End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 119. Bantuan tak terduga


__ADS_3

"satu"


"George, jangan!!!" ucap Chun Hei.


"dua" senyum jahat muncul dari wajah George.


kebencian muncul dalam diri Chun Hei.


"George!!!" teriak Chun Hei.



~KREEKK!!!


"TIDAAAK!!!" Lilia menjerit kesakitan.


lengan kirinya patah setelah diremas dan diputar oleh George.


"BAJ*NGAN!!!"


~BOOM


Chun Hei reflek dan melaju sangat cepat ke arah George.


namun hal itu sudah ditunggu oleh George.


~wush


George melempar Lilia ke arah Chun Hei, segera Chun Hei menangkap Lilia agar tidak terjatuh.


dan…


~BOOM


tinju George menghantam tepat di tulang rusuk kiri Chun Hei dan menabrak pilar hingga retak.


'aku tidak butuh lalat ini lagi' George tersenyum menatap Lilia yang terbaring lemas.


~Dbug


George menendang Lilia hingga terpental jauh dan menabrak pilar bangunan hingga retak.


kini dirinya terfokus oleh Chun Hei yang berusaha bangkit dan memuntahkan darah akibat pukulan George.


"uhuk…uhuk…sial!" Chun Hei merasa bahwa beberapa ruas tulang rusuknya patah.


***


di hotel…


Surya sedang merapikan barang-barangnya, ditemani Hak-Kun yang tengah menikmati secangkir kopi.


tiba-tiba…


~cstt


Surya merasakan suatu koneksi secara tiba-tiba yang membuat dirinya bergetar.


'perasaan ini!!!' wajah Surya mengeras dan membuat Hak-Kun terheran.


"hu…hunter Surya, kau baik-baik saja?" tanya Hak-Kun.


~boom


alih-alih jawaban, Surya merilis seluruh aura yang ia miliki.


Surya berjalan dan menatap ke langit dengan tatapan yang mengerikan.


"Lilia?!!"


Surya membuka jendela kamarnya yang berada di lantai tujuh belas dan melompat.


"HUNTER SURYA?!" Hak-Kun berteriak dan segera menatap ke bawah dari luar jendela.


"huh?" Hak-Kun terkejut karena aura Surya dapat dirasakan di beberapa gedung setelah gedung hotel mereka.


'apa yang terjadi?!' wajah Hak-Kun mengeras…ia memanggil Jin-Ho dan yang lainnya.


***


di kamar lainnya…


"tuan Daneil, apa kau melihat hunter George?" tanya Helena.


"kurasa bermain dengan wanita seperti biasa yang ia lakukan…ya begitulah dia!" jawab Daneil.


wajah Helena terlihat pucat ketika menanyakan keberadaan George.


"tapi tuan, kurasa kau harus melacaknya sekarang juga!" Helena berbicara tegas.


'apa ia merasakan sesuatu?! firasatnya tidak pernah salah sejak pertama kali aku mengenalnya' membatin Daneil.


ketika Daneil melacak keberadaan George melalui maps khusus yang ada di sebuah tablet, ia terkejut.


"bandara? tunggu…pancaran cahaya nya semakin terang! apa ia sedang bertarung?!" ucap Helena.


lalu setelah itu, Daneil telat menyadari sesuatu.

__ADS_1


"Helena, tunjukan daftar nama perwakilan dari Korea Selatan!" ucap Daneil.


segera, Helena menunjukan data tersebut.


mulai dari Phoenix Guild, Mugunghwa Guild, hingga Cala Guild.


Daneil langsung melihat data nama dari Cala Guild lalu ia menemukan sesuatu.


'wanita ini…dia bukan seorang hunter?! gawat!' wajah Daneil mengeras.


tiba-tiba…


~Wushh


~Trashh


sesuatu melaju sangat cepat dan memecahkan kaca ruangan Daneil.


"sial!! kita tidak boleh terlambat!!" Daneil merasakan keberadaan yang sangat kuat melintas di depan ruangannya.


~Crak…boom


Daneil melompat dari kamarnya yang berada di lantai sembilan dan menghancurkan tembok kamarnya.


ia segera pergi ke bandara dengan lompatannya yang sangat jauh dengan hentakan kedua kakinya yang membesar.


***


George merupakan hunter petarung dan tim inti dari Predator Guild.


perbedaan kekuatan terlihat jauh antara dia dengan Chun Hei.


~Crak…boom


George melesat cepat ke arah Chun Hei dan mengayunkan tinju tangan kanannya.


~wushh


~BOOM


Chun Hei menunduk sehingga pukulannya menghancurkan salah satu pilar beton yang ada di bandara.


bangunan bandara mulai roboh, orang-orang segera pergi meninggalkan bandara.


'aku berhasil menghindar!' membatin Chun Hei.


namun hal tersebut bukanlah akhir.


~Crak…boom


~Boom…boom…boom


"apa hanya ini kekuatanmu?!" George mengejek Chun Hei.


