
Perjalanan panjang di dalam pesawat, memakan waktu hampir dua belas jam dari Bandara Incheon ke Bandara Kota London.
Pukul 8.00 PM, perwakilan Korea Selatan tiba di London.
Hunter Asia yang sedang hangat menjadi perbincangan seluruh dunia.
Hunter Surya Yeon-Jun.
para wartawan serta fotografer berkumpul di sekitar pintu bandara menunggu kedatangan para hunter yang menjadi perwakilan negara.
ketika perwakilan dari Korea Selatan turun dari pesawat, para fotografer mulai mengambil gambar mereka.
terutama seorang pria yang berjalan di barisan paling belakang, yaitu Surya.
"jadi ini London ya?" Hak-Kun merasa kagum.
"kalian duluan saja! aku ke London karena aku ingin bersantai disini, haha!" ucap Chun Hei dan berpisah dari rombongan rekannya.
mereka dituntun oleh pemandu yang bertanggung jawab untuk melayani perwakilan dari Korea Selatan.
untuk wanita dan pria mendapatkan kamar penginapan secara terpisah.
Jin-Ho bersama Ha-Neul, Hak-Kun bersama Surya, dan Lilia bersama Irene.
"a…nona Irene, sepertinya ada yang harus ku beli di minimarket, nona bisa pergi duluan ke kamar! ucap Lilia.
"oh? baiklah!" Irene tersenyum.
Lilia berjalan ke luar dari hotel bintang lima yang jadi tempat penginapan mereka.
banyak perwakilan dari berbagai negara memasuki hotel, dan merupakan hunter kebanggan dan terkuat dari negaranya.
baik pria, maupun wanita, mereka semua terlihat gagah dan berwibawa dimata Lilia.
"kenapa ketua mau mengajakku ke tempat yang sehebat ini untuk orang seperti ku?"
Lilia merasa kecil diantara orang-orang yang berjalan di sekitarnya.
tiba-tiba Lilia teringat kata-kata dari Surya.
'Jangan merendahkan dirimu sendiri dan membandingkannya dengan orang lain!'
~pak…pak
Lilia memukul kedua pipinya sedikit keras hingga menyadarkannya.
'kau tidak boleh seperti itu! ketua mengajakku karena ia percaya denganku! aku tidak boleh mengecewakannya!' membatin Lilia dan berjalan keluar hotel.
Lilia berencana membeli beberapa barang kebutuhannya di minimarket.
jaraknya tidak terlalu jauh dari hotel tempat ia menginap.
…
ketika Lilia sedang mengambil barang yang akan ia beli, seorang pria menyapanya.
"senang bertemu denganmu, nona Lilia" ucap pria tersebut.
ketika Lilia menengok ke belakang, ia melihat seorang pria ber jas dengan rambut pirang.
"siapa?" tanya Lilia.
mereka berbicara dalam bahasa Inggris.
"Perkenalkan, aku adalah George, aku salah satu teman dekat hunter Surya Yeon-Jun…aku sangat mengaguminya sebagai sesama hunter" ucap George.
__ADS_1
"teman dekat? ketua memang hebat bisa memiliki teman dari berbagai negara" Lilia terkagum dengan Surya.
"begitu juga denganku! aku sangat ingin mendengar banyak kisah hunter Surya di Korea, jika tidak keberatan…mau kah nona membicarakan ini di sebuah cafe? biar aku yang mambayar tagihannya!" ucap George.
'ini salah satu cara agar nama ketua menyebar luas!' membatin Lilia dan menjadi sangat antusias.
"tentu saja!" jawab Lilia menerima tawaran George.
George menuntun Lilia ke arah mobil George yang parkir di depan minimarket.
di balik wajah nya, terdapat niat buruk.
***
Chun Hei Gi yang sedang menikmati pemandangan di London, seketika terkejut ketika melihat sesuatu.
'nona Lilia?' Chun Hei melihat Lilia menundukan sedikit kepalanya kepada seorang pria.
'sepertinya ia punya teman yang berasal dari London!' membatin Chun Hei.
tapi seketika pemikirannya berubah ketika melihat pria yang bersama Lilia.
'tunggu!…bukankah itu George?! apa nona Lilia berteman dengannya? tidak!!' membatin Chun Hei.
"jika mereka berteman, nona Lilia tidak akan menunjukan salam yang formal seperti baru pertama kali bertemu!" mata Chun Hei menyipit.
lalu ia melihat Lilia yang telah masuk ke dalam sebuah mobil, lalu mobil tersebut berjalan.
