End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 51. Keputusan


__ADS_3

Keesokan harinya…


Surya melihat berita mengenai kejadian gate di Indonesia, dimana seluruh anggota raid yang terdiri dari 2 hunter rank-S dan 11 hunter rank-A terbunuh dan seisi dungeon tersebut telah terbakar hebat oleh api putih misterius.


"monster yang mengeluarkan api putih?!"


Surya merasakan perasaan yang tidak menyenangkan.


'mungkinkah…' membatin Surya.


kemudian Mora datang setelah mempersiapkan sarapan.


mereka berdua sarapan seperti biasanya, keduanya memiliki hubungan yang baik.


ketika Mora menatap ke arah mangkuk nasinya, tatapannya bahagia sekaligus menunjukan ekspresi sedih.


"oppa…aku merindukan ibu dan ayah" ucap Mora.


Surya memikirkan adiknya, beberapa hari yang lalu ia mungkin telah merasakan kehangatan ketika bersama Ae-Cha dan ayahnya.


Surya tersenyum.


"aku juga merasa begitu" ucap Surya.


ia lebih dulu menghabiskan makanannya dan pergi ke westafel.


Mora yang masih menghabiskan sarapannya tersenyum karena kakaknya juga merasakan hal yang sama.


"cepat habiskan sarapanmu, atau kau akan terlambat ke sekolah!" ucap Surya sambil mencuci piring.


Mora terkejut ketika kakaknya berkata seperti itu…ekspresi terharu dan merindukan seseorang yang sangat dicintai terlihat diwajahnya.


Mora menyadari bahwa apa yang Surya lakukan kepadanya sama seperti yang ibunya lakukan beberapa tahun yang lalu sebelum menghilang tiba-tiba.


beberapa saat kemudian.


Surya akan mengantar adiknya ke sekolah sekaligus ingin menjelaskan kepada gurunya kenapa Mora tidak masuk sekolah selama beberapa hari.


sekolah Mora sama seperti sekolah Surya semasa SMA, jadi Surya adalah alumni dari sekolah tersebut.


sesampainya di sekolah.


banyak teman-teman sekolah Mora yang menyapanya.


"Mora!!"


"hai Moraa"


namun tiba-tiba pandangan mereka menjadi terpaku terhadap laki-laki yang ada di belakangnya.


"wah siapa pria yang bersama Mora?"


"sepertinya itu kakaknya"


"wah benarkah?! ta…tampan sekali"


"iyaa kau benar, Mora sangat beruntung"


"huwaa aku jadi iri"


"kakaknya Mora sangat keren!"


"halo kak!"


"hai kakak tampan! huwa dia senyum padaku!"


Surya membalas sapaan para siswa dengan tersenyum.


baik siswa maupun siswi, mereka semua mengagumi Surya.


namun mereka semua tidak mengenal identitas Surya.


"hehe…sepertinya kau punya banyak penggemar sekarang" Mora meledek Surya.


~Kyuut


Surya mencubit pipi adiknya.


"jangan mengejekku!" ucap Surya.


"haw…hoppa…haakit!" (aww…oppa sakit!)


setelah berjalan beberapa saat di lorong, adiknya memasuki kelas dan Surya lanjut berjalan ke arah ruang guru.


Surya mengetuk dan memasuki ruang guru.


"permisi!" Surya memasuki ruangan.


"iya…ada perlu apa ya?" ucap wanita 22 tahun yang merupakan guru Mora.


"saya kakak dari Mora Sun-Hee" ucap Surya.


"ah begitu, silahkan duduk" pipi wanita mendadak memerah.


'di…dia sangat tampan, apa dia alumni SMA disini juga? ka…kalau begitu kemungkinan dia seangkatan denganku?' wanita itu menyiapkan teh untuk wali murid.


setelah beberapa saat, Surya berbicara.


