
Melihat Surya yang tertancap tombak dan tak bergerak di dinding gate, membuat para hunter dilanda ketakutan.
karena mereka mengetahui fakta bahwa orang yang dapat mengalahkan boss gate tersebut hanyalah Surya.
Graven melirik ke belakang, tempat dimana Surya pingsan.
"ku yakin sebentar lagi dia akan mati!" ucap Graven sambil menyombongkan diri.
'dia bukanlah penguasa yang asli! aku akan kalah dengan sangat cepat jika manusia itu adalah penguasa medan perang! aku jadi teringat apa yang ia lakukan pada dunia-dunia sebelumnya!' membatin Graven dan merasa merinding.
kemudian Graven menghadap ke depannya, dimana di depannya terdapat dua prajurit yang mulai menunjukan kekuatan terbesarnya.
aura jahat dan hawa membunuh yang besar muncul dari kedua prajurit Surya.
Serena dan Drogoda, keduanya menunjukan kekuatan sejati dari high-general commander.
tubuh Serena yang sebelumnya seperti wanita dewasa, kini menyusut ke ukuran wanita berusia tujuh tahun.
sebuah tanduk muncul di tengah dahinya, matanya menjadi hitam pekat dengan pupil berwarna merah.
sedangkan Drogoda, wajahnya berubah menyerupai binatang buas serta tumbuh taring besar di mulutnya, kuku di kaki dan tangannya memanjang…ia bertujuan untuk menyerang dengan tangan kosong.
perubahan keduanya terlihat jelas, namun yang paling mengejutkan adalah kekuatannya yang meningkat drastis, dilihat dari aura nya yang mengintimidasi.
bahkan para hunter yang percaya kepada prajurit Surya, kini ketakutan dimana mereka merasa bahwa kedua prajurit Surya akan membunuh mereka.
"kita tidak punya banyak waktu untuk bertahan dalam wujud ini!" ucap Drogoda.
suaranya layak seperti suara monster.
"karena itu, mari selesaikan secepat mungkin!" ucap Serena.
mendengar ucapan Serena dan Drogoda, Graven merasa diremehkan.
~sriing
Graven mengambil tombak lainnya dari dalam gate kecil serta menggunakan Chain Hell milik tuannya.
"majulah!" ucap Graven.
~WUOONG
~SRIING
~BOOM
Serena dan Drogoda maju lebih dulu, namun Serena lebih cepat sehingga ia berada di depan Drogoda.
~KIEEKK
~Traang
Serena meraung dan menyerang perut Graven dengan cakarnya, namun Graven berhasil menangkisnya dengan kedua tombaknya.
karena pergerakan Serena yang sangat cepat, Graven telah menyadari bahwa Drogoda sudah ada di depan matanya.
~kuorgh
~Boom
Drogoda memukul ke arah wajah Graven, namun Graven bisa menangkis dengan keenam sayapnya.
karena tekanan yang kuat, Graven terpental ke belakang sambil menutupi wajahnya dengan sayapnya.
~Woshh
Graven menghentakkan keenam sayapnya dan dalam sekejap ia berhenti dari hempasan angin.
ia tidak menyadari sosok yang ada di belakangnya.
"kena kau!!" ucap Serena.
ia telah menempel di punggung Graven, kedua tangannya mencengkram salah satu sayap dan lehernya.
~crunch
"ugh!!"
Serena menggigit salah satu sayapnya hingga robek, karena merasa kesakitan…Graven mencoba meraih Serena dengan tangannya.
namun Serena berhasil berada di titik buta dimana Graven tidak dapat meraihnya.
hal itu membuat Graven sangat marah.
"Kuorgh!!"
~Wushh
Graven terbang dengan sangat cepat, kemudian ia akan menyeret punggungnya agar Serena yang terkena efeknya.
~wush…wushh
~craaakkk
Serena melindungi tubuhnya dengan rambutnya yang menjadi kuat dan tajam.
__ADS_1
Drogoda yang melihat Serena mengulur waktu, menguatkan kuda-kudanya.
kedua tangannya membengkak menjadi sangat besar, mana dalam jumlah yang sangat besar berkumpul dan terfokus di lengan Drogoda.
"KUORGHH!!"
Drogoda melompat ke arah Graven, hempasannya membuat tanah di sekitarnya hancur.
~crakk
akurasi lompatan yang tepat membuat Drogoda berhasil meraih salah satu kaki Graven, ia meremas kakinya hingga remuk.
"Argh!" Graven kesakitan.
ia tidak bisa terbang dengan benar, karena itu Drogoda memanfaatkan kesempatan tersebut.
ia melempar Graven dari udara ke tanah sekuat tenaga.
~wush
~Boom
Drogoda tidak memberi celah, ia langsung meluncur dari udara dan menyiapkan tangan kanannya.
"Kuorgh!!"
Graven berusaha melawan, ia mengeluarkan Chain hell dan mengarahkannya ke Drogoda.
~Crat
Chain Hell menusuk tangan kanan Drogoda dari telapak tangan hingga menembus keluar dari sikutnya.
namun Drogoda tidak berhenti dan melaju dengan cepat.
"cih!!" Graven frustasi.
~Boom
Pukulan keras lengan kanan Drogoda mendarat ke tanah, getarannya sangat hebat dan membuat tanah menjadi hancur, namun Graven berhasil menghindari serangan Drogoda.
"beraninya kalian!!" Graven murka.
aura di tubuhnya semakin gelap, kini ia haus akan darah musuhnya.
