End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 01. Kembali


__ADS_3

"ahh…aku…mati" Ucap Surya


[Selamat datang…]


"Ughh…huwaaaa…haa…agh"


Surya berteriak saat terbangun dari tidurnya


"Apa ini?? mimpi buruk?? bukankah aku mati??"


Surya terheran dengan yang terjadi.


terkadang ketika seseorang mengalami mimpi, rasanya terkesan sangat nyata hingga ketika terbangun seseorang merasakan sensasi yang jelas seperti mimpi yang dialaminya, namun itu hanya berlangsung beberapa menit dan seseorang akan kembali tersadar akan realitas yang sebenarnya.


Namun apa yang dialami Surya berbeda.


Surya melirik dan hanya melihat jalanan yang sepi karena malam semakin larut


"huuh? apa aku tertidur saat bekerja? huh…mungkin aku lelah…menyebalkan, itu berasa nyata…kukira aku sudah mati"


Ia melihat jam yang berada disebuah layar gedung yang berada didekatnya, itu seperti televisi raksasa.


'Sudah jam 10 malam, aku harus segera pulang'


melirik ke pakaian yang ia kenakan.


'aku benar-benar kotor…ah iya sebaiknya aku pulang, adikku pasti sudah menunggu'


Surya lekas pulang…dan ia melewati kedai langganannya.


'kedai ini…yaa, yang ku alami hanya mimpi…jangan terlalu dipikirkan, mampir deh sebentar'


Surya memesan segelas susu hangat yang biasa ia beli ketika pulang kerja.


'benar kan…mana mungkin kedepannya akan ada preman yang tiba-tiba menendang mejaku dan berakhir membunuhku' Ucap Surya dalam hati


~Brakkk


Seseorang menendang meja Surya dan menumpahkan gelas susunya.


Itu adalah boss preman dengan dua anak buah dibelakangnya yang telah membunuh Surya


'ciih…sial, ini sungguh menjadi kenyataan, berarti habis ini preman sialan ini akan menindas pemilik kedai dan membunuhku? aku harus mencegahnya'


Surya mulai menyadari apa yang dialami sebelumnya itu bukanlah mimpi, namun karena waktunya tidak banyak ia tidak punya waktu untuk berfikir.


Surya hanya bisa mengutuk dirinya sendiri dalam hati


'andai saja aku seorang ahli bela diri'


[Keinginan anda terdengar hingga ke langit, memuat skill 'Ahli Bela Diri']


'huh?suara ini lagi?' Surya merasa aneh


[Berhasil]


[Skill : Ahli Bela Diri ]


[Skill telah diciptakan, namun karena kekuatan anda terlalu lemah, ada penalti yang harus anda terima dari efek menggunakan skill]


[Penalti : anda hanya akan bisa mengikuti gerakan bela dirinya namun karena kekuatan anda lemah, seluruh badan anda akan pegal-pegal dan memar di beberapa bagian]


[Penalti terjadi dalam 5.00…]


[Penalti terjadi dalam 4.59…]


[Penalti terjadi dalam 4.58…]


Surya tidak memikirkan suara aneh dikepalanya, ia hanya ingin mencegah sesuatu yang buruk terjadi.


"aaghh sialan"


Surya seketika melompat sejauh dua meter ke depan preman tersebut


~duag

__ADS_1


Surya menyerang kepala boss preman dengan elbow nya, meski tenaganya pelan, itu membuat hidung boss preman tersebut mengeluarkan darah.


"ugh kau dasar baj*ngan…hei hajar bocah itu!!!"


Boss itu menyuruh dua anak buahnya untuk menghabisi Surya


"Beraninya kauu!!"


"Aaaggh!!"


Kedua preman tersebut maju dan menyerang secara bersamaan


'dari kanan, memukul dengan lengan kanan…dari kiri, melompat dan menendang dengan kaki kanan.'


Surya tidak menyadari apa yang terjadi padanya


~dugg…dagg


Prediksinya menjadi kenyataan dan ia menangkis serangan tersebut


'sial, tenaganya kuat sekali'


Bukan tenaga premannya yang kuat, namun Surya yang terlalu lemah, karena hal itu dalam kerja kasar, ia hanya mampu menjadi tukang pembersih jalanan dan bukan kuli bangunan disebuah konstruksi besar.


Kedua preman tersebut berbalik badan dan bersiap meluncurkan pukulan ke arah kepala Surya


Surya berbalik ke arah preman tersebut


'Ini dia, sudah kuduga'


~Tap…tap


Serentak Surya menangkis kedua serangan tersebut


dan…


~clap…dbuug


Surya memegang kepala mereka dan membenturkan kedua kepala preman tersebut


'Aku?' Surya merasa aneh dengan dirinya yang tiba-tiba memiliki reflek bela diri, padahal sebelumnya ia hanyalah orang biasa yang memiliki hobi bermain game RPG.


