


ia berjalan perlahan ke arah Dire Fenrir.


"Dia milikku!!" ucap Surya kepada prajuritnya sambil menyeringai.


sosoknya menjadi berbeda dari sebelumnya.


selangkah demi selangkah Surya maju ke arah Dire Fenrir.


lalu pesan sistem juga muncul.


[Greatest Fighter meningkat menjadi God of War]


[God of War]「Lv.max」


"sudah cukup pemanasannya!"


Senyum beringas semakin timbul di wajah Surya.


namun siapapun yang melihatnya bergetar ketakutan, termasuk Dire Fenrir.


kemudian Surya memanggil.


"Calamity Sword!"

__ADS_1


__ADS_2