
Surya cukup terkejut mendengar ucapan Chun Hei yang ingin melawan prajuritnya.
'bertarung ya?' membatin Surya.
"ketua?" Surya menatap Ghie , kemudian Ghie menganggukan kepalanya.
"silahkan gunakan ruang pelatihan sesuka kalian" ucap Ghie.
Woong Suck tersenyum karena ia menyadari sesuatu yang disembunyikan Chun Hei.
'jadi begitu' membatin Woong Suck.
"pertarungan seperti apa yang kau inginkan?" tanya Surya.
"pertarungan sesungguhnya! aku akan mengambil senjataku di mobil!" ucap Chun Hei dan pergi ke parkiran.
'apa dia serius?' Surya merasa sedikit khawatir.
…
beberapa menit kemudian…
Chun Hei berdiri di tengah ruang pelatihan sambil membawa sebuah pedang panjang.
"aku siap!" ucap Chun Hei dengan tegas.
'aku harus memilih prajurit yang tidak lemah dan juga tidak lebih kuat dari hunter Chun Hei…' membatin Surya.
kemudian ia memanggil salah satu general commandernya.
"Emptiness!"
~wush
sebuah gate kecil muncul di belakang Surya, Emptiness keluar dan langsung bertekuk lutut kepada Surya.
"your command, my lord!" suara gagah muncul dari balik helm zirahnya.
melihat adegan tersebut, semua orang yang ada di ruang pelatihan takjub karena melihat loyalitas seekor monster kepada tuannya layaknya seorang prajurit yang bermartabat.
'monster yang dapat berbicara ya?!' mata Woong Suck menyipit.
"kalahkan dia, kau harus menahan diri!" ucap Surya.
"dengan senang hati, tuanku!" Emptiness berjalan beberapa langkah kedepan.
~Sriing!!
Sebuah tombak yang pipih keluar dari gate kecil miliknya.
Chun Hei tak gentar dan menatap tajam lawan yang ada dihadapannya.
Chun Hei dan Emptiness bersiap dan menunggu aba-aba dari Surya.
…
"mulai!" ucap Surya.
~wush…wush…wush
~Sriing
Emptiness memutar tombaknya berkali kali.
~Wosh
kemudian ia menyerang lebih dulu terhadap Chun Hei.
~Taang!!
'dia cepat!' mata Chun Hei menyipit.
Emptiness tiba di hadapan Chun Hei dan mengayunkan tombaknya.
meski dapat ditangkis, itu membuat Chun Hei cukup terkejut karena serangan Emptiness yang cepat dan sunyi tanpa suara sedikitpun.
Chun Hei mengalihkan tombak lawannya dan berputar, sambil mengayunkan pedangnya.
~wosh
Emptiness menunduk dan berhasil menghindari tebasan Chun Hei.
Emptiness berencana untuk mengambil satu kaki lawannya lalu membantingnya, itu dapat dilakukan dengan mudah.
namun ia teringat perintah tuannya yang harus menahan dirinya.
karena itu Emptiness melakukan hal yang berbeda.
~Dbug
satu tangannya digunakan untuk memukul perut Chun Hei, meski tidak dengan kekuatan penuh itu membuat Chun Hei merasa sakit.
"Cih!" Chun Hei menahan sakit dengan menggertakan giginya.
ia menggapai satu tangan Emptiness yang digunakan untuk memukul perutnya lalu menyingkirkannya hingga pertahanan Emptiness terbuka.
~Bang!!
Chun Hei berhasil memberikan tendangan telak ke arah dagu Emptiness dan membuatnya terhempas ke udara.
__ADS_1
~Wush
Chun Hei melesat cepat ke arah Emptiness yang melayang di udara.
~Sriing
~taang!!
Chun Hei mencoba menebas Emptiness, namun pedangnya dapat ditangkis dengan tombaknya.
~tang…tang…tiiing!!
~Cssttt
~Ngiing!!
gesekan kedua senjata mereka menimbulkan suara yang nyaring.
Chun Hei bergerak dengan agresif dan memberikan serangan bertubi tubi hingga Emptiness terpojok.
~Sring!
Chun Hei mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas.
~Wushh!!
Emptiness berhasil menghindari tebasan tersebut, namun tidak dengan serangan selanjutnya.
~Boom!!
Chun Hei menendang perut Emptiness sekeras mungkin hingga membuatnya terhempas dan menabrak dinding ruang pelatihan.
"majulah!" dari tengah ruang pelatihan, Chun Hei menodongkan pedangnya dengan tujuan menantang Emptiness yang berusaha berdiri.
Emptiness yang bersabar dan lebih mementingkan perintah tuannya ketimbang ego nya.
mendengar ucapan Chun Hei, Emptiness menganggukkan kepalanya.
'dia mengerti apa yang kukatakan?!' Chun Hei terkejut karena seekor monster mengerti bahasa manusia.
~tap…wush
Emptiness melesat cepat ke arah Chun Hei yang sudah bersiap.
tiba-tiba…
~Wushh
Emptiness melempar tombaknya ke arah kepala Chun Hei, tombak tersebut melesat sangat cepat sehingga Chun Hei nyaris tidak bisa menghindarinya.
