End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 122. Surya vs Hunter's


__ADS_3

"Emptiness, bawa mereka bersama Gory ke rumah sakit!" ucap Surya.


Emptiness mengangguk dan segera menaikan Lilia dan Chun Hei ke punggung Gorynych, lalu pergi.


~csst…csst


~wuoong


Ketika melihat kekuatan milik Surya secara langsung, para hunter terkejut dan merasa waspada.


enam gate muncul di belakang Surya dan masing-masing memunculkan salah satu prajuritnya yang mengenakan zirah.


Gluttony, Vanity, Raothun, Quinterra, Serena, Felien.


lalu diikuti Drogoda yang berjalan mendekat ke arah Surya, serentak mereka bertekuk lutut kepada Surya.


"Your command, my lord!"


para prajurit Surya tak bergerak sedikitpun dari posisinya.


"Kau!! kau pikir dengan beberapa cecunguk yang kau miliki dapat mengalahkan kami?!" Daneil menghina prajurit Surya dari kejauhan.


kemudian Surya berkata.


"Quinterra!"


~Boom


Quinterra memukul tanah dengan kedua tangannya, lalu kemudian…


~Crak


~CRAAT!!!


tiba-tiba mayat George dan temannya yang tergeletak di tanah, tertusuk dan terangkat ke atas oleh duri yang berasal dari tanah yang diciptakan Quinterra.


adegan dimana manusia yang telah kehilangan nyawanya, dijadikan sebagai alat provokasi oleh Surya dan dilihat oleh semua hunter.


lalu Surya menjawab pertanyaan Daneil dengan ejekan.


"entahlah!" wajah Surya mengeras.


"BERANINYA KAU!!!"


~Boom


aura di tubuh Daneil meledak, tubuhnya mulai bertransformasi dan menjadi lebih besar.


tidak hanya Daneil.


"Menggunakan mayat untuk memancing amarah lawan?!" ucap Guo Jing.


"sungguh tindakan yang sangat rendahan!" ucap Almeric Johan.


~wuoong


kedua pria itu juga bertransformasi menjadi sosok yang bercahaya diantara lainnya.


"kalian, bersiaplah!! baj*ngan yang ada disana pantas untuk dibunuh!" Daneil memerintahkan para hunter yang ada.


~Wushh


aura Unbeatable Hunter menyatu dengan aura lebih dari seribu tiga ratus hunter terkuat dari seluruh dunia.


"gawat, hunter Surya dalam bahaya!' ucap Jin-Ho.


"lebih baik kita mundur dan memperhatikan apakah hunter Surya membutuhkan bantuan kita!" ucap Hak-Kun.


lalu seluruh hunter Korea yang bersama Surya menjauh dan memperhatikan situasi.


Surya dihadapkan oleh kekuatan yang sangat besar, alih-alih takut, Surya tak gentar sedikitpun dan berkata…


"Serang!" ucap Surya dengan ekspresi dinginnya.


salah satu prajurit Surya bergerak lebih dulu dibanding prajurit lainnya…


~Boom


ia melompat belasan meter ke langit dan mengangkat satu tangannya ke atas.


~Sriing


ketika ia mengayunkan lengannya ke arah para hunter, ribuan tombak bercahaya turun dari langit.


[Felien menggunakan ultimate skill : Blazing Spear]


~sring…sring…sring


ribuan tombak yang melesat dengan kecepatan tinggi, membuat para hunter berusaha mempertahankan keberanian mereka.


"tahan!" ucap daneil.


~Wuoong


[Holy Shield]


ratusan tanker menggunakan skill yang sama secara bersamaan, sebuah cahaya raksasa menyinari para hunter dan berperan sebagai shield.


~deg…deg…deg


menunggu detik-detik terakhir hingga ribuan tombak tersebut membentur perisai yang mereka ciptakan.


deg…


deg…

__ADS_1


~BOOM


~boom…boom…boom


ribuan tombak membentur perisai milik para tanker dan menimbulkan ledakan yang cukup besar.


"ini sangat berat!!'


"benar! bagaimana mungkin seorang prajurit hunter bisa memberikan kekuatan sebesar ini?!" kedua tangan dan kaki para tanker, bergetar setelah menerima serangan dari ribuan tombak.


tiba-tiba…


~BOOM


Daneil melompat tinggi ke udara dan keluar dari formasi.


~trang…trang…trang


puluhan tombak yang mengenai Daneil tidak memberikan luka gores sedikitpun.


"senjata remeh ini tidak dapat menembus tubuhku, baj*ngan!"


Daneil mengejek Surya dan mencoba melihat ke arah Surya yang ada di bawahnya.


namun…


'dia menghilang?!' Daneil terkejut ketika Surya telah menghilang.


ia merasakan suatu kekuatan yang sangat kuat berada tepat di belakangnya.


ia telat menyadari keberadaan Surya.


salah satu tangan Surya mengeluarkan cahaya merah pekat dan membentuk cakar binatang buas raksasa.


[Dragon Claw Aura]


namun ketika Surya akan menyerang Daneil dari belakang…


~Wushh


~trang!!


cakaran Surya dihentikan oleh pedang yang memiliki surau merah di gagangnya.


itu adalah Guo Jing yang melesat cepat dan melindungi Daneil.


tatapan Guo Jing bertemu dengan tatapan Surya.


'tak gentar sedikitpun ya?!' membatin Guo Jing.


