
Amerika Serikat.
di gedung milik Predator Guild.
salah satu dari empat unbeatable hunter sedang menonton siaran ulang raid di pulau Jeju.
ia cukup antusias ketika menyaksikan adegan Surya melawan Arthic Leviathan dan prajurit monster nya yang dengan mudah membantai ratusan Leviathan.
seorang wanita berdiri disamping hunter terkuat yang terduduk di sofanya.
Helena, asisten pribadi Guildmaster Predator Guild, Daneil Osvaldo yang merupakan salah satu dari unbeatable hunter.
"seorang hunter menyelesaikan gate rank-S sendirian dan menghabisi monster humanoid yang mempermainkan para rank-S, bagaimana menurutmu Daneil?" tanya Helena.
Daneil terdiam sejenak memikirkan jawabannya.
"monster humanoid itu mungkin lebih kuat dari monster berzirah yang muncul di Beijing…bisa mengalahkannya telah membuatku tertarik pada hunter ini!" ucap Daneil.
ia berdiri dari sofanya dan berjalan beberapa langkah ke arah Helena.
Helena hanya terdiam dan menatap pria yang lebih tinggi darinya.
"namun hanya ada satu hubunganku dengan hunter Surya" ucap Daneil.
aura emas keluar dari tubuhnya dan mendistorsi seisi ruangannya.
Helena hanya sanggup menelan air liurnya dan berusaha setenang mungkin.
~Trashhh
seluruh kaca di ruangan Daneil pecah berkeping keping.
'dia melakukannya lagi' Helena menyindir soal kaca ruangan yang Daneil pecahkan.
kemudian Daneil bertanya pada Helena.
"dan kau tahu apa itu bukan?!" senyum beringas ditambah aura yang mengintimidasi keluar dari tubuh Daneil.
Helena menganggukan kepalanya dan berusaha tetap tenang.
Daneil puas dengan jawaban Helena, auranya perlahan ditarik kembali kedalam tubuhnya.
Daneil berjalan dan menatap televisi yang masih menayangkan pertarungan Surya.
perlahan ekspresinya sedikit mengeras.
'tapi sepertinya ini akan menjadi lebih sulit!' membatin Daneil.
***
di gedung asosiasi hunter Amerika Serikat.
ketua asosiasi AS, Brendan Frans, pria berbadan atletis dan memiliki rambut kuning itu sedang menyaksikan adegan pertarungan Surya.
setelah tiga jam menonton tanpa berbicara sedikitpun, akhirnya ia berbicara kepada asistennya, Ares William.
"tentunya kau tahu aku tidak akan menyaksikan ini sampai selesai jika tidak ada tujuannya sedikitpun!" Brendan melirik Ares.
"kau benar ketua, sebaiknya kita membawanya ke AS" ucap Ares.
"lakukan sebaik dan secepat mungkin!" ucap Brendan.
"baik!"
Ares meninggalkan ruangan ketua asosiasi.
Brendan memahami kekuatan milik Surya karena ia sendiri merupakan hunter high rank-S.
'benturan mana pertarungan ini benar-benar berbeda dengan raid di Beijing! kuyakin negara lain juga akan berlomba lomba memungut bibit unggul ini!' membatin Brendan.
***
Jepang benar-benar mengalami keterpurukan dan kerugian besar atas tewasnya sebagian besar elite hunter mereka pada raid pulau Jeju.
ketua asosiasi hunter Jepang merasa sangat frustasi mendengar kabar tersebut, sekarang ia harus membicarakan dan mencari solusi untuk mengatasi kekurangan kekuatan tempur Jepang.
Kyosuke Hanazuke, pria paruh baya berusia 46 tahun itu merasakan bahwa dirinya sedang berads di posisi jalan buntu.
"cih…monster itu benar-benar membunuh para hunter Jepang?!" Kyosuke sangat marah.
"kalau begitu mengapa semua hunter Korea selamat?!"
pikiran Kyosuke menjadi tidak jernih.
__ADS_1
seakan ia melemparkan nasib baik kepada hunter Korea dan menyalahkan mereka atas nasib buruk hunter Jepang.
terbunuhnya para hunter Jepang karena mereka berada di posisi luar kekkai dimana Arthic Leviathan tiba dan bertemu mereka terlebih dahulu.
sedangkan pada saat itu hunter Korea juga hampir tewas ketika kondisi mereka sangat parah dan dikelilingi oleh Leviathan, namun pada saat itu Surya muncul setelah menerima sinyal darurat.
***
dua hari kemudian setelah raid pulau Jeju berakhir.
di pagi yang cerah.
para hunter yang berpartisipasi secara langsung di raid pulau Jeju dipanggil untuk menerima penghargaan sebagai seorang pahlawan negara.
nama mereka akan ditulis di dalam sejarah negara mereka.
sembilan hunter rank-S berdiri sejajar di sebuah panggung besar yang dibuat secara umum.
dengan mengenakan kemeja putih, jas dan dasi hitam membuat mereka terlihat sangat gagah.
upacara penghargaan tersebut di rekam secara langsung oleh banyak stasiun televisi.
setelah beberapa menit, presiden Korea Selatan dan ketua asosiasi, Ghie Dae-Hyun membawa sembilan lencana emas yang dihiasi beberapa berlian dan lencana tersebut telah dilapisi mana agar tidak mudah rusak.
Ghie memegang bakul yang terdapat lencana yang disediakan, sedangkan presiden memasangkan lencananya ke setiap jas para hunter.
