End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 113. Eksekusi dari Surya


__ADS_3

~wushh!!


~BOOOM!!!


Felien mencoba menghancurkan salah satu kaki Snator dengan tombaknya, namun tindakannya tidak membuat Snator tergores sedikitpun.


~wushh


tiba-tiba Zeere muncul dari belakang Felien sambil mengayunkan sabit miliknya.


sabit yang berwarna hitam gelap itu mengeluarkan aura merah dalam jumlah yang besar dan beresonansi dengan tubuh Zeere.


~CRAAT!!


~KUORGHH


kaki Snator yang sangat besar berhasil dipotong oleh Zeere.


high-general terkuat itu tidak memandang Felien sedikitpun dan terus melaju kedepan sambil merusak pertahanan musuh.


Snator yang kesakitan menghembuskan nafas apinya ke arah manapun secara acak.


~Wosh…wosh…woshh


para hunter tanker melindungi rekannya dari nafas api tersebut.


~Boom…boom…boom


"panas sekali sialan!!!" ucap salah satu tanker yang tangannya melepuh akibat menahan panas dari api milik Snator menggunakan tamengnya.


Felien sedikit iri dengan kekuatan yang dimiliki Zeere, namun ia tidak mau kalah.


~Crak…boom


ia melompat tinggi ke langit dan mengeluarkan kekuatan penuhnya.


"aku tidak akan mengecewakan tuanku!" ucap Felien.


ia mengayunkan tangannya ke arah Snator yang ada di bawahnya.



~Wuoong


beberapa saat kemudian, ribuan tombak panas melesat cepat ke arah Snator.


[Felien menggunakan ultimate skill : Blazing Spear!!]


'ini pertama kalinya sistem memberikan notifikasi mengenai skill prajuritku!' membatin Surya.


Surya memandang hujan tombak yang turun dan mengenai Snator.


ribuan tombak itu menancap ke arah tempurung Snator.


~Kuorghh!!


"a…apa ini benar-benar pertarungan hunter melawan monster?!" ucap Dahlan.


tubuhnya merinding ketakutan ketika melihat pertempuran dengan skala yang berbeda.


Snator mengamuk dan mengeluarkan lehernya dari tempurungnya.


hal itu telah ditunggu oleh salah satu prajurit Surya.


"keluar juga kau, bodoh!" Seele tersenyum.


Seele berdiri tepat di atas kepala Snator, keempat belas ekornya yang tajam menjalar dengan cepat dan melilit leher Snator.


kemudian…


~Craat


~KIEEK!!


Seele menusuk mata Snator dengan salah satu tangannya, hal itu membuat Snator kesakitan dan menarik kepalanya ke dalam tempurung.


namun…


~srat…srat…srat…srat


ekor Seele yang dililitkan menyayat leher Snator hingga ke kepalanya.


Seele memberikan luka yang fatal terhadap Snator.


kini tidak hanya kepalanya, Snator juga menarik kaki dan ekornya ke dalam tempurung dengan cepat.


sehingga tubuhnya sedikit berada di udara dan akan segera jatuh ke tanah.


~Boom


ketika Seele mendekat ke arah lubang kepala Snator…


~Woshh

__ADS_1


dari seluruh rongga yang ada di tempurungnya, mengeluarkan api yang besar dan membakar tubuhnya.


jika dilihat, Snator seperti batu raksasa yang terbakar hebat.


namun api tersebut tidaklah membakar Snator sebagai tindakan bunuh diri.


beberapa saat setelah api membakar tubuhnya, muncul ribuan iblis dan monster yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.


ribuan iblis dan monster itu turun dari atas tempurung Snator dan menyerang para high-general.


bagi mereka, prajurit itu tidak ada apa-apanya, karena kekuatan mereka jauh lebih kuat.


para high-general mulai meladeni ribuan monster dengan cepat.


tapi hal itu juga membuat Snator menjadi sedikit sulit didekati, itu juga berlaku untuk wanita bertopeng yang mencoba mendekat ke arah Snator.


"monster misterius muncul dan membantu hunter?! apa ini?!" wanita bertopeng bertanya tanya.


tiba-tiba…


"ahahahahaha!"


~Zraaat!!!


dihadapan wanita bertopeng itu, terlihat sesosok wanita dengan tubuh sebesar anak berusia lima tahun.


namun memiliki cakar merah menyala yang sangat panjang dan rambut putih yang panjangnya melebihi ukuran tubuhnya.


ia merobek musuh-musuh yang ada didepannya dengan mudah dan melaju dengan sangat cepat.


Serena, ia berubah ke wujud sejatinya dan bertarung menggunakan kedua tangannya yang biasanya ia akan menggunakan ketujuh pedangnya.


wanita bertopeng takjub melihat sosok yang tak merasakan rasa takut sedikitpun ketika berhadapan dengan musuh yang kuat dalam jumlah yang banyak.


monster lainnya mulai bermunculan, wanita bertopeng mencoba mengalahkan musuh sebanyak banyaknya dan mendekati tubuh raksasa Snator.


'dia bersembunyi ya?!apa dia takut?' membatin Surya.


[Sprint]


~crak…wushhh!!


Surya melaju sangat cepat ke arah Snator.


