End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 89. Dunia yang gempar


__ADS_3

Seoul, Korea Selatan…


Gedung asosiasi hunter.


Ghie berdiri di samping jendela ruangannya dan menatap jalanan Seoul yang ramai karena orang-orang baru memulai aktivitasnya.


~ba dump…ba dump…


Ghie menyentuh dadanya dan merasakan detak jantungnya yang berdetak cukup cepat ketika memikirkan suatu hal.


"entah apa yang kurasakan beberapa hari ini, aku merasa seperti telah lama mengenal hunter Surya dan pernah bertemu disuatu tempat, dan juga…"


Ghie terdiam dan mengingat ketika Ae-Cha yang menghampiri Surya kemarin pada saat dirumah sakit.


'aku tidak terlalu mengenalnya, tapi mengapa aku merasa sangat akrab dengan keberadaannya?!' membatin Ghie.


tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangannya.


~tok…tok


"ketua, ini aku"


dari dalam ruangan, Ghie mendengar suara Luxia.


"masuklah" ucap Ghie.


~Trak


Luxia segera membuka pintu ruangan, dan dari wajahnya yang penuh keringat, terlihat ekspresinya yang tegang.


Ghie merasa bahwa Luxia membawakan berita yang tidak baik.


"ada apa?" tanya Ghie.


Luxia membawa sebuah notebook yang ada di tangannya dan menuju ke arah Ghie.


"kau harus melihat ini!!" ucap Luxia dan menaruh notebook nya di meja Ghie dan menyambungkannya ke proyektor.


~ngiing


segera layar menampilkan sebuah video dari notebook milik Luxia.


(a…apa itu, itu terlihat seperti hujan meteor, sepertinya ada sambaran petir berkali kali disana…apa telah terjadi gate break?) ucap seseorang yang merekam kejadian tersebut.


(~BOOOM)


(lihat!! terjadi ledakan besar beberapa kali disana!!)


Ghie mengamati video tersebut.


"ledakan yang sangat besar, dan hujan meteor itu, aku seperti mengenalnya! itu bukanlah fenomena alam, itu skill seorang hunter" ucap Ghie dan matanya menyipit.


"itu di Moskow, tepatnya di terowongan Lefortovo, menjelang tengah malam!!" ucap Luxia.


mendengar hal tersebut Ghie terkejut, ia menyadari kekuatan mana besar yang ada di video tersebut milik siapa, ketika Luxia menyebutkan letaknya, tanpa ragu Ghie mengatakan apa yang ia pikirkan.


"Jadi salah satu Unbeatable Hunter, sang Ballistic Fyodor Andery sedang bertarung dengan monster?!" tanya Ghie.


"aku juga tidak bisa memastikannya karena tidak ada seorang pun yang melihat pertarungannya, tapi…" ekspresi Luxia mengeras ketika ia menayangkan video selanjutnya.


~clik


"mustahil!!!" Ghie terkejut ketika melihat tayangan video selanjutnya.


di video tersebut adalah beberapa jam setelah pertarungan dimana mobil polisi, pemadam kebakaran dan ambulan datang ke lokasi kejadian.


mereka berusaha memasuki area yang terbakar secara luas dengan api yang sangat diperkuat mana.


jadi mereka juga memanggil elit hunter mage untuk membantu proses pemadaman api tersebut.


ketika mereka mencoba menelusuri lebih dalam, yang mereka temukan adalah mayat salah satu Unbeatable Hunter, Fyodor Andery.


jasadnya ditemukan dalam keadaan yang mengerikan dimana tubuhnya dipenuhi lubang dengan kepala yang terpisah dan salah satu tangannya yang terputus.


polisi mencari cari potongannya namun tidak dapat ditemukan.


mereka kesulitan mencarinya karena terowongan Lefortovo hancur total dan menjadi puing-puing yang menutupi jalan.


segera mereka membawa jasad Fyodor untuk dilakukan otopsi dan penyelidikan lebih lanjut.


disitulah video yang Luxia tunjukan berakhir.


