
(kami dari televisi hunter, kami mendapatkan informasi mengenai raid pulau Jeju telah diselesaikan oleh kedatangan hunter misterius secara tiba-tiba)
(reporter kami mengkonfirmasi sosok hunter tersebut adalah hunter Surya Yeon-Jun yang muncul secara tiba-tiba)
(hunter Surya telah mengalahkan para monster berwujud Leviathan dan juga telah mengalahkan sesosok monster kuat yang mempermainkan para hunter rank-S)
(ketua asosiasi mengatakan bahwa kemunculan sosok monster kuat tersebut kemungkinan berasal dari sebuah gate bawah laut, itu juga menjadi kemungkinan besar asal kemunculan ratusan Leviathan)
banyak siaran televisi yang menginformasikan informasi terupdate mengenai raid di pulau Jeju.
***
di pulau Jeju.
Surya keluar dari goa lebih dulu, ia melihat tiga helikopter yang berada di atas pulau Jeju.
'heli milik ketua, dan dua lainnya mungkin heli yang akan menjemput para hunter!' membatin Surya.
kemudian tatapannya bertemu dengan mata Ghie.
Surya menganggukan kepalanya kepada Ghie yang berada di atas heli.
itu ditujukan bahwa apa yang Ghie pikirkan mengenai firasat buruknya, benar-benar menjadi sebuah kenyataan.
lalu Surya berjalan ke arah pepohonan.
ia melihat beberapa Leviathan yang berada di dalam pepohonan.
'aku bisa merasakannya!' membatin Surya.
ia menajamkan penglihatannya ke arah dalam pepohonan tersebut.
~Boom
Surya melaju dengan cepat dan menyayat beberapa Leviathan sekaligus dengan dragoj claw aura miliknya.
lalu ia sampai pada suatu tempat di dalam pepohonan dan berhenti.
Surya melihat tiga hunter dari Jepang dengan penuh luka, mereka saling melindungi rekannya dari kepungan Leviathan.
Kanao Kinoshita, Mikami Yoshida, dan Kato Sunohara.
tanker, mage, beserta healer, mereka berusaha keras saling melindungi.
"ini hanya tinggal menunggu waktu hingga monster baj*ngan itu kembali dan membunuh kita!!" ucap Kato.
"bertahanlah sedikit lagi, kuyakin bantuan akan segera tiba!" ucap Mikami sambil menahan serangan Leviathan dari dua arah.
"bantuan?! kau tidak lihat monster mengerikan itu membantai rekan kita dan menghancurkan dua helikopter dalam sekejap?!" Kato merasa kesal dan pasrah.
sedangkan Kanao Kinoshita yang berusaha memberi buff dan heal kepada keduanya mengalami trauma berat ketika melihat rekan-rekannya dibantai dengan mudahnya.
***
pada saat para hunter Jepang bertemu Arthic Leviathan.
"bersiaplah!!" ucap Shiba.
~Wushhh
para hunter Jepang sudah bersiap diposisi mereka masing-masing dan akan segera menyerang Arthic Leviathan.
namun monster tersebut hanya berdiri terdiam dan mengeluarkan senyumannya.
~makhluk rendahan seperti kalian? ingin melawanku?!
~AHAHAHAHA
~Wuoongg
Arthic Leviathan memancarkan niat membunuh yabg sangat luar biasa dan membuat seluruh hunter Jepang tertunduk ke tanah.
"mo…monster itu berbicara?!!" ucap Mikami.
~Zrattt
Mikami mendengar suara di sampingnya, ketika ia melihatnya.
rekannya Saitama ditusuk jantungnya oleh ekor monster tersebut.
Mikami hanya terdiam dan tidak dapat bergerak.
"La…ri!!" kata-kata terakhir Saitama.
~cratt
Arthic Leviathan mengambil jantung Saitama dan memakannya bulat-bulat.
"Arghhh!!" Yato Matsumoto mengamuk.
~Craakk…Boom…boom…boom
tanah di sekitar Arthic Leviathan menjalar menjadi bilah tajam dan menuju ke arah Arthic Leviathan dengan cepat.
~wush…wush…wush
dengan mudahnya Arthic Leviathan menghindari seluruh serangan dan berdiri dipuncak bebatuan runcing yang Yato ciptakan.
~hanya segini?!
Arthic Leviathan meremehkan serangan Yato.
~Sriiiingg
~Craaat
dengan kecepatan tinggi, Arthic Leviathan menuju ke arah Yato dan langsung menebas lehernya.
"gaaahhhhhhhh"
seluruh hunter Jepang yang masih hidup berusaha melawan.
namun Arthic Leviathan melaju dengan sangat cepat dan mengelilingi para hunter Jepang.
"sial…dia sangat cepat!" ucap Shiba.
