End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 86. Terbangun dari Koma


__ADS_3

Hujan deras membasahi wilayah Astana yang hancur berserakan dan terbakar akibat perang antara para hunter dengan monster raksasa centaurus.


satu jam setelah kematian boss monster yang memiliki ukuran enam puluh meter, gate raksasa tersebut menghilang, itu menjadi tanda bahwa raid benar-benar telah berakhir dan menjadi kemenangan para hunter.


namun kemenangan tersebut tidak bisa dirayakan karena para hunter mengalami kerugian yang besar.


hancurnya wilayah Astana serta kematian para hunter yang jumlahnya tidak sedikit menjadi tamparan keras kepada manusia bahwa mereka sedang menghadapi ancaman kepunahan yang mereka tidak tahu kapan hal tersebut akan terjadi.


di tengah jalan yang hancur, Fyodor berjalan ke arah para hunter yang sedang melakukan evakuasi penyelamatan.


'aku merasakannya!!!' Fyodor mengernyitkan keningnya.


'vitalitasku tidak akan kuat jika aku menggunakan kekuatan penuhku sekali lagi…sial!' membatin Fyodor.


beberapa saat sebelumnya, Fyodor berhasil mendapatkan kekuatan misterius yang sangat kuat dan ia berhasil menggunakan skill ultimate yang diluar akal sehat.


Fyodor juga berhasil mengalahkan Ucentra berkat kekuatan dan transformasi tubuhnya tersebut.


'aku tidak akan menggunakan kekuatan penuhku lagi demi menjaga status ku sebagai Unbeatable Hunter!' membatin Fyodor.


kemudian Fyodor berhenti tepat di depan sekumpulan hunter.


namun itu adalah delapan belas hunter yang gugur dalam pertempuran, terlebih mereka adalah tim dari Rusia yang pergi bersama Fyodor.


delapan belas hunter yang meninggal setelah menjadi korban dari ledakan meteor, jasad mereka kini delapan puluh persen menjadi arang dan abu.


"hunter Fyodor" ucap salah satu rekan tim nya yang selamat.


Fyodor terdiam sejenak, merundukan kepalanya dan menatap rekan-rekannya yang tewas akibat serangannya.


"Cih!" Fyodor mendercikan mulutnya dan membalikkan tubuhnya lalu berjalan pergi.


para hunter yang melihat Fyodor tidak bisa berkata apa-apa dan berusaha untuk memahami perasaan Fyodor.


"kutahu ia terpaksa menggunakan skill khususnya, itu pasti membuatnya terpukul jika rekannya menjadi korban dari serangannya!" ucap Jin-Ho.


"kau benar…itu adalah pilihan yang sangat berat!" ucap Irene.


belasan helikopter mulai bermunculan dan membantu proses evakuasi.


(kita bisa lihat disini bahwa raid telah berakhir dengan kemenangan di raih oleh para hunter, tapi tidak disangka korban jiwanya mencapai dua ratus tiga belas elit hunter…dunia tidak akan merayakan kemenangan kali ini, entah bencana apa yang harus umat manusia hadapi kedepannya)


ucap reporter dari dalam helikopter yang mengintari wilayah Astana.


raid benar-benar dipastikan berakhir…berita mengenai gate raksasa di Astana, Kazakhstan menyebar ke seluruh dunia hanya dalam beberapa jam saja.


***


Tujuh hari kemudian…


di dalam kegelapan, Surya terbaring lemas dan memejamkan matanya.


ia merasakan seseoramg telah berdiri di atasnya, dan benar saja…seseorang menarik kerah baju Surya dan mengangkatnya sedikit.


「Kau boleh bangun dari istirahatmu!」


seketika…kegelapan yang sangat dalam berubah menjadi cahaya yang pudar, lalu perlahan cahaya tersebut semakin jelas dan jelas.


hingga mata Surya terfokuskan kepada sebuah lampu yang ada di langit-langit bangunan.

__ADS_1


"ugh…ru…mah sakit…ya?" ucap Surya.


setelah mengalami masa kritis selama tujuh hari, ia membuka matanya.


tiba-tiba seorang gadis remaja yang duduk disampingnya teriak.


"Oppa!!!" teriak Mora.


ia langsung bangun dan memeluk kakaknya yang tersadar dari koma.


"Huwaaa…hiks…hiks…Oppa!! jangan pergi!!" ucap Mora sambil menangis.


Surya mengusap kepala Mora yang bersandar di dadanya.


"aku tidak akan pergi!" ucap Surya dengan sedikit senyum.


Mora menangis sejadi jadinya, ia sangat takut kehilangan kakak satu satunya.


siapapun tidak ingin hidup sendiri di dunia tanpa cinta dan kasih sayang dari keluarga.


Surya tidak menyadari bahwa seorang pria yang usianya lebih tua darinya sudah berdiri cukup lama di samping pintu masuk ruangan.


"Aku sangat bersyukur kau telah sadar, hunter Surya" ucap Ghie.


"ah ketua…" Surya mencoba duduk dan bersandar.