~Boom…boom


para prajurit Surya mulai menyerang para hunter.


~Traangg


Gluttony mencakar perisai salah satu hunter hingga perisai tersebut terbelah.


"bagaimana monster ini bisa melakukannya?!"


~Boom


hunter tersebut dipukul oleh Gluttony dan terhempas jauh.


lalu…


~BOOOM


bola api raksasa mengenai Gluttony dari belakang tubuhnya, Gluttony terhempas cukup jauh.


"bagus!" ucap Almeric Johan yang berhasil menyerang Gluttony hingga tubuhnya terbakar cukup parah.


kemudian ia menatap ke arah dua rekannya yang sedang bertarung melawan musuhnya di udara.


***


~woshh


Guo Jing menggunakan pedang satunya dan menebas ke arah Surya.


Surya menghindari serangan tersebut dengan cara menjauh.


kini ia bersama Daneil dan Guo Jing mulai turun ke bawah.


ketika Surya hampir menapakan kakinya.


Almeric Johan mengepalkan tangannya, lalu…


~boom


dua buah telapak tangan raksasa yang terbentuk dari tanah memukul Surya layaknya nyamuk.


Surya terhimpit diantara dua lengan raksasa tersebut.


"selesai?" tanya Guo Jing.


"tidak mungkin!" jawab Daneil.


~crakk


~boom


kedua telapak tangan raksasa tersebut terbelah menjadi beberapa potongan.


di tengah-tengah telapak tangan yang hancur, Surya berdiri dan menatap tajam ke arah tiga hunter terkuat.

__ADS_1


pijakan tanah Surya bersinar.


~wuoong


"benar-benar seorang mage yang mengerikan!" ucap Almeric Johan.


~tap…tap…tap


tiap langkah kakinya mengubah tanah pijakannya menjadi lava.


[Title : Lord of All Element]


tangan kanan Surya diselimuti oleh es yang sangat dingin, sedangkan tangan kirinya diselimuti oleh api merah yang menyala.


"anak kecil ini harus diberi pelajaran!" ucap Daneil.


otot kedua kakinya semakin membesar dan tanah pijakannya hancur.


namun…


~Sriing


tiba-tiba Surya menghilang dari pandangan ketiga hunter terkuat itu.


'dimana?!' Guo Jing melirik kesana kemari dan mencari keberadaan Surya.


tiba-tiba ketiga hunter tersebut mendengar suara dari belakang mereka.


~ssssttt


~Craaaak!!!


serentak mereka menghadap ke belakang, sesuatu membuat mereka terkejut.


sebuah bola es yang sangat besar tercipta dan mengurung seluruh hunter yang ada di belakang mereka.


dan di samping es raksasa tersebut, Surya berjalan ke arah tiga hunter terkuat.


"hanya dalam satu kedipan mata, kalian pasti tahu bahwa mereka tidak lebih kuat dari prajuritku!" ucap Surya.


~woshh


Almeric Johan menghempaskan semburan api yang diselimuti listrik ke arah Surya.


~Sring


dengan mudahnya Surya menghindar.


~wosh…wosh…wosh


serangan yang dilakukan berulang kali, namun Surya dapat menghindari semuanya dengan mudah.


hingga tiba-tiba, salah satu dari tiga hunter terkuat berada di belakangnya.


"pemikiranmu sangat dangkal, anak muda!" ucap Guo Jing.


kedua pedang Guo Jing bersinar, ia mengeluarkan salah satu skill miliknya.


[Shining Cross]


ia sangat percaya diri bahwa ia dapat menyerang Surya dengan pedangnya, tapi…


~Wushh


Surya menghilang tepat ketika bilah pedang lawannya nyaris mengenai lehernya.


'dia masih bisa menghindar!' membatin Guo Jing.


Surya muncul di belakang Almeric Johan, tetapi hal tersebut sudah ditunggu oleh Daneil.


~BOOM


Daneil yang berada di belakang Surya langsung memukul perut Surya hingga terhempas jauh.


beruntung Surya dapat menangkis serangan tersebut dengan kedua tangannya.


'jadi ini kekuatan penuh hunter Surya?! es yang sangat besar! kurasa tidak akan mudah para hunter menghancurkan es tersebut!' membatin Ha-Neul yang berada cukup jauh dari lokasi pertempuran bersama para hunter Korea.


~crak…crak


Daneil berjalan ke arah Surya.


"berpikir dengan mengurung mereka akan membuatmu beruntung?! Justru kau lah yang membuat dirimu sendiri tidak beruntung, bedebah sialan!" Daneil mengejek Surya.


lagi-lagi respon dari Surya membuat tiga hunter tersebut terkejut.


"biar kuuji kemampuan kalian!" ucap Surya.


~Ngiiing


'apa yang terjadi?!' membatin Daneil.


suara yang sangat nyaring muncul dan membuat wajah tiga hunter tersebut mengeras.


beberapa saat setelahnya, dua gate kecil muncul tepat di samping Surya.


~tap…tap…tap


dua wanita berjalan keluar dari masing-masing gate dengan santainya.


"kalian hanya boneka, karena itu bertindaklah selayaknya boneka!" ucap Seele.


"Tuanku sangat dermawan, karena itu akan kubuat salah satu dari kalian kehilangan kedua kaki dan tangan kalian…ahaha!" Zeere tertawa.


dua high-general terkuat muncul dan kini ikut bertarung bersama tuannya.

__ADS_1


__ADS_2