
gate yang muncul di jalan raya di Seoul telah diselesaikan oleh Surya.
Surya keluar dari gedung yang menjual peralatan dan perlengkapan khusus hunter.
usai melakukan raid, Surya mengambil mana kristal kualitas tinggi yang ada di gate dan menjualnya.
Surya memeriksa cek senilai satu milyar won yang ia dapat dari hasil menjual mana kristal kualitas tinggi dalam jumlah yang banyak.
'waktuku akan terbuang jika harus mengurus bagian penjualan material gate…aku harus segera merekrut setidaknya dua anggota baru.' membatin Surya.
Surya berpikir sejenak.
"hmmm"
'tidak peduli seperti apa rank nya, yang kubutuhkan adalah orang dengan lisensi hunter dan cukup pandai dalam urusan bisnis dan bisa dipercaya' membatin Surya.
'kurasa pandai berbicara juga bisa diperhitungkan'
Surya membuka situs hunter dan menyebarkan informasi mengenai perekrutan anggota hunter.
"haha"
Surya memikirkan hal yang dapat menyulitkannya.
'jika tidak kupertimbangkan rank nya, sepertinya orang-orang akan bergerak cepat dan mendaftarkan diri mereka…menyebalkan!'
Surya mengurungkan niatnya untuk menginformasikan perekrutan anggota untuk guildnya…ia merasa akan mengecewakan banyak orang jika mengumumkannya.
"aku harus mencari mulai dari orang terdekat terlebih dahulu!" ucap Surya dan menyimpan kembali ponselnya.
ketika Surya berjalan beberapa langkah, seorang pria wajah Eropa berdiri di hadapan Surya.
pria yang sama yang menemui Surya beberapa jam yang lalu.
Ares William.
"senang bertemu kembali, hunter Surya Yeon-Jun…maaf atas kelancanganku, tapi jika berkenan, maukah tuan hunter mengabulkan permintaanku?" ucap Ares.
Surya menatap jengkel lawan bicaranya.
'jika kutolak sepertinya orang ini tidak akan menyerah!' membatin Surya.
kemudian Surya bertanya.
"permintaan?"
"utusan ketua asosiasi AS sudah menunggumu di ruangan VIP untuk memberikanmu hadiah" ucap Ares.
'hadiah?' mata Surya menyipit.
Surya langsung memeriksa koneksi ke beberapa orang terdekat seperti adiknya, Ae-Cha, Lilia, dan Chun Hei Gi yang kemungkinan memiliku hubungan dengan orang-orang AS.
setelah beberapa saat telah berlalu.
'tidak ada keluhan! sepertinya orang ini berkata jujur' Surya menatap Ares.
"bawa aku ke utusanmu" ucap Surya.
Ares membungkukkan badannya sedikit.
"dengan senang hati" ucap Ares.
Surya memasuki mobil yang telah disediakan.
***
lima belas menit kemudian.
Surya memasuki salah satu ruangan yang ada di sebuah hotel di Seoul.
di depannya sudah ada seorang pria berambut pirang dan dikelilingi oleh enam bodyguard.
"senang bertemu denganmu, aku Smith Corner, utusan langsung dari ketua asosiasi hunter AS"
pria itu berjabat tangan dengan Surya.
kemudian ia mempersilahkan Surya untuk duduk di sofa yang telah disediakan.
setelah Smith duduk di sofanya, ia menepuk tangannya…kemudian seorang wanita ber jas yang menjadi asistennya membawa sebuah baki yang ditutup kain.
"aku akan langsung ke intinya, hunter Surya" ucap Smith.
baki yang dibawa oleh wanita itu di taruh di atas meja.
ketika Smith membuka kainnya, baki tersebut berisi sebuah orb berwarna ungu gelap, sebuah pedang pendek dan beberapa ramuan penyembuh.
Surya menatap ke arah baki.
"ini hanyalah hadiah permulaan, tuan hunter"
'permulaan?' membatin Surya.
__ADS_1
sebelum Surya makin bertanya tanya, Smith berbicara.
"ini orb dengan kualitas terbaik di dunia untuk saat ini, orb yang dapat memperkuat serangan sihir sebanyak 70%…dan ada pedang dengan kualitas yang baik, dibuat dari taring naga dari boss sebuah gate peringkat tinggi…dan beberapa ramuan penyembuh, efektifitasnya sama seperti healing milik hunter rank-S, namun dengan ini bisa menghemat penggunaan mana"
Smith menjelaskannya secara detail agar lawan bicaranya tertarik.
