End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 72. Menguji Kekuatan High-General Commander


__ADS_3

Seorang wanita penggoda.


itulah yang Surya pikirkan ketika memahami karakter Serena yang baru saja menjadi prajuritnya.


'ughh…aku harap wanita sungguhan tidak menggodaku sepertinya' membatin Surya.


Serena masih membungkukan badannya dan menunggu perintah dari Surya yang kini menjadi tuannya yang baru.


Surya berpikir sejenak.


~Wuoong


[Lord authority ]


Surya mengangkat Serena ke udara dengan mana dan mencekiknya menggunakan Lord authority.


"ughhhh!!" Serena meringis kesakitan, namun ekspresi wajahnya menunjukan perasaan yang bahagia.


Surya mendekatkan Serena ke wajahnya.


[War cry ]


Surya berbicara sambil mengaktifkan skill intimidasinya.


"kau mungkin adalah prajurit yang kuat…karena itu mungkin kau juga menyamar, maka akan kutanyakan satu hal padamu!"


Surya sedikit mengencangkan cekikannya kepada Serena.


"ughhhhh!!" Serena kesulitan bernafas.


"apa kau akan berada di pihak manusia?!" Surya mengintimidasi Serena.


tanpa ragu Serena menjawab dengan dirinya yang kesulitan bernafas.


"ten…tu saja tuanku, jika tuan berada di pihak manusia, ma…ka aku juga akan mengikutimu…ughhh!!" Serena semakin kesulitan bernafas.


'haaah…jadi ini rasanya diserang oleh tuan yang baru…ahhhh, rasa sakit ini sungguh membuatku bahagia' membatin Serena.


ia menikmati rasa sakit yang diberikan oleh tuannya.


'aku tidak boleh lengah meskipun sistem memberi tahuku bahwa wanita ini adalah prajurit yang akan mengikutiku' membatin Surya.


~wushh


Surya melepas cekikannya kepada Serena dan membuat Serena terjatuh lemas ke tanah.


namun Serena sangat menikmati pemberian tuannya, apapun itu.


sedangkan Surya yang mulai percaya dengan Serena, teringat akan tingkat kekuatan prajurit sekelas high-general.


'jika ia salah satu high-general, maka kekuatannya mungkin akan sama seperti Leona!' Surya menjadi penasaran dengan kekuatan yang dimiliki Serena.


Surya memutuskan untuk lanjut menaiki menara.


ia menatap ke Serena yang kembali membungkukkan badannya.


"akan kuuji kekuatanmu!" ucap Surya.


mendengar perintah pertama dari tuannya yang baru, senyum manis di wajahnya namun terkesan dingin.


"dengan senang hati, tuanku" jawab Serena.


Surya membaca pesan sistem yang muncul sebagai notifikasi.


[Lantai 81 telah terbuka]


[Apakah anda akan pergi ke lantai selanjutnya?]


Surya menjawab "Ya"


***


di gedung asosiasi hunter Korea Selatan.


Ghie Dae-Hyun, pria usia dua puluh tahun an yang menjabat sebagai ketua asosiasi hunter Korea Selatan itu baru saja selesai menghadiri rapat dengan para menteri.


ia memasuki ruangannya dan berniat untuk meregangkan sedikit badannya yang atletis.


namun beberapa saat kemudian, seorang wanita yang merupakan inspektur sekaligus hunter memasuki ruangan Ghie.


Luxia Mon-Hee…ia membawa beberapa berkas yang akan diserahkan kepada Ghie.


"ketua, ini adalah berkas dari beberapa negara yang berisi permintaan mengenai informasi hunter Surya Yeon-Jun" ucap Luxia.

__ADS_1


ia menyerahkan empat berkas dari negara yang berbeda.


Ghie menerima berkas tersebut dan menunjukan ekspresi yang seakan ia sudah bosan mendapatkan berkas seperti itu.


"ini yang ke sembilan ya" ucap Ghie sambil tersenyum.


"sejak raid pulau Jeju, hunter Surya Yeon-Jun benar-benar membuat beberapa negara menjadi tertarik padanya" ucap Ghie.


"Amerika Serikat, Rusia, Brazil, Inggris, Jepang, Australia, Indonesia, Spanyol…mereka adalah negara-negara besar yang menaruh minat kepada hunter Surya Yeon-Jun…apa ketua akan menjawab permintaan mereka?" tanya Luxia.


ia merasa sedikit resah karena jika Ghie menolak permintaan dari negara-negara besar, ia takut itu akan menjadi awal perselisihan.


Ghie yang mendengar pertanyaan Luxia tertawa.


"hahaha, aku mengerti kekhawatiranmu, nona Luxia!"


Ghie menertawakan kekhawatiran Luxia yang sia-sia.


"hunter Surya Yeon-Jun, dia bukanlah milik siapa-siapa! orang sepertinya akan menjadi mimpi buruk para monster, dimanapun gate berada, selagi hunter Surya mengetahuinya, maka ia akan pergi kesana!" jawab Ghie.


mendengar jawaban Ghie…Luxia mengambil kesimpulan ucapan Ghie, bahwa Surya sudah seperti sebuah negara itu sendiri dimana negara lain tidak akan bisa memilikinya.


itu mengacu kepada Unbeatable Hunter yang memiliki otoritas sebuah negara.


meskipun tidak dinobatkan secara resmi, Ghie mempercayai dan mengagumi kekuatan Surya layaknya Unbeatable Hunter.


kemudian Ghie melanjutkan ucapannya.


