
"Si…siapa kau?!" tanya Ae-Cha kepada sosok yang bersembunyi di balik bayangan.
sosok tersebut tidak menjawab pertanyaan dari Ae-Cha dan melangkah keluar dari dalam bayangan.
'sejak kapan ia berada di dalam rumah?!' membatin Ae-Cha.
sambil berjalan keluar dari bayangan, sosok misterius tersebut memainkan kukunya, kemudian kuku sosok tersebut memancarkan cahaya merah, lalu…
~Wush
~Braak!!
sosok misterius tersebut mengayunkan tangannya, seketika muncul cakar angin yang membelah sofa tepat disamping Ae-Cha.
'mo…monster?!' membatin Ae-cha.
tiba-tiba sosok tersebut berbicara.
"dengan tidak mengenali siapa diriku, itu berarti kau memang seorang pengecut!" ucap sosok tersebut.
sosok berupa wanita berambut panjang dan memiliki tujuh tanduk dikepalanya.
kuku nya yang tajam dan juga memiliki ekor serta kedua matanya yang berupa mata binatang buas.
"berhentilah berpura pura dan hadapi aku!!"
~Wushh
aura dari monster tersebut memporak porandakan ruang tamu.
Mora mendengar suara gaduh di ruang tamu, karena itu Mora memutuskan untuk memeriksa Ae-Cha.
"Ae-Cha, mana mungkin dirumah ku ada ti-"
~BOOOM!!!
sebuah ledakan besar terjadi dan menghempaskan Mora ke ujung ruangan.
"uhuk…apa yang terjadi?!" Mora berdiri dan segera mencari Ae-Cha.
namun ia hanya melihat kebakaran hebat yang terjadi di ruang tamunya dan sebagian tembok rumahnya hancur.
~tap…tap
"muncul juga kau…salah satu bintang paling terang!" ucap sosok monster yang terhempas ke halaman rumah Mora.
Mora melihat sosok bercahaya di tengah tengah api yang sangat besar.
sosok wanita berambut putih yang memiliki enam tanduk dan sebuah mahkota di kepalanya.
「Commander yang menjadi tangan kiri Penguasa para naga, Radis! tidak kusangka kau masih hidup!」ucap Ae-Cha.
wujudnya bertransformasi dan kesadarannya diambil alih oleh Rigel.
"hahaha, sangat memalukan seorang penguasa yang berlindung kepada manusia!" ucap Radis.
「ocehanmu tidak akan mempan! sebaiknya hadapi aku sekarang!」ucap Rigel.
~csstt
tubuh Ae-Cha diselimuti listrik, ia membentuk sebuah tombak dari cahaya yang ia ciptakan.
~Sring
"begitulah seharusnya!!" ucap Radis.
~Sriing
dalam sekejap seluruh cakarnya memanjang.
"aku datang!"
~Crak…Boom
「dia cepat!!」Rigel terkejut.
~Trang!!
Rigel menangkis cakar milik Radis, kemudian Radis menyerangnya dengan satu tangannya.
~wush
Rigel segera merunduk, namun hal itu telah ditunggu oleh Radis.
~Dboom
Radis menyerang wajah Rigel menggunakan lututnya dan membuat Rigel terhempas ke udara.
Radis membuka mulutnya lebar-lebar, lalu sebuah bola api berkumpul di dalam mulutnya.
~WOSHHH!!!
__ADS_1
Radis menyemburkan nafas api yang sangat besar ke arah Rigel yang berada di udara.
Rigel melakukan gerakan memutar tombak dengan elegan kemudian melempar tombaknya dan beradu dengan nafas api milik Radis.
~BOOM
aura tombak Rigel lebih kuat dan membelah api yang ada di hadapannya.
Radis menghindar dari tombak yang menuju ke arahnya.
~Wush
~crak
tombak tersebut menancap di tanah dan gagal mengenai Radis, tapi…
~cssttt…csstt!!
"cih!" Radis merasa kesal.
Rigel yang berada di udara mengangkat satu tangannya setinggi mungkin, lalu ratusan kilat dari langit menyambar ke tangannya.
「Argh!」
ketika Rigel mengarahkan tangannya ke arah tombak miliknya…
~Glarr!!!
ratusan petir menyembar sekaligus dan membuat area di sekitarnya hancur.
Mora telat menyadari bahwa atap rumahnya hancur, ia hanya memejamkan matanya dan pasrah.
namun, kini ia digendong oleh sosok yang mengambil alih tubuh Ae-Cha.
"Ae-Cha!!" ucap Mora.
「Kita harus menjauh!」ucap Rigel yang menyamar sebagai Ae-Cha.
Rigel melaju dengan sangat cepat hingga orang-orang tidak menyadarinya.
tidak semua orang, Luxia yang sedang bertugas tiba-tiba merasakan sosok yang bergerak dengan sangat cepat.
