End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 61. War of Jeju Island


__ADS_3

'dilihat dari rank nya, kuyakin dia lebih kuat dari semua prajuritku!' membatin Surya.


Surya kini tepat berada di depan Arthic Leviathan.


tiba-tiba…


~Wushhhh


monster itu mengeluarkan seluruh auranya, para hunter Korea tertunduk dan takut akan tekanan dari monster tersebut.


namun Surya hanya tersenyum.


"boleh juga!"


~Wushhh


Surya merilis seluruh auranya setelah melepas cincin penahan aura.


aura keduanya kini memenuhi pulau Jeju.


kini taring monster itu memanjang dan tanduknya mulai memancarkan cahaya menyerupai lava.


~Aarghhh


~BOOM


monster tersebut memukuk wajah Surya, kekuatannya yang besar membuat seluruh interior goa bergetar hebat.


tanah hancur akibat gelombang kejut, dan atmosfer terbelah akibat tekanan mana tersebut.


pandangan para hunter Korea tertutupi.


"serangan yang sangat besar, bagaimana bisa ada monster seperti itu?!" tanya Hak-Kun.


"pertama kalinya aku melihat yang seperti ini, tapi bukankah hunter Surya baru saja menerima serangan tersebut?!"


ucap Jin-Ho sambil menutupi wajahnya agar tidak terkena bebatuan yang terhempas.


"kau memiliki aura sepertinya, tapi kekuatanmu tidak akan seperti-"


Arthic Leviathan menghentikan ejekannya setelah melihat sesuatu yang ada di depannya.


begitu juga para hunter yang terkejut melihat keadaan yang ada didepan mata.


Surya tidak bergerak sedikitpun setelah menerima serangan kuat dari Arthic Leviathan.


senyum beringas disertai mata yang bercahaya serta auranya yang menyelimuti tubuhnya membuat Arthic Leviathan sedikit bergetar.


~wush


Surya tiba-tiba menghilang, itu membuat Arthic Leviathan menjaga kewaspadaannya.


ketika ia merasakan sesuatu disamping kirinya.


~BOOM


Surya menendang kepala lawannya hingga terpental ke dinding goa.


kekuatan destruktif yang besar membuat dinding goa hancur.


"di…dia bukan lagi hunter mage!!" ucap Myung-Ki.


"aku tidak yakin berapa banyak orang yang dapat menahan serangan seperti itu!!" ucap Ha-Neul.


Arthic Leviathan terbangun dan sedikit mengerang kesakitan.


salah satu tanduknya patah dalam sekali serang.


~khuk…khukk


Arthic Leviathan terbatuk, kini setiap nafasnya menghembuskan api merah yang terang.


tatapannya bertemu dengan Surya.


~Kuarghh


~Boom


Arthic melaju ke arah Surya dengan kecepatan tinggi.


'kau benar-benar antusias ya?! haha menarik!!' membatin Surya.


ia menunggu kedatangan Arthic Leviathan.


~Wushh


~boom


Surya menghindari pukulan lawannya dan langsung menyerang perut lawannya.


~Boom


kali ini Arthic menyerang bagian kepala Surya.


namun Surya menangkisnya dan itu langsung menyerang balik.


~Boom


~kuarghh


Arthic Leviathan mengerahkan kedua tangannya untuk meraih Surya.


namun Surya melompat dan memegang tanduk Arthic Leviathan dan menendangnya ke atas.


~Duagg

__ADS_1


itu membuatnya terpental ke udara.


tiba-tiba Arthic Leviathan berputar ketika di udara dan mengambil senjatanya dari gate kecil miliknya.


~Arghhhh


~Wushh.


sebuah trisula gelap dengan garis merah bercahaya dilemparkan ke arah Surya.


tidak hanya satu, ia mengeluarkan empat trisula sekaligus.


~Zring…zring…zring…zring


Surya menghindari semua trisulanya dengan elegan.


namun tiba-tiba di sebelahnya sudah ada Arthic Leviathan yang memegang trisula besar dan akan menebas leher Surya.


~Zriinggg


Surya masih sempat mengeluarkan dragon sword miliknya dan menangkis trisula lawannya.


gesekan antara kedua senjata tersebut membuat pendengaran para hunter Korea sedikit terganggu akibat gesekannya yang besar.


~Kuarghh


~Sring…sring…sring


Arthic Leviathan menyerang Surya dengan sangat cepat, namun Surya dapat mengimbangi kecepatan lawannga dan menangkis seluruh serangannya.


~sring…sring


~crak…crak


tanah disekitar mereka ikut tercabik cabik oleh hempasan angin dari senjata keduanya.


"pe…pertarungan apa ini?! aku yang seorang hunter rank-A bahkan tidak dapat menahan tekanan mana dari pertarungan ini!!" ucap reporter yang ketakutan.


~trashh


setelah ribuan serangan dilakukan Arthic Leviathan, trisulanya terbelah dua oleh dragon sword milik Surya.


hal itu membuat Arthic Leviathan terkejut akan ketahanan pedang milik Surya dan membuatnya sedikit bernostalgia.


'bagaimana?! bagaimana ia memegang salah satu pusaka milik tuan?!' membatin Arthic Leviathan.


~ARGHH


Arthic Leviathan mengamuk dan ia mulai menyerang menggunakan sirip tajam di kedua lengannya.


~sring…sring…sring


serangannya kini menjadi lebih cepat dari sebelumnya.


