
Kato Sunohara (Mage rank-S Japan)
Yato Matsumoto (Mage rank-S Japan)
Mikihiko Touka (Mage rank-S Japan)
Shiro Kumori (Fighter rank-S Japan)
Otsuka Kumamoto (Fighter rank-S Japan)
Yamanaka Saitama (Fighter rank-S Japan)
Ryuji Satoru (Fighter rank-S Japan)
Mikami Yoshida (Tanker rank-S Japan)
Sakura Yuuki (Healer rank-S Japan)
Kanao Kinoshita (Healer rank-S Japan)
Mitsuha Megumi (Assassin rank-S Japan)
dan hunter yang berada di barisan paling belakang bersama penerjemah…
Shiba Kirigaya (Assassin rank-S Japan)
'jadi ini para hunter dari Jepang? ngomong-ngomong aku melihat wajah baru disini' membatin Surya.
ia melihat tiga hunter Korea yang belum pernah Surya lihat sebelumnya.
dua diantaranya adalah hunter rank-S dari Korea yang tersisa.
Myung-Ki Ok (rank-S Fighter Phoenix Guild)
Min-Jun Nam (rank-S Fighter Mugunghwa Guild)
dan laki-laki yang tersisa adalah hunter rank-A sekaligus Guildmaster terbaru dari Esca Guild…Du-Ho Jae.
kemudian…
Ghie berbicara terlebih dahulu kepada semua hunter.
"baiklah, karena semua hunter disini sudah berkumpul, bagaimana jika kita mengadakan latih tanding?"
setelah mendengar itu, mereka semua menunjukan ketertarikan dari saran Ghie.
"baiklah, boleh saja! bagaimana jika aturan menang kalahnya ditentukan dengan menyentuh punggung lawan?" ucap salah satu hunter Jepang.
"sepertinya itu tidak masalah" ucap Shiba.
setelah penerjemah menyampaikan kata-kata hunter Jepang, keduanya mencapai kesepakatan.
Aturan pada latih tanding kali ini dimana hunter yang berhasil menyentuh punggung atau membuat lawan terjatuh akan dinyatakan sebagai pemenang.
setelah sepakat, masing-masing tim terdapat 6 hunter yang terdiri dari tanker, fighter, dan assassin.
"akan lebih baik ini tidak berakhir fatal!" ucap Jin-Ho.
"jika tidak ada yang mengeluarkan niat membunuh kurasa akan baik-baik saja" ucap Chun Hei.
setelah beberapa menit, kedua tim bersiap dan berada di posisi masing-masing.
'Hunter Yong Jin-Ho ya? kurasa aku akan menjadi lawannya' membatin Shiro Kumori.
'sepertinya aku akan melawan sesama tanker!' membatin Hak-Kun.
'Jika diperhatikan, maka lawanku adalah gadis itu ya' membatin Mitsuha Megumi.
Hunter yang lainnya berada di pinggir ruang latihan untuk menyaksikan pertarungan mereka.
setelah beberapa saat, Ghie memberikan aba-aba.
"Mulai!"
~Wuongg
Resonansi mana para hunter terkuat dari kedua belah pihak mendominasi seisi gedung asosiasi.
seluruh hunter memasang kuda-kuda.
"hahaha, baiklah mari kita mulai!" Ryuji Satoru tertawa beringas dan maju lebih dulu.
~WUSHH
diikuti dengan hunter Jepang lainnya, mereka lebih dulu menyerang ketimbang bertahan.
adu teknik dan ketahanan terjadi kepada para hunter tersebut.
~Boom…boom…booom
"kau sangat menyukai kekuatan sejati ya?! haha, bagus…seorang pria lebih baik menerobos dari pada mencari celah!" ucap Myung-Ki.
ia dan Satoru Ryuji sangat menikmati duel mereka.
__ADS_1
di pertarungan lain antara Otsuka melawan Ha-Neul.
'cih! dia sangat percaya diri ya dengan kecepatannya!' Otsuka sedikit kesulitan menangkis serangan Ha-Neul yang seorang assassin.
sedangkan di pertarungan antara tanker, keduanya hanya saling membalas serangan dan menahannya.
mereka melakukan pertarungan ketahanan.
~wush…wush…wush
kecepatan Chun Hei Gi melebihi dari reflek milik Mitsuha.
'ugh! gerakannya sangat cepat dan itu ditujukan untuk memblokir seranganku!' membatin Mitsuha.
lengan, paha, bahu, pergelangan tangan…Chun Hei menghentikan titik tumpu serangan Mitsuha dengan cepat hingga membuat Mitsuha seperti sedang diikat seluruh tubuhnya oleh tali.
sudah sepuluh menit sejak pertarungan terjadi.
ruang pelatihan yang dilapisi oleh mana, kini dibuat bergetar oleh bentrokan mana dari para elite hunter.
'sepertinya dia hanya akan mengamati ya?' Surya menatap Shiba.
'padahal aura miliknya melebihi para hunter yang ada disini, ya wajar saja karena sepertinya level kekuatannya mendekati Unbeatable hunter' Surya tersenyum.
beberapa menit kemudian.
ketika kedua tanker masih memiliki vitalitas yang banyak, tiba-tiba seorang hunter menyentuh punggung Hak-Kun.
~Tap
Hak-Kun berhenti dan melihat ke belakang.
"sepertinya sampai disini saja ya" ucap Mikami.
Saitama lebih dulu memenangkan pertarungannya melawan Min-Jun setelah membantingnya ke tanah kemudian langsung menuju ke arah Hak-Kun.
"ugh, ternyata kau hebat juga!" ucap Min-Jun dan memberikan jempol kepada saitama.
Saitama juga membalasnya dengan senyuman.
