End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 90. Keputusan Surya


__ADS_3

(Apa?!) Surya terkejut mendengar kabar tentang kematian salah satu hunter terkuat.


umumnya orang-orang berpikir bahwa manusia superior seperti Unbeatable Hunter hanya akan mati dimakan usia.


Ghie mengetahui reaksi yang akan Surya berikan ketika mendengar kabar tersebut, lalu ia melanjutkan penjelasannya.


(itu benar! tapi penyebab kematiannya belum ditemukan…ia mati dalam keadaan mengenaskan, sepertinya ia menghadapi pertempuran besar sebelumnya) ucap Ghie.


'ia membuat seorang hunter sekelas Unbeatable mati dalam keadaan mengenaskan?! jika ia kalah dalam keadaan seperti itu…berarti makhluk ini tidak serius saat melawan hunter Fyodor!!' membatin Surya.


(Hunter Surya…apa kau mengingat ucapanku pada saat pemakaman hunter Korea yang gagal dalam raid di Beijing?) tanya Ghie.


Surya terdiam sejenak dan mengingat kata-kata Ghie pada hari itu.


dimana Ghie mengatakan bahwa terdapat tiga sosok makhluk di beberapa puncak gedung, mereka memiliki aura yang sama seperti Surya, namun kekuatannya jauh melebihi Unbeatable Hunter.


(apa kau mau berasumsi bahwa pelakunya diantara ketiga sosok tersebut?!) tanya Surya.


(ini hanya pendapat pribadiku yang tidak masuk akal, hanya saja, kejadian ini akan membuat dunia bergetar ketakutan akan teror yang tidak tahu kapan datangnya) ucap Ghie.


(kau benar! seluruh dunia akan mengamati dan melindungi hunter yang mereka miliki) ucap Surya.


setelah topik pembicaraan mereda…Surya mengakhiri panggilan teleponnya.


~tunnt


"apa yang terjadi?" tanya Lilia.


Surya melihat ekspresi Lilia dan Jin Ae yang resah karena melihat ekspresi Surya yang menjadi tegang ketika berbicara dengan Ghie melalui ponselnya.


"mungkin ini bisa dikatakan kabar buruk untuk dunia…salah satu Unbeatable Hunter dibunuh secara misterius" ucap Surya.


"ya tuhan…apa aku salah dengar?!" Jin Ae terkejut.


begitu pula dengan Lilia.


"ku tahu hunter sekelas itu merupakan yang terkuat di dunia, bagaimana ia bisa dibunuh?!" Lilia bertanya tanya.


"entahlah, situasinya masih sangat tidak memungkinkan untuk mencari jejak pembunuhnya" ucap Surya.


"sepertinya ini akan membuat seluruh dunia menjadi waspada…ngomong-ngomong Surya…tidak, maksudku ketua, kau terlihat pucat…apa yang kau pikirkan?" tanya Jin Ae.


"tidak, hanya saja ini membuatku terkejut! kalau begitu aku akan pergi dulu karena ada beberapa urusan" ucap Surya dan berjalan ke arah pintu.


"ah, baiklah" ucap Jin Ae dan Lilia.


***


Surya menyetir mobilnya dan pergi tanpa tujuan, ia memikirkan banyak hal.


'apa ini sebuah kebetulan?!' Surya menyipitkan matanya.


'bangkitnya Ae-Cha, kejadian aneh pada sistem ketika aku terbangun, pertanyaan ketua pada saat di rumah sakit, dan kematian dari salah satu Unbeatable Hunter, tepat diwaktu aku tersadar' membatin Surya.


~Sriiit


tiba-tiba Surya menginjak rem secara mendadak karena didepannya telah terjadi kemacetan.


"Sekarang apa lagi?!" Surya merasa kesal.


"lari…larii!!" teriak orang-orang.


"lariii…didepan terjadi gate break, gate itu memiliki rank-B"


"hei cepat lari!"


~tiin…tiiin…tiiiin


teriakan orang serta bunyi klakson terjadi di sekitar Surya.


"Cih!! merepotkan!" Surya keluar dari mobilnya setelah memarkirkannya di pinggir jalan.


monster berupa lava golem keluar dari gate, jumlahnya mencapai belasan golem.


"sayang sekali, saat ini mood ku sedang tidak baik!" ucap Surya.


Surya berjalan dan mengeluarkan Dragon Sword.

__ADS_1


[Dragon Sword「Frost Element」]


tangan kanan Surya ikut membeku ketika memegang Dragon Sword.


beberapa puluh meter di depan Surya terdapat para hunter yang mencoba menahan lava golem agar tidak bergerak lebih jauh.


~Crak!


~Woshh


Surya melompat tinggi ke udara dan menuju ke arah para monster.


~WUSHH


~Blizzzzz


tebasan Surya dari jarak jauh menimbulkan tebasan aura dingin dan mengenai lava golem.


seluruh lava golem membeku setelah terbelah dua akibat tebasan tersebut.


"i…itu?!" orang-orang tercengang.


para hunter terkejut melihat Surya yang mendarat dari ketinggian.


"hunter Surya Yeon-Jun, dia datang!!"


"hebat!!"


para hunter memuji Surya, namun Surya mengabaikan teriakan mereka dan berjalan ke arah gate tersebut.


