
Di sore hari Surya sedang berjalan jalan dipinggir sungai…beberapa orang sedang melakukan aktivitas terbiasa
'jarang sekali aku jalan-jalan sore, aku rasa sunset sangat indah' membatin Surya sambil menatap matahari sore
~tap…tap…tap…duuk
"ugh"
"awww"
seorang gadis berlari dari arah yang berlawanan dengan Surya dan berakhir menabraknya
"Hei…bukankah sebaiknya kau melihat ke-"
"shuuut…maaf kakak, tapi kumohon ketika dua orang laki-laki berbadan besar datang kesini…jangan katakan aku ada disini…kumohon!"
gadis itu memotong ucapan Surya dan segera memohon dengan wajah yang ketakutan
"Ahh…itu-"
lagi-lagi sebelum Surya menyelesaikan ucapannya, gadis itu bersembunyi dibalik semak-semak yang dekat dengan Surya
benar saja…beberapa detik kemudian dua orang laki-laki berbadan besar datang dan menghampiri Surya
"Hei…apa kau melihat seorang gadis berambut coklat menggunakan seragam sekolah berlari ke arah sini!?"
Orang itu bertanya pada Surya dengan nada yang terkesan memaksa
'kukira gadis itu ingin bermain kejar-kejaran…tapi orang ini ternyata tidak terlihat seperti orang baik-baik' membatin Surya
"Aah gadis itu…dia berlari lurus lalu belok ke arah kanan jalan…sebelumnya dia menabrakku"
dengan sigap dua orang itu langsung berlari dan mengikuti arah yang Surya katakan
"astaga" ucap Surya sambil mengangguk ke arah semak-semak sebagai kode bahwa kondisi sudah aman
gadis itu keluar dari semak-semak dan menyapu dedaunan yang ada di seragamnya
"begini kaa…orang-orang itu ingin menculik ku, mereka mengikutiku sejak dari stasiun Cheongju"
kemudian gadis itu melanjutkan ucapannya
"aku sangat berterima kasih kak karena sudah menyelamatkanku…namaku Ae-Cha, aku tinggal di Cheongju dan ayahku bekerja di Seoul, jadi aku ingin menelfon dan membutuhkan pertolongannya" ucap Ae-Cha dengan tegas
"segeralah lapor kepada ayahmu, dan berhati-hatilah saat dijalan"
Surya tidak bisa berkata banyak karena tidak tahu harus melakukan apa dan ia merasa saran darinya tidak akan didengar karena gadis itu banyak bicara (Surya hanya bercanda)
"aku Surya Yeon-Jun…baiklah sampai jumpa"
Surya berbalik dan mulai berjalan pulang lalu dari belakang Ae-Cha membungkukkan badannya sebagai ucapan terima kasih
Saat jarak mereka hampir tidak terlihat oleh mata…tiba-tiba dua orang tadi menculik dan menyekap Ae-Cha dan membawanya pergi
"Hmpp!hmppp!emmpp!!"
Ae-Cha berusaha keras berteriak dengan mulutnya yang ditutupi namun sepertinya Surya tidak mendengarnya
pada saat yang sama Surya merasa ada yang berteriak dari belakang, namun saat Surya menengok, sudah tidak ada siapapun disana
'seperti ada yang memanggilku…jangan-jangan?'
seketika Surya berlari sedikit lebih jauh ke arah tempat ia bertemu dengan Ae-Cha dan sampai pada perempatan jalan…di sisi kanan jalan Surya melihat Ae-Cha yang dipaksa masuk kedalam mobil
'Sial…' Surya merasa kesal
mobil itu langsung melaju cukup cepat dan Surya mulai berlari mengikutinya melewati beberapa jalan pintas
'Mereka ingin membawanya kemana!?' membatin Surya
ia teringat ketika Ae-Cha memintanya untuk tidak memberitahu keberadaannya dengan wajah yang ketakutan
matahari nyaris tidak terlihat dan hanya menyisakan arah sisi pantul cahayanya pada awan-awan
Surya berhenti pada sebuah gedung tua yang sudah tidak terpakai dan tempat itu cukup jauh dari pemukiman
"mmpp…mmppp"
Suara Ae-Cha yang sedang dipaksa masuk kedalam gedung tua tersebut
hari sudah gelap, ketika Surya memfokuskan penglihatannya pada Ae-Cha dan beberapa penjahat…mata surya menjadi sedikit bersinar
'meski aku cukup kuat, aku tidak bisa gegabah menghadapi mereka karena disana ada Ae-Cha'
itu disebabkan jika Surya menghadapi beberapa penjahat, maka penjahat lainnya akan mengancam Surya dengan menggunakan Ae-Cha, hal itu justru dapat membuat Surya kalah telak
tiba-tiba Surya teringat sesuatu…
'aku tidak tahu ini akan bekerja atau tidak…tapi untuk saat ini sebaiknya aku hanya melihat situasinya' Ucap Surya yang sedang bersembunyi dibalik tiang
20 menit kemudian…
Sebuah mobil mewah datang dan saat itu keluar seorang pria paruh baya usia 30-an mengenakan jas hitam…ia menghampiri Ae-Cha
"waah…waah jadi ini anak dari Park Min-Gu…cukup matang sebagai anak sekolah…jangan khawatir, setelah ayahmu menyerah aku akan segera membebaskanmu hahaha"
pria itu berkata dan menatap Ae-Cha seperti sebuah produk keluaran terbaru
'anak dari Park Min-Gu? jadi Ae-Cha adalah anaknya…apa motif pria itu menculik Ae-Cha?'
tiba-tiba satu mobil lagi datang…muncul juga pria paruh baya lainnya
'orang itu? apa itu ayahnya Ae-Cha?'
