
Setelah mengakhiri pengukuran tersebut, perasaan Ae-Cha menjadi sedikit khawatir.
Surya berjalan di belakangnya sambil memperhatikan perubahan suasana Ae-Cha.
'sepertinya aku harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi' membatin Surya yang merasa bersalah.
"Ae-Cha" Surya memanggil Ae-Cha yang berjalan tanpa memperhatikan sekitarnya.
Ae-Cha berhenti berjalan dan menengok ke arah Surya, ia menunggu apa yang akan dikatakan oleh Surya.
"bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang kau sukai?" ucap Surya.
dengan spontan Ae-Cha menjawab.
"bo…boleh" jawab Ae-Cha.
kemudian ia berjalan dan tiba di pintu mobil, ketika ia akan membuka pintunya, pipinya memerah karena ia sadar akan sesuatu.
'tu…tu…tunggu, apa ini artinya aku akan berkencan?? ba…barusan kak Surya mengajakku berkencan??' Ae-Cha merasa sangat malu dan tersipu.
Surya terheran dengan wajah Ae-Cha yang memerah dan ragu untuk masuk ke dalam mobil.
"apa kau baik-baik saja?" tanya Surya dari dalam mobil.
"i…iya tentu" jawab Ae-Cha dan masuk ke dalam mobil.
Ae-Cha berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah, ia mencuri pandangan ketika Surya sedang fokus menyetir mobil.
dua puluh menit kemudian…
Surya memarkirkan mobilnya, mereka berdua turun dan berjalan di pinggir jalan yang mana terdapat beraneka ragam street food.
"ini…" Ae-Cha merasa nostalgia ketika berjalan di tempat tersebut.
tiba-tiba mereka berdua berhenti.
"Crepe!!" Ae-Cha merasa senang ketika ia berhenti di kedai crepe saat pertama kali ia membelinya bersama Surya.
Surya tersenyum melihat Ae-Cha yang kegirangan, menyadari tatapan pria yang bersamanya, Ae-Cha menjadi salah tingkah.
'sudah kuduga kau menyukai Crepe' membatin Surya.
"tolong pesan Crepe yang ini dua" ucap Surya sambil menunjuk menu Crepe rasa coklat, keju, dan susu.
ketika pedagang itu menatap pelanggannya, ia terkejut.
"ka…kau…hunter Surya Yeon-Jun?" ucap pedagang Crepe.
"waah…mana??" ucap asisten pedagang Crepe.
"hei lihat!! itu hunter Surya Yeon-Jun!!" ucap wanita yang berjalan bersama temannya.
"waah kau benar!! tunggu…siapa wanita di sebelahnya?"
"entahlah…jangan-jangan…kekasihnya?!"
"tidak kusangka…sayang sekali aku tidak memiliki kesempatan"
"hei, kekasihnya sangat cantik, aku jadi iri kepadanya!"
para pejalan kaki baik laki-laki maupun perempuan telah mengira bahwa Surya memiliki seorang kekasih, mereka menjadi iri karena ingin merasakan situasi yang serupa.
orang-orang berkerumun dan mengelilingi Surya dan Ae-Cha…satu per satu mulai melontarkan pertanyaan mengenai beberapa hal termasuk status hubungan mereka berdua.
'inilah tidak enaknya menjadi orang yang terkenal!' membatin Surya.
~Wuoong
[Lord Authority]
Surya memundurkan orang-orang dengan paksa hingga terbentuk jarak beberapa meter yang tidak bisa orang-orang lalui.
__ADS_1
mereka terkejut ketika didorong oleh kekuatan tak terlihat.
"kumohon untuk tidak membuat keributan disini"
Surya berniat menegur orang-orang, namun reaksi mereka tidak sesuai harapan Surya.
"huwaa keren sekali ketika wajahnya tegas!!"
"hebat sekali dengan kekuatannya yang tak terlihat"
mereka malah tersanjung dengan kekuatan maupun raut wajah Surya yang tegas.
'ugh!!' Surya merasa jengkel.
"ayo, Ae-Cha" Surya mengajak Ae-Cha pergi ke tempat selanjutnya setelah menerima pesanan Crepe milik mereka berdua.
Ae-Cha mengikuti arah Surya berjalan, namun wajahnya semakin memerah.
is tersipu ketika orang-orang mengira bahwa ia adalah kekasih Ae-Cha.
Ae-Cha menatap punggung Surya sambil mengikutinya berjalan.
'kak Surya…ia menganggapku sebagai apa ya dimatanya?' Ae-Cha bertanya tanya.
Ae-Cha menjadi sedikit resah.
…
setelah berjalan beberapa menit, mereka berdua berhenti di sebuah cafe.
Cafe tersebut cukup sepi dan itu membuat kegaduhan tidak terjadi lagi disekitar mereka berdua.
"akhirnya kita bisa lepas dari orang-orang itu" ucap Surya dan menatap ke arah jendela.
"kak Surya benar, sepertinya akan sangat melelahkan jika kakak harus mengatasi mereka semua" ucap Ae-Cha.
kemudian seorang wanita yang merupakan pelayan cafe datang membawakan menu nya.
Surya dan Ae-Cha memesan minuman dengan tenang tanpa kegaduhan dari orang-orang di sekitar.
setelah beberapa menit, mereka berdua telah memutuskan pesanannya.
Ae-Cha memesan secangkir choco Belgia dengan tambahan sedikit kopi didalamnya, sedangkan Surya hanya memesan segelas es susu.
