End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 115. Konflik baru


__ADS_3

Video raid yang terjadi di Candi Borobudur diputar berkali kali oleh media di seluruh dunia.


melihat sebuah monster yang ukurannya sangat besar, muncul secara tiba-tiba dari sebuah lingkaran sihir, bukannya gate.


hal itu membuat banyak peneliti yang berfokus dibidang gate dan monster berpikir keras untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi


***


Chun Hei Gi, salah satu wanita terkuat di Korea Selatan tengah menikmati malamnya sendirian dirumah.


Ia menyeduh kopi untuk dirinya sendiri sambil memikirkan beberapa hal.


sesuatu yang membuatnya bergetar ketakutan beberapa hari yang lalu.


itu adalah momen ketika ia bertarung dengan monster berwujud wanita yang merupakan prajurit salah satu hunter terkuat.


'jika waktu itu tidak ada yang menghentikan pertarungan, mungkin luka fatal akan terjadi padaku, atau bahkan kematian?' membatin Chun Hei.


Chun Hei melamun sambil meminum kopinya.


"hunter Surya, ia pergi ke Indonesia ya?" Chun Hei bertanya pada dirinya sendiri.


Chun Hei mengambil remote tv tepat di samping sofanya, ia menyalakan tv dan berusaha keluar dari hal yang mengganggu pikirannya.


ketika tv nya menyala, Chun Hei dikejutkan dengan siaran ulang sebuah raid.


'ini raid di Indonesia?!' mata Chun Hei menyipit.


siaran tersebut direkam dari dalam sebuah helikopter yang terbang.


pemandangan yang menayangkan sesosok monster dengan ukuran yang luar biasa, terbakar hebat dan memunculkan pasukan iblis yang setara dengan hunter rank-A.


"ini monster yang sangat kuat!! bahkan ia dapat memunculkan pasukan sebanyak itu?!"


Chun Hei merasa bahwa monster-monster itu telah menghancurkan suatu daerah.


namun itu tidak sesuai ekspektasinya.


~Wushh!!


tiba-tiba sesuatu melesat dengan kecepatan yang mengerikan dan membelah puluhan iblis sekaligus.


"a…apa itu?!" Chun Hei tidak dapat mengikuti kecepatan sosok tersebut.


kemudian sesuatu yang lainnya terjadi, helikopter mulai menjauh dari medan tempur karena menyadari sesuatu.


benar saja, beberapa saat kemudian ribuan tombak api yang menyala turun dari langit layaknya hujan dan mengarah ke arah monster raksasa tersebut.


ketika melihat bentuk tombak tersebut, Chun Hei kembali bergetar ketakutan.


'tombak yang sama seperti pada hari itu!!!' membatin Chun Hei.


~BOOOM


dari tv terdengar suara ledakan yang hebat, lalu Chun Hei melihat sosok yang ia kenali.


'hunter Surya?!' membatin Chun Hei.


ia melihat Surya yang tengah berdiri tepat di depan kepala monster raksasa tersebut.

__ADS_1


"apa yang ia lakukan?!" Chun Hei bertanya tanya karena Surya tidak menyerang monster itu sedikitpun.


Chun Hei menyadari tindakan Surya yang seolah sedang berbicara dengan monster raksasa tersebut.


para elit hunter yang tengah bertarung dengan pasukan iblis, sedangkan monster raksasa yang bersembunyi di dalam tempurungnya itu dikelilingi oleh enam sosok dan termasuk Surya salah satunya.


ketika Surya berjalan menjauh dari monster raksasa tersebut.


~NGIING…BOOOM!!!


sebuah tombak yang sangat panjang jatuh dari langit dan menembus kepala monster raksasa tersebut.


"dia!!!" Chun Hei terkejut.


sosok wanita yang berdiri di atas kepala monster raksasa sambil memegang tombak besar adalah prajurit Surya yang menjadi lawannya beberapa hari yang lalu.


'dia yang membunuh monster raksasa itu?!' Chun Hei kembali terlarut ke dalam pikirannya.


'jadi…sejak awal aku sudah dipastikan kalah sangat telak!' Chun Hei mengusap kedua matanya.


kini ia merasa telah selamat dari kematian yang mengerikan.


ia sadar perbedaan kekuatan yang sangat jauh dengan Felien meskipun Felien sangat menahan dirinya.


para elit hunter dari Korea Selatan yang melihat kekuatan tempur Surya saat ini juga merasa takut dengan kekuatan yang sangat besar.