"dan kau bilang ini hanya hadiah permulaan?" tanya Surya.
Smith mengangguk ke atas ke bawah dan melanjutkan penjelasannya.
"tuan juga akan mendapatkan hak khusus, harta berlimpah, dan stok ramuan penyembuh tanpa batas…jika tuan hunter, bersedia menjadi warga negara AS"
Ares memberikan sebuah dokumen dan menaruhnya di atas meja.
Surya menatap dokumen tersebut.
"biasanya membutuhkan waktu lama untuk seseorang yang ingin pindah kewarganegaraan, tapi khusus untuk hunter Surya…jika tuan setuju, maka saat itu juga tuan secara hukum telah menjadi warga negara AS" ucap Smith.
mata Surya menyipit.
"aku kesini bukan untuk dijadikan sebagai orang yang bisa kau beli!" ucap Surya dengan tegas.
Smith berusaha tetap tenang.
"jangan khawatir tuan, kau bisa memikirkannya terlebih dahulu…tujuan kami saat ini memang ingin memberikanmu sebuah hadiah" ucap Smith.
Surya menjadi tidak tertarik dengan hadiahnya.
'yang kau berikan itu tidak lebih bagus dari apa yang kupunya, kecuali pedang yang satu ini…kekuatannya sedikit di atas dragon sword namun jauh dibawah Calamity Sword' membatin Surya.
Smith lanjut berbicara.
"seorang hunter rank-S tidak akan bisa diukur kekuatannya dengan menggunakan alat pengukur, tapi apa kau tahu? kami memiliki seorang hunter yang bisa mengukur kemampuan hunter rank-S" ucap Smith.
mata Surya melebar karena terkejut.
"benarkah begitu?" tanya Surya.
"benar! karena itu kami telah membawanya kemari untuk membuatmu percaya…panggil dia kesini"
Smith menyuruh salah satu bodyguardnya untuk memanggil seseorang yang berada di balik pintu.
lalu bodyguard itu kembali memasuki ruangan dengan seorang wanita di belakangnya.
"kuperkenalkan, dia adalah nona Agatha, satu satunya manusia yang dapat mengukur kekuatan hunter kelas atas" ucap Smith.
Surya menatap wanita yang berusia sekitar tiga puluh tahunan.
"dia benar! banyak hunter rank-S yang merasa bangga dengan kekuatannya dan menurunkan kewaspadaannya, jadi kehadiran nona Agatha dapat membuat hunter kelas atas mengevaluasi dirinya dan menjadi lebih baik" ucap Smith.
Agatha meminum lemon tea yang disediakan untuknya dan lanjut berbicara.
"tidak ada batasan hunter yang bisa ku ukur, bahkan seluruh Unbeatable hunter sudah pernah ku ukur kekuatan mereka" ucap Agatha.
Surya menjadi tertarik.
"namun mereka memiliki tingkatan yang sangat jauh dari hunter rank-S manapun, jadi aku tidak perlu memberitahu sekuat apa mereka, kekuatan mereka sudah sangat mutlak dan pantas menyandang gelar manusia terkuat" ucap Agatha.
Smith berbicara.
"nona Agatha akan melihat sebuah cahaya ketika mengukur kekuatan hunter, semakin terang cahayanya, maka hunter tersebut semakin kuat"
Smith menatap Surya dan Agatha berulang kali.
"jika tuan hunter tidak keberatan, izinkan nona Agatha untuk mengukur kekuatan tuan"
setelah berpikir beberapa saat, Surya setuju untuk diukur kekuatannya oleh Agatha.
"baiklah" ucap Surya.
setelah setuju menerima tawaran tersebut, Agatha mendekat ke arah Surya.
"tolong ulurkan tanganmu, biarkan aku menyentuhnya" ucap Agatha.
kemudian Surya mengulurkan tangannya dan Agatha memegang tangan Surya.
beberapa saat kemudian.
"baiklah…akan kumulai" ucap Agatha.
'ketika ia sudah tahu dengan batasannya, ia akan mengagumi nona Agatha dan memungkinkannya untuk segera menghubungi kami kembali dan menanda tangani dokumen tersebut, mari kita lihat sekuat apa hunter itu' membatin Smith.