"tidak kusangka, ada orang yang tidak terkejut ketika melihat kak Surya" Ae-Cha tersenyum kepada pelayan cafe.
"terima kasih atas pujiannya nona, tapi aku sudah terbiasa dengan hal tersebut…namun merupakan suatu kehormatan jika dapat bertemu orang-orang penting di negara ini" ucap pelayan cafe dan pergi untuk menyiapkan pesanan mereka berdua.
'terbiasa?' membatin Surya dan menatap pelayan cafe yang mulai menyiapkan pesanan.
Surya mengubah pandangannya sedikit ke arah sebelah kiri, tiba-tiba ia melihat sesuatu yang tak terduga.
tiga pria dan dua wanita yang duduk sejajar tertangkap basah sedang mengalihkan pandangannya dari Surya ketika Surya menatap mereka.
~fiuu…fiuu (suara siul)
'ketauan woi!!' Surya berteriak dalam hati.
tiga laki-laki tersebut bersiul sedangkan dua wanita disampingnya tertawa diam-diam.
'ke…kenapa mereka ada disini?!' Surya terkejut.
ia melihat elit rank-S dari Phoenix Guild dan Irene serta Woong Suck Chin.
mereka berlima berada di cafe yang sama dan telah tiba sebelum Surya memasuki cafe tersebut.
"ada apa kak Surya?" Ae-Cha terheran dengan raut wajah Surya yang pucat dan seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
"a…aha tidak ada, ahaha" Surya memaksakan tawanya.
Surya menatap kembali ke arah mereka berlima.
__ADS_1
"hoho, tak kusangka hunter Surya memiliki selera wanita yang lebih muda darinya" bisik Myung-Ki Ok.
'kedengeran loh woi!!' Surya tersenyum sinis.
Surya menyadari bahwa cafe ini memungkinkan telah menjadi cafe khusus para elit hunter, dan ia secara tidak sengaja memasukinya agar terhindar dari orang-orang.
"hufff" Surya hanya bisa pasrah dan menghembuskan nafas panjangnya.
'kuharap mereka tidak salah paham akan hal ini' membatin Surya.
"terima kasih telah menunggu" pelayan tersebut kembali dan membawakan pesanan Surya dan Ae-Cha.
"waah, sudah lama ya, aku jadi teringat ketika kita pertama kali membeli Crepe" ucap Ae-Cha yang gembira.
Surya tersenyum ketika perasaan Ae-Cha membaik.
(source : manhwa Solo Leveling)
"kuharap ada pemandangan dimana secuil cream menempel di bibirmu" Surya meledek Ae-Cha.
mendengar ucapan Surya, pipi Ae-Cha memerah.
"hmpp" Ae-Cha tidak peduli dan menikmati Crepe miliknya.
Surya tersenyum sambil memakan Crepe miliknya dan juga meminum es susu miliknya.
Ae-Cha sangat menikmati momen tersebut dan memakan Crepe miliknya dengan lahap.
ia melihat pergerakan Surya yang rapih sebagai seorang lelaki.
dengan memperhatikan etika ketika berada di suatu tempat dan juga selalu mengeluarkan senyum yang terkesan ramah.
namun Ae-Cha merasakan sesuatu dari Surya yang dipenuhi dengan senyum ramahnya.
"kak Surya…sepertinya kakak terlihat cemas, jika kak Surya butuh bantuan, tolong katakan saja…aku rasa aku cukup bisa membantu kakak" ucap Ae-Cha yang yakin dengan apa yang sedang Surya rasakan.
Ae-Cha berpikir bahwa Surya memiliki banyak hal yang ia pikirkan, termasuk kejadian aneh yang menimpa pada dirinya.
Surya membalasnya dengan senyuman, ia merasa Ae-Cha berhasil menebak beberapa hal yang Surya pikirkan.
"terima kasih" ucap Surya.
tiba-tiba…
(Kami telah menginformasikan mengenai tragedi yang menimpa salah satu hunter terkuat di dunia, dimana hunter Fyodor Andery dibunuh oleh pembunuh yang belum ditemukan asal usulnya)
salah satu stasiun televisi menginformasikan berita kematian salah satu Unbeatable Hunter.
setelah beberapa hari, berita mengenai kematian Fyodor masih menjadi perbincangan dunia.
tidak hanya Surya dan Ae-Cha…kelima hunter rank-S juga menyimak berita tersebut dan mengutuk monster misterius tersebut di dalam hati mereka.
'cih! apa yang terjadi jika monster tersebut muncul di Korea?!' membatin Ha-Neul.
'sungguh diluar nalar! melihat kekuatan hunter Fyodor saja aku merasa memiliki jurang perbedaan yang dalam!' membatin Jin-Ho sambil meminum kopinya.
Surya memikirkan hal tersebut dengan serius.
'mereka yang mencoba mengambil alih dunia ini dengan mengerahkan pasukan mereka…dan mereka yang memiliki kekuatan melebihi Unbeatable Hunter…'
Surya mendapatkan suatu kesimpulan dari apa yang telah ia pikirkan selama beberapa hari.
'Lord!'
'tentu ini belum sepenuhnya benar, tapi jika dilihat dari kekuatannya, kuyakin seorang lord memiliki kekuatan yang lebih besar dari Unbeatable Hunter…aku merasakannya ketika bertemu Tentaorich, sang penguasa elemen!' Surya mengerutkan dahinya.
'dan alasan mengapa Cala melakukan semua ini…hanya bisa terjawab ketika aku menyelesaikan raid di menara kehancuran!'
hari menjelang gelap, Surya telah memutuskan tekadnya.
__ADS_1