End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 77. Salah satu bintang paling terang


__ADS_3

Di dalam gate.


"berpikir untuk melawan tuanku, betapa arogannya pemikiranmu, makhluk setengah-setengah…serang dia!!"


~Kieekkk


monster gagak enam sayap memerintahkan ribuan monster gagak untuk menyerang Ae-Cha.


Ae-Cha berdiri gagah layaknya seorang ratu yang berada di medan tempur.


~wosh


aura putih bersinar berkumpul di telapak tangan Ae-Cha dan membentuk bilah.


~Crak…boom


~wushhh


ketika ribuan gagak menyerang secara bersamaan, Ae-Cha juga melesat ke arah pasukan monster gagak dengan sangat cepat.


~Zrattt


kanan


~Zratt…zratt


kiri…atas


Ae-Cha menebas monster gagak di sekitarnya, kecepatan mata serta reflek tubuhnya sangat cepat dan dapat membaca pergerakan ratusan monster gagak sekaligus.


~Srrt…zraatt…craat


~kiekkk


「mereka terlalu banyak!」membatin Ae-cha.


pertarungan satu melawan ribuan telah terjadi, sedangkan monster gagak dengan enam sayap berada di garis belakang formasi dan mengamati lawannya yang kuat.


para hunter tercengang dan hanya bisa diam melihat pertarungan yang berada ditingkat yang berbeda.


"hei…bukankah wanita itu kesulitan?! apa kita hanya akan diam saja?!" ucap tanker.


namun yang lainnya hanya bisa terdiam dan pasrah.


~srat…sratt


~wushh


~cratt


pipi Ae-Cha tergores oleh cakar salah satu monster gagak.


「kurang ajar!! aku sedikit terpojok!」ucap Ae-Cha.


~nggiiing


keenam tanduk Ae-Cha beresonansi dan…


~Jdarrrr


petir ungu menyambar belasan monster gagak yang ada di sekitar Ae-Cha.


「Huhhh」Ae-Cha menghela nafasnya.


「akan kugunakan sedikit lebih banyak kekuatanku!」ucap Ae-Cha.


ia sedikit menjauh dari pasukan monster gagak agar dapat berkonsentrasi.


~sringg


tiba-tiba tubuh Ae-Cha menjadi lebih bersinar.


urat dan aliran darah yang ada di tubuh Ae-Cha memancarkan cahaya emas.


udara di sekitarnya berubah menjadi uap panas, namun ribuan monster gagak tidak berhenti dan tetap melaju menyerang Ae-Cha.


~BOOM


Ae-Cha melaju lebih cepat dari sebelumnya dan bergerak secara spiral.


~Zrat…zrat…zrat…zrat


ia memutarkan tubuhnya berkali kali dengan cepat sambil menebas monster gagak di sekitarnya.


meski begitu, situasinya tetaplah sama…perlahan Ae-Cha semakin terpojok karena perbedaan jumlah yang sangat besar.


~Zrat…zrat…tsskkkk


Ae-Cha menebas dua monster gagak di sebelahnya dan menusuk monster gagak yang ada di depannya.


namun Ae-Cha telat menyadari karena salah satu monster gagak berada di belakangnya dan telah siap merobek leher Ae-Cha yang tak terlindungi.


Ae-Cha terkejut dan merasa ia terlambat, namun tiba-tiba.


~Craaat


monster gagak yang akan merobek leher Ae-Cha kini berakhir dengan kematian yang tragis.


di belakangnya, terdapat seorang pria yang terluka dan menghabisi monster gagak tersebut dengan sepasang pedang sabit.


itu adalah Du-Ho Jae…ia berpihak kepada Ae-Cha.


「manusia??」Ae-Cha bertanya tanya, namun monster gagak yang jumlahnya masih sangat banyak tidak memberinya kesempatan untuk menarik nafas.


"jangan hanya diam saja…ayo kalahkan burung hitam jelek ini!!" ucap Du-Ho kepada rekannya.


berkat ucapannya, semangat bertarung dari para anggota tim bangkit dan berkobar.


"kau benar…kita datang kesini dan kita sudah tahu akan konsekuensinya!" ucap tanker.


"yoosh!!"


"ayo maju!!"


"aarghh!!"


Esca Guild berpihak kepada Ae-Cha dan melawan pasukan monster gagak.


"take agroo!!"


~wuongg


Tanker berusaha keras menarik perhatian monster gagak yang tingkatnya setara dengan hunter low rank-A.


