
Pagi hari di Amerika Serikat.
Gedung asosiasi hunter AS.
dua orang penting memasuki ruangan ketua asosiasi hunter AS.
Smith Corner yang merupakan utusan langsung ketua asosiasi hunter AS, Brendan Frans.
disamping pria tersebut terdapat seorang hunter wanita dengan kemampuan khusus.
hunter yang dapat mengukur kekuatan hunter kelas atas bahkan sampai ke tingkat Unbeatable Hunter, Agatha.
mereka kembali dari Korea Selatan dan memberikan laporan kepada Brendan.
"kami telah kembali, ketua" ucap Smith.
Smith dan Agatha memberi salam dengan menundukan sedikit kepalanya.
"apa yang kalian dapatkan?" tanpa basa basi, Brendan langsung ke inti dari pesan yang ingin mereka berdua sampaikan.
Brendan mengakui kemampuan Agatha sebagai salah satu manusia yang memiliki kemampuan yang sangat langka.
karena itu Brendan sudah berharap bahwa utusannya dan Agatha berhasil membawa Surya menjadi hunter milik AS.
Brendan tidak peduli jika harus bentrok dengan negara lain, ia memprioritaskan membawa Surya ke AS.
namun jawaban Smith berbeda.
"Negosiasi kami gagal total" ucap Smith.
mata Brendan melebar dan terkejut.
"Apa?!" teriak Brendan.
"iya ketua, telah terjadi sesuatu yang aneh terhadap nona Agatha ketika mengukur kekuatan hunter Surya" ucap Smith.
'hal aneh?' membatin Brendan.
setelah mengukur banyak elit hunter dan menjadikannya hunter milik AS, baru kali ini Agatha gagal menjalankan tugasnya.
"hal aneh apa yang kau maksud?" Brendan dibuat penasaran.
Smith yang akan menjawab juga merasa sedikit gugup.
"berdasarkan kata-kata nona Agatha…ia melihat hal yang berbeda pada hunter Surya" ucap Smith.
mata Brendan menyipit dan menatap Agatha.
"nona Agatha, tolong jelaskan secara rinci!" ucap Brendan.
Agatha yang ekspresi wajahnya terlihat sedikit resah, mencoba menjelaskan kejadian yang ia alami ketika mencoba mengukur kekuatan Surya.
"pertama akan kujelaskan asal kekuatan para hunter" ucap Agatha dan terdiam sejenak.
"seorang hunter akan memiliki sebuah cahaya didalam dirinya, semakin terang maka semakin besar kekuatannya…bahkan beberapa hunter memiliki cahaya yang sangat terang dan wujud cahayanya menyerupai sebuah bintang" ucap Agatha.
ketika Agatha akan melanjutkan penjelasannya, wajahnya memucat.
"na…namun aku tidak melihat cahaya apapun pada hunter Surya, aku melihat hal yang sangat berbeda dari semua hunter yang ada!!" Agatha berkeringat dingin.
Brendan terdiam sejenak dan membiarkan Agatha menenangkan dirinya.
"hal apa yang nona lihat pada hunter Surya?" tanya Brendan.
semakin terlarut dalam cerita, wajah Agatha menjadi sangat pucat.
"se…sebuah pemandangan, dimana tanah yang luas membentang menjadi lautan darah, tumpukan mayat manusia yang menggunung hingga menyentuh langit…la…lalu"
Agatha merasa nyawanya terancam jika melanjutkan penjelasannya.
"lalu apa?" ucap Brendan yang menjadi sangat penasaran.
Agatha melanjutkan penjelasannya.
"a…aku melihat lima sosok yang berdiri di puncak gunung mayat tersebut!!" Agatha menangis.
"apa?! seperti apa sosok mereka?!" Brendan bergetar.
"aku tidak tahu!! wujud mereka tertutup oleh bayangan" jawab Agatha.
Brendan bertanya tanya dan terlarut dalam penjelasan Agatha.
__ADS_1
"lalu apa hubungannya dengan kekuatan hunter Surya?!" tanya Brendan.
"pemandangan yang kulihat, itu semua menghubungkannya dengan kekuatan Surya!!" jawab Agatha.
mata Brendan melebar.
"jadi maksudmu hunter Surya memiliki kekuatan yang dapat melakukan hal besar seperti itu?!" tanya Brendan.
Agatha mengangguk ke atas ke bawah.
Brendan bertanya kembali.
"berarti hunter Surya memiliki kekuatan yang melebihi Unbeatable Hunter?!" tanya Brendan.
"pada saat itu, kekuatan itu menatapku!" Agatha merunduk dan memeluk dirinya sendiri karena ketakutan.
"sosok yang berdiri ditengah diantara kelima sosok tersebut, menatapku yang berada di bawah tumpukan mayat"
Agatha sesak nafas karena mengingat kejadian yang ia alami.
"pernahkah kau merasa lebih baik mati berkali kali dalam keadaan mengenaskan, daripada harus menatap mata sosok tersebut?!" Agatha mengingat kembali traumanya.
Brendan dan Smith hanya bisa terdiam mendengar penjelasan Agatha.
***
dua hari telah berlalu.
di menara kehancuran.
