End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 49. Gorynych


__ADS_3

[Lantai.29]


Surya sedang menghadapi iblis dengan wujud yang mirip seperti kadal.


ukuran yang cukup besar, dengan keempat tangannya…iblis itu juga memiliki 12 ekor tajam.


"dilihat dari jenis iblisnya…kurasa dia bisa dibilang mini boss?" ucap Surya.


Surya maju lebih dulu.


~Wushh


ketika pedangnya akan menebas kepala iblis itu.


~Craat


kedua belas ekor iblis itu melindungi bagian depannya sehingga ekornya terputus.


namum iblis itu meregenerasi ekornya dalam sekejap mata.


~wushh


~Kieekk


iblis itu menyerang Surya berkali kali dengan tangan dan ekornya.


namun Surya dapat mengimbangi kecepatan serangan iblis itu, bahkan mungkin Surya lebih cepat.


sambil menghindar, Surya juga membalas serangannya dengan dragon sword.


~Wush…wush…cra…crat


berkali kali Surya memutuskan tangan dan ekor iblis itu…namun lagi-lagi tubuhnya beregenerasi dengan cepat.


tiba-tiba Surya melompat ke atas dan menyemburkan api biru yang besar.


iblis itu kini dikelilingi oleh api milik Surya.


tiba-tiba…


~Wushh


12 ekor iblis itu melewati api milik Surya dan mengarah ke arah Surya.


Surya berusaha menghindari serangan iblis itu di udara, namun beberapa bagian tubuhnya tergores dan terluka oleh ekor dari iblis itu.


'menyebalkan!' membatin Surya.


kemudian ia mengeluarkan dragon claw aura dan melaju lebih cepat dari sebelumnya.


~BOOM


iblis itu menunggu Surya sekaligus meluncurkan semua ekornya ke arah Surya.


ketika ekor itu hampir menyentuh kepala Surya, ia berputar dengan sangat cepat.


menghindar dengan indah sekaligus mencincang semua ekor iblis itu dengan cepat.


~KIEKK


Iblis itu langsung menyiapkan empat tangannya untuk menyerang Surya yang datang dari depan.


iblis itu akan segera memeluk Surya dengan cakar-cakar tajamnya.


namun Surya lebih cepat dari iblis itu.


ketika sudah di depan mata, Surya menunduk untuk menghindari keempat tangan iblis itu.


kemudian ia melakukan tendangan circle dengan kaki kirinya untuk menjatuhkan musuhnya.


~Wushh


iblis itu telat menyadari bahwa ia terbang dan akan segera jatuh akibat kakinya yang di sapu.


ketika iblis itu akan segera jatuh ke tanah, Surya langsung memasang kuda-kuda dan mengencangkan tangan kanannya.


~wuoongg


mana mengalir deras ke tangan kanannya Surya dan…


~BUUG

__ADS_1


iblis itu terhempas sangat jauh akibat pukulan keras Surya.


"GLUTTONY!!" Surya berteriak keras.


segera Gluttony menyadari panggilan tuannya dan melihat ada sesosok iblis yang datang padanya.


ia langsung paham apa yang tuannya perintahkan.


Gluttony langsung melompat ke arah iblis yang masih terhempas


~WUSHH


Gluttony langsung merobek tubuh iblis itu menjadi empat bagian dan langsung melahapnya dengan mulutnya yang terbuka lebar.


~crunch…crunch…crunch…crunch


'kerja bagus!' membatin Surya.


setelah beberapa saat, seluruh iblis di lantai 29 telah dihabisi.


Surya menaiki menara dengan kecepatan yang mengerikan, hanya dalam kurang lebih dua hari, dia telah mengumpulkan banyak jiwa.


[Abyss Soul : 30716/100000]


[Cursed Soul : 84916/???]


[Level : 61]


"sayang sekali perkembangan levelku sedikit melambat…aku akan lanjut sekarang!"


ketika Surya berkumpul dengan dua prajuritnya, ketiganya dikelilingi oleh cahaya merah emas dan perlahan menghilang.


~Wushh


dan mereka kini tiba di lantai selanjutnya.


[Lantai.30]


kali ini Surya melihat pemandangan yang cukup sepi.


interior yang sama berupa bangunan namun seluruh bangunannya tidak terlalu terbakar dan Surya tidak melihat satupun iblis yang datang.


tiba-tiba raungan keras muncul dari atas langit.


sosok naga berkepala tiga meraung keras dan berputar di atas langit.


"dia bukan lawan kita, tuanku" ucap Vanity.


Surya memikirkan kata-kata Vanity.


'apa yang dia maksud bahwa naga itu lebih kuat dariku?' membatin Surya.


tiba-tiba dari langit naga itu menukik dengan cepat ke arah Surya.


~Wushhhh


~Booom


sosok hydra itu mendarat dengan keras tepat di depan Surya.


~Korgh…Korgh…Korgh


ketiga kepalanya mengeluarkan nafas api dan melihat sekeliling, lalu pandangan ketiganya berakhir di Surya.


Surya tetap tenang dengan sosok hydra yang tidak menyerangnya.


setelah bertatap mata sejenak, ketiga kepala naga itu serentak menunduk hingga menyentuh ke tanah.