~Kiekkk

__ADS_1


beberapa monster gagak menuju ke arah tanker.


monster itu semakin dekat dengan tanker…namun tanker tersebut hanya tersenyum.


"kena kau!" ucap tanker.


~srat…srat…srat…srat…srat…srat


dua wanita kembar yang membawa dua belati, muncul dari belakang Tanker dan memutilasi monster gagak tersebut.


"kerja bagus!" ucap tanker.


「Makhluk tinggi sepertiku dibantu oleh manusia?!」Ae-Cha terkagum dengan tekad manusia.


~blazz…blazz


Ae-Cha menangkis, menghindar, dan menyerang beberapa monster gagak sekaligus.


tiba-tiba…


~BOOM


Ae-Cha terkena pukulan keras oleh sosok yang melaju sangat cepat.


~Duarr


「Ugh!」Ae-Cha muntah darah.


dinding gate hancur karena tekanan dari sosok yang menyerang Ae-Cha.


sosok tersebut adalah monster gagak dengan enam sayap dan bermata empat.


monster gagak tersebut tersenyum.


"kau cukup mengesankan, makhluk setengah-setengah…tapi berpikir untuk melawan tuanku, betapa arogannya pemikiranmu!!"


~Wushhh


monster gagak dengan enam sayap tersebut merilis seluruh auranya.


"aku adalah Graven, prajurit neraka ketiga dari King of Abyss…aku akan menyadari jurang antara kau dengan tuanku…makhluk setengah-setengah!!!"


~Boom


monster gagak dengan enam sayap yang mengaku dirinya sebagai Graven, prajurit ketiga dari Lord of Abyss…tanpa basa-basi, ia langsung mempersempit jaraknya dengan Ae-Cha.


~Boom


~Crakk


Ae-Cha menangkis pukulan Graven dengan lengannya…namun tulang lengan Ae-Cha langsung patah ketika menerima serangan dari Graven.


~Dboom


kemudian Graven memukul wajah Ae-Cha hingga terpental ke sisi lainnya.


「Ugh…uhuk」Ae-Cha kembali memuntahkan darah.


"apa hanya ini kekuatanmu?!" Graven menganggap remeh Ae-Cha.


「jika tidak kugunakan seluruh kekuatanku, ini hanya akan berakhir sia-sia」


「yah…akan kugunakan seluruh kekuatanku meskipun wadah manusia ini tidak akan sanggup bertahan lama!」


membatin Ae-Cha…atau tepatnya, sesosok yang menjadikan Ae-Cha sebagai wadah jiwanya.


~Boom


ledakan mana besar berasal dari tubuh Ae-Cha.


enam tanduk Ae-Cha bersinar terang dan tubuhnya yang awalnya dilapisi gaun putih karena perubahannya, kini dilapisi kembali oleh armor emas yang melindungi beberapa bagian dan tampak rusak seperti telah melalui pertarungan panjang.


armor emas juga menutupi setengah wajahnya, tampak seperti perubahan yang cacat.


「atas namaku Rigel yang merupakan salah satu bintang paling terang…akan kukerahkan seluruh kekuatanku」ucap Rigel yang berada didalam tubuh Ae-Cha.


"kau sepertinya sangat sombong ya hanya dengan baju rusakmu!!" Graven tersenyum dan mengeluarkan sebuah tombak trisula yang memiliki panjang lebih dari dua meter.


tombak kegelapan yang dilapisi aura kegelapan yang pekat.


"akan kubunuh kau disini!"


~Wushh


Graven melempar tombaknya ke arah Rigel.


Rigel hanya berdiri terdiam.


~crakk


Rigel dalam diam, meraih tombak tersebut dengan tangan kirinya, seketika laju tombak tersebut berhenti.


~Wush


setelah itu, Rigel menyuntikan mana kedalam tombak tersebut…lalu tombak yang sebelumnya dilapisi dengan aura kegelapan, kini berubah menjadi tombak cahaya.


「aku adalah bintang bercahaya…aku adalah musuh alami mu!」ucap Rigel.


"Cih!!" Graven sedikit kesal.


~Boom


Rigel melesat seperti cahaya dan menebas Graven.


~Crad


tombak tersebut menancap di lengan Graven dan membuat Graven terpental.


namun dalam sekejap mata, Rigel sudah berada di depan Graven.


~wushh


~Sriing


~Craaaak


Graven menunduk dari serangan Rigel yang mengincar lehernya.


~boom


Graven memukul perut Rigel sangat keras, namun armor rusaknya dapat melindungi dan mengurangi rasa sakitnya.