~Boom


Chun Hei menghindari pukulan George namun sayangnya…


~DBOOM…KREEKK


tendangan kaki kiri George mendarat tepat di tulang rusuk kanan Chun Hei dan membuatnya terhempas dan menabrak tembok bandara.


"kuakh!!" Chun Hei memuntahkan banyak darah.


hidung, dan kupingnya juga berdarah karena tekanan serangan dari George.


'sial…aku kesulitan bernafas!' membatin Chun Hei.


"sangat menyedihkan!" ucap George dari jauh.


'aku harus mengulur waktu!' Chun Hei mencoba bangkit, namun…


~wush


George melesat cepat dan tiba tepat di depan Chun Hei.


~tap…krrrtt


George meraih leher Chun Hei dan mencekiknya hingga terangkat ke udara.


"kuhk…kuakh…ahkk!!"


wajah dan mata Chun Hei memerah, ia tidak bisa bernafas sama sekali.


Senyum jahat muncul di wajah George.


Chun Hei kembali teringat akan kekalahannya ketika menghadapi Felien.


seketika ia melakukan tindakan yang nekat.


~Sriing


telapak tangan kanannya mengeluarkan cahaya emas, lalu ia mengarahkannya ke arah antara lehernya dengan telapak tangan George.


ia tahu bahwa usahanya akan sia-sia jika mengarahkan serangannya ke tangan milik George karena tangannya memiliki ketahanan yang sangat kuat.


~Sraat

__ADS_1


telapak tangannya mendadak lebih tajam dari sebuah pedang dan menggores sedikit leher Chun Hei dan telapak tangan George.


leher Chun dapat terlepas dari cekikan George, namun kini tangan kanannya lah yang menggantikan lehernya.


"serangan seperti itu tidak akan berpengaruh terhadapku!" ucap George dan meremas tangan kanan Chun Hei.


Chun Hei kesakitan, namun dirinya tertawa pada saat itu.


"tentu saja tidak, bodoh!" ucap Chun Hei.


ia memutar tubuhnya ke arah yang tidak sesuai, sehingga ia mematahkan sendiri tangan kanannya.


~KREKK!!


'sangat sakit! tapi…aku tidak boleh berhenti!!' membatin Chun hei.


"arghh!!"


lengan kiri Chun Hei bersinar seperti lengan kanannya, setelah merelakan lengan kanannya, serangan kali ini hampir mendarat di leher George…


namun…


~tap


dengan mudahnya George menangkap tangan kiri Chun Hei menggunakan tangan yang lainnya.


kini Chun Hei benar-benar tidak dapat bergerak sedikitpun, ditambah ia harus menahan rasa sakit dari lengan kanannya yang patah.


~tap


George meraih kepala Chun Hei dengan satu tangannya, lalu…


~BOOM


ia menghantamkannya ke tanah dengan keras secara berkali kali.


~boom…boom…boom…boom…boom…boom…boom


wajah Chun Hei kini dilumuri banyak darah.


Lilia yang memiliki sedikit sisa vitalitasnya mencoba memanggil bantuan sambil berbaring tak berdaya.


'ketua, tolong aku! ketua, ketua, ketua' membatin Lilia yang hanya bisa bernafas sedikit demi sedikit.


***


Surya berdiri di puncak sebuah gedung, ia dapat mendengar jeritan Lilia yang kesakitan, namun Cala melarang Surya untuk melacak keberadaannya karena dapat memancing para lord keluar.


hatinya tersayat berkali kali ketika mendengar jeritan Lilia yang kesakitan.


Surya merasa sangat marah.


"Gory!!"


~wuoong


Surya memanggil Gorynych dan segera naik ke atas pundaknya.


"terbang setinggi mungkin!!!" ucap Surya.


***


George mengangkat tubuh Chun Hei yang tak berdaya.


kini ia jatuh ke dalam kondisi koma, George menatapnya dengan puas.


"kau akan merasakan apa yang dirasakan oleh kakak ku!" ucap George.


tangan kanan George membengkak dan penuh akan mana yang terfokuskan.


ia akan segera melakukan serangan terakhir.


'gawat! aku akan mati!' Chun Hei tidak berdaya sama sekali.


"tidurlah di neraka, *******!!" George merasa senang.


ketika tinjunya akan meluncur, tiba-tiba…


~SRIIING!!


sesuatu yang bercahaya melaju dengan kecepatan yang mengerikan ke arah George.


~Wushh


~BOOM!!!


George melepaskan Chun Hei dari cengkramannya dan menjauh dari debu yang menutupi keberadaan Chun Hei.


seseorang tiba-tiba menyentuh leher Chun Hei yang terbaring lemas.


'dia sekarat, tapi mungkin dapat bertahan sedikit lama karena ia seorang hunter!' membatin sosok yang menolong Chun Hei.


"menyerang dua wanita sekaligus?! dimana harga dirimu makhluk rendahan?!" ucap sosok tersebut.


sosok tersebut kini mulai terlihat oleh George.


sosok wanita berambut hitam dan mengenakan topeng yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2