__ADS_1
Surya mengkonfirmasi kejadian ini berdasarkan pengamatannya
'mungkinkah ini persaingan dalam pekerjaan?'
"Pilyoung-Kim lepaskan anakku!" tegas ucapan Park Min-Gu
"oh ayolah aku harap kau tidak melupakan apa yang ku perintahkan" jawab Pilyoung-Kim dengan senyum liciknya
"yaa…aku membawa dokumen hak atas kepemilikan perusahaan" ucap Park Min-Gu
ayah Ae-Cha dan Pilyoung-Kim adalah saingan dalam sebuah perusahaan…perusahaan ayah Ae-Cha selalu lebih unggul
hal ini menimbulkan niat jahat dan akhirnya menjadi persaingan yang tidak sehat dengan menggunakan segala cara untuk menjatuhkan sainganya
saat Park Min-Gu ingin mengeluarkan dokumen dari balik jas nya tiba-tiba Ae-Cha berteriak
"jangan!! ayaah jangan korbankan perusahaanmu!! jangan tertipu!! mereka hanya mengancammu" Ucap Ae-Cha dan menegaskan untuk tidak memperdulikannya
"diam kau b*jingan" Pilyoung berbalik dan berteriak lalu…
~Dugg
sebuah pukulan mendarat di bagian perut Ae-Cha
"ahhk" Ae-Cha mengerang kesakitan
"B*jingan Pilyoung…beraninya kaau menyakiti putriku!!!" amarah Park memuncak
kemudian saat ingin beranjak dan memukul Pilyoung…
~Dbugg
seseorang memukul bahunya menggunakan balok kayu dan membuat Park terjatuh kesakitan
"ughh…sialan!!" ucap Park
kemudian penjahat lainnya memukuli Park yang terjatuh
setelah beberapa menit Park sudah babak belur dan Pilyoung datang menghampiri Park
"Jika kau tanda tangan lebih cepat dari sebelumnya, kau tidak akan mengalami hal ini bodoh!! hahaha!" Pilyoung mengejek Park
"baiklah mari kita selesaikan…cepat tanda tangani surat itu!!" Pilyoung memerintah Park yang terbaring lemas di tanah
dengan sisa tenaganya Park berkata "Perset*n denganmu bodoh!!
ejekan Park yang sudah tidak bisa apa-apa cukup membuat Pilyoung terpancing emosinya dan memutuskan
"Bunuh dia!!"
saat salah seorang penjahat akan menusuk Park yang terbaring
tiba-tiba
sebuah batu yang cukup besar entah dari mana asalnya hancur setelah menghantam kepala penjahat yang akan menusuk Park
semua serentak menengok ke satu arah…dimana arah tersebut muncul bayangan seorang laki-laki
"aah kukira tepat di tengah kepalanya…sepertinya sedikit meleset…yap itu tidak jadi masalah"
"karena aku akan mengalahkan kalian semua disini!!"
Surya muncul dengan tekad untuk mengalahkan semua penjahat itu dan menyelamatkan nyawa Ae-Cha dan ayahnya…dalam hati ia berfikir
'8 dan dengan Pilyoung jadi 9 yaa?…satu sudah kukalahkan berarti sisa 8 lagi'
"Haaa matiii kaauu!!" penjahat terdepan maju membawa pisau dan diikuti 6 penjahat lainnya
"huuuppp…fiuuhhhhhh" Surya berdiam dan memasang kuda-kuda bertarung
saat pisau itu mencapai depan mata Surya…ia menangkisnya dengan tangan kiri ke arah samping…lalu merunduk dan telah menyiapkan pukulan tangan kanannya dengan sekuat tenaganya
~demmbbbbb…krakk
pukulan Surya tepat mengenai bagian tengah tulang dada penjahat dan itu membuat tulangnya retak
seketika pisau itu terlepas dari tangannya dan Surya mengambilnya dengan tangan kirinya sebelum pisau itu jatuh ke tanah
"haapp"
Surya menunduk dan berputar lalu tangan kanannya spontan mengambil pasir halus yang ada di bawah lalu melemparkannya ke semua wajah penjahat itu
pasir itu menyebar dan membuat semua mata penjahat itu terkena pasir…hal ini menghilangkan jarak pandang mereka sementara…saat mereka sibuk membersihkan matanya…mereka juga berteriak kesakitan dan langsung memegang salah satu kakinya
~cratt…cratt…crrtt…zztt…zztt…zzztt
dengan AGILITY yang tinggi ditambah dengan skill Ahli bela diri membuat Surya pandai mensinkronisasikan gerakannya saat menyerang lawan dan itu seperti sedang menari dengan kecepatan yang relatif tinggi
"aghh kakikuu!!"
