
~wuoong
percikan api muncul dari salah satu tangan Tentaorich.
seketika percikan api biru tersebut berubah menjadi sebuah bola api yang sangat besar.
~Woshhh
'itu bola api yang sangat mengerikan!!! tapi anehnya aku tidak merasakan hawa panas sedikitpun!' mata Surya menyipit.
Tentaorich tersenyum melihat ekspresi Surya yang kebingungan.
「kau tidak akan pernah bisa memahami kekuatan seorang lord, manusia!」ucap Tentaorich.
tiba-tiba…
~wushh
dalam sekejap bola api raksasa tersebut menjadi sangat kecil seukuran kerikil.
「coba tahan yang satu ini!」ucap Tentaorich.
ia menggenggam bola api tersebut dan seketika tangannya dilapisi api tersebut.
~Wosshh!!!
sebuah tombak api yang sangat besar muncul setelah Tentaorich menggibaskan tangannya.
'Sial!!!' Surya terkejut.
Surya mengarahkan satu tangannya ke depan.
[Laser of Destroyer]
~wuoong
~BOOOM!!!
Surya membenturkan serangan Tentaorich menggunakan Laser of Destroyer.
ledakan yang sangat besar dan menghancurkan area di sekitar serta menimbulkan asap yang cukup tebal.
「Bagaimana?」Tentaorich tersenyum dan mengejek Surya.
dari balik asap, dua mata memancarkan cahaya merah dan perlahan sosok Surya timbul.
salah satu tangannya terbakar hebat meskipun wujud tangannya telah dilapisi es.
Surya terluka cukup parah, bahkan area yang ada dibelakang Surya hancur tak tersisa dan hanya ada api biru yang membara.
'sial! mana ku berkurang drastis setelah menangkis serangannya! aku harus menghindar! jangan sampai terkena serangan-'
seketika pikiran Surya terhenti setelah menyadari sesuatu yang ada dibawah kakinya.
~BOOM!!!
ledakan hebat terjadi dan mengenai Surya. Ia terhempas ke langit dengan kecepatan tinggi.
~wushh
Surya mempertahankan keseimbangannya ketika di udara.
kini ia mendarat dengan perlahan ketika berada di langit, Surya menatap tajam ke arah Tentaorich tersenyum puas.
'aku harus mendekat!' pikir Surya.
[Calamity Sword]
[Archangel Sword]
Surya mengambil kedua pedangnya dari penyimpanan.
~dbom…dbom…wushhh
Surya menendang angin disekitarnya beberapa kali dan melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Tentaorich.
~csstt
mendadak disekitar Tentaorich muncul debu-debu es yang menyebar tertiup angin.
ketika Surya mendekat kearahnya…
~clap
__ADS_1
Tentaorich menjentikan jarinya dan debu-debu es tersebut berubah menjadi jeruji-jeruji es yang sangat besar.
Surya tidak terkejut.
'sudah kuduga!' pikir Surya.
ia menyilangkan kedua pedangnya dan mengeluarkan cahaya silang yang menyerupai skill milik Guo Jing.
~crak…crak…crak
cahaya tersebut menghancurkan jeruji es yang ada dihadapannya.
~BOOM!!!
terjadi kembali ledakan besar dari serangan Surya.
namun dengan mudahnya Tentaorich dapat menghindar dan menyiapkan serangan berikutnya.
ketika Surya semakin dekat dengannya.
~crak…crak
~boom
sosok golem lava muncul dari dalam tanah dan berusaha menangkap Surya.
"ARGH!!!"
[Slash Void]
~sriing…sring…sring
Surya berputar sambil menebas menggunakan skill nya.
golem lava tersebut terlebah menjadi beberapa bagian, namun Surya tidak menemukan keberadaan Tentaorich.
~wushh
Tentaorich tiba-tiba muncul dibelakang Surya dan membengkakkan mulutnya.
~Wosshh
semburan hawa dingin muncul dari dalam mulut Tentaorich dan menciptakan bongkahan es raksasa dalam sekejap.
Surya berhasil merunduk dan menghindari hembusan hawa dingin tersebut.
~crakk
kedua kaki Surya dibekukan oleh Tentaorich, hal itu membuat Surya menatap kedua kakinya dan kehilangan fokus.
~crat
~dbuug!!
"kuahk!!" Surya terhempas ke atas.