[one of the 21 commander generals queen of war]


[15th, 16th, 17th general]


[Gorynych 「Rank-SS」]


pesan sistem menunjukan bahwa naga yang ada didepan Surya adalah salah satu prajurit the Queen of War.


"kami menyambut kedatangan tuan sang penakhluk peperangan!" Suara gagah dan seperti monster keluar serentak dari mereka bertiga.


'mereka memiliki tiga urutan namun tetap berada dalam satu tubuh…kalau begitu aku akan menganggap mereka sebagai satu individu' membatin Surya.


"buktikan kesetiaan kalian!"

__ADS_1


Surya mencoba mendominasi dan menguji ucapan naga yang ada dihadapannya.


seperti yang Surya lakukan sebelumnga kepada Vanity, Emptiness, dan Gluttony.


tiba-tiba dari ujung ekor naga itu sisik atasnya mengeluarkan cahaya biru, dan cahaya itu memanjang ke sisik lainnya hingga ke kepala ketiganya.


kemudian naga itu melihat ke langit.


~kuorrrghhh


ketiganya mengeluarkan nafas api putih ke langit.


setelah beberapa saat, langit di atasnya mengeluarkan petir beberapa kali.


kemudian naga itu mendekat ke arah Surya.


Surya mengelus ketiga kepala naga secara bergantian.


muncul ekspresi iri dari Vanity, sedangkan Gluttony mencoba mengelus kepalanya sendiri dan membayangkan bahwa tuannya lah yang melakukannya…ekspresi melas muncul di keduanya.


"mohon kerja samanya…ummm"


'Gorynych? ugh aku agak kesulitan menyebutkan namanya' membatin Surya.


"aku akan memanggilmu Gory!" ucap Surya.


"suatu kehormatan bagiku jika seorang penguasa menyebut namaku!" ucap Gory.


"ngomong-ngomong sebutkan urutan kalian" Surya melirik tiap kepala Gory.


"aku nomor 17" kepala Gory sebelah kiri.


"aku 16 tuanku" kepala Gory sebelah kanan.


"dan aku nomor 15" kepala Gory yang ada ditengah.


sekali kali lagi ketiganya menundukan kepalanya.


"Tuanku…mulai dari sekarang, iblis dan monster yang akan kau lawan akan berbeda dari sebelumnya…sebagian dari mereka memiliki sayap dan bisa terbang"


Gory menatap Surya dengan tegas, dan mata nya bersinar terang dengan cahaya biru.


"karena itu kau bisa menggunakanku sesuka hatimu, tuanku!" Gory berharap.


"kalau begitu, mari kita ke lantai berikutnya!" ucap Surya.


ketiga prajuritnya menganggukan kepalanya dan menunduk sebagai tanda patuh terhadap tuannya.


***


di gedung asosiasi.


"inspektur Luxia, bagaimana kabar hunter Surya?" Ghie bertanya.


"kami sudah melacaknya namun dia menghilang tiba-tiba seperti tertiup angin" ucap Luxia.


"begitu ya"


dahi Ghie mengkerut.


'situasi kali ini cukup sulit, tidak kusangka kebangkitannya sebagai rank-S membuat salah satu Unbeatable Hunter datang ke Korea dan ingin bertemu dengannya' membatin Ghie.


Ghie membuka pintu ruang tamunya dan melihat sosok hunter dengan tinggi lebih dari 2 meter berdiri dari sofanya.


ketika keduanya berhadap hadapan, Ghie menatap ke atas untuk melihat wajah hunter itu, kemudian ia mengulurkan tangannya.


"senang bertemu denganmu, salah satu Unbeatable Hunter, Daneil Osvaldo"


"senang bertemu denganmu, ketua asosiasi, Ghie Dae-Hyun…aku akan langsung ke intinya saja karena aku sedang terburu buru!" ucap Daneil.


keduanya berbicara menggunakan bahasa Inggris.


"aku ingin segera bertemu dengan hunter Surya yang baru-baru ini bangkit menjadi hunter rank-S…apa kau sungguh tidak mengetahui dimana dia sekarang? atau asosiasi Korea Selatan sedang mencoba menyembunyikan dia?" Daneil menyindir Ghie.


"asosiasi tidak akan bisa menyembunyikan hunter dimanapun, bahkan kami tidak bisa mengelak dari wartawan" Ghie meyakinkan bahwa asosiasi tidak menemukan jejak Surya sedikitpun.


"jadi aku hanya pulang dengan tangan kosong ya?! haha sudahlah tidak masalah…kalau begitu aku harus segera mengejar pesawat" ucap Daneil.


'aku adalah pria dengan usia yang sudah bisa dibilang sebagai kakek-kakek…tapi dihadapannya aku seperti seorang kecil' membatin Ghie.


ketika Daneil sampai di pintu ruang tamu, ia berhenti dan melirik Ghie yang berdiri di belakangnya.

__ADS_1


"Gate, atau dimanapun sekarang dia berada, aku akan segera bertemu dengannya!" senyum beringas muncul di wajahnya dan matanya yang tertutup kacamata hitam bersinar terang berwarna merah.


setelah tekanan yang hebat…akhirnya Daneil Osvaldo meninggalkan gedung asosiasi.


__ADS_2