
Terdengar suara laki-laki dari dalam gate kecil tersebut.
setelah beberapa kata diucapkan laki-laki misterius…wanita yang membunuh empat belas hunter sekaligus membungkuk kan sedikit badannya.
kemudian wujud laki-laki itu terlihat setelah keluar dari gate kecil.
"Ketua!!!" teriak Lilia.
ia terkejut melihat Surya yang muncul secara misterius dengan kondisi pakaiannya yang sudah tak layak dikenakan.
"kau baik-baik saja?" tanya Surya.
Lilia mengangguk sebagai jawaban bahwa dirinya baik-baik saja.
ketika Surya sedikit melirik ke arah samping Lilia, ia melihat kakek yang bersama Lilia mengalami luka tusukan pisau di bagian perutnya.
'sepertinya lukanya cukup parah, pisau itu mengenai titik vitalnya! itu membuktikan bahwa mereka adalah mantan hunter.' membatin Surya.
tiga narapidana yang terkejut dengan kedatangan Surya, mencoba berbicara sambil menahan rasa takutnya.
"si…siapa kau?!" tanya salah satu narapidana.
tiba-tiba…
~Wush!!
~Crat!!!
dalam sekejap mulutnya dirobek oleh kekuatan tak terlihat hingga rahangnya terbuka lebar.
"aaarghh!!!!"
narapidana tersebut berteriak kesakitan sambil memegang mulutnya dengan kedua tangannya.
"aku tidak menyuruhmu berbicara!" ucap Surya.
dua narapidana lainnya mencoba menyerang Surya secara bersamaan ketika Surya lengah, namun…
~Wuong!!
~krrtt
Surya membuat keduanya terangkat oleh kekuatan lord authority dan aura tersebut melilit sekujur tubuh kedua narapidana tersebut hingga mereka kesulitan bernafas.
"kuahk!"
"ahkk!!"
Surya berjalan beberapa langkah ke arah kakek yang terluka.
"ketua!! tolong selamatkan kakek!" Lilia sangat panik dan tidak dapat berpikir jernih.
"tenanglah Lilia! ini akan baik-baik saja!"
ucapan Surya yang tegas membuat kesadaran Lilia kembali.
Lilia mengangguk karena merasa bersalah sekaligus khawatir dengan kakeknya.
Surya menyentuh luka kakek tersebut, ia mengeluarkan skill yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter.
"heal!"
[Synchronization「active」]
~wuongg
tubuh si kakek dikelilingi aura hijau, perlahan lukanya pun pulih.
'lukanya…sembuh?!' membatin Lilia yang terkejut melihat apa yang Surya lakukan.
Surya menyadari bahwa si kakek akan selamat, karena itu ia langsung berdiri dan menghampiri narapidana yang masih hidup.
~tap
Surya mencekik narapidana tersebut dan mengangkatnya ke atas.
seketika itu Surya langsung menyembuhkan rahangnya yang sobek.
'yang ku tahu, penjara khusus hunter akan dilapisi mana yang kuat menggunakan beberapa artefak, bagaimana mereka bisa lari?' membatin Surya.
__ADS_1
"katakan…bagaimana kau bisa lari dari penjara?!" tanya Surya.
"a…aku"
~CRAAT!!!
Surya merasakan keraguan terhadap narapidana tersebut, karena itu ia merobek lagi mulut narapidana tersebut kemudian menyembuhkannya.
"katakan!" ucap Surya dengan tegas.
"ada seorang…" ucap narapidana dengan suara yang sangat pelan.
~CRAAAT!!!
"aaaghhh!!!"
narapidana tersebut menjerit kesakitan, namun Surya langsung memulihkannya.
setelah dipulihkan kesekian kalinya, narapidana tersebut berbicara dengan lantang.
"ada seorang wanita yang membebaskan kami, ia memiliki rambut hitam dan merah di beberapa bagian…ia juga memiliki mata reptile"
ucap narapidana dengan suara yang keras.
"lalu?!" mata Surya menyipit.
"ia menyuruh kami untuk membunuh orang sebanyak banyaknya, jika tidak…ia yang akan membunuh kami semua. wanita itu memiliki aura yang lebih kuat dari hunter rank-S!" ucap narapidana.
tiba-tiba Cala berbicara.
[kemungkinan wanita itu general commander salah satu lord]
'begitu ya?' membatin Surya.
kemudian ia bertanya kepada narapidana.
"antara wanita itu dengan diriku…"
~wuoong
Surya merilis auranya dan menatap tajam narapidana tersebut, kemudian melanjutkan pertanyaannya.
narapidana itu menatap dalam mata Surya dan merasakan rasa takut yang luar biasa.
"ka…kau…bagaimana kau bisa…"
ucapan narapidana tersebut berhenti.
"dengan siapa kau berbicara?" tanya Surya dengan senyuman yang mengintimidasi.
kemudian Surya menyuruh bawahannya untuk kembali, segera Seele kembali ke dalam gate dengan membawa empat belas mayat narapidana.
"aku tahu tempat yang aman untuk kalian bertiga" ucap Surya.