~srat
~Dbug…Crak
Emptiness berhasil meraih leher Chun Hei dan mencekiknya, ia akan menghantamkan Chun Hei ke tanah.
'aku tidak akan kalah!!' membatin Chun Hei.
ia mengunci tangan Emptiness dengan kedua kakinya lalu memutarkan tubuhnya sehingga tubuh Emptiness ikut berputar.
~Boom
Emptiness terbanting ke lantai karena mengikuti arah gerak Chun Hei, tapi Chun Hei melakukan hal yang mengejutkan.
ia memutarkan tubuhnya dengan cepat berkali kali sambil mengunci satu tangan Emptiness.
~Crak…craak
"kuorgh!"
salah satu tangan Emptiness patah setelah dipelintir berkali kali.
ketika Emptiness berusaha berdiri…
~Crat!!
Chun Hei menantapkan pedangnya ke telapak tangan Emptiness yang patah.
"selesai!" ucap Chun Hei.
"hebat!" ucap Woong Suck.
"sepertinya nona Chun Hei sangat serius…hunter Surya, apa tidak masalah dengan prajuritmu?" Ghie merasa kasihan terhadap Emptiness.
"tidak apa!" ucap Surya.
'Emptiness, maaf!' ucap Surya dalam hati.
'ti…tidak apa tuanku!' ucap Emptiness sambil meringis kesakitan.
"kembali!" Surya memerintahkan Emptiness untuk kembali dan segera Emptiness kembali kedalam gate nya.
"baiklah sepertinya sudah-" ucapan Surya dipotong.
"aku ingin melawan prajuritmu yang memiliki wujud perempuan!!!" Chun Hei menjadi lebih tegas.
kata-katanya seakan ia meremehkan Emptiness, namun Surya memakluminya.
'tuanku, biarkan aku…'
__ADS_1
'tidak!'
Surya langsung menolak permintaan Serena yang ingin melawan Chun Hei.
Surya menatap tajam ke arah Chun Hei.
"ini tidak baik untukmu, nona Chun Hei!" ucap Surya.
Chun Hei tersenyum.
"kau mengkhawatirkanku?! hunter Surya…kuharap kau tidak meremehkan kemampuan seorang hunter rank-S! biarkan aku melawan prajuritmu itu!!!"
ucapan Chun Hei terkesan memaksa.
'nona Chun Hei, apa yang kau pikirkan?!' membatin Ghie dan merasa sangat khawatir.
ia tahu seperti apa kekuatan prajurit Surya yang sebenarnya, terutama yang memiliki wujud seorang wanita.
"no…nona Chun…kurasa kau-"
"baiklah!" Surya memotong ucapan Woong Suck.
kemudian Surya memanggil salah satu high-general commander.
"Felien!"
~wuong…wuong
~Wushh
gate kecil muncul disamping Surya, seketika ruang pelatihan dipenuhi oleh aura yang mengerikan.
~Gulp
Chun Hei menelan air liurnya dan merasa gugup.
kemudian dari dalam gate, Felien berjalan ke arah tuannya dan menundukan kepalanya.
"perintahmu tuan!" ucap Felien dengan tenang.
karakter Felien yang sangat tenang bertolak belakang dengan auranya yang mengerikan.
"kalahkan dia, kau harus menahan diri sebisa mungkin!!!" ucap Surya.
"serahkan padaku, tuan!" ucap Felien dan maju beberapa langkah ke depan.
~BOOM!!
~Trash!!
aura di tubuh Felien meledak dan memunculkan gelombang kejut yang membuat kaca dan pintu ruang pelatihan rusak.
'aura yang sangat mengerikan!!!'
begitulah yang dipikirkan saat ini oleh Chun Hei, Ghie, dan Woong Suck.
kemudian Felien mengeluarkan senjatanya yang berupa tombak.
[Spear Destroyer]
namun tiba-tiba…
"jangan gunakan itu! jika kau melukainya, akan kuhabisi kau!" Surya mengancam Felien yang mengeluarkan tombaknya.
Felien menaruh kembali tombak miliknya dan mematuhi perintah tuannya.
"baik, tuanku" ucap Felien.
Chun Hei merasa kesal ketika Felien menaruh kembali senjatanya.
"kau meremehkanku?!"
seketika…
~Wushh
Felien sudah berada disebelah Chun Hei dan menepuk bahunya.
Chun Hei merasakan perbedaan kekuatan yang sangat jauh ketika Felien menepuk bahunya.
"urgh!!"
~wush
Chun Hei menebas ke arah leher Felien, namun hal yang mengejutkan terjadi.
~Trang!!
tebasan Chun Hei yang sangat cepat dapat ditangkis dengan mudahnya, bahkan Felien tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri.
Felien menggenggam bilah pedang milik Chun Hei dan menghancurkannya.
'mustahil!!!' Chun Hei terkejut.
ia merasa sedih ketika pedang kesayangannya hancur dengan mudah, namun hal lain membuatnya mengesampingkan rasa sedihnya.
tanpa menolehkan kepalanya sedikitpun, Felien berbicara.
"inilah jurang perbedaan diantara kita!" ucap Felien.
__ADS_1