~Craat
…
…
~Cratt
…
…Crattt
satu per satu hunter Jepang tewas mengenaskan.
__ADS_1
kini tersisa Shiba, Kato, Mikami, dan Kanao yang masih hidup.
"tetap waspada!!" teriak Shiba.
pergerakan Arthic Leviathan masih sangat cepat.
kemudian Shiba menyadari sesuatu yang datang dengan cepat dari depannya.
namun sayangnya ia terlambat.
~Craat
"ughh!" Shiba batuk darah.
jantungnya ditusuk oleh monster tersebut menggunakan trisula miliknya.
lalu Shiba diangkat ke arah Arthic Leviathan.
'jarak segini!!' membatin Shiba.
"Arghh!!"
Shiba mengeluarkan serangan terkuatnya.
Ultimate Slash Light.
ia mengarahkan pedangnya ke leher lawannya, ia berharap itu dapat membuatnya terluka walau hanya sedikit.
namun sayangnya nasib tidak berpihak padanya.
~mainan remehmu tidak akan bisa melukai makhluk sepertiku, manusia!
Arthic Leviathan tersenyum.
katana milik Shiba patah setelah mencoba membelah leher Arthic Leviathan.
"Shiba!!!" hunter Jepang yang tersisa berteriak.
"tidak akan kubiarkan kau menyentuh mereka!!" Shiba berteriak.
~Craaatt
Shiba memajukan dirinya sekuat tenaga dan membiarkan dadanya tertusuk lebih dalam.
kemudian ia memegang tangan Arthic Leviathan sekuat mungkin.
"larilah!!!" teriak Shiba kepada rekannya yang masih hidup.
"ta…tapi!!" Mikami merasa ragu.
kemudian Shiba tersenyum di saat saat terakhirnya.
"percayalah padaku!! ucap Shiba.
Mikami dan yang lainnya tidak bisa menerima kenyataan bahwa mereka hanya bisa lari, namun mau tidak mau akhirnya mereka menerima kenyataan yang pahit dan meninggalkan Shiba sendirian.
~menyuruh mereka lari? kau bercanda? mereka tidak akan bisa kemana mana!!
Arthic Leviathan meremehkan Shiba.
Shiba kesakitan dan kemudian ia mengucapkan kata-katanya sambil meremehkan Arthic Leviathan dengan senyumannya.
"kalau begitu, akan kujamin kau tidak akan tenang hidup di neraka nanti jika kau tidak bisa menghabisi mereka!!" Shiba mengejeknya.
Shiba yakin bahwa seseorang akan segera mengalahkannya sebelum Arthic Leviathan membunuh seluruh rekan Shiba.
Arthic Leviathan sedikit terprovokasi.
~Cratt
Arthic Leviathan mencabik dan mencabut paksa kepala Shiba.
kemudian ia meremasnya hingga hancur di depan mukanya.
~Crakkk
***
Kanao masih merasakan kengerian monster yang membantai rekan-rekannya.
tiba-tiba.
~Craatt
"arghh!!"
bahu Mikami digigit oleh Leviathan.
"hunter Mikami, be…bertahanlah!!" ucap Kanao dengan suaranya yang bergetar.
keadaan mereka bertiga kini semakin terkepung.
'apa sampai disini saja?!' membatin Kato.
tiba-tiba…
~Sriing
~crat…crat…crat…crat
Leviathan yang mengelilingi mereka bertiga diiris dengan mudahnya oleh seorang yang melaju dengan sangat cepat.
~Wushh
tiba-tiba seseorang berdiri didepan mereka bertiga.
ia mengenakan pedangnya yang dilapisi oleh api putih.
itu adalah Surya.
"kalian masih bisa berjalan?" tanya Surya tanpa menatap mereka.
sejenak ketiga hunter Jepang tersebut menangis sebentar.
"ya…tentu!" ucap Kato sambil meringis.
"akan kubukakan jalan untuk kalian!" ucap Surya.
~Wushh
Surya memandu mereka ke tempat yang lebih aman.
beberapa menit kemudian.
helikopter yang menjemput para hunter telah mendarat di pulau Jeju.
disana terdapat para hunter Korea yang terlihat sangat kelelahan.
kemudian dari balik semak-semak, Surya dan tiga hunter Jepang yang tersisa muncul.
__ADS_1
lalu mereka bertiga kembali menangis karena dapat kembali hidup-hidup.
setelah menaiki helikopter, sisa Hak-Kun yang terakhir.
"hunter Surya, bagaimana dengan hunter Jepang lainnya?" tanya Hak-Kun.
Surya menggelengkan kepalanya kesamping dengan raut wajah yang kesal.
Hak-Kun memahami jawaban dari Surya.
"begitu ya" Hak-Kun termenung.
kemudian Surya berjalan menjauh dari helikopter.
