End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 102. Seele & Zeere


__ADS_3

Calamity, the queen of war.


seorang wanita yang memegang gelar sebagai penguasa perang, gelar itu tidak hanya sebatas nama saja.


Surya telah menyaksikan sang penguasa dari sinkronisasi ingatan…ia telah melihat dimana lebih dari ribuan planet dihancurkan oleh ia dan juga empat lord sisanya.


Queen of War


King of Dragon


King of Abyss


King of All Element


King of Monster


beserta para general commander dan prajurit dari masing-masing lord, mereka menghancurkan planet demi planet dengan keji.


mereka seperti mesin penghancur yang tidak memiliki kendali setelah penciptanya mati karena ciptaannya sendiri.


dan kini bumi menjadi target para lord, namun berkat queen of war yang berkhianat, manusia memiliki kesempatan untuk menyelamatkan planetnya.


queen of war menyegel jiwa yang terkutuk untuk menambahkan kekuatannya, sedangkan jiwa yang diberkahi dijadikan sebagai peminjam kekuatan untuk manusia.


namun sembilan bintang paling terang yang menjadi penguasa dari sembilan dunia, membuat rencananya sendiri untuk menjadikan manusia yang terpilih sebagai wadahnya.


untuk itu mereka meminjamkan kekuatannya kepada manusia yang terpilih, meski begitu…


tubuh manusia sangatlah lemah, mereka tidak akan bisa mengendalikan kekuatan penuh para the brightest stars.


di ruang hampa yang sangat terang, Surya memejamkan matanya dan memikirkan apa saja yang harus ia lakukan semenjak mendapatkan kekuatan dari Cala.


~Wushh


setelah beberapa saat, cahaya yang menyelimuti Surya menghilang, Surya mencoba membuka matanya perlahan.


ia tersadar bahwa ia telah kembali ke tempat dimana ia melawan Myxtica.


ruangan serta patung-patung yang hancur, namun terdapat sedikit perbedaan ketika Surya menatap ke arah belakangnya.


~Wuooong


Surya merasakan aura yang kuat dibelakangnya, itu adalah para prajuritnya yang sedang bertekuk lutut kepada tuannya.


Surya menatap para general commander yang telah bersumpah untuk melayaninya sepanjang hidupnya.


namun ketika Surya sedikit merunduk, ia melihat dua sosok baru yang bertekuk lutut.


wanita yang memiliki rambut perak dengan warna biru di ujung rambutnya, ia memiliki tanduk di sebelah kanan pelipisnya serta 14 ekor yang panjang dan runcing.


tak luput dari zirah hitam dengan corak biru menyala yang menambah kesan misterius.


sedangkan wanita yang satunya memiliki rambut perak dengan warna merah di ujung rambutnya.


ia juga memiliki tanduk di sebelah kiri pelipisnya serta zirah hitam dengan corak merah menyala.


kemudian Cala berbicara melalui sistem.


[mereka juga salah satu hadiahku untukmu]


Surya melihat pesan masuk dari sistem.


[The twin of commander generals Queen of War]


[2nd high-general]


[Seele「Rank-SSS」]

__ADS_1


[1st high-general]


[Zeere「Rank-SSS」]


setelah memandang pesan sistem beberapa saat, kedua wanita itu berbicara.


"selamat datang, sang penguasa perang!" ucap keduanya secara serentak.


wanita berambut perak kebiruan memiliki suara lembut layaknya anak kecil.


sedangkan yang satunya memiliki suara tegas layaknya wanita dewasa.


Surya menatap terlebih dahulu kepada wanita berambut perak kebiruan.


'jadi dia Seele ya, kalau begitu yang disebelahnya adalah Zeere…mereka kembar kah?' Surya bertanya tanya.


[yap, mereka kembar…bukankah keduanya cantik?] tiba-tiba Cala berbicara.


'sebaiknya jangan berbicara secara mendadak, itu membuatku terkejut tahu!' ucap Surya dalam hati.


[hehehe] Cala tertawa.


'ugh, tawa mu itu menyeramkan!' ucap Surya.


Surya menatap ke arah prajuritnya, setelah menghitung urutan mereka, Surya menyadari jumlah yang berkurang.


'Cala, kemana prajurit nomor tiga belas hingga nomor sepuluh?' tanya Surya.


[ah itu, mereka gugur dalam pertempuran, para bintang paling terang tidak boleh diremehkan begitu saja!] ucap Cala.


'begitu ya! yaah lagi pula sekarang aku memiliki dua prajurit terkuat, terlebih prajurit lainnya sepertinya juga bertambah kuat' Surya tersenyum.


"ayo pulang!" ucap Surya.


setelah berpikir, Surya akhirnya memutuskan untuk keluar dari menara kehancuran.


keberadaan menara kehancuran mulai memudar, Surya menyadari bahwa ia akan sulit untuk bertemu dengan Cala.


sambil menunggu hilangnya menara, Surya memeriksa skill miliknya, ia menyadari bahwa seluruh skill nya memiliki level maksimal.