~Boom
Graven menarik paksa Drogoda dengan Chain Hell yang menancap di tangan Drogoda.
~wushh
"Argh!!" teriak Graven.
Drogoda menutupi wajahnya dengan tangan kanannya, sedangkan Graven membawa tombak di tangan kanannya.
~sring
~craat
Graven memutuskan lengan kanan Drogoda.
"Arghh!!" Drogoda kesakitan.
kilat putih datang dari jauh menyusul ke arah Graven, itu adalah Serena.
Graven memutar balik kan tubuhnya dan menghadapi Serena.
~Trang
cakar Serena berhasil mematahkan tombak milik Graven, namun Graven memiliki rencana lain.
ia meregangkan tangan kanannya yang melepas tombaknya, kemudian aura hitam melebar dan akan melahap Serena seperti sebelumnya.
namun Serena juga memiliki rencana lain, ia tidak bisa berhenti tiba-tiba, jadi ia melilit kaki Graven dengan rambutnya, kemudian mengubah arah lajunya menjadi ke bawah kaki Graven.
Serena berhasil menghindar dari aura hitam yang dapat membungkusnya.
kemudian tangan kirinya sudah disiapkan untuk menyerang perut Graven, namun Graven berhasil menebak arah serangan Serena.
~Boom
Graven menghempaskan Serena dengan tiga sayapnya hingga terpental ke dinding gate.
~Sriing
~Craat
Graven tidak ingin melakukan kesalahan, ia langsung menusuk dada Serena dengan Chain Hell lalu melilitnya.
"Ugh!" Serena memuntahkan darah.
Graven menyadari serangan berikutnya, itu adalah tepat di belakangnya.
Drogoda berusaha melaju dengan cepat dan mencoba menyerang Graven dari belakang.
namun sayang hal itu sia-sia karena serangannya sudah berada dalam prediksi Graven.
__ADS_1
~wush
aura hitam muncul di belakang Graven dan membungkus Drogoda.
aura tersebut membuat penglihatan Drogoda terhalangi.
dan apapun yang terbungkus dalam aura tersebut tidak dapat menyentuh fisik di luar auranya.
tapi apa yang ada di luar aura tersebut dapat menyentuh benda atau makhluk hidup yang ada di dalamnya.
Graven membuka gate kecilnya, dan mengambil tombak hitam yang ada di dalamnya, jumlahnya tidak hanya satu.
ia mengambilnya dan menancapkannya ke dalam aura tersebut satu per satu tombak.
~crat…crat…crat…crat…crat…crat
~Boom
Graven menendang aura tersebut, lalu Drogoda yang keluar dari aura tersebut, mengalami luka fatal di beberapa bagian tubuhnya.
Drogoda terbaring tak berdaya, kedua prajurit tersebut berhasil dikalahkan oleh Graven.
namun perlawanannya membuat Graven kewalahan dan harus menggunakan kekuatan penuhnya.
"ini sudah berakhir!!" ucap Graven.
kemudian ia melirik ke arah para hunter dan prajurit Surya yang lainnya.
~Wush
Graven terbang ke arah para elit hunter yang sedang melawan pasukannya.
kedatangan Graven telat disadari oleh para hunter rank-S.
~Zraaat
"Argh!!"
Hak-kun, Jin-Ho, dan Min-Jun terkena tebasan tombak Graven, serentak tangan kanan mereka bertiga putus.
"aku akan menghabisi kalian semua disini!" ucap Graven.
"sial!" Woong Suck Chin langsung berusaha menyembuhkan luka ketiga rekannya.
~sring
Graven menghilang seketika dan mengelilingi para hunter dengan cepat.
~Srat…srat…srat…srat
"Argh!!"
dalam sekejap seluruh elit hunter dibuat terluka parah oleh Graven, ia berencana untuk menuju para hunter lemah dan para prajurit Surya yang tersisa.
Woong Suck harus segera menyembuhkan luka rekannya, namun…
~wush
Graven tiba-tiba muncul di belakangnya, Woong Suck Chin tidak berani menoleh ke belakang namun ia merasa bahwa ia akan segera mati.
ketika tombak Graven akan menusuk jantung Woong Suck.
~wuoong
~wushh
~BOOOM
Graven tertarik ke belakang oleh kekuatan tak terlihat dan menabrak dinding gate hingga hancur.
seseorang berjalan dari dinding gate yang hancur melewati para elit hunter.
Woong Suck yang berdiri gemetaran, terkejut melihat sosok pria yang berjalan melewatinya.
itu adalah Surya, ia berjalan melewati elit hunter yang terluka, kemudian Surya berkata…
"Synchronization"
seketika semua luka para elit hunter dipulihkan, itu membuat para elit hunter terkejut.
"hu…" Chun Hei tidak berani memanggil Surya.
begitu juga dengan yang lainnya, mereka merasakan aura yang berbeda dari sebelumnya.
'ini bukan aura hunter Surya!! suara bicaranya juga berbeda!' membatin Chun Hei.
suara yang didengar oleh mereka menyerupai suara wanita dewasa.
para elit hunter tidak berani bergerak sedikitpun, mereka hanya menyaksikan Surya yang berjalan ke arah Graven.
mereka merasa jika memanggil Surya, sama dengan memanggil kehancuran yang mengerikan bagi mereka.
lalu Surya mengatakan hal yang tidak bisa dimengerti oleh para hunter.
「Siapa yang berani kau tantang?!」ucapnya sambil mengeluarkan senyum beringasnya.
__ADS_1
[Selamat datang, sang penguasa medan perang] pesan sistem.