Agatha memejamkan matanya, ketika ia membuka matanya…
~wushh
ia berdiri di sebuah tanah yang sangat luas, itu adalah hal yang pertama kali ia alami.
alih-alih tanah yang terbentang luas, seluruh wilayah tersebut telah menjadi lautan darah.
Agatha tidak dapat berkata kata dan menatap ke tanah yang telah menjadi lautan darah.
__ADS_1
ia berusaha tetap tenang dan berjalan beberapa langkah kedepan sambil meperhatikan sekitarnya.
ratusan ribu senjata yang menancap di tanah dan dibasuhi dengan darah.
tombak, kapak, pedang, anak panah, dan beragam senjata lainnya.
lalu ia melihat sebuah gunung yang ada di depannya.
sebuah gunung yang tidak biasa.
itu tercipta dari tumpukan mayat yang tak terhitung jumlahnya.
Agatha merinding ketakutan.
ia berusaha menatap ke puncak tumpukan mayat tersebut.
tumpukan mayat yang hampir menyentuh langit yang gelap dan berwarna merah darah seakan itu adalah akhir dari sebuah dunia.
ketika pandangannya sampai ke puncak tumpukan mayat yang menggunung…
Agatha melihat lima bayangan manusia yang berdiri di atas tumpukan mayat tersebut.
tiba-tiba dari lima bayangan, satu bayangan yang ada di tengah kelimanya menatap ke Agatha yang berada di bawah.
tatapan yang jauh lebih mengerikan daripada melihat kematian yang ada didepan mata.
seakan sosok tersebut akan menghancurkan Agatha di dunia manapun dan tidak akan memberinya istirahat yang tenang.
"TIDAAAAK!!"
Agatha melepas tangannya dan menjauh dari Surya.
seluruh orang yang ada di dalam ruangan terkejut.
serentak para bodyguard menodongkan pistol ke arah Surya.
"apa yang kau lakukan, baj*ngan sialan!!" teriak bodyguard.
Surya tetap duduk tenang.
~ztt…ztt
tiba-tiba lampu ruangan tersebut berkedip beberapa kali.
para bodyguard merasakan ada sesosok makhluk yang berdiri di belakang mereka.
"mengangkat senjatamu pada tuanku?!"
"kau benar-benar menyukai kematian ya?!"
"Grrrr"
di tengah lampu yang berkedip, para prajurit Surya sudah membatasi pergerakan orang yang mengancam tuannya.
"apa yang kalian lakukan?!" Smith berteriak.
serentak para bodyguard menjatuhkan senjatanya ke lantai karena takut.
Smith juga ketakutan ketika melihat prajurit Surya yang kekuatannya melebihi hunter rank-S.
pandangannya berakhir ke Surya yang tetap tenang duduk di sofa.
"tu…tuan hunter, sepertinya nona Agatha sedang tidak enak badan" ucap Smith.
"begitukah?" ucap Surya.
lampu berhenti berkedip, Surya menyuruh para prajuritnya untuk kembali.
Surya menatap Agatha yang menutup kedua kupingnya dan menatap ke lantai.
wajahnya sangat pucat dan keringat dingin, seluruh tubuhnya bergetar, ia sangat ketakutan setelah mencoba mengukur kekuatan Surya.
"Ares, tolong antarkan hunter Surya kembali!" ucap Smith.
"ba…baik!" ucap Ares dengan ekspresi panik.
setelah beberapa saat, Surya meninggalkan ruangan.
Smith mencoba berbicara kepada Agatha yang trauma.
"a…apa yang terjadi nona Agatha?!" tanya Smith.
"tidak ada cahaya apapun disana!! hanya ada kegelapan, darah, dan tumpukan mayat!!" ucap Agatha dengan suara yang bergetar
"apa yang kau maksud, nona?!" Smith penasaran.
"a…aku tidak tahu pasti sekuat apa dia!! kekuatannya tidak bisa diukur!!" ucap Agatha.
"apaa?!" Smith terkejut.
"di…dia berdiri di sebuah puncak tumpukan mayat itu…ketika mataku bertemu dengannya, a…aku merasa lebih baik mati seratus kali secara mengenaskan dibandingkan menatap matanya!!"
__ADS_1
"di…dia…dia adalah penguasa!!!" ucap Agatha.