"beberapa hari yang lalu adik saya sakit dan saya sedang ada urusan di luar kota, jadi saya tidak bisa menghubungi sekolah" ucap Surya.


"a…ah begitu, tidak masalah…kuharap Mora sudah pulih agar bisa menyusul pelajaran yang tertinggal"


kemudian guru Mora melanjutkan ucapannya.


"namun sebagai tanda agar sekolah mengetahui dan mengizinkan, dibutuhkan surat izin ketidak hadiran sekolah"


seketika Surya langsung menaruh surat izinnya di atas meja.


"jangan khawatir, aku hanya berharap sekolah bisa mengerti situasinya" ucap Surya.


guru Mora mengambil catatan absen dan memberikan keterangan izin di catatan absen selama beberapa hari yang lalu.


"terima kasih…kalau begitu saya permisi" Surya pamit dan langsung keluar dari ruangan.


"tu…tunggu, teh nya?"


guru itu tersipu malu dan menatap gelas teh milik Surya yang telah kosong.


'dia menghabiskan teh panasnya cepat sekali!! sepertinya dia suka teh' guru itu tersenyum.


di lorong sekolah…


'Gluttony…sepertinya aku harus mengajarimu tata krama!'


'ma…maafkan aku tuan, tapi teh nya sangat enak!'


Surya tersenyum jengkel karena melihat kelakuan prajuritnya yang sangat antusias terhadap secangkir teh.

__ADS_1


keduanya berbicara secara telepati.


setelah itu Surya meninggalkan sekolah.


ia berhenti di sebuah jalan yang cukup sepi dan memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.


Surya menatap sebuah kedai yang ada dipinggir jalan.


ia keluar dari mobil dan mengunjungi kedai yang biasanya ia datangi beberapa bulan lalu.


seorang pria paruh baya yang telah melayani salah satu pelanggan menyapa Surya.


"kau…nak Surya?"


"benar…lama tak jumpa, pak Han" ucap Surya.


"wah…kau benar-benar sudah sangat berubah!"


pak Han membandingkan Surya yang dulu dan sekarang.


"aku pesan susu hangat dengan jahe satu gelas" Surya memesan.


pak Han memberikan jempol.


"siap! silahkan duduk nak" pak Han bersemangat.


pagi hari pada musim dingin di Seoul adalah waktu yang sangat cocok menikmati minuman yang menghangatkan tubuh.


'kedai pak Han sepertinya cukup rame, apalagi sekarang sedang musim dingin' Surya menatap orang-orang yang mampir dan berbincang bersama temannya di kedai.


kemudian pak Han datang membawa segelas susu jahe serta camilan.


"haha kau tidak perlu repot-repot pak" ucap Surya.


"sudahlah nak…aku cukup merindukanmu, jadi aku memberikan camilan ini untukmu!" ucap pak Han.


"aku sangat berterima kasih, pak Han" ucap Surya.


"haha…sama sama nak!" ucap pak Han.


ia segera kembali dan melayani pelanggan lainnya.


Surya menyeruput sedikit demi sedikit susu jahenya dan mencicipi camilannya.


'aku jadi teringat…disinilah dimana aku mendapatkan sistem!' membatin Surya.


diam-diam Surya mengambil Crystal key untuk ujian tahap akhir dari inventory dan menatapnya.


mata Surya menyipit.


'aku tidak ingin mendapatkan kekuatan yang tidak bisa kukendalikan! Cala…apa tujuanmu sebenarnya!' membatin Surya.


"akan lebih baik aku mempersiapkan diri!" ucap Surya dan menaruh kembali Crystal key di inventory.


ia membuka ponsel dan melihat situs hunter Korea.


ia mendapat banyak tawaran kerja sama dari guild-guild besar.


namun Surya menolaknya karena belum ingin menunjukan kekuatannya.


namun ia ingin segera menaiki levelnya untuk mempersiapkan diri.


setelah berpikir beberapa saat Surya mendapatkan sebuah ide.


kemudian ia menghubungi tuan Park yang merupakan ayah dari Ae-Cha.


panggilan dari Surya direspon dengan cepat.