~wush
tiba-tiba gate kecil lainnya terbuka, melihat hal tersebut, ketiga narapidana merasa hidupnya terselamatkan.
ketika Surya melepas mereka bertiga, mereka langsung berlari memasuki gate.
namun sayang sekali…
dua detik setelah mereka memasuki gate, jeritan rasa sakit dan suara sayatan terjadi berkali kali.
"TIDAAK!!"
"TOLOONG!!"
~CRAT…CRAT…CRAAAT
itu adalah gate milik Gluttony, Surya memberi Gluttony makan dengan menu tiga narapidana yang masih hidup.
setelah itu, gate milik Gluttony pun menghilang.
Surya menatap Lilia dan kakek yang telah sembuh, mereka memasang wajah ketakutan ketika menatap Surya.
namun di dalam hati mereka, terdapat rasa syukur karena mereka telah diselamatkan oleh Surya.
"anak-anak" ucap Surya.
__ADS_1
seketika Lilia langsung sadar dan segera mengeluarkan anak-anak panti dari ruangan tersembunyi.
ketika Lilia kembali, Surya sudah pergi…ia menanyakan kepada kakek dan si kakek menjawab bahwa Surya baru saja pergi melalui pintu.
ketika Lilia berlari dan membuka pintu rumahnya, Surya telah menghilang dari sekitar lingkungan panti asuhan.
***
'aku baru menyinggung masalah ini…sepertinya membunuh manusia sudah menjadi hal biasa bagiku' membatin Surya sambil berjalan.
[itu dimulai ketika kau mendapatkan sistem, selain kekuatanku, kau juga menerima emosiku sedikit demi sedikit] jawab Cala.
'begitu ya…ngomong-ngomong Cala, sekarang apa yang harus ku lakukan?' tanya Surya dalam hati.
[melindungi manusia peminjam kekuatan brightest star dari para lord…mereka menyadari bahwa kekuatan penguasa perang dalam dirimu telah bangkit, karena itu pasti perburuan mereka menjadi lebih intensif] jawab Cala.
'bagaimana caraku menemukan para peminjam kekuatan?' tanya Surya.
[mereka kuat, berbeda dari manusia yang mendapat kekuatan prajurit putih] jawab Cala.
Surya berpikir.
'jika berdasarkan kekuatan, maka kemungkinan Unbeatable Hunter termasuk peminjam kekuatan itu!' membatin Surya.
kemudian mata Surya melebar setelah mendapatkan suatu kesimpulan.
'jangan-jangan yang membunuh hunter Fyodor?!' membatin Surya.
ia berpikir bahwa salah satu lord lah yang telah membunuh Fyodor.
ia terlarut dalam beberapa hal yang ia pikirkan, namun sesegera mungkin Surya harus tiba dirumah karena kondisi pakaiannya yang buruk.
***
"aku pulang" Surya masuk kedalam rumahnya.
"huwaa?!" Mora terkejut.
ia melihat kakaknya yang pulang dalam keadaan pakaiannya yang robek-robek.
"Oppa, apa yang kau lakukan selama empat hari?!" tanya Mora.
Surya berjalan ke arah kamarnya.
"aku habis dari gate, kurasa lawannya cukup sulit" ucap Surya.
ia tak memperdulikan ocehan adiknya dan langsung menuju kamar.
satu jam kemudian…
Surya telah membersihkan dirinya setelah pergi selama empat hari.
ia mendapatkan kekuatan yang besar setelah bertemu dengan Cala yang merupakan Queen of War.
Surya menghabiskan waktunya dengan berbaring di tempat tidurnya.
kemudian Surya mencoba memeriksa ponselnya sebelum memutuskan untuk tidur…matahari menunjukan bahwa hari menjelang siang.
'Lilia?' Surya menatap ponselnya yang berdering karena panggilan dari Lilia.
Surya mengangkat panggilan dari Lilia.
(ada apa?) tanya Surya.
(Ketua, aku ingin menyampaikan ini secara langsung, tapi tadi kau langsung pergi…dalam sepuluh hari kedepan, akan diadakan konferensi pers di London) ucap Lilia.
(Sepertinya mereka akan membahas mengenai kematian hunter Fyodor) ucap Surya.
(kemungkinan begitu, tiap negara akan mengirim tiga guild untuk mengikuti konferensi pers dan sepertinya Korea Selatan belum menentukan siapa saja yang akan berangkat ke London) ucap Lilia.
'ini timing yang pas!' membatin Surya.
awalnya Surya tak berniat sama sekali untuk mengikuti konferensi pers, namun kini ia membutuhkan beberapa informasi.
'kemungkinan saja para lord akan mengincar mereka!' membatin Surya.
(Lilia…cari informasi mengenai gate dengan rank C hingga A, jika belum ada kepemilikan guild, segera pesan gate tersebut…dan jika sudah ada, tawarkan harga dua kali lipat kepada guild yang menjadi pemilik gate!) ucap Surya.
(tu…tunggu ketua, jadi kau mau membayar gate rank-C dengan harga tinggi?!) tanya Lilia yang merasa gugup.
__ADS_1
(tentu! kita akan melakukan raid mulai besok hingga tiga hari kedepan!) ucap Surya dengan ekspresi yakin.