
Di luar gate.
Setelah beberapa lama menunggu, pihak asosiasi akhirnya tiba di lokasi red gate yang muncul di Gunsan.
"sebelah sini, Inspektur Luxia" ucap seorang pengawas gate yang terlihat resah.
Luxia berjalan dengan membawa seluruh hunter rank-S dari Korea Selatan dan beberapa elit hunter dari asosiasi hunter Korea Selatan.
mereka berjalan dengan tenang, namun dalam hatinya, mereka semua membatin dan merasa waspada dengan lingkungan sekitar.
'katanya hunter Surya menghancurkan barrier yang menghalangi jalan masuk ke gate…apa ini dampak serangannya?! sungguh mengerikan!'
membatin Yong Jin-Ho ketika melihat lingkungan sekitar seperti habis terkena bencana badai yang besar dan gempa.
kaca-kaca di sekitar gate hancur, beberapa bangunan seperti toko dan kedai kecil roboh, lampu jalan, serta lainnya.
"jadi itu ya red gatenya!" ucap Hak-Kun Bong.
mereka melihat red gate yang ada tepat di tengah jalan, red gate dengan aura kehitaman yang mencekam.
ketika mereka semakin dekat dengan gate, serentak langkah kaki mereka semua terhenti.
~gulp
mereka merasakan hal yang sama ketika berada di dekat gate tersebut.
Rasa takut
keringat dingin keluar dari tubuh mereka, tekanan aura dari gate tersebut membuat mereka kesulitan bernafas.
"a…apa-apaan aura ini?! kalian pasti juga mengenalnya!!" ucap Ha-Neul.
"i…ini aura hunter Surya!!" ucap Chun Hei Gi.
"sungguh aura membunuh yang sangat mengerikan!" ucap Irene.
"ini seperti kematian sudah berada di hadapan kita!" ucap Min-Jun Nam.
'jika hunter Surya mengeluarkan niat membunuh sebesar ini…berarti lawannya sangat kuat! entah kami akan bisa membantu hunter Surya atau hanya akan menjadi bebannya ketika masuk ke dalam gate ini!' membatin Luxia.
"para hunter, kumohon kerja samanya, mari kita masuk ke dalam!" ucap Luxia.
***
"ka…kak Surya?!"
Ae-Cha tiba-tiba tersadar dan mengenal sosok yang memeluknya walau pandangannya sedang terganggu.
Surya hanya menatap Ae-Cha yang terluka berat akibat serangan dari Graven.
"te…rima kasih" ucap Ae-Cha
"jangan banyak bicara" ucap Surya.
Surya berusaha tenang, namun dirinya dipenuhi banyak pertanyaan karena keterkejutannya.
'sejak kapan Ae-Cha bangkit?! terlebih kekuatannya mendekati Unbeatable Hunter!!' membatin Surya.
Surya memberontak seluruh pemikirannya yang tidak berguna untuk saat ini.
[Synchronization digunakan]
~wuoong
tubuh Ae-Cha disinari aura hijau, perlahan kondisi Ae-Cha mulai membaik.
Graven yang melihat kejadian tersebut, terkejut dengan keberadaan Surya.
"si…siapa kau?!" Graven bertanya tanya seakan ia mengenal identitas Surya.
Surya tidak memperdulikan pertanyaan Graven, dirinya dipenuhi niat membunuh yang berkobar.
"para gatekeepers!" ucap Surya.
serentak ketiga gatekeepers yang terdiri dari Vanity, Emptiness, dan Gluttony muncul…mereka langsung bertekuk lutut serta merasakan aura mengintimidasi dari tuannya.
"bawa Ae-Cha dan lindungi para manusia!" ucap perintah Surya.
"baik tuanku!" ucap mereka secara serentak.
Vanity membawa Ae-Cha sedangkan Emptiness dan Gluttony berada disampingnya.
~crakk…craakk
suara armor yang pecah muncul berkali kali, Gluttony dan Emptiness berubah ke wujud ke mode assaultnya.
mereka bertiga dilapisi aura merah darah yang mencekam dan mengintimidasi para monster gagak.
~Booom
mereka bertiga melaju dengan cepat dan membunuh para monster gagak yang menyerang hunter dari Esca Guild.
__ADS_1
Graven terkejut ketika melihat ketiga sosok gatekeepers.
namun ia lebih terkejut lagi, dimana seluruh general yang Surya punya dikeluarkan.
sejenak Graven bergetar ketakutan karena mengenal identitas sosok Serena dan Drogoda.
'prajurit kehancuran?! jangan-jangan' membatin Graven.
"Kau…penguasa medan perang?! Lord of War!!!" ucap Graven.
"ke…kenapa kau membela musuh lama kita?!" Graven bertanya tanya.
namun dari awal Surya hanya memberikan niat membunuh yang besar terhadap Graven.
'sial! kenapa aku harus bertemu penguasa terkuat disini!' membatin Graven.
Surya tidak memperdulikan sama sekali reaksi dari Graven.
"habisi semua monster!" ucap Surya.
"baik, tuanku!" ucap serentak Serena, Drogoda, Raothun, dan Quinterra.
Quinterra memulai lebih dulu dan meninjukan tangannya ke tanah.
~Boom
~Crak…crak…crak
seketika ribuan batu runcing yang besar muncul dan membuat pergerakan monster gagak menjadi terbatas.
mereka harus hati-hati agar tidak tertabrak dan tertusuk batu runcing tersebut.
~Groaaarrr
~Craat…craat…craat.
Gluttony bergerak secara cepat dan mengoyak serta merobek monster gagak yang ia cengkram.
~Srat…sratt…sratt…zreet
Emptiness dalam mode assault nya menyerang monster gagak dalam jumlah banyak sekaligus dengan tombaknya yang ia putar.
