End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 116. Es yang sangat panas


__ADS_3

Keesokan harinya.


Dua hari sebelum konferensi pers.


~srrrssss


~ngik


seseorang mematikan shower yang ada di kamar mandi.


~crek…crek


terdengar suara langkah kaki di lantai yang becek.


orang itu tidak lain adalah Surya, ia bangun di pagi hari setelah menghabiskan tenaganya sehari yang lalu dengan mengikuti raid di Indonesia.


"fiuhh"


'airnya cukup hangat' membatin Surya.


ia keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke kamarnya.


ia harus melewati lorong dan pintu kamar adiknya terlebih dahulu.


'kurasa Mora masih tidur'


Surya berjalan melewati lorong hanya dengan handuk yang melapisi tubuhnya.


beberapa saat kemudian terdengar suara langkah kaki dari dalam pintu kamar Mora.


~duk…duk


~krek


seseorang membuka pintu kamar Mora dari dalam, ia adalah Ae-Cha yang menginap di rumah Mora.


"oh, kau sudah bangun?" tanya Surya.


Ae-Cha yang tidak memperhatikan keadaan sekitarnya terkejut ketika Surya bertanya kepadanya.


"a…ah kak Surya! selamat pagi!" Ae-Cha reflek membungkukkan dirinya.


namun ia baru ingat, bahwa kini dirinya sedang memakai handuk dan ingin pergi mandi.


ketika matanya menyadari bahwa bagian dadanya sedikit terbuka, wajahnya langsung memerah.


"sepertinya kau lebih disiplin ya dibanding Mora" Surya tersenyum.


kata-kata Surya membuat Ae-Cha semakin panas dan memerah.


"ka…ka…ak…kak Surya berlebihan, tidak adil!" ucap Ae-Cha.


"tidak adil?" tanya Surya.


Ae-Cha terlalu gugup hingga ia tidak memahami apa yang ia katakan.


"ti…tidak, itu…maksudku…" Ae-Cha berhenti berkata kata ketika melihat tubuh bagian atas Surya yang tidak dilapisi pakaian ataupun handuk.


(tubuh pria yang sempurna)


begitulah yang ada di pikiran Ae-Cha.


"LUPAKAAAN!!" Ae-Cha berteriak dan berlari ke arah kamar mandi.


mendengar teriakan Ae-Cha, Mora terbangun dari tempat tidurnya dan melihat kakaknya yang sedang menatap ke arah kamar mandi.


"Oppa, apa yang kau lakukan?" tanya Mora yang masih dalam keadaan setengah tidur.


"tidak ada! ngomong-ngomong kau tidak lupakan?" tanya Surya.


ia mengingatkan adiknya bahwa hari ini mereka akan menghabiskan waktu dengan jalan-jalan.


"iya iya, tenang saja" ucap Mora.


Surya lanjut berjalan ke kamarnya.


'aku hampir saja lupa kalau Ae-Cha juga memiliki kekuatan salah satu bintang paling terang!' membatin Surya.

__ADS_1


ia bisa merasakan sedikit aura putih keemasan yang ada di dalam kamar mandi.


Surya kembali berjalan menuju kamarnya.


sedangkan di dalam kamar mandi…


Ae-Cha duduk melamun di lantai kamar mandi dengan shower yang menyala.


rambutnya yang basah sedikit menutupi wajah dan bahunya.


ia melamun dan wajahnya tersipu malu.


"huuh"


'apa si yang kupikirkan?!aku tidak boleh seperti ini! mungkin saja kak Surya memiliki kekasih diluar sana!' membatin Ae-Cha dan terlarut dalam pikirannya.


***


dua jam kemudian…


"pada akhirnya kau yang paling lama mempersiapkan diri!" ucap Surya yang berdiri disamping mobilnya.


"Oppa apa kau bodoh? bagi wanita itu, memperhatikan kecantikannya adalah hal yang utama" ucap Mora yang berjalan mendekat.


lalu disamping Mora ada Ae-Cha, keduanya mengenakan setelan casual yang cocok untuk jalan-jalan di musim panas.


"lagi pula Oppa, kenapa kau harus mengenakan celana training dan Hoodie di hari yang cerah ini?"


Mora memasang ekspresi jengkel terhadap kakaknya.


"kurasa ini cocok untuk musim panas" Surya tersenyum.


'yahaha, sambil menunggu mereka selesai bersiap, aku menyelesaikan quest harian terlebih dahulu' membatin Surya.


"apanya yang cocok?hmpp" ucap Mora.


Mora dan Ae-Cha masuk lebih dulu ke dalam mobil.


setelah perdebadan mengenai style pakaian, mereka bertiga pergi dan menikmati haro yang cerah.


