End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 149. Terdesak


__ADS_3

para hunter semakin banyak yang tumbang semenjak kemunculan pasukan undead serta pasukan dari para lord yang datang ke Bumi.


meski lebih lemah dari sebelum monster-monster itu terbunuh, namun tetap menjadi masalah besar bagi para hunter karena jumlah pasukan monster yang mengerikan.


bangunan-bangunan seperti gedung banyak yang telah hancur menjadi reruntuhan.


Almeric Johan yang bertarung bersama para hunter Jerman lainnya terus mengalami luka yang cukup fatal setelah dipulihkan oleh healer.


"baj*ngan!! ini tidak ada habisnya" teriak Johan.


"hunter Johan, dibelakangmu!" teriak salah seorang hunter.


seekor serigala raksasa berdiri tepat dibelakang Johan dengan mulutnya yang terbuka lebar.


'cih!' pikir Johan.


Johan langsung bergerak dengan cepat dan mempersiapkan serangan kejutannya, tetapi serangannya sedikit terlambat sehingga ia berpikir akan terkena serangan serigala tersebut.


namun


~GLARR


~BOOM!!!


sesaat sebelum serigala tersebut menerkam Johan, tiba-tiba petir menyambar serigala tersebut hingga mati dan menjadi abu.


Johan terkejut ketika melihat serigala tersebut tersambar petir hingga mati dengan waktu yang singkat.


lalu ratusan petir juga menyambar di tempat-tempat lainnya dan mengenai para monster.


"semuanya, berlindung!!" ucap salah satu tanker.


"hunter Johan, kau baik-baik saja?!" tanya seorang hunter yang sebelumnya memperingati Johan.


"iya, terima kasih" ucap Johan.


"ini badai yang sangat mengerikan" ucap hunter tersebut.


"tidak, ini fluktuasi mana yang terjadi di Bumi!" ucap Johan.


kemudian matanya melirik ke suatu arah, yaitu tempat dimana Surya bertarung.


dimana petir yang jauh lebih besar menyambar disana, Johan merasa merinding ketika melihat sambaran petir disana.


'kurasa karena yang ada disana…entah seperti apa pertempuran yang terjadi disana!' pikir Johan.


disamping itu, Johan juga melihat cahaya dilangit yang mendekat ke arah tempat tersebut.


***


「dia masih bisa bertahan setelah menerima serangan seperti itu?!」Tentaorich terkejut.


Surya mengangkat batu raksasa yang menimpanya menggunakan satu tangan.


tubuh kekarnya yang berlumuran darah akibat terkena puluhan bilah es.


tidak hanya itu, ia juga menggunakan serangan petir yang kuat dalam jangkauan yang luas.


tiba-tiba pesan dari sistem muncul.


[MP anda kurang dari 10%]


[Mencoba mengkonversi HP menjadi MP?]


[Ya/Tidak]


"ya!" ucap Surya sambil menatap tajam ke arah Tentaorich.


lalu…


~BOOOM!!!


pilar api besar tiba-tiba muncul dari arah kiri Surya yang dihembuskan oleh seekor naga kuno.


namun dengan mudahnya Surya membelokkan pilar api tersebut.

__ADS_1


~crak


~boom!!


Surya memberikan tekanan yang besar terhadap batu raksasa yang ada di atasnya hingga hancur.


「kau cukup berbahaya jika kami biarkan lebih lama!」ucap Santrades.


perlahan tubuhnya membesar, ia juga mengambil senjatanya yang berupa sabit dari ruang dimensi.


「sudah waktunya untuk mengakhirimu disini…Lord of War!」ucap Darklynx sambil mengeluarkan senjatanya yang berupa rantai.


~csstt


Tentaorich berdiri diantara Santrades dan Darklynx sambil menciptakan pedang raksasa dari api hitam.


Surya memutuskan untuk memanggil bawahan terkuatnya.


"Seele…Zeere!"


~Wuoong


Seele dan Zeere muncul dari gate, keduanya dilumuri darah dari musuh-musuh yang telah mereka bunuh.


dua wanita yang menggunakan baju zirah itu menundukkan kepalanya kepada tuannya.


"kami datang memenuhi panggilanmu, tuanku!" ucap keduanya secara serentak.


lalu keduanya menatap ke arah tiga lord lainnya, Zeere berbicara sesuai kehendaknya sendiri.


"lama tak jumpa, para penguasa yang agung, tapi sayangnya kini kalian akan menjadi pijakan tuanku!" ucap Zeere.