Vanity menyerahkan Ae-Cha kepada para hunter, tiba-tiba salah satu monster gagak menyerangnya dari samping kiri.
~Crat
cakar monster gagak tersebut tersangkut di tangan Vanity.
"saat ini tuanku berniat menghancurkan kalian…karena itu, sebagai prajurit kehancuran…kekuatan kami meningkat dua kali lebih besar!" ucap Vanity.
"aku turut berduka karena kehancuran kalian telah ditakdirkan disini!" ucap Vanity untuk monster gagak yang telah mati.
Vanity, Emptiness, dan Gluttony ditugaskan melindungi para hunter dan Ae-Cha.
sedangkan Quinterra dan Raothun ditugaskan untuk mempersulit pergerakan para monster gagak.
Quinterra dan Raothun berubah ke wujud sejatinya.
wujud armornya yang dikelilingi elemen petir dan pasir hitam.
Quinterra mengangkat kedua tangannya dan sekali kali meninjukan tangannya ke tanah.
~Boom
beberapa saat kemudian, Tanah runcing berubah dan mengeras menjadi besi hitam.
kemudian, Raothun yang telah dikelilingi petir yang sangat banyak, menyebarkannya ke seluruh bagian besi runcing milik Quinterra.
~cssttt…cstt…cstt
kini rintangan bagi para monster gagak semakin sulit karena petir dengan tegangan lebih dari 500 juta volt saling terhubung antara besi runcing milik Quinterra.
kombinasi strategi milik Quinterra dan Raothun sangat efektif untuk mempersempit pergerakan musuh yang bisa terbang.
sebagian pasukan monster gagak telah terpisah karena formasi milik Quinterra dan Raothun.
monster gagak yang ada di belakang akan di atasi oleh tiga gatekeepers, sedangkan sisanya akan dihadapi oleh prajurit terkuat Surya.
kemudian Surya memberi perintah kepada dua prajurit yang berdiri di sampingnya.
"Serena, Drogoda…mengamuklah!! ucap Surya dengan tatapan yang dingin dan mengintimidasi.
"HAHAHAHAHA!!!" Serena tertawa keras dan berubah ke wujud mode assault nya.
"akan kuhancurkan semua musuh yang menghalangi tuanku!" ucap Drogoda.
ia juga mengeluarkan wujud sejatinya, badannya yang kekar menjadi lebih kekar dari sebelumnya, dan rambut coklatnya kini berkobar menjadi api.
~Boom
~Wushh
__ADS_1
keduanya melaju dan melawan setengah pasukan monster gagak yang jumlahnya ribuan.
Surya melirik ke arah Graven yang berdiri di samping kanan dinding gate.
"dia!!" ucap Graven.
namun seketika itu juga, Surya sudah berada di depannya.
~Boom
"ughh!!"
Surya menendang perut Graven dengan keras dan menghempaskannya ke dinding gate untuk kedua kalinya.
~Boom
~Tap
Surya meraih dan menarik kepala Graven dengan tangan kirinya.
~Boom
kemudian Surya memukul wajah Graven dengan tangan kanannya.
"arghh!" Graven menjadi marah.
~Sring
namun dalam sekejap Surya telah berada didepannya dan tidak memberi waktu bagi Graven untuk menyusun strategi.
~boom
kali ini Graven berhasil menangkis pukulan Surya walaupun dampak rasa sakitnya sangat besar.
~sring…sring…sring…sring
~boo…boom…boom
Surya menekan Graven terus menerus dan menyerangnya dengan sangat cepat.
benturan mana dalam jumlah yang besar membuat bagian dalam gate bergetar.
~duag…duag…dbugg
"Kuarghh!!" Graven berteriak dan terlihat ada beberapa luka di tubuhnya.
~Boom
sekali lagi, Graven ditendang oleh Surya dan membuatnya terhempas ke dinding gate.
"bahaya!!" ucap Graven.
~wushh
dari balik debu, Surya melaju sangat cepat dan bersiap menendang Graven.
beruntungnya Graven berhasil menghindar, kemudian ia mengepakkan keenam sayapnya dan mencoba terbang.
"takkan kubiarkan!" ucap Surya.
~Wushh
Graven panik ketika Surya telah menghilang dari posisi sebelumnya ia berdiri.
Grave yang terfokus melihat ke tanah, telat mengadari hawa membunuh yang sangat mengerikan telah berada di atas kepalanya.
~BOOM
Surya memberikan tendangan yang sangat keras dan menghempaskan Graven ke tanah.
Quinterra memunculkan beberapa besi runcing dari tanah, tepat di bawah tubuh Graven yang terhempas ke bawah.
Graven menyadari kemunculan bilah besi tersebut, kemudian ia memutuskan untuk mengeluarkan seluruh kekuatan penuhnya untuk bertahan hidup.
~syiufff
~Wushhh
dalam sekejap Graven mendapatkan kembali keseimbangannya dan mengepakkan seluruh sayapnya.
~wuongg
ketika sayapnya dikepakkan, aura hitam memenuhi seluruh bagian gate dengan cepat.
~tap
Surya mendarat ke tanah dan menatap wujud Graven yang mulai berubah ke wujud sejatinya.
'seorang prajurit bisa mengeluarkan authority seperti tuannya?!' mata Surya menyipit.
ia merasakan bahwa kekuatan Graven dan ribuan monster gagak bertambah kuat.
__ADS_1
wujud Graven semakin dipenuhi dengan aura hitam yang sangat pekat.
"aku akan mengeluarkan kekuatan penuhku disini dan membunuhmu!! bersiaplah, wahai penguasa medan perang!!" ucap Graven.