"tolak semua permintaan mereka!" ucap Ghie


"baik, ketua!" jawab Luxia.


Luxia meninggalkan ruangan Ghie.


Ghie berdiri di samping jendela, menatap jalanan di Seoul.


'hunter Surya…kuyakin kehadirannya dapat membalikan dunia hunter!' membatin Ghie.


***


menara kehancuran.


Surya telah tiba di lantai delapan puluh satu.


namun kali ini prajurit yang ia kerahkan hanya Serena, ia akan menguji kekuatan Serena pada lantai delapan puluh satu.


ratusan High-class Demon muncul dan sudah menunggu kedatangan penyusup tempat tinggal mereka.


Surya menunjuk ke arah ratusan High-class Demon dan memberikan perintah kepada Serena.


"Habisi mereka semua, maka kau pantas menjadi prajuritku!" ucap Surya dengan tegas.


senyum beringas muncul di wajah Serena.


kemudian…


~Boom


aura yang sangat besar meledak dari dalam tubuhnya.


"dengan senang hati, tuanku!!" ucap Serena.


Serena berjalan perlahan ke depan.


"bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! akan kubunuh semuanya!!!"


mata Serena melebar dan menjadi sangat bahagia.


sekali lagi aura di dalam tubuhnya meledak, rambut putihnya yang lembut kini berubah menjadi runcing dan sangat tajam layaknya duri milik landak.


zirah hitam legamnya mengeluarkan cahaya kejut berwarna merah gelap di beberapa bagian.


~wuoong


ia mengeluarkan senjata cincin raksasanya dari gate miliknya.


~Kuorghh


ratusan High-class Demon sudah mendekat.


"HAHAHAHA, KEMARILAH MAKHLUK RENDAHAN!!!" teriak Serena yang sangat bersemangat.


~WWUSHH

__ADS_1


Serena melempar senjata cincin raksasanya ke arah musuh.


~Boom


cincin raksasa tersebut berhasil membunuh beberapa High-class Demon dan menghancurkan tanah di sekitarnya.


namun mereka yang hidup tidak menyadari kedatangan Serena di tengah-tengah cincin tersebut.


"ahahaha!!" tawa jahat Serena.


ia mencabut dua bilah pedang si cincin raksasa tersebut.


~cratt…craat…cratt


"ahahahaha!!"


~crat…crat…crat…cratt


"ahahahahahaha!!!"


Serena memutilasi beberapa High-class Demon yang ada di sekitarnya, lalu salah satu dari mereka akan menyerang Serena dengan kapak lava.


~Kuorggh


~Boom


ia menyerang Serena yang ada didepan matanya, namun…


~srat…srat


Serena merosot di antara kedua kaki musuhnya dan memotongnya, kemudian Serena menaiki tubuh demon tersebut.


~Kuorgh!


demon itu merasakan sakit yang mengerikan.


ketika demon tersebut akan meraih Serena yang ada di kedua bahunya…


~cratt…cratt


Serena memotong kedua tangan demon tersebut dengan cara melemparnya ke tanah.


Serena memegang kedua tanduk demon tersebut.


"ahahaha!!"


~Crak…crak…crrraakk


dengan kekuatannya, Serena merobek paksa kepala demon tersebut dan membelahnya menjadi dua.


darah monster tersebut muncrat ke tubuh dan wajah Serena.


kini Serena berlumuran darah musuhnya.


~tap.


ia mendarat dan mengambil kedua pedangnya yang tertancap di tanah, lalu ia menjilat darah yang ada di pipinya.


"selamat makan!" ucap Serena dengan senyum beringasnya.


Surya menatap Serena yang sedang mempermainkan ratusan High-class Demon dari jauh.


"jika Gluttony yang melakukannya mungkin aku cukup terbiasa, tapi kali ini seorang wanita dengan paras yang lumayan cantik sedang membantai ratusan musuh dengan sadis? haha" Surya terpaksa tertawa.


"tapi seperti yang diharapkan dari seorang prajurit high-general, kekuatannya jauh lebih kuat dari prajurit yang lainnya!" ucap Surya.


***


di panti asuhan.


Lilia sedang mengurus hal-hal yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah guild, dan juga mencoba merekrut beberapa orang yang bisa dipercaya untuk menjadi anggota guild.


setidaknya membutuhkan satu anggota lagi.


Lilia memandangi laptopnya dengan serius, sedangkan anak-anak di panti asuhan sedang asik bermain.


ia mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan ketika bekerja di perusahaan milik Park, jadi ia menerapkannya juga sebagai anggota guild yang akan dibentuk oleh Surya.


tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


~tok…tok


Lilia mendengar suara tersebut, dan menuju ke pintu.

__ADS_1


"iya?" Lilia membuka pintu.


lalu ia melihat seorang perempuan yang usianya mungkin seumuran dengan Lilia atau bahkan sedikit lebih tua darinya.


__ADS_2