"agh siaal…kaki…kakikuu!"
"hei apa yang terja-?" ~zztt "aghhh"
semua penjahat itu dikalahkan dengan mudah
Ae-Cha dan ayahnya hanya bisa melamun dengan mulut sedikit terbuka karena kagum dengan seseorang yang memiliki keahlian seperti Surya
setelah Surya menyayat seluruh pergelangan kaki para penjahat, tiba-tiba pesan sistem muncul
[Sistem mendeteksi tekad yang kuat untuk
menyelamatkan nyawa seseorang
__ADS_1
Anda bertekad menggunakan kekuatan anda
Hadiah : Stat STR anda akan di kali 2 ]
'Sudah kuduga akan terjadi'
saat kejadian pagi ini Surya mendapat hadiah tak terduga saat bertekad menyelamatkan nyawa seseorang dengan kecepatannya…karena itu ia berfikir untuk mencobanya dengan menggunakan kekuatannya
'Tidak ada waktu untuk senang' membatin Surya sambil menatap Pilyoung-Kim yang menodongkan pistol ke kepala Ae-Cha
"Mundur!! jika tidak gadis ini a…akan kubunuh!!"
Pilyoung mengancam Surya dengan pistolnya…namun Surya
tiba-tiba suara yang rendah dan tatapan yang tajam ditujukan kepada Pilyoung
"bunuh…ya?" aura dan hawa pembunuh muncul dari tubuh Surya dan membuat semua orang yang ada disana gemetar ketakutan mendengar ucapan Surya
terutama setiap suara langkah kaki Surya mendekat membuat Pilyoung gemetar dan serasa dirinya dikasih pemberat dan perlahan mundur
~step…step (langkah kaki)
~dor…dorrr
"jangan mendekat!!"
~step…step…step
~dorr…dor…dorr
~step…step
"ughh…siaalaan"
~dor
"itu peringatan terakhir…mundurlah sekarang!!" Pilyoung kembali mengancam Surya
~step…step
"kau akan menyesalinyaa bodoh!!"
~cekreek
"haaah!?" Pilyoung terkejut dengan pistolnya
"6 peluru…kau hanya mengisinya dengan 6 peluru" ucap Surya dan berjalan hingga tepat didepan Pilyoung
tanpa sadar Pilyoung terjatuh ke tanah dan telah melepaskan Ae-Cha
"ti…tidaak!! jangan mendekat!!" Pilyoung semakin ketakutan dan lidahnya keluar
~jdugg
"ughhh" teriak Pilyoung
Surya menendang dagunya sehingga lidahnya tergigit
saat Pilyoung ingin membenarkan posisi duduknya…tiba-tiba bilah pisau merayap perlahan dipipinya dan perlahan turun ke leher
itu ulah Surya
"Untuk mental saja bahkan kau tidak sanggup"
Surya tersenyum berkata dengan pandangan membunuh seperti pemangsa yang bertatapan dengan mangsa nya
Karena stress tingkat tinggi akibat gejolak mental yang diakibatkan, Pilyoung telah membuatnya melamun dan kosong
tiba-tiba suara sirine mobil polisi muncul
~tiiiiiit
Saat para polisi mengarahkan pistol…hanya ada 3 orang yang berdiri, yaitu Surya, Ae-Cha dan ayahnya
Para penjahat telah diamankan dan kasus ini terjadi dengan motif balas dendam dan iri dalam bidang pekerjaan
Ae-Cha mendapatkan pengobatan pertama akibat pukulan pada dirinya dan begitu juga dengan ayahnya
Seorang wanita menggunakan seragam kepolisian menghampiri Surya
"anda dinyatakan terlibat dan akan memberi kesaksian atas kejadian yang terjadi disini" tegas ucapan wanita itu
"aku adalah inspektur Luxia Mon-Hee…aku bertugas di divisi kepolisian Seoul"
Surya yang membalikan badannya sedari awal polisi wanita itu berbicara padanya hanya berkata
"Tanyakan saja pada yang lainnya, aku hanya akan membuang waktuku jika memberikan kesaksian yang bahkan kau sudah ketahui dari tuan Park!" tegas ucapan Surya
"meski begitu hukum tetap berlaku…jika kau menghindar kau hanya akan di curigai sebagai penjahat dan bersekongkol dengan mereka…karena itu, bahkan aku akan mengancamu agar kamu mau bicara!"
Surya menengok sedikit dengan tatapan yang tajam dan suara yang rendah
"mengancamku?…seperti apa!!?" Surya berkata tegas dan rendah lalu perlahan pergi meninggalkan gedung tua
ucapan Surya membuat polisi itu hanya bisa terdiam dan menelan air liurnya karena ketakutan
"inspektur, apa kau kurang sehat?" seorang polisi lain bertanya pada Luxia
"tidak. aku baik-baik saja" ucap Luxia
namun dalam benaknya
'orang itu…sangat berbahaya'
__ADS_1