Tentaorich menyerang Surya menggunakan lututnya yang runcing setelah dilapisi es.
es tersebut menusuk Surya dari dagu hingga menembus lidahnya.
Tentaorich telah menyediakan batu panas raksasa di langit dan menghempaskannya ketika Surya berada di udara.
~dbug
Surya berada di bawah batu panas raksasa tersebut yang melaju cepat ke tanah.
~DBOOM
batu panas raksasa tersebut menabrak tanah, serangan Tentaorich tidak berhenti.
ia sudah menciptakan puluhan tombak es dan melemparkannya ke arah Surya yang tertimpa batu raksasa.
setelah serangan beruntun, situasi menjadi cukup hening.
***
Seoul, Korea Selatan.
Mora bersembunyi di sebuah basement bersama Park, Lilia, Jin Ae, dan juga orang-orang.
semua orang yang ada disana hanya bisa berdoa dan berharap.
sedangkan oksigen disitu semakin menipis akibat pertarungan yang ada di atas basement.
__ADS_1
enam ekor naga yang cukup besar sedang menghembuskan nafas api ke arah para hunter.
~DBOOM!!!
Hak-Kun melindungi salah satu hunter yang sedang disembuhkan oleh healer dari nafas api tersebut.
namun tangan Hak-Kun melepuh setelah menahan nafas api enam ekor naga menggunakan perisainya.
para hunter assassin muncul dari persembunyiannya dan menyergap enam ekor naga tersebut.
mereka mengincar kedua mata para naga agar penglihatannya rusak.
~crat…crat…crat
~KIEEK
mata para naga tersebut menjadi buta setelah tertusuk.
salah seorang hunter juga berhasil menusuk mata salah satu naga, namun ketika ia menghindar…
~Woshh
ia tidak menyadari seekor naga lainnya sedang menghembuskan nafas api.
hunter tersebut terdiam ketika cahaya terang semakin mendekatinya.
~BOOM!
sosok hunter tersebut lenyap menjadi abu dan hanya menyisakan satu kakinya saja yang tidak terkena nafas api.
tiba-tiba dari langit muncul beberapa cahaya.
~wush…wush…wush
~Zrat…zrat…zrat…zrat
itu merupakan pantulan cahaya dari beberapa pedang raksasa.
pedang tersebut berhasil menembus empat dari enam leher naga yang ada.
keempat naga tersebut mati seketika, namun dua lainnya mulai menghembuskan nafas api secara acak.
tapi sosok wanita muncuk dari atas dan menebas leher naga tersebut menggunakan dua pedang besar yang sama seperti pedang yang menancap pada keempat leher naga yang sudah mati.
satu naga yang tersisa menimbulkan nafas api tepat dihadapan wanita tersebut.
wanita bertopeng yang menggunakan beberapa pedang besar adalah Zarha.
"seekor kadal tetaplah kadal!" ucap Zarha sambil menatap seekor naga yang ada dihadapannya.
~crat…crat…crat
~wuoong
empat pedang yang menancap kini mengambang di udara dan mengelilingi leher dan kepala naga yang ada dihadapan Zarha.
~Woshh
~crat…crat…crat
sebelum nafas api keluar dari mulut naga tersebut, Zarha menutup mulut naga tersebut rapat-rapat dengan menancapkan semua pedang besarnya tepat di kepala naga tersebut.
~BOOM
ledakan terjadi didalam tubuh naga tersebut akibat menerima serangannya sendiri.
para hunter yang melihat aksi Zarha terkagum dan merasa terselamatkan.
"itu…terima kasih" ucap Hak-Kun menggunakan bahasa inggris.
Zarha yang menggunakan wujud penguasa membuat para hunter sedikit canggung dan takut.
Zarha menjadi wanita setinggi tiga meter dengan rambut putih bercahaya yang diikal dan memiliki sayap putih yang membentang luas.
pedang-pedang besar miliknya mengambang dan berada di belakang Zarha.
Zarha tidak memperdulikan para hunter yang ada dibelakangnya.
ia hanya menatap ke arah langit yang memiliki fluktuasi mana yang luar biasa.
'haruskah aku menyusul kesana?!' Zarha berpikir untuk membantu yang lokasinya sangat jauh.
namun dengan kekuatannya yang sekarang, ia dapat pergi dengan cepat.
__ADS_1
~crak…boom!
Zarha terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Surya berada.