Surya menghabiskan empat puluh delapan jam untuk menaiki menara, namun ia baru bisa menyelesaikan hingga lantai tujuh puluh sembilan.
Surya sedang memeriksa beberapa luka yang cukup parah di tubuhnya.
"ugh…monster kali ini benar-benar memiliki kecepatan yang sangat cepat!" ucap Surya sambil memegang bahu kirinya yang robek.
Surya memeriksa status dan sisa MP HP nya.
Name : Surya Yeon-Jun
Level : 90
HP : 16210/33200
MP : 45030/83200
INT : 332 AGI : 329
STR : 346 DEX : 329
VIT : 332 sisa poin : 9
'hanya menaiki empat lantai, HP milikku hampir menyentuh batas 30%!' membatin Surya.
beruntungnya Surya menyelesaikan quest walaupun berada di dalam menara, namun kali ini ia harus bersembunyi beberapa jam.
[Instant Recovery ]
~wuongg
Surya menggunakan Instant Recovery untuk memulihkan stamina dan menyembuhkan luka-lukanya secara instan.
~wushh
angin berhembus dari seluruh tubuh Surya, kini luka-luka telah disembuhkan dengan skill Instant Recovery.
Surya terdiam dan menatap daerah sekitarnya, dimana terdapat mayat monster, bangunan yang menjadi abu, dan langit yang hitam.
'ini seperti pemandangan sebuah kota yang telah terbakar habis dan menjadi abu!' membatin Surya.
[Abyss Soul : 71411/100000]
[Cursed Soul : 138132/???]
Surya merasa sedikit lega karena jumlah Abyss Soul yang dibutuhkan meningkat pesat.
kemudian ia menatap lingkaran teleportasi yang menyentuh langit.
Lantai 80 telah terbuka]
[Apakah anda akan pergi ke lantai selanjutnya?]
__ADS_1
Surya berpikir sejenak.
'kedepannya mungkin akan menjadi lebih sulit!' membatin Surya.
setelah berpikir beberapa saat, Surya mengambil keputusan.
"Ya!" jawab Surya.
~Wuunggg
Surya ditarik ke langit oleh lingkaran teleportasi dan tiba di lantai delapan puluh.
sesampainya di lantai delapan puluh, pesan sistem muncul berkali kali.
[Abyss Soul bertambah : + 10000]
[Abyss Soul : 81411/100000]
[Cursed Soul bertambah : + 10000]
[Cursed Soul : 148132/???]
Surya terkejut dengan pesan yang tak terduga.
~Wushh
Surya tiba sepenuhnya di lantai delapan puluh, tiba-tiba ia disambut oleh tumpukan mayat monster yang menggunung.
"apa yang terjadi?!" Surya bertanya pada dirinya sendiri sambil menatap tumpukan mayat monster.
"Ahahaha selamat datang kembali, tuanku!!"
suara wanita misterius muncul secara tiba-tiba.
Surya menyadari arah suara tersebut.
'di samping kiri!' membatin Surya dan melirik ke sebelah kirinya.
Surya terkejut.
sesosok wanita sedang tersenyum lebar sambil memandikan dirinya dengan darah monster, ia juga meminum darah monster layaknya jus alpukat yang manis.
mata Surya menyipit memandang wanita tersebut, namun ia tetap tenang ketika membaca pesan dari sistem.
[one of the 21 commander generals Queen of War]
[7th high-general]
[Serena「Rank-SSS」]
"ahahahahaha!!!"
Serena tertawa puas dan berjalan dari kolam darah monster ke arah Surya.
Surya menjadi gugup menatapnya.
'apa yang ia tertawakan?!' membatin Surya.
sosok wanita berambut putih panjang, dengan kupingnya yang runcing dan menggunakan setelan zirah hitam pekat yang hanya menutupi beberapa bagian tubuhnya.
wanita yang dibasahi oleh darah itu mencabut sebuah senjata dari salah satu mayat monster, senjata seperti sebuah shuriken raksasa dan memiliki tujuh bilah pedang.
ia mengangkat senjata yang ukurannya empat kali lebih besar dari tubuhnya layaknya mengangkat sebuah ranting pohon.
"ahahaha…dengan ini akan ada lebih banyak makanan yang kudapatkan jika bersama tuanku!" Serena berbicara sendiri.
ketika wanita itu tiba di hadapan Surya, ia menancapkan senjatanya ke tanah dan berjalan lebih dekat ke arah Surya.
ia memegang pipi Surya dengan tangannya yang bersimbah darah sehingga terdapat darah monster di pipi Surya.
'apa yang wanita ini lakukan?' Surya merasa jengkel namun bersabar.
"ahhh, tuanku yang menguasai medan pertempuran!! aku menyambutmu sepenuh hatiku!" ucap Serena.
ia menundukan kepalanya dan menyentuh kaki Surya layaknya menemukan sebuah benda paling langka dan sangat berharga.
dengan kebanggaan dan kebahagiaan yang besar, ia berkata…
"diatas tumpukan mayat ini aku bersumpah untuk menyerahkan jiwa dan tubuhku kepada tuanku!"
Serena bersumpah dengan nada suara seperti gadis yang terangsang.
__ADS_1