(sama sekali tidak, apa ada yang bisa kubantu nak?) Park bertanya.


(bisakah tuan memesankan gate untukku namun atas namamu? aku berencana membentuk tim raid sementara) ucap Surya.


(bukan sesuatu yang sulit, apa kau sudah menentukan gate yang akan dipesan?) Park bertanya lagi.


(selama tempo 6 hari kebelakang hingga hari ini, terdapat 4 gate rank-A, 9 gate rank-B, dan 12 gate rank-C…aku tidak menghitung yang ranknya lebih rendah) ucap Surya.


Park memahami karena ia tahu Surya adalah seorang hunter rank-S.


kemudian Surya lanjut berbicara.


(tapi sepertinya sudah banyak yang memesan rank-B ke atas…aku ingin tuan mengambil alih ke dua belas gate rank-C dan merekrut hunter biasa yang tidak ingin bertarung di dalam gate!)


(Apa? nak apa kau serius bisa menaklukan dua belas gate rank-C kurang dari 7 hari? terlebih anggota raidnya…) Park terkejut.


(jangan khawatir tuan Park…raidnya serahkan padaku!) ucap Surya.


(penawaran yang cukup bagus, berhati hatilah nak! aku akan mengurus pembayaran dan perekrutan anggota raid nya) ucap Park.


keduanya mencapai kesepakatan dan mengakhiri panggilan.


"jika aku menyelesaikan banyak gate dengan cepat…itu akan membuat reputasi tuan Park melonjak naik, otomatis perusahaannya akan mendapat banyak keuntungan"


Surya menyeruput lagi susunya dan lanjut berbicara kepada dirinya sendiri.


"aku tidak perlu mengeluarkan biaya…dia sudah tau apa yang harus dia lakukan meskipun itu tidak akan cukup!" itu mengacu kepada apa yang pernah Surya lakukan kepada Park dan keluarganya.


keesokan harinya…


Surya mendatangi lokasi gate yang sudah di pesan…namun sebelumnya ia sudah melihat sendiri lokasi kedua belas gate tersebut dengan cepat dan mengingat tiap lokasinya.


ketika sampai di salah satu gate, Surya melihat 9 anggota tim nya yang tidak biasa.


terdapat orang dengan mata panda, ada juga yang kurus, ada juga mantan hunter yang mengenakan kursi roda.


Surya bisa melihat dari jauh bahwa mereka membicarakannya.


"ah…lihat itu dia ketua tim nya!"


"dia terlihat seperti hunter biasa"


"selamat pagi, terima kasih sudah berkumpul…aku akan menjelaskannya secara rinci" ucap Surya.


para tim nya meragukan Surya.


"kalian hanya perlu duduk dan bersantai disini, dari tiap gate, masing-masing dari kalian akan menerima 5 juta won…bagaimana?"


serentak mereka semua terkejut.


"apa?? jadi kami tidak perlu memasuki gate?!"


"5 juta won dan kalian tetap menjaga rahasia…apa itu sulit?" Surya bertanya.


"ba…baik aku terima"


"aku juga!"


"aku juga terima!"

__ADS_1


"ta…tapi tuan, apa kau benar-benar bisa menyelesaikannya sendirian?" ucap salah satu hunter.


"jangan khawatir!" ucap Surya.


kemudian Surya memasuki gatenya.


"apa kau benar-benar percaya padanya?" salah satu hunter bertanya kepada hunter yang menaiki kursi roda.


"begitulah anak-anak muda jaman sekarang…mereka terlalu percaya diri sehingga dengan cepat menggali kuburannya sendiri" ucap hunter yang menaiki kursi roda.


"dia tidak akan kembali!"


serentak mereka semua tidak mempercayai Surya.


satu jam kemudian…


Surya kembali dari gate.