***


Tengah malam, Korea Selatan.


Surya tiba di bandara Incheon, ketika Surya baru saja turun dari pesawat, seorang pria paruh baya dan wanita berambut perak disampingnya sudah menunggu kedatangan Surya.


"kau bahkan tidak menikmati penghargaan yang diberikan dan langsung pulang ke Korea" Ghie tersenyum.


Luxia menundukan kepalanya sebagai ucapan salam.


'menghabisi monster raksasa dengan cara seperti itu?! aku harus bersikap tenang agar aku tidak gila karena kejutan yang tiada habis darinya!' membatin Luxia.


"kurasa kau tidak perlu menyambutku, ketua" ucap Surya.


ia menyadari apa motif dari Ghie yang menunggu kepulangannya hingga tengah malam.


"ada hal penting yang harus kubicarakan denganmu, hunter Surya" ucap Ghie.


"begitukah?" tanya Surya.


beberapa menit kemudian mereka masuk ke dalam mobil yang telah disediakan Ghie.


setelah mobilnya berjalan, Ghie memberitahu hal yang ingin ia bicarakan dengan Surya.


"sore ini, seorang hunter dari AS meminta informasi mengenai dirimu secara pribadi, ia tidak menjelaskan alasannya secara spesifik, karena itu aku menolak permintaannya" ucap Ghie.


"siapa orang itu?" tanya Surya.


"hunter George, salah satu hunter terkuat dari serikat Predator Guild, adik dari Gilbert" ucap Ghie.


mendengar kata Gilbert, mata Surya langsung menyipit.


'salah satu terkuat di serikat ya?' membatin Surya.

__ADS_1


kemudian Ghie melanjutkan pembicaraannya.


"kuharap kau berhati hati ketika di London nanti hunter Surya, hunter rank-S tidak dapat diikat dengan hukum dimanapun!" ucap Ghie.


'meski aku tidak tahu apa motifnya, tapi perasaanku sedikit tidak enak tentang hal ini' membatin Surya.


"baiklah, terima kasih atas sarannya!" ucap Surya.


tiga puluh menit berlalu…


Surya akhirnya tiba di rumahnya.


"Sepertinya Mora sudah tidur!" ucap Surya.


'aku merasa menjadi kakak yang tidak baik selama ini, sering meninggalkannya berhari hari dan membuatnya khawatir!' Surya merenung.


"masih ada satu hari sebelum aku berangkat ke London, sebaiknya ku ajak jalan-jalan besok pagi"


Surya yang berdiri tepat di depan pintu kamar Mora ingin membuka pintu tersebut dan memeriksa keadaan Mora.


ketika ia akan segera membuka pintu, terdengar suara tawa dari dalam kamar Mora.


'dia masih bangun ya' pikir Surya dan membuka pintu kamar Mora.


"Mora, aku pu-"


ucapan Surya berhenti ketika melihat hal yang tak terduga.


adiknya tertawa bersama Ae-Cha yang sedang dirias wajahnya seperti badut.


"waah, Oppa sudah pulang!" ucap Mora.


berbeda dengan Ae-Cha ia terkejut dan membatu, wajahnya memerah karena malu.


"Ae-Cha?" Mora terheran melihat Ae-Cha yang diam seperti patung.


semakin lama, wajahnya semakin merah hingga kesadarannya kembali.


"kyaaa!!!" Ae-Cha berteriak dan melempari Surya dengan bantal yang ada dikamar Mora.


~krek


Surya menutup pintu kamar Mora dan tertawa melas.


"ehehe"


namun perasaan khawatir Surya kini berkurang dan ia tersenyum lega.


'syukurlah ia memiliki teman dekat' membatin Surya.


Surya berjalan dan menuju ke arah kamarnya, ketika ia menaiki tangga, sekilas ia melihat sesuatu di ruang tamunya.


'apa hanya perasaanku saja?' membatin Surya sambil menatap ke arah ruang tamunya.


Surya merasakan suatu kehadiran di dalam rumahnya dan menghilang dengan cepat.


dan ia tidak menyadari terdapat sisa keberadaan yang ada di ruang tamunya yang berupa afterimage hijau.


'sepertinya aku cukup lelah' Surya tersenyum dan berjalan ke arah kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2