"Kurang ajar, kubunuh kauu!!!"


Boss preman yang berada di belakang Surya berlari sambil menodongkan pisau ke arah Surya


~tap…duaggg


Surya berbalik dan langsung menangkis tangan boss tersebut yang memegang pisau


Dan dengan serangan kejut, Surya meluncurkan pukulan keras ke arah muka boss preman tersebut dan terpelanting jatuh


Surya langsung membalik badan boss preman hingga posisi tengkurap dan mengunci satu tangan boss tersebut ke belakang punggungnya dengan kencang


~Kraakkk


"aghhh…sakiit!!"


~DUUGG


Suara keras itu adalah Surya yang membenturkan kepala boss tersebut ke jalanan hingga membuat boss tersebut pingsan


"aku tidak menyuruhmu berbicara!!"


Ucap surya dengan perasaan murka


Baginya ini adalah pembalasan kepadanya karena ia telah dibunuh oleh preman tersebut. Entah apa yang terjadi, Surya bersyukur bisa mencegah hal yang buruk terjadi


Dua preman yang lain hanya bisa melihat keadaan boss nya yang pingsan


~Tiiitt…tiitt


Sirine polisi mulai terdengar, kurang lebih dua mobil dan satu motor


"Angkat tangan!!kami adalah polisi!!"

__ADS_1


Suara seorang polisi yang menodongkan pistol kearah preman, namun ia seorang perempuan


Para preman itu hanya bisa mematuhi perkataan polisi, preman-preman itu akhirnya diamankan oleh polisi


Ternyata ketika Surya mulai menghadang preman, Pak tua pemilik kedai telah menghubungi polisi, hal ini membuat Surya lega karena tidak harus bertarung lebih lama


Setelah melihat pengamanan preman-preman, suara langkah kaki terdengar di kuping Surya dan mendekat…itu adalah Pak tua pemilik kedai


"Ah nak…terima kasih banyak karena telah membantuku, jika tidak ada kau…mungkin kedaiku-" ucap pak tua


"Tidak masalah pak, sudah seharusnya tindak kejahatan dihentikan…orang itu pasti pemungut pajak yang sebenarnya hanya preman, di dunia ini sudah banyak hal seperti itu" Ucap Surya


"Kau benar sekali nak, mereka sudah berkali kali memungut pajak dengan alasan sebagai uang keamanan"


"ya untuk sekarang hal itu tidak akan terjadi lagi padamu pak, baiklah kalau begitu…aghh sial"


Tiba-tiba surya mengerang kesakitan


"Kau tidak apa-apa nak? apa kau terluka?" tanya pak tua


"tidak apa…hanya sedikit memar saja, kalau begitu saya pamit dulu pak…keluargaku pasti khawatir di rumah"


"Sekali lagi terima kasih nak" ucap pak tua terdengar tulus dan dalam


Surya perlahan melangkah pergi


"Permisi pak, saya meminta bapak untuk memberikan klarifikasi sebagai saksi dari kejadian ini"


Itu adalah suara polisi wanita yang berbicara kepada pak tua pemilik kedai


"Ah iya baik nona inspektur" mengangguk setuju pak tua


"Dan dimana orang yang membantumu?" tanya inspektur


"Dia baru saja pulang, ia terburu-buru karena takut membuat keluarganya khawatir" jawab pak tua


"preman ini adalah pembunuh kelas kakap, sudah satu tahun kami mencari penjahat ini" tegas polisi itu berbicara


"syukurlah jika mereka akhirnya bisa tertangkap" ucap pak tua


'orang itu menghadapi tiga penjahat seperti ini dalam pertarungan jarak dekat seorang diri? apa dia sehebat itu?' membatin inspektur polisi dalam hatinya


Inspektur polisi itu hanya menatap jalan yang sepi dimana bulan bersinar terang


Di sisi jalan, sesuatu yang selalu mengganjal hati Surya muncul kembali didepan matanya.


Sesampai kontrakannya…


"Aku pulang" ucap Surya


tapi keadaan di dalam sudah gelap


"Mungkin Mora sudah tidur, sebaiknya aku segera tidur" tegas Surya pada dirinya sendiri


Mora Sun-Hee adalah adik perempuannya, ia masih murid SMA tahun ke 2…Mora satu-satunya keluarga yang Surya miliki sekarang.


~crak


Surya membuka pintu dan masuk kedalam kamarnya dan langsung berbaring di kasurnya, tetapi hal aneh masih menganggunya, yaitu pesan hologram yang melayang di udara.


[Selamat Datang Cheater]


Pesan Terbuka : [0]


[Penalti akan berakhir dengan tidur dan memulihkan tubuhmu] [Otomatis]


Pesan Masuk : [3]


[Mohon buka pesan masuknya]


[Mohon buka pesan masuknya]


[Mohon buka pesan masuknya]


"Haaaah!?"

__ADS_1


__ADS_2