~boom


Rigel menendang pinggang kanan Graven dan menghempaskannya ke dinding gate.

__ADS_1


ketika Rigel akan melaju kembali…


~crakk


ia merasakan bahwa tulang kedua kakinya telah hancur.


「sial!」Rigel merasa kesal.


Graven yang terbangun setelah terkena serangan, tersenyum dan memuntahkan sedikit darah berwarna ungu.


~cuhh


"sepertinya wadahmu itu tidak sanggup membendung semua kekuatanmu ya" Graven tersenyum.


tiba-tiba…


~ring…ring…ring


beberapa rantai yang menjadi lava muncuk dari dinding gate dan mengingat kedua tangan dan kaki Rigel.


"tuanku meminjamkan salah satu senjatanya padaku untuk berburu, sudah kuduga ini akan sangat berguna!" Graven tersenyum.


ia berhasil memasang jebakan untuk Rigel pada saat Graven sedang memperhatikan cara bertarung Rigel.


「Sial!! ini sangat kuat」Rigel tidak bisa bergerak.


~wushh


~BOOM


「Ahkkkk!!」


Graven melaju dengan cepat dan memukul perut Rigel hingga armor rusaknya pecah.


~Boom…boom…boom…boom


Graven memukul Rigel berkali kali, darah mulai bercucuran, armor miliknya mulai hancur, serta vitalitasnya semakin menipis.


***


di gedung asosiasi hunter Korea Selatan.


Luxia baru saja menerima laporan dari salah satu polisi yang bertugas mengawas gate yang muncul di Gunsan.


(apa katamu?! gate nya berubah menjadi red gate?!) Luxia dibuat terkejut dengan informasi tentang purple gate yang berubah menjadi red gate.


(ini sudah terjadi sekitar tiga puluh menit yang lalu! dan sebuah barrier menghalangi orang yang berada di luar gate untuk masuk…lalu) pengawas tersebut tergugup.


(lalu apa?!) Luxia menjadi sangat penasaran.


setelah mempersiapkan mental, polisi tersebut melanjutkan ucapannya.


(hunter Surya Yeon-Jun, mengamuk dan mencoba menghancurkan barrier tersebut) ucap pengawas.


#Note : Barrier adalah perisai atau dinding yang tercipta dari mana atau sihir


mendengar ucapan pengawas tersebut…Luxia bergegas menuju ke lokasi gate yang berada di Gunsan.


***


Gunsan.


di luar gate…


Surya mengeluarkan seluruh kekuatannya.


~nging…nging


ia mengayunkan Calamity Sword beberapa kali dan…


~Crakkk…BOOM


layaknya kilat, Surya melaju sangat cepat ke arah barrier yang menutupu gate.


"Hancurlah!!"


~BOOOM


Surya membenturkan Calamity Sword ke barrier dengan kekuatan penuhnya.


ledakan mana tersebut menyebabkan gempa di Korea Selatan serta gelombang kejut yang menghancurkan seluruh kaca gedung yang ada di wilayah Gunsan.


***


di dalam gate…


Rigel sudah mengalami banyak luka dan mengeluarkan banyak darah setelah menerima serangan dari Graven.


dirinya telah kembali kedalam bentuk manusia normal, hanya tersisa setengah bagian rambutnya saja yang masih berwarna putih.


para hunter dari Esca Guild juga tidak bisa mengimbangi kekuatannya dengan ribuan monster gagak.


"ini adalah akhir bagimu!!"


Graven mengeluarkan tombak yang ukurannya dua kali lebih besar dan lebih kuat.


~grrrrr


bagian dalam gate sedikit bergetar, namun Graven tidak memperdulikannya.


"Matilah!!!"


Graven mulai mengayunkan tangannya.


namun…


~Sriingg


~BOOM


seseorang memukul Graven dan membuatnya terkubur dengan puing-puing gate yang hancur karena ledakannya.


karena itu, rantai yang terikat pada Rigel juga terlepas dan membuat Rigel yang kembali menjadi Ae-Cha terjatuh.


sebelum Ae-Cha menyentuh tanah, Surya telah meraihnya dan memeluknya.


sebuah tetesan air mata merintih dari mata Surya.


namun aura serta niat membunuhnya terpancarkan hingga kebagian luar gate.


Surya menyadari identitas monster tersebut dari pesan sistem yang muncul.


[one of the 12 commander generals King of Abyss]


[3rd general]

__ADS_1


[Graven「Rank-SSS」]


"akan kubuat kematian yang paling mengerikan untukmu!!!" ucap Surya.


__ADS_2