~BOOM!!!


tiba-tiba Seele melaju dengan sangat cepat ke arah Tentaorich.


keempat belas ekornya merapat dan menjadi sebuah pedang raksasa yang elastis.


Tentaorich menangkis serangan Seele dengan mudahnya, namun ia juga merasakan tekanan yang cukup hebat dari serangan Seele.


~wushh


sebuah pedang melaju cepat melewati wajahnya.


"aku yang akan melawanmu, sang pemilik kematian!" ucap Zeere sambil mengarahkan pedangnya ke arah Darklynx.


Surya berhadapan dengan Santrades yang merupakan penguasa para naga.


~Sring


Surya mengeluarkan Calamity Sword dan Archangel Sword.


Santrades tersenyum ketika melihat Surya memainkan kedua pedangnya sambil mempersiapkan dirinya.


「kau cukup gigih, manusia…tapi itu akan berakhir disini!」


~wushh


Santrades melaju dengan cepat dan mengayunkan sabit besar miliknya dengan mudah.


dari tebasan sabitnya menimbulkan ombak api yang sangat besar dan membakar apapun yang ada dihadapannya.


Surya menghindari serangannya, namun bahunya sedikit terbakar karena serangan tersebut.


dari sisi kiri Santrades, Surya menebas menggunakan Calamity Sword.


~tap


Santrades menghentikan serangan Surya dengan menangkap Calamity Sword menggunakan tangan kirinya.


ketika Surya mencoba menebas menggunakan Archangel Sword.


Santrades telah membuka mulutnya dan menyiapkan nafas apinya.


'sial!'

__ADS_1


~BOOM!!!


Surya menahan api tersebut menggunakan kedua pedangnya dan terhempas jauh.


「ada apa dengan senjatamu itu?! aku tidak merasakan kekuatan yang besar didalamnya, sudah kuduga kau hanya manusia yang sedikit beruntung!」ucap Santrades.


lintasan api miliknya berubah menjadi lava yang panas, hembusan nafas apinya persis seperti yang terjadi pada markas besar para hunter di Nepal.


sedangkan dipertarungan Seele melawan Tentaorich, Seele tampak kesulitan untuk mendekati Tentaorich.


Tentaorich terus mendesak Seele menggunakan serangan elemennya secara beruntun.


berbeda dengan Seele, Zeere yang bertarung melawan Darklynx lebih diuntungkan.


rantai milik Darklynx dikhususkan untuk serangan jarak jauh, sedangkan Zeere merupakan ahli pertempuran jarak dekat serta veteran perang yang sudah bertempur bersama tuannya sejak lama.


namun dari segi kekuatan, Darklynx jauh lebih kuat dari Zeere. Ia memiliki kedalaman mana seluas kegelapan yang ada didalam dirinya.


Surya menatap sejenak kedua bawahannya yang kesulitan, begitu juga dengan dirinya yang sudah mengalami banyak luka.


~crak…boom


~wushh


Surya bergerak lurus ke arah Santrades.


Santrades menancapkan sabitnya ke tanah dan mengeluarkan dua belati yang ia simpan.


~crak…boom


Santrades juga melaju ke arah Surya.


~Sriing


kedua senjata mereka beradu dan menimbulkan percikan api.


「apa hanya sebatas ini kekuatanmu?」


~crat


Santrades berhasil menggores pipi Surya menggunakan belatinya.


~trang…trang…trang


Surya tetap diam dan terus melancarkan serangan beruntunnya.


wush…wush


~trang


Surya menangkis tebasan Santrades sambil menancapkan Calamity Sword ke tanah.


lalu dengan cepat ia berdiri di atas gagangnya sambil menebas Santrades menggunakan Archangel Sword.


~trang


Santrades menangkisnya menggunakan salah satu belatinya dan belati lainnya digunakan untuk menebas kaki Surya.


~wush


Surya melompat, berputar dengan cepat sambil mengambil Calamity Sword yang menancap di tanah.


~Traang!!!


kedua pedang Surya menebas dari atas ke kepala Santrades, namun Santrades dapat menangkis serangan Surya yang cepat.


lagi-lagi Santrades memanfaatkan celah dan menghembuskan nafas api ke arah Surya.


~BOOM


kali ini hembusan nafas apinya sedikit mengenai tubuh Surya.


Surya terhempas cukup jauh dan merasakan panas yang luar biasa.


「sepertinya sudah berakhir!」ucap Santrades.

__ADS_1


Surya melihat kedua bawahannya yang telah dikalahkan.


__ADS_2