"ketua, apa kau baik-baik saja?" Luxia melihat ekspresi Ghie yang menegang.


tiba-tiba…

__ADS_1


~trashh


aura di tubuh Ghie meledak dan membuat seluruh kaca dan properti di ruangannya hancur.


"KETUA!!" Luxia mencoba menyadarkan Ghie.


'apa yang terjadi padanya?!' membatin Luxia sambil menahan aura milik Ghie yang mendorongnya.


~wuoong


perlahan aura milik Ghie berkurang.


Ghie menjadi sedikit tenang.


"apa yang terjadi?!" tanya Ghie.


ia sendiri tidak memahami apa yang ia lakukan setelah melihat video tersebut.


"ah, maaf Luxia, tolong tinggalkan aku sendiri" ucap Ghie.


Luxia mengangguk dan segera meninggalkan ruangan Ghie.


kejadian menggemparkan di Rusia, berita tentang kematian salah satu Unbeatable hunter membuat seluruh dunia bergetar dan juga hal itu menjadi peringatan untuk Unbeatable Hunter lainnya.


***


Rumah sakit…


Surya yang diperbolehkan pulang, sedang bersiap siap dan membereskan keperluan yang dibawa adiknya untuknya.


di ruangannya terdapat adiknya, Ae-Cha, dan Park.


"syukurlah kak Surya sudah boleh pulang" ucap Ae-Cha.


"begitulah, oppa seorang hunter, jadi regenerasinya tidak seperti manusia pada umumnya" ucap Mora.


"kau berlebihan! aku hanya makan banyak saat berada disini" ucap Surya.


"ah benar juga sih! kau menghabiskan buah-buahan yang dibawa ketua asosiasi ketika baru beberapa jam terbangun dari koma" ucap Mora.


"ngomong-ngomong, kau pulanglah kerumah, aku akan langsung ke gedung untuk mengurus pembentukan guild" ucap Surya.


"huh! padahal kau baru saja sembuh, tidakkah oppa beristirahat satu atau dua hari dulu?" ucap Mora.


"ahaha, benar…kak Surya, sebaiknya kakak istirahat saja beberapa hari" ucap Ae-Cha.


"ah, begitu ya" Ae-Cha tidak memaksa Surya.


***


di mobil…


Surya dalam perjalanan menuju gedung miliknya.


ia menyetir sambil menyentuh dadanya dengan salah satu tangannya.


'pada saat itu, kurasa telah terjadi sesuatu pada tubuhku…bahkan setelah kejadian itu, penalti dalam quest harianku tidak terjadi…jika dalam sebuah game, apakah bisa dikatakan bahwa sistem dalam game tersebut error?!' membatin Surya.


"sistem!" Surya memanggil sistem dan menyuruhnya membuat jendela status.


『System Name : Calamity


Level : 3


Tittle : Lord of All Element


Name : Surya Yeon-Jun


Level : 95


User : Cheater Job : -


HP : 34300/34300


MP : 84900/84900


INT : 349 AGI : 346


STR : 357 DEX : 346


VIT : 343 sisa poin : 0


"jika dilihat dari fungsinya, ini terlihat baik-baik saja" ucap Surya.


"tapi jika diperhatikan lebih lanjut, levelku tidak bertambah setelah melawan pasukan monster gagak sebanyak itu!" mata Surya menyipit.

__ADS_1


'dan juga…' Surya membuka bagian skill nya.


[Anda memiliki 1 Ultimate Skill, 7 Unique Skill, dan 8 Side Skill]


"tiga skill unik dan satu skill ultimate nya terdaftar dalam sistem…apa yang sebenarnya terjadi?!" Surya bertanya tanya.


ia memikirkan sesuatu yang seperti mimpi ketika ia melihat sosok wanita dalam kegelapan.


lalu pikirannya berubah ketika ia mengingat kebangkitan Ae-Cha.


'bagaimana ia bisa bangkit seperti itu dan kehilangan kendali?! terlebih aku merasakan kekuatan yang besar dalam diri Ae-Cha!' membatin Surya.