"keluarlah!" ucap Surya dengan suara rendah.
kemudian para prajuritnya muncul dari gate mereka.
dengan serentak mereka menundukan kepalanya dan berkata…
"perintahmu, tuanku!"
para hunter terkagum sekaligus terkejut.
"mo…monster?!" Kanao ketakutan.
"jangan khawatir, itu adalah prajurit hunter Surya" ucap Woong Suck dalam bahasa Inggris.
kemudian Surya memberikan perintah kepada prajuritnya.
"berpencar dan basmi para Leviathan!!" suara Surya mengintimidasi.
"dengan senang hati tuanku!" ucap secara serentak.
~Wushh
kemudian mereka berpencar ke segala arah.
"kalian pergilah duluan!" ucap Surya.
"baik hunter Surya!" ucap Hak-Kun.
setelah bersiap, para hunter segera di evakuasi.
mereka disuguhkan pemandangan pembantaian para Leviathan yang dilakukan oleh Surya.
monster tangan empat, monster bersayap, monster dengan elemen petir, dan monster lainnya.
mereka membantai para Leviathan yang tersisa dengan mudahnya.
~Wushh
~KIEEEKKKK
para hunter terkejut ketika melihat seekor naga berkepala tiga terbang dengan kecepatan tinggi di atas mereka.
"bahkan ia memiliki prajurit yang merupakan seekor naga?!" Jin-Ho terkejut.
seluruh orang yang ada di dalam helikopter ketakutan melihat kecepatan naga yang sedang menukik tajam ke arah Leviathan yang ada di permukaan laut.
***
enam jam telah berlalu, seluruh Leviathan yang berpencar telah dibunuh oleh prajurit Surya.
namun ada beberapa Leviathan yang berenang dan telah sampai di laut China.
seorang kapten di kapal perang China memberikan informasi kepada seseorang yang berdiri di ujung kapal sambil memakan sebuah apel.
"totalnya ada delapan, tuan hunter" ucap kapten.
"delapan ya? sepertinya sangat sedikit!" ucap seorang hunter yang berdiri di ujung kapal.
"apa armada perlu menembakinya?" kapten tersebut bertanya.
namun hunter tersebut hanya tersenyum dan menatap ke arah laut kemudian ia membuang apelnya ke laut.
kapten tersebut mengangguk karena memahami senyuman dari hunter tersebut.
hunter tersebut ingin menghabisi para Leviathan sendirian.
"baik, tuan hunter" ucap kapten dan segera mundur ke belakang.
[Guo Jing-Quo 「Chimera」]
salah satu Unbeatable Hunter sudah siap menyambut tamu yang datang ke negaranya.
ia melihat delapan Leviathan yang mendekat ke arahnya.
matanya yang menatap tajam mangsa yang ada didepannya bersinar merah darah.
"datang juga kalian!" Guo Jing menatap delapan Leviathan yang semakin mendekat.
~tap…wushhh
Guo Jing melompat tinggi ke udara.
ia mengeluarkan kedua pedangnya yang tersimpan di belakangnya.
ketika kedua pedang tersebut dilepas dari sarungnya, pedang tersebut memancarkan cahaya putih yang sangat terang.
kemudian seluruh tubuh Guo Jing juga mengeluarkan aura emas yang sangat terang.
"menderitalah kalian di dalam laut!" ucap Guo Jing.
~Sring…sringg
ia melempar kedua pedangnya yang bersinar, kedua pedang tersebut melaju sangat cepat ke arah para Leviathan.
~BOOOM…BOOOM
alih-alih suara tebasan, gesekan pedang tersebut menimbulkan ledakan yang cukup besar dan itu membuat delapan Leviathan mati dengan mudah.
Guo Jing mendarat di kapal setelah berputar beberapa kali di udara.
kemudian dari dalam laut, dua cahaya putih datang dari arah kanan dan kiri Guo Jing.
itu adalah pedang miliknya yang datang kembali ke arahnya.
Guo Jing setengah jongkok dan menangkap kedua pedangnya dan menyarungkannya kembali.
[Storm Reaper]
itu adalah salah satu skill milik Guo Jing dimana ia akan melempar kedua pedangnya yang dialiri mana besar.
pedang tersebut menebas apapun yang ada didepannya dan akan kembali ke pemiliknya seperti sebuah bumerang.
musuh akan melakukan sebuah kesalahan besar jika ia mengira serangan tersebut bukanlah serangan area.
karena mana yang besar dialirkan ke pedang Guo Jing, gesekannya dapat menimbulkan ledakan.
__ADS_1
Guo Jing berdiri dan menatap rendah para Leviathan yang terbelah dan gosong di beberapa bagian.
"kuharap bisa bertarung dengan monster yang hunter Surya lawan…sangat disayangkan!" ucap Guo Jing.