"kau tidak perlu bangun…semua orang khawatir dengan kondisimu yang tak sadarkan diri" ucap Ghie.


"semua?" tanya Surya yang merasa heran.


"kejadian waktu itu telah dilihat oleh banyak orang dan menyebar ke seluruh Korea Selatan…setelah mengabari kondisimu, seluruh orang di Korea Selatan menjadi khawatir" ucap Ghie sambil tersenyum.


Surya berpikir sejenak dan mengingat pertarungannya melawan Graven.


"kau juga merasakannya bukan?" tanya Ghie sambil tersenyum.


kemudian Surya memastikan satu hal kepada Mora.


"Mora, berapa hari aku tertidur?" tanya Surya.


"ah itu…kau tertidur selama tujuh hari" jawab Mora.


mata Surya melebar dan terbangun karena terkejut.


"apa?! bagaimana mungkin?!" Surya bertanya tanya.


"apanya yang mungkin?" Mora terheran dan bertanya.


namun Surya mengabaikan pertanyaan dari adiknya.


'lewat sehari saja aku akan terkena penalti karena tidak menyelesaikan misi harian, tapi ini tujuh hari?!' Surya mengelus dagunya dan berpikir.


"tunggu…jika ini lebih dari hari itu…Ketua, bagaimana dengan raid di Kazakhstan?!" tanya Surya.


Ghie tersenyum karena Surya masih saja memikirkan gate dikala kondisinya yang baru saja terbangun dari koma.


"raid itu berhasil di selesaikan oleh sang Ballistic dari Rusia, tapi dampak buruknya sama seperti pada saat gate break di Beijing" ucap Ghie yang sedikit termenung.


Surya merasa sedikit lega sekaligus merenung, ia memahami maksud dari perkataan Ghie.

__ADS_1


'apa ini ada campur tangannya dengan sistem?!' membatin Surya.


"udara di taman cukup segar, bisakah kita berbicara disana?" tanya Ghie dengan sopan.


Surya memahami maksud dari Ghie yang mengajaknya berbicara empat mata, ia tahu apa yang ingin Ghie bahasa akan menjadi lebih serius.


Surya menengok ke arah Mora.


lalu Mora mengangguk dan memahami maksud dari kakaknya.


Mora membantu Surya berdiri dan berjalan, setelah mereka keluar dari ruangan Surya menyuruh Mora melepaskannya.


"aku bisa jalan sendiri, jangan khawatir" ucap Surya.


Mora berjalan ke lorong rumah sakit lainnya, sedangkan Surya dan Ghie pergi ke arah taman.


para suster yang menyadari sosok Surya yang berjalan melewati lorong, terpukau ketika melihat Surya.


"i…itu hunter Surya, tampan sekali!" ucap suster.


"wajahnya sedikit pucat namun tampannya tidak berkurang sedikitpun" ucap suster lainnya.


"andai saja aku memiliki kesempatan" ucap suster lainnya.


Surya juga membalas sapaan dari orang-orang dan dokter berserta suster.


"haha…padahal ketua asosiasi juga berada disini" ucap Ghie dan tersenyum.


Surya hanya tertawa mendengar ucapan Ghie yang terkesan iri dengannya.


setelah beberapa menit berjalan, Surya dan Ghie berjalan mengelilingi taman yang dipenuhi dengan bunga dan tumbuhan hijau.


"kuucapkan sekali lagi, selamat atas kembalinya dirimu dan terbangun dari koma, hunter Surya" ucap Ghie.


Surya tersenyum.


"aku juga tidak menyangka jika akan tertidur selama berhari hari" ucap Surya.


"tidak kusangka gate yang memiliki rank-A telah mengeluarkan sosok monster misterius yang membawa ribuan pasukan monster sekuat high rank-A hunter" ucap Ghie.


"kita tidak akan tahu apa yang ada di dalam gate rank-E sekalipun" ucap Surya.


kemudian Ghie membuat Surya terkejut.


"pada saat itu…kau merasakannya bukan?!" tanya Ghie.


Surya terkejut dan terdiam sejenak.


kemudian Ghie melanjutkan penjelasannya.


"para hunter yang ada saat itu melapor tentang dirimu yang mengeluarkan kekuatan misterius" ekspresi Ghie perlahan menjadi lebih serius.


Surya masih mendengarkan penjelasan Ghie.


"seorang hunter merobek dimensi yang membentuk gate itu sendiri, bahkan semua yang ada di gate pada hari itu tidak merasakan hawa keberadaan dirimu sedikitpun" ucap Ghie.


"namun…entah mengapa…aku merasa mengenal kekuatan tersebut, dan entah mengapa tubuhku bergetar ketakutan ketika membayangkan kekuatan tersebut" Ghie berkeringat.


"hunter Surya…" ucap Ghie.

__ADS_1


Ghie memancarkan aura dan sinar yang keluar dari salah satu matanya, begitu juga dengan Surya yang merilis auranya.


"apa kita sudah saling mengenal sebelumnya?! siapa kau sebenarnya?!" Ghie bertanya tanya…


__ADS_2