
"hunter Surya, ada beberapa hal yang tidak kupahami, karena itu aku akan menanyakan ini" ucap Guo Jing.
"tentu saja, hunter Guo" ucap Surya.
kemudian Guo Jing bertanya menggunakan Bahasa Inggris agar semuanya dapat mengerti ucapannya.
"pada saat konferensi kau mengatakan bahwa beberapa hunter menjadi wadah dari penguasa bintang paling terang, apa semua yang ada disini merupakan orang-orang yang kau maksud?" tanya Guo Jing.
"benar…Unbeatable Hunter, ketua asosiasi hunter Korea Selatan, dan hunter terkuat di Indonesia…kalian merupakan peminjam kekuatan yang tersisa di bumi…hunter Fyodor dan beberapa hunter lainnya mungkin telah dikalahkan"
Ekspresi Surya menjadi sedikit kesal…ketika ia menyebutkan kenyataan para peminjam yang telah dibunuh, ia teringat Ae-Cha.
"pada saat itu kau berkata bahwa manusia memiliki sedikit sekali kemungkinan untuk mengalahkan musuh yang ada di dalam gate…namun melihat ribuan gate yang muncul di seluruh dunia, jujur saja aku merasakan perbedaan kekuatan yang sangat jauh!" wajah Guo Jing mengeras.
setelah ucapan Guo Jing, suasana menjadi hening…mereka juga merasa demikian ketika di negara mereka muncul ribuan gate.
~huuh
Surya menghembuskan nafasnya.
"baiklah…mari kita bicarakan rencananya!" ucap Surya.
kemudian wajah mereka menunjukan ekspresi antusias dan penasaran.
"seperti yang dikatakan…para warga diusahakan untuk tetap di dalam rumah, tapi kusarankan untuk berada di ruang bawah tanah…untuk hunter dengan rank-A kebawah akan bertugas melindungi orang-orang"
mereka mulai membayangkan apa yang Surya rencanakan.
"seiring waktu mereka juga akan bertugas mengevakuasi warga ketika menemukan tempat berlindung yang lebih aman…yang akan bertarung di garis depan hanya para hunter rank-S, namun kerahkan beberapa healer rank-S untuk membantu melindungi orang-orang" ucap Surya.
"jadi kita akan memprioritaskan keselamatan warga ya?" tanya Zarha.
"benar!" jawab Surya.
"lalu para Unbeatable Hunter akan mengatasi gate super di negara masing-masing…untuk ketua Ghie dan Zarha, apa tidak masalah aku menyerahkan gate super yang ada disini?" tanya Surya.
"Indonesia termasuk negara yang lebih sedikit kemunculan gatenya, kurasa aku bebas melakukan apa yang ingin kulakukan!" ucap Zarha.
"meski jarang bertarung, aku masih memiliki reflek yang cukup baik!" ucap Ghie.
mereka berdua menerima saran dari Surya dan akan bertarung di garis depan.
"bagus! sedangkan aku sendiri akan ke Jerman" ucap Surya.
"benar juga…Jerman memiliki gate super terbesar ya!" ucap Daneil.
"apa mungkin para lord akan muncul disana?!" tanya Johan.
"tepat! namun untuk memastikannya, aku akan memancingnya keluar…untuk itu, jangan keluarkan aura kalian hingga aba-aba dariku!" ucap Surya.
"memastikannya?! terlebih kita jangan mengerahkan kekuatan kita hingga aba-aba darimu?!" Daneil merasa heran.
"hunter Surya…jika kami tidak bergerak lebih dulu, akan ada banyak korban yang mati lebih cepat nantinya!" ucap Guo Jing.
"jangan khawatir, gate super di Jerman akan menjadi permulaan!" ucap Surya.
'permulaan?! jadi kau mau bilang gate itu akan terbuka lebih dulu?!' membatin Guo Jing.
'mungkin aku yang dulu akan langsung menolak mentah-mentah ucapan hunter Surya…namun sekarang tidak aneh jika hunter Surya mengetahui rencana musuhnya!'
membatin Daneil, argumennya mengacu kepada kenyataan bahwa Surya merupakan salah satu wadah lord.
"untuk hunter Johan, mungkin ada tugas yang sangat berat untukmu" ucap Surya.
__ADS_1
wajah Johan mengeras.
"aku tidak berniat menjadi pengecut di perang kali ini!!" ucap Johan dengan tegas.
"bagus…kalau begitu mulai dari sekarang para hunter harus mengevakuasi masyarakat!" ucap Surya.
serentak mereka setuju dan menganggukkan kepalanya.
***
malam hari…
setelah membicarakan rencana bersama para peminjam kekuatan, Surya berkunjung ke gedung serikatnya yang terlihat cukup sibuk.
"Ketua!!!" ucap para anggota yang senang melihat ketuanya berkunjung ke gedung.
"Ketua!" ucap Lilia dan Jin Ae secara bersamaan.
Surya tersenyum kepada mereka semua.