~Sriing
"barusan itu apa?!" mata Luxia menyipit dan melihat sebuah cahaya yang melaju sangat cepat.
kemudian…
~KIEEEK
Luxia melihat ke arah yang dituju, ia terkejut ketika melihat sosok yang tidak diharapkan muncul di tengah-tengah kota.
"naga?! tidak! itu monster berwujud manusia!!" ucap Luxia.
Radis yang mengeluarkan kedua sayapnya segera terbang tinggi dan mengejar Rigel.
'apa terjadi gate break?! tapi sepertinya naga itu terbang mengikuti cahaya tadi!' membatin Luxia.
"aku akan melaporkan ini kepada ketua, sebaiknya kalian bersiap!" ucap Luxia.
***
Rigel melaju sangat cepat sambil memikirkan tempat yang aman untuk Mora.
Rigel telat menyadari sosok yang terbang dengan cepat dan berada beberapa puluh meter disampingnya.
~Wushh
~Dboom
"tidak!" teriak Mora.
Radis memukul Rigel dari kejauhan, pukulannya dapat Rigel tangkis, namun Mora terlepas dari genggamannya.
~sring
Rigel mengejar Mora yang hampir terjatuh.
~Tap
~Wush
Rigel menangkap Mora dan menaruhnya dipinggir jalan lalu memutar balik tubuhnya dan melesat ke udara.
"Ae-Cha!!!" Mora menjadi sangat khawatir ketika sosok Ae-Cha semakin jauh darinya.
~trash…trash…trash
~wush
Rigel melompat dari gedung ke gedung dan berhenti di puncak sebuah menara listrik.
__ADS_1
dari jauh Rigel melihat pancaran aura jahat yang melesat dengan sangat cepat.
「waktuku tidak banyak!」membatin Rigel.
~csst…cstt
~Glar!!!
tubuh rigel semakin diselimuti oleh listrik.
「Kemarilah!」ucap Rigel.
"Kieeek!!!"
~BOOOOM!!!
listrik beradu dengan api, kedua sosok tersebut melesat dengan sangat cepat hingga ke suatu tempat yang cukup luas, yaitu pantai.
~Dboom
Rigel berhasil memukul Radis hingga terjatuh ke tanah.
~tap…csst…cstt
Rigel mendarat dan berjalan di pesisir pantai mendekat ke arah Radis.
「Aku akan mengakhiri hidupmu disini!」ucap Rigel.
sebagian wajah Rigel mulai mengalami retakan seperti tanah yang kekeringan.
meski begitu, aura yang sangat besar semakin berkumpul di dalam tubuh Ae-Cha.
~Csstt…csttt
Seluruh tubuh Ae-Cha dilapisi oleh petir, lalu salah satu tangannya hancur menjadi debu dan digantikan oleh tangan yang berupa cahaya.
"Dia memaksakan wadahnya menggunakan seluruh kekuatan miliknya?!" Radis terkejut karena tubuh wadah musuhnya masih bisa bertahan.
~woshh
Radis membuat tubuhnya diselimuti api hitam.
"mari kita lihat, siapa yang akan bertahan!!" ucap Radis.
keduanya akan mengeluarkan serangan pamungkasnya.
…
「ARRGHH!!!」
"ARGH!!!"
~sriiing!!!
~BOOOM!!!"
dua kekuatan yang sangat besar beradu, membuat wilayah sekitarnya hancur tak tersisa.
pepohonan yang terbakar serta batu-batu yang hancur.
…
setelah beberapa saat…
asap yang menutupi keberadaan keduanya mulai menghilang, hingga hasil dari pertarungan tersebut mulai terlihat.
~csttt
tangan kanan Rigel berhasil menembus jantung lawannya, namun…
「kuahk!!」Rigel memuntahkan darah, ia merasakan rasa sakit yang luar biasa di dada sebelah kirinya.
lalu ia menyadari, bahwa sebuah tangan dengan kuku yang tajam telah menusuk jantungnya dari belakang.
「ba…gaimana bisa?! kuahk!」 darah mengalir deras dari dada Ae-Cha.
"aku mengakui kekuatanmu, wahai salah satu bintang paling terang, karena itu kugunakan cara licik untuk mengalahkanmu!" ucap Radis dan tersenyum.
sosok yang terkena serangan Rigel menghilang dan menjadi abu.
"yang terkena seranganmu itu adalah adikku yang tidak berguna, akhirnya ia bisa sedikit berguna untuk kakaknya!" senyum beringas muncul di wajah Radis.
~Sraat!!
Radis menarik tangannya dari dada Rigel dan membuat Rigel terjatuh tak berdaya.
Radis berjalan menjauh dari Rigel dan membuka gate miliknya.
"tugasku telah selesai! terima kasih atas kerja samanya, wahai bintang paling terang, Rigel!" Radis tersenyum puas dan menghilang.
Rigel berbaring terlentang dan menatap ke langit yang dipenuhi awan mendung.
__ADS_1