'dia ada didalam!' membatin Surya yang menebak keberadaan boss gate nya.


para hunter terheran melihat Surya yang tidak bereaksi dengan orang di sekitarnya dan langsung memasuki gate.


"se…sepertinya perasaannya sedang tidak baik" ucap salah satu hunter.


[Anda memasuki Gate]


Surya mendapat pesan sistem setelah berhari hari tak sadarkan diri.


Surya memasuki gate yang memiliki interior goa yang meleleh, dinding dan langit-langit goa juga meneteskan lava ke tanah.


Surya mengarahkan satu tangannya ke arah goa, seketika tangannya mulai membeku.


[Anda menggunakan skill Quadra Impact]


~woshh


"membekulah!"


~Blizzzz


Surya mengeluarkan semburan hawa yang sangat dingin, ditambah skill barunya membuat suhu tersebut empat kali lipat lebih dingin dan menyebar dengan cepat.


~Crak…crak…crakk


tetesan lava berubah menjadi es, dinding, tanah, serta langit-langit juga membeku.


seluruh bagian dalam goa membeku karena kekuatan Surya.


kemudian Surya menajamkan penglihatannya, ia melihat boss gate yang merupakan lava golem yang ukurannya lebih besar ikut membeku, namun vitalitasnya masih dapat terdeteksi oleh Surya.


"yosh"


Surya mengangkat satu tangannya dan menciptakan tombak es yang sangat besar.


~crak


~woshhh


Surya melempar tombak tersebut dengan kecepatan yang mengerikan.


~Woshhh


~Boom


tombak miliknya menghancurkan boss gate dalam sekali serang.

__ADS_1


[Anda mengalahkan boss]


[Cursed Soul : 169735/???]


"sial, aku terlalu berlebihan karena memikirkan banyak hal" ucap Surya sambil menatapi interior gate yang membeku.


empat menit setelah Surya memasuki gate, Surya keluar kembali dengan santainya.


"woah, ia menyelesaikan gate dengan sangat cepat!!"


"ini pasti rekor terbaru!!"


"hebat! kau hebat tuan hunter!"


kali ini Surya melihat orang-orang yang memujinya, namun tidak sedikitpun rasa senang muncul pada dirinya.


'sudah kuputuskan!!' membatin Surya dan menetapkan suatu tekadnya.


***


Berlin, Jerman…


seorang pria menggunakan jas mendengar berita tentang kematian Fyodor Andery.


"Fyodor dibunuh? jadi ada makhluk yang dapat membunuh hunter sekelas kami ya?! monster ini harus mendapatkan bayarannya!" ucap Almeric Johan, Unbeatable Hunter dengan julukan Dardanos.


***


Beijing, China…


di sebuah tempat pelatihan yang luas, Guo Jing-Quo sedang berlatih memainkan kedua pedangnya yang mengeluarkan api merah, gerakannya indah layaknya gerakan seekor naga.


~wush…wush


~Woshh


gerakan terakhirnya dengan menusuk kedua pedangnya ke langit sehingga memunculkan api yang besar lalu melompat dan berputar berkali kali hingga api di kedua pedangnya menyebar ke sekitarnya.


setelah menyelesaikan latihannya, ia menyarungkan kembali pedangnya.


Guo Jing-Quo, sang Chimera dari China terdiam setelah mendengar kabar kematian Fyodor.


aura kuat serta tatapan mengerikan terlihat dari balik bayangan bangunan kuil.


"ini terkesan seperti monster tersebut mengincar para hunter terkuat!!" ekspresi Guo Jing mengeras.


***


Washington, D.C, Amerika Serikat…


"ini berita yang mengejutkan, entah monster seperti apa yang dapat membunuh hunter sekelas Unbeatable Hunter dan pergi tanpa meninggalkan jejak?" tanya Helena yang merupakan asisten pribadi salah satu Unbeatable Hunter.


ia tidak dapat mengutarakan perasaan sebenarnya dimana ia mengkhawatirkan boss nya.


"yaah ini seperti gertakan untuk dunia dimana hunter terkuat akan diserang terlebih dahulu oleh monster yang masih menjadi misteri keberadaannya"


Daneil Osvaldo berbicara dengan tenang sambil melihat pemandangan jalanan pada malam hari dari ruangannya.


"tapi tidak untukku!! ketika aku berada pada situasi dimana harus menghadapi monster tersebut…akan kuberikan kematian yang paling mengerikan untuknya!"


~trash


ucap Daneil dan meremas gelas minumannya hingga hancur.


***


Moskow, Rusia…


seorang laki-laki paruh baya sedang melihat lokasi dimana pertarungan Fyodor melawan monster misterius dari puncak sebuah gedung.


jalanan di sekitar terowongan Lefortovo hancur berantakan, itu memungkinkan Rusia mengalami kerugian yang cukup besar atas kerusakan tempat tersebut.


laki-laki yang memiliki tinggi lebih dari dua meter dan mengenakan jubah yang ukurannya menutupi tubuhnya.


ia menatap dari kejauhan dan membiarkan angin berhembus kepadanya serta membuat jubahnya berkibar.


tubuh sosok tersebut dikelilingi aura merah yang mengerikan.

__ADS_1


「dia melakukannya dengan benar…kalau begitu aku akan melakukannya juga」ucap pria tersebut.


__ADS_2