"ketua, anda terlihat lelah…bagaimana kalau kusiapkan susu?" tanya Lilia.
"tidak perlu, ada hal yang ingin kukatakan kepada kalian semua" ucap Surya dengan nada suara serius.
mendengar ucapan ketuanya, seketika jantung mereka berdebar kencang, dan penasaran.
mereka terdiam dan menunggu ketuanya menjelaskan apa yang ingin diucapkan.
tiba-tiba Surya menundukan kepalanya kepada para anggotanya.
"terima kasih banyak karena sudah membantuku sepenuh hati kalian, namun mulai hari ini…kalian akan diliburkan sementara dan melakukan evakuasi bersama yang lainnya!" ucap Surya.
"me…mengapa?!" tanya Lilia.
"ta…tapi-"
ucapan Lilia dipotong.
"aku tidak ingin satupun dari kalian mati, karena itu kumohon patuhi perintahku!" ucap Surya.
semua anggota Cala Guild menundukkan kepala mereka.
"siap, kami memgerti…ketua!" ucap Lilia sambil menundukkan kepalanya, air matanya perlahan jatuh ke lantai.
'dia mau berjuang sendirian lagi?! mengapa kau sangat keras kepala dan menanggung semuanya sendirian, ketua?!' pikir Lilia.
'Surya, dia bahkan menganggapku penting setelah pernah menyakiti perasaannya dulu!' pikir Jin Ae dan matanya berkaca kaca.
para anggota guild mulai merapihkan bawaan mereka dan bersiap untuk pulang.
"nona Lilia" ucap Surya.
Lilia yang baru saja berjalan beberapa langkah, berhenti dan menghadap ke Surya.
"jika sesuai terjadi padaku nanti…maukah kau menjaga adikku?" tanya Surya.
Lilia menunduk dan mengepalkan tangannya.
"aku mengerti, ketua!" jawab Lilia dengan suara yang sangat kecil.
"terima kasih" ucap Surya dan berjalan keluar dari gedungnya.
"hiks…hiks…hiks…bahkan setelah banyak sekali yang ia lakukan untukku, ia hanya meminta ku untuk menjaga adiknya…ketua, kuharap kau kembali dengan selamat!…hiks" ucap Lilia sambil menangis.
__ADS_1
Lilia, Jin Ae, dan anggota serikatnya mendoakan keselamatan untuk Surya…mereka semua merasa memiliki hutang jasa yang sangat besar.
***
Di hotel…
ketika Surya pulang ke kamarnya, ia disambut oleh adiknya yang menyiapkan banyak makanan untuk dirinya.
"ah…Oppa sudah pulang, selamat datang" ucap Mora sambil menaruh sup kimchi.
Surya merasa hatinya sedikit bergetar dan tersentuh melihat ekspresi bahagia adikknya.
Surya tersenyum.
"aku pulang…sepertinya makan malam kali ini lebih mewah dari biasanya" Surya melepaskan jas nya dan berjalan mendekati makanan.
"wah tentu saja, oppa sudah sangat bekerja keras untukku, jadi sudah sewajarnya aku menyiapkan makan malam bukan? hihihi" ucap Mora.
"bijak sekali kata-katamu, apa kau butuh uang?" Surya mengejek Mora.
"Oppa!!!" Mora berteriak.
"Ahahaha, maaf maaf aku hanya bercanda" Surya tertawa.
mereka akhirnya makan malam bersama dengan suasana yang tentram dan hangat.
setelah beberapa menit, Surya mencoba berbicara kepada Mora tentang perang yang akan terjadi.
"Mora-"
"aku tahu oppa…bibi Felien yang memberitahuku" ucap Mora.
"hah? kau bahkan memanggilnya dengan sebutan bibi?" Surya terkejut.
"jangan marah padanya, aku yang memintanya melakukannya untukku" ucap Mora.
'jadi apa yang kukatakan di ruang pelatihan, Mora mendengarnya ya?' membatin Surya.
"Oppa…jangan khawatir, aku akan baik-baik saja disini! dan aku yakin oppa pasti akan kembali"
"aku percaya…pasti"
"pasti…hiks…hiks"
Mora berusaha tegar namun akhirnya air matanya berlinang, ia tetap tersenyum dalam tangisannya.
~tap…tap
Surya berjalan mendekati Mora dan memeluknya.
"hiks…hiks…oppa!!"
"kuharap kau benar-benar kembali!!!"
"HARUS KEMBALI!!!" ucap Mora sambil menangis terisak isak.
Surya menggertakkan giginya, air matanya berlinang lebih tenang daripada air mata adiknya.
kemudian kenangan-kenangannya dengan orang-orang yang berharga baginya melintasi pikirannya.
hingga akhirnya terbesit pemandangan para lord yang telah merenggut kebahagiaannya.
'para lord baj*ngan!!! akan kumusnahkan kalian!!!' membatin Surya sambil memandang gate super yang ada di langit.
__ADS_1