'aku memiliki firasat buruk soal ini!' membatin Chun Hei.
ia berlari dan mengikuti arah mobil tersebut hingga ke suatu tempat yang umum bagi semua orang, yaitu bandara.
***
"hunter Surya, aku melihat raid yang kau lakukan di Indonesia, kau tahu…itu sangat hebat!" ucap Hak-Kun.
"begitu ya! ngomong-ngomong apa aku boleh menggunakan kamar mandinya sekarang?" tanya Hak-Kun.
"ya, tidak masalah" ucap Surya.
Hak-Kun memasuki kamar mandi yang ada di kamar hotel.
'baiklah, ada hal yang ingin kubicarakan dengan Lilia' membatin Surya dan mencoba menelpon Lilia.
namun tidak ada respon sama sekali setelah berkali kali menelponnya.
karena itu Surya menghubungi Irene yang tinggal sekamar dengannya.
(nona Irene maaf mengganggu, apa nona Lilia ada disana?) tanya Surya melalui ponselnya.
(ah, dia sedang keluar untuk membeli sesuatu sejak awal kita sampai di hotel) jawab Irene.
(begitu ya, baiklah nona!) ucap Surya dan mematikan panggilannya.
'apa ponselnya kehabisan baterai? tunggu…perasaan tidak enak apa ini?!' membatin Surya.
mendadak ia memiliki firasat yang tidak enak, karena itu ia mencoba untuk melacak Lilia, namun…
[jangan!] ucap Cala yang tiba-tiba mencegah Surya untuk melacak Lilia.
'mengapa aku tidak boleh melacaknya?!' tanya Surya.
[eksistensi mu terlalu kuat, itu membuat para lord dapat menemukan lokasimu, terlebih kau berada di sekitar peminjam kekuatan bintang paling terang!] ucap Cala.
[Mereka tidak mengincarmu, tapi para peminjam kekuatan!] Cala menegaskan kata-katanya.
__ADS_1
'benar juga!' membatin Surya.
'mungkin hanya perasaanku saja, ku yakin Lilia akan segera kembali ke kamarnya' Surya meyakinkan dirinya sendiri.
***
Bandara Kota London.
(boss, pesawatnya sudah siap!) ucap seseorang.
(bagus, aku baru saja sampai di bandara!) ucap George.
ia membawa Lilia yang pingsan dan mengalami beberapa luka memar di wajah dan tangannya.
orang-orang terkejut melihat aksi George yang seperti seorang kriminal.
ia menerobos pintu masuk bandara karena ia tahu hukum internasional tidak berlaku untuk hunter rank-S.
'akan kubawa wanita ini ke Amerika dan kujadikan dia sebagai sandera, inilah akibatnya jika berani macam-macam dengan keluargaku!' George menyombongkan dirinya.
'sekarang…apa yang akan kau lakukan, hunter Surya?!' membatin George.
ia terus berjalan, orang-orang tidak berani bertindak sedikitpun terhadap hunter yang kuat.
namun ada satu orang…
"Turunkan dia!!!" ucap seorang wanita.
George berhenti dan menatap ke belakang, itu membuat dirinya terkejut ketika melihat wanita yang berbicara kepadanya.
"George…beraninya kau melakukan hal serendah itu sebagai hunter!"
wanita itu ialah Chun Hei yang kini terlihat sangat marah.
sedangkan George terkejut bukan karena ketakutan, justru sebaliknya.
'apa ini yang dinamakan sekali jerat dapat dua mangsa?! bagus!!!' membatin George.
ia memiliki dendam yang kuat terhadap Chun Hei.
~crak
tanah di sekitar George hancur, auranya kini keluar dari dalam tubuhnya.
~tap
ia menjambak rambut Lilia dan mengangkatnya hingga kakinya tidak menapak ke tanah.
"tidaak!! ahk…sakit!! tolong!!" Lilia terbangun dari pingsan dan langsung merasakan sakit ketika rambutnya dijambak.
"kenapa diam?!" George memprovokasi Chun Hei yang ragu untuk maju.
ia menyadari perbedaan bahwa George lebih kuat darinya.
'sial!' membatin Chun Hei.
ia dengan jelas dapat melihat dan mendengar jeritan Lilia yang kesakitan.
kemudian…
dari rambut, kini George meraih lengan kiri Lilia dan mengangkatnya.
"jika tidak maju dalam tiga hitungan, maka akan kupatahkan tangannya!" ucap Geogre.
hal itu membuat Chun Hei panik.
__ADS_1
sedangkan Lilia hanya bisa menangis kesakitan.