End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 65. Teror misterius


__ADS_3

Surya tiba dirumahnya setelah menghadiri upacara penghargaan.


ia keluar dari mobil yang telah ia parkirkan, namun pikirannya masih memikirkan hal ketika ia berada di dalam mobil.


'aku tidak bisa menebak dilantai berapa aku dapat membentuk gate menuju job quest, tapi kemungkinan itu berada di lantai seratus' membatin Surya.


'aku menyadari kekuatan lantai tujuh puluh enam keatas memiliki aura yang sangat berbeda, jadi aku bisa menganggap menaiki menara saat ini hanya akan mengantarkan nyawaku!'


Surya tiba didepan pintu rumahnya, namun tiba-tiba Surya mendengar teriakan adiknya yang ada didalam rumah.


"Tidaakk!!"


terdengar suara teriakan keras, Surya dengan segera langsung masuk ke dalam.


"Moraa!!"


Surya melihat adiknya yang berdiri di pojok ruangan sambil memegang sapu sebagai senjatanya.


"Oppa!! itu!!!"


Mora melirikan matanya ke arah sisi lain ruangan agar kakaknya juga melihat ke arah sisi ruangan tersebut.


Kulkas.


sosok makhluk dengan empat tangan sedang memasukan kepalanya ke dalam kulkas dan tangannya memegang beberapa makanan seperti daging sapi dan kornet.


Surya menyadari siapa sosok tersebut.


"kau!!" teriak Surya.


~Duag


sosok tersebut terkejut mendengar suara Surya sehingga kepalanya terbentur oleh kulkas.


sosok tersebut menarik kepalanya dari dalam kulkas, kemudian Surya dan Mora melihat sosis persediaan mereka berada di mulut sosok tersebut.


ia adalah Gluttony yang tertangkap basah sedang mengambil makanan di dalam kulkas.


ketika Gluttony melihat wajah tuannya, mukanya memelas.


"tu…tuanku, aku lapar" Gluttony memelas melihat wajah Surya yang menjadi sinis.


"haha…lapar ya!!"


~Krek…krek


ucap Surya sambil membunyikan sendi-sendi jarinya.


"ma…maafkan aku tuan!" Gluttony meminta maaf sambil menawarkan kornet yang ada di tangannya.


lima menit kemudian…


Surya dan Mora duduk di kursi sambil memakan camilan yang ada di atas meja.


sedangkan Gluttony sedang membereskan isi kulkas yang berserakan karena ulahnya.


"ah jadi dia adalah prajurit oppa" ucap Mora sambil mengambil camilan.


"kupikir kau akan ketakutan seperti orang lainnya ketika melihatnya" ucap Surya.


kemudian wajah Mora menjadi cemberut dan mengangkat camilannya.


"kau tahu, dia hampir memakan camilan favoritku, aku merasa cukup bosan jadi kupikir untuk mengambil camilan yang ada di kulkas, lalu prajuritmu sudah ada di depan kulkas dan mengacaukannya!" ucap Mora.


Gluttony yang mendengar keluhan dari adik tuannya merasa bersalah dan memasang wajah melas sambil menaruh beberapa barang di kulkas.


Surya hanya bisa tersenyum mendengar tingkah laku konyol Gluttony dari adiknya.


kemudian Surya menghadap ke arah Gluttony.


"Gluttony!" Surya memanggilnya.


dengan sigap Gluttony berdiri didepan Surya dan langsung bersujud.


"tuan, maafkan aku tuan!" Gluttony menjadi lebih melas.


'haha…dia berpikir aku akan menghukumnya?' membatin Surya.


"baiklah, kedepannya kau harus lebih mengutamakan sopan santun!" ucap Surya.


Gluttony yang sedang sujud dan menundukan kepalanya ke tanah kemudian mengangkat kepalanya.


"baik tuan!" ucap Gluttony dan lanjut membersihkan kulkas.

__ADS_1


Mora hanya menatap mereka sambil memakan pasta coklat miliknya.


"ngomong-ngomong, dimana prajurit oppa yang lainnya? bukankah prajurit oppa tidak hanya satu?"


dengan wajah polosnya, Mora bertanya sambil memakan pastanya.


'dia pasti melihat raid di pulau Jeju' membatin Surya.


"dia ada bersamaku" jawab Surya.


"begitukah?" tanya Mora.


Surya hanya tersenyum.


Surya berdiri dari kursinya dan mengusap kepala Mora.


kemudian ia berjalan ke arah kamarnya.


namun tiba-tiba Surya berhenti dan menatap ke belakang.


"ah Gluttony, sebagai hukumannya…bersihkan rumah ini!" ucap Surya.


alih-alih menganggapnya sebagai hukuman, Gluttony merasa senang karena tuannya memberinya perintah.


"aku tidak akan mengecewakanmu, tuanku!" ucap Gluttony.


***


Surya berada dikamarnya dan menatap ke luar jendela.


ketika ia sendiri, berbagai macam pikiran datang memenuhi isi otaknya.


ia teringat kembali dengan ucapan salah satu Lord.


「kami telah memulai perburuannya!」


mata Surya menyipit setelah mengingat kata-kata Lord of All Element.


'siapa yang mereka buru?!' membatin Surya.


'pada saat kemunculannya, sepertinya hanya aku yang mengetahui kedatangannya!'


Surya berjalan bolak balik dan menatap kembali ke luar jendela.


'percuma saja memikirnnya saat ini…persiapanku jauh dari kata …aku harus bertambah kuat!' Surya menegaskan dirinya sendiri.


"menaiki menara tidak bisa, kalau begitu aku harus menaikan level dari gate yang muncul…namun jika membentuk tim akan memakan banyak waktu!" ucap Surya.