"Cala, mengapa kau mengubah seluruh level skill nya ke level maksimal?" tanya Surya.


[skill mu ditentukan dari jumlah mana dan tiap-tiap status mu, anggap saja itu tidak berguna…tapi sepertinya akan terkesan keren jika aku mengubahnya ke level maksimal] jawab Cala.


"jadi kesimpulannya, sebagian informasi sistem tidak terlalu berguna, ugh!" ucap Surya.


[tetapi tidak dengan quest harianmu, kau juga masih bisa menaikan levelmu!] ucap Cala.


setelah itu, keberadaan menara telah menghilang sepenuhnya, Surya berada di pinggir sebuah jalan.


'ngomong-ngomong, mulai dari sekarang aku akan menggunakan satu maupun dua pedang, aku harus terbiasa dengan ini' membatin Surya.


'sayang sekali ratusan ribu jiwa maupun Myxtica tidak terhitung dalam jumlah soul ataupun exp.


~tunt…tunt


ketika Surya keluar dari dimensi yang berbeda, ponselnya langsung berdering.


Surya memeriksa ponsel yang ia simpan didalam inventory dan memeriksa siapa yang menghubunginya.


'Jin Ae?' membatin Surya.


ia mengangkat panggilan dari Jin Ae yang kini menjadi salah satu anggota guildnya yang akan segera diresmikan.


(Jin Ae-)


(Surya!! nona Lilia dalam bahaya!!)

__ADS_1


terdengar teriakan Jin Ae dari ponsel Surya.


(bahaya?) tanya Surya.


Jin Ae segera menjelaskan ucapannya.


(sekelompok narapidana yang merupakan mantan hunter telah melarikan diri dan bersembunyi di panti asuhan, nona Lilia menghubungiku melalui pesan! tolong selamatkan mereka!) ucap Jin Ae.


~Wuung


Surya langsung melacak keberadaan Lilia, dalam sekejap Surya melihat apa yang terjadi di sekitar Lilia.


'tujuh belas mantan hunter dari ranking C hingga B, syukurlah Lilia dan anak-anak aman…tapi sepertinya kondisi kakek cukup buruk' membatin Surya.


(aku akan segera kesana) ucap Surya dan mematikan panggilan dari Jin Ae.


~Wuoong


Surya berjalan dengan santai dan merobek dimensi hanya dengan satu tangannya yang dipipihkan.


segera ia memasuki gate dan menghilang dari tempat, namun ia tidak menyadari bahwa seseorang tidak sengaja melihatnya pergi melalui celah dimensi.


"hu…hunter Surya?!" Chun Hei bergetar ketika tidak sengaja melihat Surya yang muncul seketika dan pergi melalui celah dimensi.


***


"Kumohon jangan sakiti anak-anak!!" Lilia memohon.


dan disampingnya terdapat kakek yang bersama Lilia untuk menjaga panti, kakek tersebut mengalami luka fatal akibat tusukan salah satu narapidana tepat di bagian perutnya.


tujuh belas narapidana yang merupakan mantan hunter sedang mengelilingi dan menatap Lilia dengan senyuman jahat.


kemudian salah satu narapidana menjawab permohonan Lilia.


"kau hanya perlu membiarkan kami bersembunyi disini…anak-anak akan aman, sedangkan si tua bangka itu hanya menerima akibat dari perbuatannya, dan lain cerita dengan dirimu…kau akan menjadi pelayan kami!" ucap salah satu narapidana.


mereka menatap Lilia dengan tatapan mesum mereka.


tiba-tiba…


~CRAT!…CRAT!…CRAT!


suara tusukan terjadi berkali kali di belakang narapidana yang berbicara kepada Lilia.


Lilia bergetar ketakutan bukan karena omongan narapidana yang mengancamnya, melainkan adegan pembunuhan secara sadis yang terjadi di belakang narapidana tersebut.


~Bruk


"a…apa apaan itu?!" teriak narapidana yang tersandung dan terjatuh.


lantas narapidana yang mengancam Lilia segera memalingkan matanya ke arah belakang, ketika matanya tiba…ia juga merasakan ketakutan yang hebat.


empat belas rekannya tertusuk tepat di bagian jantungnya dengan sebuah tali yang memiliki ujung yang sangat tajam melalui sebuah gate kecil.


'a…apa itu gate?!' membatin narapidana tersebut.


tiga narapidana yang masih hidup menatap rekannya yang mati tertusuk dan pandangannya beralih ke gate kecil.


dari dalam gate tersebut, keluar sesosok wanita berambut perak dengan warna biru di ujung rambutnya, wanita tersebut tersenyum.


para narapidana mengikuti arah tali yang membunuh teman temannya dan itu berakhir di arah belakang sosok wanita tersebut.


'e…ekor?!'


Lilia juga ketakutan menatap sosok wanita yang muncul secara tiba-tiba dan mengeluarkan senyum yang mengintimidasi.


tiba-tiba terdengar suara laki-laki dari dalam gate tersebut.

__ADS_1


"inilah akibatnya jika berani menyentuh orang-orang ku!"


__ADS_2