***


Terletak di dekat perbatasan Nepal dan Tibet, dan merupakan gunung tertinggi di dunia, tempat yang dijadikan destinasi wisata bagi para pecinta alam.


namun tidak lagi, semenjak kemunculan gate, wilayah kaki gunung Everest menjadi salah satu wilayah kemunculan gate terbanyak.


dengan rata-rata kemunculan gate high rank-B, Nepal dan Tibet serta beberapa negara terdekat bekerja sama membangun markas besar untuk para hunter di kaki gunung Everest.


Markas besar yang ditinggali lebih dari 150 hunter rank-A dan 30 hunter rank-S dari berbagai negara.


dengan adanya Markas tersebut, sebagian besar raid disana dapat teratasi tanpa adanya korban jiwa.


dan kali ini salah satu tim raid nya baru saja menyelesaikan gate low rank-A.


terdiri dari 11 hunter rank-A dan 3 hunter rank-S, mereka baru saja menyelesaikan gate dan tidak ada satupun korban jiwa.


mereka berbincang dengan ekspresi cerah di wajah mereka karena telah berhasil menyelesaikan raid.


~wuoong


satu persatu hunter keluar dari dalam gate tersebut, setelah semua anggota raid keluar.


gate yang mereka masuki mulai menyusut dan menghilang.


namun…


hal itu bersamaan dengan sebuah gate kecil yang muncul tepat di samping tim raid.


sebuah gate merah kehitaman berada beberapa meter di samping mereka.


"gate lagi?" ucap seorang hunter.


pria yang memiliki sertifikat hunter rank-A itu maju dan mendekat ke arah gate yang muncul.


"sepertinya kita harus menyelesaikan yang ini" ucap hunter lainnya sambil menunjuk ke arah gate kecil.


tiba-tiba gate tersebut terbuka.

__ADS_1


~crak…crak


"terbuka?!"


serentak para hunter yang melihat hal tersebut terkejut dan terfokus ke arah gate tersebut.


gate merah kehitaman itu kini terbuka sepenuhnya.


tidak perlu lama, apa yang mereka tunggu akhirnya keluar.


namun tidak sesuai ekspektasi mereka.


"ma…manusia?!"


seorang pria dengan tinggi lebih dari dua meter keluar dari dalam gate.


pria yang tubuhnya dilapisi zirah yang motifnya menyerupai naga serta jubah yang besar dan memiliki rambut hitam yang panjangnya melebihi bahunya.


sosok tersebut melangkahkan kakinya dan keluar dari celah dimensi.


ketika kakinya menyentuh es, perlahan es di sekitarnya mulai mencair dan suhu udara menjadi lebih panas.


~Crak


langkah kakinya juga membuat tanah yang menjadi pijakannya retak dan menjalar sangat jauh seperti pergeseran lempeng tektonik.


「Sudah kuduga dunia ini masih sangat lemah!」ucap sosok tersebut.


namun tiba-tiba, hunter yang paling dekat dengan sosok misterius itu mengayunkan pedangnya dan hanya beberapa inchi saja dekat dengan leher sosok misterius tersebut.


leher sosok misterius tersebut akan segera tertebas, namun…


~KUORGHH


gate kecil tersebut tiba-tiba robek dengan tangan raksasa.


kepala naga seketika keluar dari gate yang kini membesar dan langsung menggigit hunter tersebut.


~Groaargh!


"TIDAAK!!"


~Craat…craat


hunter tersebut dimakan hidup-hidup di depan rekannya oleh kepala seekor naga yang kini kembali ke dalam gate.


「makhluk lemah ini sepertinya cukup menghambat」ucap sosok misterius tersebut.


"SERAANG!!"


pemimpin raid memberikan aba-aba untuk menyerang secara bersamaan.


tapi…


~WUSHH


~ZRAAAT!!!


sosok misterius itu mencakar angin ke arah para hunter dan dengan mudahnya, seluruh hunter itu terbelah menjadi empat bagian lalu mati seketika.


tidak hanya itu, bahkan cakaran jarak jauh sosok misterius tersebut menghancurkan tanah yang ada di depannya.


mendengar suara yang menyerupai suara ledakan, para hunter yang ada di markas besar penasaran dan mendekati suara tersebut.


ketika mereka baru saja keluar dari markas.


mata mereka dipenuhi cahaya berwarna merah.


~WOSHHHH


~BOOM


semburan api yang sangat besar itu membakar habis markas hanya dalam beberapa detik.


manusia maupun bangunan yang ada disana, seketika menjadi abu hanya dalam hitungan detik.


api maha dahsyat yang berkobar di tengah teritorial es.

__ADS_1


seorang hunter dalam keadaan sekarat dan terbakar, melihat pemandangan disekitarnya disisa hidupnya yang menyedihkan.


api yang sangat besar serta awan yang mulai gelap, ia bisa melihat bayangan sosok naga yang sangat besar dan memiliki tatapan mata yang sangat jahat.


__ADS_2