'ini kesempatan!' membatin Surya.


~wush


~wushh


~sreet


Surya berhenti tepat di depan lubang tempat kepala Snator bersembunyi.


Surya berjalan mendekat sambil memutar mutar Calamity Sword.


"keluar kau!" ucap Surya.


ia memberi tekanan yang kuat menggunakan skill war cry.


tekanan yang dapat diketahui identitasnya oleh monster yang telah melewati ribuan invasi planet lain.


Snator bisa merasakan aura seorang penguasa yang marah terhadapnya, karena itu ia bersembunyi di balik tempurungnya.


'tidak mau keluar ya?' membatin Surya.


"Drogoda!"


~boom


Drogoda melompat tinggi sambil mengayunkan kapak raksasanya ke arah tempurung bagian depan Snator.


"argh!"


~Boom…craak!!


hantaman keras yang dilakukan Drogoda membuat tempurung bagian depan Snator hancur.


"keluar!" ucap Surya.


Snator semakin tidak ingin keluar dari dalam tempurungnya.


dari dalam tempurung, ia bisa melihat dua pasang mata yang mengeluarkan cahaya merah serta aura yang menakutkan.


ia merasakan kehadiran sosok yang dapat membunuhnya dengan mudah.


karena itu ia semakin memasukan kepalanya ke dalam tempurung dan menambahkan intensitas api yang ia keluarkan.


'baj*ngan ini!!' Surya mulai kesal.


"Felien!"


~crak…boom

__ADS_1


dari belakang, Felien melaju dengan cepat sambil membawa tombaknya.


kemudian…


~Craat


~Kuorghh!!


~Zraaat


ketika Felien menusuk lubang bagian ekor Snator, rasa sakit yang luar biasa membuat Snator keluar dari tempurungnya secara reflek.


kemudian Surya menancapkan dagu Snator dengan Calamity Sword hingga menembus ke dalam mulutnya.


Snator mencoba menarik kepalanya ke dalam tempurung, namun usahanya sia-sia karena Calamity Sword yang menancap dari dagu hingga ke mulutnya.


Surya tidak bergerak sedikitpun, dengan mudahnya ia menahan Snator yang mencoba menarik dirinya kedalam tempurung.


Snator berubah pikiran.


~Wuoong


ia membuka mulutnya dan api yang besar berkumpul di tenggorokannya, segera Snator menghembuskannya ke arah Surya sebagai perlawanan terakhirnya.


namun…


~Booom


~Blizzzz


api tersebut meledak di dalam mulut Snator karena Surya menutup mulut Snator dengan es miliknya.


Snator merasa terbakar akibat ledakan api yang meledak didalam mulutnya.


setelah terbakar hebat, kini mulutnya dibekukan oleh es yang sangat dingin.


「katakan! dimana tuanmu?!」tanya Surya sambil mengintimidasinya.


wanita bertopeng yang melawan monster dan iblis, sekilas melihat Surya yang berbicara kepada Snator dan membuatnya terkejut.


hanya tersisa beberapa iblis dan monster yang masih hidup dan akan segera diatasi oleh para high-general.


para hunter kini menyaksikan apa yang dilakukan oleh Surya.


para prajurit Surya mengepung Snator dari segala arah.


api yang Snator keluarkan juga padam karena kalah kuat dengan es yang Surya keluarkan.


Surya tidak mendapatkan jawaban apapun, karena Snator sangat setia terhadap tuannya.


'budak yang menyebalkan!' membatin Surya.


~sraat


Surya menarik Calamity Sword yang menancap di dagu Snator.


ia membelakangi Snator dan menjauh.


"Felien!" ucap Surya.


tiba-tiba…


~Craat!!!


sebuah tombak raksasa menancap dari atas ke kepala Snator hingga menembus ke tanah.


~kuhkk!!


darah hijau keluar dari kepala Snator yang tertusuk tombak.


saat itu, semua orang yang menyaksikan adegan tersebut, mempunyai pandangan yang sama terhadap Surya.


mengerikan!!!


"kembali"


para prajurit Surya kembali ke dalam gate nya masing-masing.


seluruh hunter yang melakukan raid bersama Surya mendapatkan banyak kejutan.


(raid ini…selesai?) ucap kameramen yang berada di dalam helikopter.


'syukurlah akhirnya ini berakhir! meski begitu, fakta mengenai kerugian yang dialami tidak bisa hindari!'


membatin Dahlan sambil melihat ke area sekitar dimana bangunan-bangunan yang rusak, serta mengingat bahwa adanya korban jiwa dalam raid kali ini.


kemudian padangannya kembali ke arah Surya yang berjalan mendekat.


'tidak berlebihan jika kukatakan, ia menyelesaikan raid ini sendirian!' Dahlan mengerutkan keningnya.


kekuatan Surya kini mulai diketahui oleh dunia, meskipun tidak semuanya.


'kurasa tidak ada gunanya juga aku bersembunyi sekarang!' membatin Surya.

__ADS_1


Surya berjalan menjauh dari Snator, lalu seseorang berbicara kepadanya.


"jadi itu ya, Calamity Sword?! sungguh pedang dengan kekuatan yang sangat mengerikan!"


__ADS_2