End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 06. Ketulusan


__ADS_3

Seoul, 11-02-02SBR 9:00 AM


adalah akhir pekan dimana Surya libur dari pekerjaannya


karena sedang libur Surya menyelesaikan quest nya di pagi hari…ia berolah raga di taman bersama Mora


"Aku penasaran kenapa belakangan hari ini kau sangat rajin berolah raga?" tanya Mora sambil senyum meledek Surya


"Yaah aku hanya menjaga kesehatan mental ku karena beberapa masalah saat bekerja"


Jawab Surya namun itu hanyalah alasan untuk menyembunyikan kebenarannya


2 jam kemudian…


di perjalanan pulang setelah olah raga Surya dan mora sedang berbincang


"kau benar-benar bersemangat saat berlari hingga melupakan adikmu…aku penasaran apa kau baru saja mendapatkan pacar?" tanya Mora sambil mengejeknya


"ughh diam kau" jawab Surya dengan senyum risihnya


di sisi jalan lainnya…


"kaak, aku mau es krim"


"kaak aku juga"


"aku jugaaaa"


"es krim kaak"


anak-anak kecil itu melirik toko es krim yang ada di seberang dekat dengan perempatan jalan dan meminta pada kakaknya untuk di belikan


"nanti saja ya, hari ini kakak akan membuatkan kalian manisan" jawab sang kakak dengan senyumannya


"aahh kakaak" serentak anak-anak itu menjawab


mereka melanjutkan perjalanan…namun seorang anak berhenti dan melirik kembali toko es krim tersebut dan perlahan berlari mendekati toko yang ada di seberang jalan


"es krim…es krim…es krim"


anak itu hanya menatap toko tanpa memperhatikan situasi jalan


tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi mengklakson anak kecil yang ada di hadapannya


~Tiiiiiit


sang kakak langsung terkejut dan menengok ke belakang


"Tidaak" teriak sang kakak


~sreeeet


orang-orang di sekitar terkejut dengan kejadian yang ada di depan matanya


supir itu menginjak rem nya dengan mendadak sehingga mobilnya nyaris tergelencir, namun ia langsung melanjutkan perjalanan karena tidak mau tahu jika ia telah menabrak seseorang


tapi…


seorang pria telah memeluk anak itu di seberang jalan…pria itu adalah Surya…tetapi tidak seorangpun yang melihat Surya ketika berlari menyelamatkan anak kecil itu


dari sisi jalan lainnya Mora berlari menghampiri kakaknya


"kakaak…apa kau tidak apa-apa??" tanya Mora dengan wajah yang sangat cemas


"iya…aku baik-baik saja" jawab Surya sambil melirik anak kecil yang ia selamatkan…dapat dipastikan bahwa anak itu baik-baik saja


anak itu hanya mengalami luka lecet di lututnya dan anak itu perlahan menangis


"Miraaaa!!"


seseorang berlari dan berteriak menghampiri anak yang Surya selamatkan…itu adalah seorang wanita


'jadi anak ini namanya Mira' membatin Surya


saat wanita itu sampai di hadapan, anak itu berlari dan memeluk kakaknya


'Ini adalah kelalaianku, seharusnya aku menjaga mereka sebaik mungkin'


wanita itu menyalahkan dirinya atas kejadian ini


"aku tidak memiliki banyak uang, aku sangat berterima kasih karena telah menyelamatkan adikku"


ucap wanita itu namun tiba-tiba matanya melotot karena terkejut dengan orang yang telah menyelamatkan adiknya


"Tuan??"


"Kauu?" jawab Surya dengan wajah yang sedikit terkejut


wanita itu adalah wanita yang sama pada malam hari kemarin yang ingin mencelakai dirinya dengan membiusnya dari belakang


"apa kalian saling mengenal?" tanya Mora


"tidak, bukan begitu" jawab Surya


Surya merasa kesal dengan kehadiran wanita itu, namun tiba-tiba anak-anak lainnya menghampiri wanita itu…Surya melihat ke belakang wanita itu dimana ada banyak adik-adiknya


Wanita itu hanya bisa menunduk karena malu dengan dirinya yang kemarin hampir mencelakai Surya, kini Surya malah telah menyelamatkan salah satu adiknya


"Aku akan menjelaskan semuanya!"


wanita itu tiba-tiba menegaskan niatnya dan akhirnya Surya mengikuti wanita itu


"Mora, pulanglah duluan…aku ada urusan"


Mora hanya bisa mengangguk

__ADS_1


Surya dibawa ke suatu rumah yang cukup luas


dan cukup terkejut dengan apa yang diliatnya


"inii…"


"benar, ini adalah panti asuhan" jawab wanita itu


"anak-anak silahkan main di dalam, hati-hati yaa" wanita itu menyuruh anak-anak bermain didalam


namun seorang anak menghampiri Surya


"kakak…te…tlima kasyih" dengan wajah yang terkesipu, anak itu mengucapkan terima kasih


Surya hanya memberi senyuman untuk anak itu


"Sejak kejadian Bencana Raya…" ucap wanita itu


Surya menengok ke arahnya


"Sejak tragedi itu, banyak anak-anak yang terlantarkan karena orang tuanya menghilang tiba-tiba…aku tidak tega melihatnya menangis sehingga aku memutuskan untuk menempatkan mereka dan merawatnya di panti asuhan"


Ucap wanita itu dengan nada yang sedih


"aku bukan orang berilmu, pendidikan ku rendah sehingga aku tidak mendapatkan pekerjaan dimana mana"