"di…dia kembali!! tuan…apa kau kabur dari gate?"


"ya…sepertinya dia memang kabur!"


tiba-tiba gate nya tertutup.


"a…ah lihat!! gate nya tertutup!!"


"apa?! dia benar-benar menyelesaikan gate sendirian?!"


"tu…tuan…siapa kau sebenarnya?"


Surya hanya tersenyum dan berkata.


"5 juta won untuk tutup mulut" ucap Surya.


mereka semua tertawa canggung mendengar ucapan Surya.


"mari kita ke lokasi selanjutnya" ucap Surya.


mereka semua setuju dan mengikutinya.


di situs hunter, tiap gate yang telah di selesaikan secara otomatis akan diberikan tanda ceklis.


satu dari dua belas gate rank-C telah diberikan tanda ceklis.


gate rank-C dapat diselesaikan kurang dari dua jam.


begitu pula seterusnya.


4 jam kemudian…


di lokasi gate ke tiga.


Surya telah menyelesaikan gate ke 3 dengan cepat.


Surya kembali dan melihat suasana tim yang menunggu di depan gate seperti sedang piknik.


"wah ketua kembali!"


"selamat kembali ketua!"


"kau menyelesaikan gate lagi dengan cepat…ketua memang hebat"


"ahaha tidak perlu dipikirkan" ucap Surya.


"baik ketua, apa kita akan segera ke lokasi selanjutnya?" salah seorang hunter bertanya.


"tidak…semua gate sudah diselesaikan!" ucap Surya.


"tu…tuan hunter, apa maksud anda?"


para hunter menjadi gugup.


"cek saja situsnya" ucap Surya.


ketika mereka melihat situsnya mereka terkejut sejadi jadinya.


"HAAAAH?! SEMUANYA SUDAH SELESAI!"


"kau benar, kedua belas gate nya sudah di selesaikan!"


"bagaimana bisa?!"


"tu…tuan??!"


seluruh hunter bergetar dan mengeluarkan keringat dingin.


mereka mengharapkan penjelasan dari Surya.


Surya berkata sambil tersenyum.


"5 juta won untuk tutup mulut" ucap Surya.


"ehehehehe" seluruh hunter tertawa canggung.


kemudian Surya memberikan nomor dan tanda pengenal milik Park.


"hubungi nomor itu untuk mengambil bagian dari kalian" ucap Surya.


serentak mereka menatap kartu nama tersebut.


"wah…ini milik pengusaha terbesar di Korea, tuan hunter kau memang he…"


saat mereka menatap ke arah Surya.


mereka tidak menemukan Surya dimanapun seakan tidak pernah ada sebelumnya.


***


di jalan…


'Kerja bagus kalian bertiga!' Surya berbicara melewati telepati kepada tiga prajuritnya.


'hamba sangat tersanjung, tuanku!' ucap mereka bertiga secara serentak


Vanity, Emptiness, dan Gluttony ditugaskan untuk menyelesaikan masing-masing 3 gate dengan jarak yang berdekatan.


itu bertujuan agar exp yang didapat Surya lebih banyak.


ketiganya dapat mengikuti kecepatan Surya dalam menyelesaikan gate karena itu Surya mengapresiasi mereka.


"meski begitu, aku hanya naik 4 level! ini masih kurang!" Surya sedikit kesal karena perkembangannya sedikit terhambat.


'aku merasa menara kehancuran cara tercepat untuk meningkatkan levelku!' membatin Surya.


Surya memutuskan bahwa ia harus pergi menaiki menara kehancuran agar dapat berkembang dengan cepat.


***

__ADS_1


Korea Selatan dikejutkan dengan catatan raid hunter yang berada dibawah Park karena dapat menyelesaikan dua belas gate menengah dengan kecepatan yang mengerikan.


sehingga mulai terjadi pergesekan antara guild-guild besar Korea.


__ADS_2