'aku tidak akan pernah tahu kapan akan berhadapan dengan musuh yang kuat!' membatin Surya.


sekali lagi Surya menatap langit dan memastikan cuaca hari ini.


'sepertinya hari ini lebih dingin dari biasanya' membatin Surya.


setelah itu ia tahu apa yang harus ia lakukan.


***


di sebuah apartemen di Seoul.


sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak tinggal di apartemen pada lantai 22.


"suamiku, aku akan pergi belanja kebutuhan makan ke toko sebentar"


ucap seorang istri sambil menggendong anaknya yang baru berusia dua tahun.


pria itu melepas dasi nya.


"ah, maafkan aku…aku memiliki beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan" ucap pria tersebut.


pria itu adalah ketua yang mengurus streaming pulau Jeju yang dilakukan tiga hari yang lalu.


istrinya tersenyum dan memahami suaminya, kemudian ia pergi dan turun ke lantai satu untuk pergi ke toko.


setelah ia sendiri di dalam kamarnya, ia menutup hordeng dan mematikan lampu agar ruangannya menjadi gelap.


lalu ia mengeluarkan sebuah proyektor, laptop, dan satu USB.


wajahnya menjadi sedikit tegang ketika ia telah menyalakan laptop dan menghubungkan USB ke laptopnya.


setelah beberapa saat, ia menghubungkan layar laptop dengan proyektor miliknya.


kemudian, sebuah video yang dihubungkan ke proyektor muncul di dinding.

__ADS_1


itu adalah video raid pulau Jeju, adegan dimana seluruh hunter tiba-tiba tertidur.


wajah pria itu menjadi tegang ketika melihat adegan sesosok misterius yang muncul dari balik bayangan dan berbicara kepada Surya seakan Surya adalah rekannya.


pria itu memfokuskan pendengarannya ketika sosok misterius berbicara kepada Surya.


( jangan khawatir, aku sekutumu dan akan kuserahkan urusan yang disini padamu )


'ya tuhan…monster itu berbicara bahasa manusia?!' membatin pria itu.


"apa aku bermimpi?! belum pernah kudengar ada sosok monster yang bicara kepada manusia!"


pria itu terus mengamati percakapan Surya dengan sosok misterius.


( kehadiran star shards dapat mengganggu rencana kita, sebaiknya kau cepat! )


(star shards?!)


( kau tidak akan mengerti karena kekuatan itu bukanlah milikmu, manusia )


beberapa saat kemudian sosok misterius itu membentuk gate dan pergi.


pria yang melihat percakapan Surya dengan monster dari video merasa sesak nafas karena mengalami banyak kejutan.


"mo…monster itu berkata bahwa ia adalah sekutu hunter Surya?! tapi itu terlihat seperti hunter Surya tidak mengetahui apa-apa!"


setelah berpikir keras, ia memutuskan untuk memberitahu potongan video tersebut kepada ketua asosiasi hunter Korea.


"sebaiknya aku segera memberitahu ini kepada ketua!"


ketika pria itu akan menon-aktifkan laptopnya, tiba-tiba laptop tersebut mati seketika.


~cssttt


terdengar seperti suara arus listrik kecil yang terjadi di laptop miliknya.


"a…apa yang terjadi?!"


ketika pria itu mencoba menyalakan laptopnya, perlahan laptop tersebut membeku.


pria itu terkejut.


"a…apa ini?!"


ia sangat terfokus dengan laptopnya yang mati secara tiba-tiba.


tanpa disadari, sesosok makhluk yang entah dari mana muncul di belakang pria itu.


seketika pria itu merasakan hawa dingin luar biasa yang ada di belakangnya.


ia merasakan kehadiran sesosok makhluk, perlahan pria itu mencoba secara perlahan untuk berani menatap ke belakang.


「menggunakan alat dari duniamu dan memanfaatkannya untuk sesuatu yang mahal bayarannya」


sosok misterius itu berbicara dan mengeluarkan senyum jahatnya.


"siapa kau?!" pria itu melihat sesosok laki-laki paruh baya, rambut putihnya yang panjang serta kupingnya yang panjang dan runcing.


tiba-tiba.


~Zraaattt


sebuah bilah es besar menusuk jantung pria itu.


"ughhh" pria itu memuntahkan darahnya.


sosok misterius itu mendekat ke arah pria itu dan menyentuh pipinya.


「shuuut…makhluk rendahan sepertimu tidak pantas menanyakan identitas sosok penguasa sepertiku」ucap sosok misterius.


"kuoghh!!" darah semakin banyak keluar dari mulut pria itu.


「makhluk rendahan tidak pantas menjadi saksi pertemuan antar penguasa! aku juga sudah membunuh rekan-rekanmu yang menyaksikan pertemuan kami」ucap sosok misterius.


tangan sosok misterius yang menyentuh wajah pria itu membuat wajahnya membeku dan menyebar ke seluruh tubuh.


「tak perlu merasa takut kesepian, sebentar lagi kami juga akan mengirim keluargamu ke neraka! berbahagialah di neraka sana!」


~csstt…crak…crak


tubuh pria itu sepenuhnya membeku, bahkan seisi ruangannya juga membeku.


ia mati mengenaskan setelah tertusuk jantungnya dan membeku di dalam es.

__ADS_1


bukti video seperti laptop dan USB nya telah dihancurkan, tidak ada lagi barang yang bisa dijadikan bukti atas cuplikan misterius yang terpotong pada saat raid pulau Jeju.


seluruh penanggung jawab streaming yang menyaksikan pembicaraan Surya dengan salah satu penguasa telah dibunuh secara mengerikan.


__ADS_2