"mari kita bantu yang lainnya!" ucap Saitama kepada Mikami.
Hak-Kun segera pergi ke sisi ruang pelatihan.
mereka berdua langsung menuju Otsuka dan membantunya melawan Ha-Neul.
ketika Ha-Neul akan segera menyentuh punggung Otsuka…
~Dbugg
"ugh, sial!" mata Ha-Neul menyipit.
kini ia dikepung dari segala arah oleh 3 hunter sekaligus.
~Wush
Otsuka dan Saitama berlari ke arah Ha-Neul.
ketika jarak mereka sangat dekat.
~Wush
Ha-Neul menghilang dan sudah berada di belakang Mikami.
alih-alih menyentuh punggung, Ha-Neul meremas salah satu pergelangan kaki Mikami.
~Crakkk
"Arghhh!" Mikami mengangkat kakinya yang kesakitan dan pertahanannya menjadi lemah.
~Wushhhh
Ha-Neul menyabet satu kaki Mikami dengan kakinya dan pergerakan seorang assassin yang tanggung.
~Dbuugg
Mikami terbanting oleh Ha-Neul.
itu membuat Otsuka dan Saitama terkejut.
Ha-Neul sudah siap menghadapi mereka berdua lebih serius.
Mikami segera pergi ke pinggir ruang pelatihan.
dipertarungan Jin-Ho dengan Shiro.
Shiro merasakan sesuatu.
'dia ini…sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu!' membatin Shiro.
tiap serangan dari Jin-Ho menghasilkan kejutan semburan api, tapi itu tidak berpengaruh terhadap Shiro.
"kenapa hunter Yong Jin-Ho menahan serangannya?" Surya bertanya Ghie.
__ADS_1
"jika ia serius, maka mungkin hunter Shiro akan terluka parah" ucap Ghie.
'rumornya si ada sosok yang disembunyikan dari orang-orang' membatin Surya.
di pertarungan Chun Hei melawan Mitsuha.
kemenangan sudah terlihat.
kecepatan Mitsuha tidak dapat menandingi kecepatan Chun Hei.
Mitsuha mengetahui motif serangan seorang assassin, meski begitu jika ia tidak dapat mengimbangi kecepatan lawannya, maka semua pengetahuannya akan sia-sia.
~Tap
Chun Hei menyentuh punggung Mitsuha.
"terima kasih!" ucap Chun Hei.
"Huh?" Mitsuha terheran mengapa Chun Hei berterima kasih padanya, kemudian ia segera menyingkir.
'aku harus membantu hunter Ha-Neul! membatin Chun Hei.
tiba-tiba seseorang datang dari samping.
dengan reflek yang cepat Chun Hei menyerang wajahnya dengan sikut dan pukulan yang bertubi tubi.
~Dbug…dbug…dbugg
itu adalah Ryuji Satoru yang telah mengalahkan Myung-Ki Ok.
Ryuji yang merasa harga dirinya direndahkan oleh seorang wanita, membuat dirinya sedikit terprovokasi.
"berani kau!"
~Boom
Chun Hei menangkis pukulan lurus Ryuji dan terpental ke belakang.
'aura membunuh?!' Chun Hei merasakan aura membunuh dari Ryuji.
dalam sekejap Ryuji melaju dengan cepat ke arah Chun Hei.
ketika Chun Hei akan bersiap, kakinya sedikit terpeleset akibat rasa paniknya.
di depan mata Chun Hei kini sudah ada Ryuji yang bersiap menggenggam kepala Chun Hei dan membenturkannya ke tanah.
~Wushhh
angin kencang keluar dari serangan Ryuji, namun serangannya dibatalkan oleh seseorang yang memegang pergelangan tangannya.
itu adalah Surya.
"wah…wah, sepertinya kau sangat tertarik dengan wanita!" ucap Surya.
kata-kata dan senyum ejekan Surya membuat Ryuji semakin terprovokasi.
namun sebelum Ryuji bersiap, Surya bertindak lebih dulu.
~Crakk
~Dbuug
Surya memelintir tangan Ryuji dan membantingnya dengan satu tangan.
~Crak
Surya langsung mengambil tindakan dengan menginjak bahu dan memelintir satu tangannya bersamaan agar Ryuji tidak bisa bergerak.
"hentikan! ini hanya latihan tapi aura membunuhmu sudah berlebihan!"
setelah mendengar kata-kata Surya, akhirnya Ryuji menyerah.
Surya juga melepaskan cengkramannya.
"kau baik-baik saja?" tanya Surya.
"Ah iya, terima kasih sudah membantu" pipi Chun Hei sedikit merah.
"sepertinya sudah berakhir ya" ucap Surya.
"hahaha, tentu saja akan sangat sulit menghadapi dua lawan sekaligus" ucap Ha-Neul.
"yaa sepertinya kita juga harus menghentikan pertarungan ini" ucap Shiro yang menepuk punggung Jin-Ho dan memberikan senyuman.
Ryuji menunduk kepada Chun Hei sebagai permintaan maaf, Chun Hei tidak mempermasalahkannya.
setelah latih tanding keenam hunter berakhir, Shiba Kirigaya menghampiri Surya.
Surya menyadari kedatangan Shiba yang mengeluarkan auranya.
'haha, dilihat dari auranya saja sudah bisa ditebak apa yang dia inginkan' membatin Surya.
'hunter mage dengan kecepatan seorang elite assassin?! tidak ada gunanya jika tidak kupastikan sendiri! membatin Shiba.
__ADS_1
Shiba berhenti dan berdiri tepat di hadapan Surya.
"hunter Surya Yeon-Jun…maukah kau berduel denganku?!" ucap Shiba.