"mungkin hanya perasaanku saja…kekuatannya bisa dibilang sedikit dibawah Unbeatable Hunter!" ucap Surya.


***


dua puluh menit kemudian…


Surya tiba di gedung miliknya dimana ia akan segera meresmikan guildnya.


ketika Surya memasuki gedung, Lilia telah menyambutnya.


"selamat datang kembali, Guildmaster" ucap Lilia.


"ugh, singkiran panggilan menggelikan itu" Surya bergurau.


"ahaha, aku merasa sangat khawatir ketika mendengar kabar bahwa kamu berada dalam keadaan kritis…tapi syukurlah aku melihat langsung Guildmaster yang kembali dalam keadaan sehat" ucap Lilia.


"ya, itu tidak masalah…ngomong-ngomong…kenapa orang itu ada disini?" Surya menunjuk ke arah sampingnya dengan jari jempol.


di sampingnya terdapat seorang wanita yang duduk di kursi tamu.


wanita tersebut adalah Su-Jin Ae yang tersipu malu ketika melihat Surya.


Lilia mendekat dan berbisik.


"dia adalah wanita yang waktu itu kuberitahu" bisik Lilia.


"ah jadi begitu" ucap Surya.


Surya menatap Jin Ae dalam diam, hal tersebut membuat Jin Ae tersipu dan menimbulkan salah paham pada dirinya.


"pada saat di rumah sakit aku telah membicarakan perizinan pembuatan guild kepada ketua dan izin tersebut telah didapatkan, masalahnya adalah aku kesulitan untuk merekrut anggota guild, setidaknya untuk pembentukan dibutuhkan dua anggota dan satu ketua" ucap Surya.


'ini kesempatan yang sangat baik dimana aku mendapat perlakuan khusus dalam pembentukan guild…aku diizinkan melakukan raid sendirian dan menjadikan prajuritku sebagai hitungan untuk mengisi jumlah partisipan…jadi yang saat ini kubutuhkan adalah orang-orang yang mengurus bagian luar gate!' membatin Surya.


ia berusaha membuang semua ego nya terhadap perbuatan Jin Ae kepadanya di masa lalu.


"nona Su-Jin Ae…apa kau benar-benar ingin memasuki guild yang belum terjamin kesuksesannya? bahkan guild ini belum memiliki nama!" tanya Surya dengan tegas.


Jin Ae berdiri dari kursinya, wajahnya memerah namun ia menjawab pertanyaan Surya dengan tegas.


"mohon izinkan aku, aku akan melakukan yang terbaik untuk guild ini" Jin Ae sedikit menundukan kepalanya.


Surya terdiam sejenak…


"huuh" Surya menghela nafas.


"aku ingin melihat kinerjamu terlebih dahulu…kau akan bekerja dengan Lilia yang akan menjadi mentormu dan mengajarkanmu…anggap saja ini sebagai sebuah tes" ucap Surya.


ekspresi Jin Ae menjadi cerah dan pipinya semakin merah.


"baik!" ucap Jin Ae.


ia juga menghadap ke arah Lilia dan menundukan kepalanya.


"mohon bimbingannya!" ucap Jin Ae.


"ahaha, santai saja" ucap Lilia.


~tunntt…tunntt


tiba-tiba ponsel Surya berdering.


ia melihat panggilan masuk dari ketua asosiasi, Surya segera menangkat panggilan tersebut.


(Ketua?) ucap Surya.


(Hunter Surya, selamat atas kepulanganmu…apa aku menelpon di waktu yang kurang tepat?) tanya Ghie.


(ah tidak, aku tidak melakukan sesuatu yang penting sekarang…ada apa?) tanya Surya.


(apa kau sudah melihat beritanya?!) tanya Ghie.


(berita? sepertinya belum) jawab Surya.

__ADS_1


(ini membuat dunia gempar…berita dari Moskow, Rusia…menyatakan kematian salah satu Unbeatable Hunter, hunter Fyodor Andery) suara Ghie terdengar serius.


__ADS_2