Hak-Kun Bong yang menjadi orang pertama yang dipasangkan lencananya dan bersalaman dengan presiden.
selanjutnya ada Irene Elisabeth, kemudian diikuti oleh Myung-Ki Ok, Min-Jun Nam, Woong Suck Chin, Ha-Neul Bong.
para wanita terpikat ketika penghargaan diberikan kepada Ha-Neul.
"dia sangat tampan!!"
"kau benar! pesonanya yang gagah, rambut silver panjang dan wajahnya yang tampan benar-benar membuatku terpikat!"
"kau tahu? ternyata hunter Ha-Neul Bong adalah adik dari Guildmaster Mugunghwa Guild!"
"hah, benarkah? berarti hunter Hak-Kun Bong adalah kakaknya?"
"benar!"
gosip terdengar dimana mana, Ha-Neul hanya bisa tertawa pelan mendengarnya.
"diam kau!" Ha-Neul tersenyum sinis.
kemudian lencana diberikan kepada Yong Jin-Ho.
masyarakat juga membicarakannya karena mereka baru pertama kali melihat mode tempur Jin-Ho yang seperti makhluk dari dunia lain.
selanjutnya lencana diberikan kepada Chun Hei Gi, kali ini laki-laki lah yang terpukau dengan pesona nya yang cantik.
sedangkan para wanita iri dengan kecantikannya.
dan hunter terakhir yang menerima lencana adalah Surya.
hunter dengan kekuatan mutlak yang telah menyelesaikan gate sendirian.
semua orang juga menyadari bahwa kontribusi besar dan pahlawan sebenarnya adalah Surya, jadi mereka sangat kagum sekaligus takut dengan kekuatan Surya.
"ja…jadi itu hunter Surya?!"
"kau lihat prajuritnya bukan? tidak kusangka ia mengendalikan monster yang sangat kuat!"
"bukankah aneh ketika ia muncul secara tiba-tiba di pulau Jeju?!"
"tidak! kupikir ia menaiki prajuritnya yang merupakan seekor naga berkepala tiga"
"ah benar juga, huh aku jadi takut mengingat wujud prajuritnya!"
"huwa dia tidak kalah dengan hunter Ha-Neul, dia sangat tampan!"
"lihat! dia melirik ku barusan"
"hah, apa kau bermimpi?!"
laki-laki membicarakan mengenai kekuatannya sedangkan para wanita membicarakan parasnya yang tampan.
setelah beberapa menit, lencana telah dipasangkan kepada Surya, kemudian ia berjabat tangan dengan presiden.
setelah itu ribuan orang mengambil foto dan merekam para pahlawan yang sedang mengapa mereka.
namun tidak ada ekspresi tersenyum sedikitpun muncul dari wajah Surya, ia hanya terdiam dan menatap ke arah yang tidak diketahui.
__ADS_1
"kau baik-baik saja?" Chun Hei bertanya padanya.
"ya, tentu" Surya memaksakan senyumnya kepada Chun Hei.
wanita disamping Surya perlahan merasa khawatir padanya.
'penghargaan ini tidak apa-apanya dibandingkan dengan Leona!' membatin Surya.
ia masih terpukul dengan hilangnya salah satu prajuritnya.
setelah beberapa menit, para hunter rank-S turun dari panggung dan digantikan oleh presiden yang akan menyampaikan pidatonya.
di balik panggung.
Jin-Ho menghampiri Surya.
"hunter Surya, malam ini akan diadakan jamuan untuk para hunter…apa kau-"
Surya langsung menjawab pertanyaan yang belum diselesaikan Jin-Ho.
"maaf, kalian saja…aku ada beberapa urusan" ucap Surya.
"ah, begitu ya" ucap Jin-Ho.
"jangan sungkan untuk berbicara kepada kami…kita ini teman bukan? hihi" ucap Woong Suck.
"terima kasih, kalau begitu aku pergi duluan" ucap Surya sambil berjalan ke arah mobilnya.
para hunter menatap Surya yang menjauh dan pergi setelah menaiki mobilnya.
"sepertinya terjadi sesuatu padanya!" Chun Hei merasa resah.
"kau benar! sepertinya dia masih terpukul dengan perginya salah satu prajuritnya!" ucap Jin-Ho.
ketika para hunter mendengar pembicaraan mengenai prajurit Surya, mereka sedikit bergetar ketakutan.
karena mereka menyadari kekuatan dari tiap-tiap prajurit Surya sudah melebihi hunter rank-S.
***
di mobil.
Surya memikirkan banyak hal penting.
dan hal yang paling penting baginya saat ini adalah ia menyadari bahwa seluruh statnya telah menyentuh angka tiga ratus.
itu menandakan sistemnya telah berkembang.
『System Name : Calamity
Level : 3
Tittle : Lord of All Element
Name : Surya Yeon-Jun
Level : 84
User : Cheater Job : -
HP : 31800/31800
MP : 81800/81800
INT : 318 AGI : 315
STR : 332 DEX : 312
VIT : 318 sisa poin : 0
"mengingat apa yang pernah kudapatkan ketika sistem naik level, tidak kusangka kali ini aku mendapat sesuatu yang tidak terduga!" ucap Surya.
ia memegang sebuah kristal merah sambil menyetir mobilnya.
[Crystal Key : membuka misi job quest
Rarity : ???
Location : Tower of Destruction ]
mata Surya menyipit menatap kristal tersebut.
'terlebih, aku akan membentuk gate didalam gate!!' membatin Surya.
__ADS_1