~crat…crat…crat


~Boom


Surya menangkis tendangan lawannya dan terhempas ke belakang.


ketika Surya akan berdiri, badannya tidak bisa bergerak.


[Anda terkena racun naga]


racun tersebut telah menyebar di sirip Arthic Leviathan, sehingga menjadikannya senjata yang mematikan.


ditambah racun naga adalah racun yang tidak ada di bumi, dilapisi dengan sihir membuatnya menjadi racun yang sangat berbahaya.


'racun ya?' membatin Surya.


Arthic Leviathan berjalan ke arah Surya sambil menyombongkan dirinya.


"sayang sekali, manusia…hidupmu akan berakhir disini" ucap Arthic Leviathan.


ketika ia akan menyayat Surya dengan siripnya.


~tap…Booom


Surya menangkisnya dan memukulnya dengan keras.


Arthic Leviathan terhempas kembali ke belakang.


[Racun telah di Netralisir]


Surya tersenyum puas.


'akan kuakhiri ini dengan cepat!' membatin Surya.


~Wush…Booom


Surya melaju dengan cepat dan langsung memukul lawannya.


namun Arthic Leviathan tidak ada ditempatnya.


'pergi kemana dia?!'


Surya melihat cairan di posisi Arthic Leviathan sebelumnya, cairan itu memanjang dan tatapan Surya mengikutinya.


hingga di satu tempat, Surya melihat Arthic Leviathan yang seluruh tubuhnya telah dibasahi oleh lendirnya.


"cukup sudah main-mainnya! akan kugunakan seluruh kemampuanku!" ucap Arthic Leviathan.


~wushhh


ia menghembuskan kabut putih dari mulutnya, kabut tersebut menyebar dan menutupi bagian dalam goa.

__ADS_1


dan itu adalah kabut spesial miliknya yang dapat menghilangkan hawa keberadaannya.


~Crat


tiba-tiba lengan Surya tergores.


Surya hanya terdiam ditengah kabut milik Arthic Leviathan.


"apa yang terjadi?! aku tidak dapat melihat dengan jelas!" ucap Woong Suck.


tiba-tiba beberapa prajurit berzirah mengelilingi para hunter Korea dan melindunginya.


~Crat


Surya kembali menerima serangan tak terlihat dari lawannya.


Arthic Leviathan mengelilingi Surya dengan cepat sambil menyembunyikan hawa keberadannya.


"haha, bukankah sudah kukatakan kau akan berakhir disini…ketahuilah posisimu ma-"


sebelum Arthic Leviathan dapat melanjutkan ucapannya, ia merasakan kehadiran seseorang di belakangnya.


ketika ia menengok ke arah belakang.


~Booom


ia menerima pukulan dari Surya.


'bagaimana bisa?!' membatin Arthic Leviathan.


namun seketika Surya sudah berada di depan matanya.


"mana kata-katamu tadi?!" ucap Surya.


~Boom…boom…boom


Arthic Leviathan sekuat tenaga menahan serangan super cepat dari Surya.


[Slash Void : active]


~Boom…boom…booom…boom


Surya menyerang lawannya dengan kecepatan yang membelah dimensi.


"seharusnya kau yang sadar akan posisimu, budak!!"


~BOOM


pukulan telak diberikan oleh Surya, kini kabutnya perlahan menghilang.


Arthic Leviathan kebingungan karena seluruh serangannya menjadi sia-sia.


'adu kekuatan, kecepatan, bahkan racun tidak mempan! akan kugunakan yang satu ini!' membatin Arthic Leviathan.


~KUARGHHH


erangan keras dari Arthic Leviathan, memanggil ratusan Leviathan yang berada di sebuah gate yang tersembunyi.


dengan sangat cepat, mereka tiba di pulau Jeju dan langsung mengikuti perintah tuannya untuk menyerang Surya.


"baj*ngan, mereka lebih banyak dari sebelumnya!" ucap Hak-Kun.


para hunter terkejut melihat ratusan Leviathan yang muncul.


"bagaimana, manusia?!" Arthic Leviathan menyombongkan dirinya.


Surya berjalan ke arah lawan dan tersenyum.


hal itu membuat Arthic Leviathan terkejut.


Calamity Sword dikeluarkan oleh Surya.


kemudian ia mengangkat pedangnya dan berteriak.


[War Cry : active]


"MENGAMUKLAH!!"


~KUARGHH


prajurit Surya kini berubah ke wujud sejatinya.


ratusan Leviathan melawan beberapa prajurit Surya.


Gluttony lah yang paling bersemangat dan langsung menerjang musuh yang ada didepannya.


namun ketika Gluttony akan menyerang lawannya.


~BOOOOM


belasan Leviathan habisi dengan mudahnya oleh sesosok makhluk yang membawa pedang besar.


ia berhenti tepat didepan Surya dan melindunginya dengan tubuh yang terluka parah.


sosok itu menancapkan pedang besarnya dan berjongkok di ujung gagang pedang tersebut.


ia adalah sosok perempuan dengan wujud naga yang sebelumnya menjadi sasaran Arthic Leviathan.


"Akan kupenuhi tugasmu, tuanku!" ucap sosok tersebut sambil terengah engah akibat luka di sekujur tubuhnya.


Surya sedikit terkejut melihat identitas sosok tersebut melalui sistem.


[one of the 21 commander generals Queen of War]


[6th high-general]

__ADS_1


[Leona「Rank-SSS」]


__ADS_2