"Lalu kau melakukan hal yang tidak pantas dan bekerja sama dengan preman-preman itu!?" Surya bertanya dengan nada yang rendah dan menatap tajam wanita itu


"jangan bercanda!! apa kau pikir anak-anak itu akan senang jika tahu caramu mendapatkan uang!?" tegas ucapan Surya


"A…aku…tidak tahu harus apa"


wanita itu menjawab dan perlahan merintihkan air mata


"orang-orang langsung merendahkanku karena status pendidikan ku…dan pada saat yang sama preman-preman itu menawarkan uang padaku namun dengan cara yang salah"


"aku ingin menolaknya namun mereka mengancam akan menyakiti anak-anak itu"


Surya hanya terdiam dan mendengar penjelasannya


"dan aku sangat tidak tega jika anak-anak itu tidak bisa makan meski hanya sesuap nasi, jadi aku terpaksa melakukannya"


wanita itu hanya bisa melihat kebawah dan menangis


di satu sisi ia sadar jika perbuatannya salah


di sisi lain ia terpaksa melakukannya demi anak-anak itu


karena itu ia memutuskan membuang harga dirinya demi menafkahi anak-anak di panti asuhan


"ciih!!" Surya cukup kesal mendengar penjelasannya…hal itu tidak bisa dihindari karena wanita itu terjebak oleh nasib dan keadaan yang memaksa dirinya berbuat perbuatan yang tidak pantas


"Angkat kepalamu" ucap Surya


wanita itu seketika kaget


"tidak…bukan untuk air matamu" ucap Surya


Surya melanjutkan kata-katanya


"keadaan yang memaksa kita berbuat hal yang tidak pantas…tapi pikirkanlah…kebahagiaan bukan hanya berasal dari uang"


"setidaknya bahagialah untuk mereka, hal itu sudah cukup untuk kebahagiaan mereka juga"


"karena itu, tidak masalah berapapun hasil yang kau dapatkan…jika kau mendapatkannya dengan kebahagiaan…aku yakin anak-anak itu akan ikut merasakan kebahagiaan" Surya menegaskan kata-katanya


wanita itu kembali merintihkan air matanya…dan tiba-tiba menundukan badannya hingga 90°


"Terima kasih tuan, dan tolong maafkan aku atas kesalahanku"


"Sudah kubilang angkat kepalamu" jawab Surya dengan senyumnya


"Baiklah aku harus pulang…daah" Surya berbalik dan melambaikan tangannya


"Tuaan!" wanita itu memanggil Surya


"maafkan aku, ini sangat terlambat…na…namaku adalah Lilia…hanya Lilia" Akhirnya ia memberitahu namanya namun dengan wajah yang terkesipu malu


"Surya…Surya Yeon-Jun" Surya memberi tahu juga namanya dan langsung berjalan pulang


dijalan…


'Aku sangat bersyukur telah memasukan total poin ku ke AGI sehingga menyentuh angka 10…aku merasakan perubahan yang cukup besar pada saat stat ku mencapai 10'


Surya mengasumsikan jika tiap stat menyentuh angka 10, perkembangannya cukup pesat


saat Surya ingin mengecek status bar ia melihat ada tanda pesan masuk di sebelah kiri atas layar


Pesan masuk : [1]


[Sistem mendeteksi tekad yang kuat untuk


menyelamatkan nyawa seseorang


Anda bertekad menggunakan kecepatan anda


Hadiah : Stat AGI anda akan di kali 2 ]


[Berhasil]


mata Surya langsung melotot dan terkejut dengan pesan sistem…dan ia langsung mengecek status bar nya


"Status bar!"


『System Name : ???

__ADS_1


Level : 1


Name : Surya Yeon-Jun


Level : 1


User : Cheater Job : -


INT : 16 AGI : 20


STR : 13 DEX : 7


VIT : 7 sisa poin : 0


Unique Skill :


1.) [Absolute Word「Lv.1」: Memungkinkan untuk menciptakan sebuah skill dengan keterbatasan berdasarkan akal sehat dan hal yang pernah terjadi di dunia] (cooldown : 240 hours)


2.)


3.)


Side Skill :


1.) [Ahli bela diri 「Lv.1」: Memiliki reflek


master bela diri] (memiliki efek buff dan


penalti jika kondisi pemakai tidak


memenuhi syarat) [Syarat : Stat STR & AGI


melebihi 20]


2.) [Instant Recovery 「Lv.max」(aktif/pasif)


Aktif : Memulihkan tubuh secara instant


dengan satu kata [Heal]


(cooldown 24 jam)


Pasif : Dengan tidur dapat memulihkan


tubuh dari kelelahan secara bertahap]


3.)


Buff :


1.) [Ahli bela diri : +20 stat STR & AGI]


2.)


3.)


Penalty :


1.) [Ahli bela diri : Karena stat user tidak memenuhi syarat, dan tubuh anda akan terasa pegal di seluruh tubuh dan memar di beberapa bagian] (Terjadi setelah skill aktif selama 5 menit)


2.)


3.)


Note : [Level sistem akan bertambah


setiap stat anda bertambah 100] 』


'dalam sehari aku bisa meningkatkan stat ku hingga menyentuh angka 20?…baguss!'


Surya merasa sangat senang dengan pencapaiannya hari ini dan mulai berlari-lari kegirangan




di hari yang sama, di sebuah kereta dengan tujuan Seoul dari Cheongju…seorang gadis panik ketakutan dan melihat ke gerbong samping seolah takut dengan sesuatu



"Aku harus segera menghubungi ayah!" ucap gadis itu



ketika ia hampir menelfon…dua orang laki-laki berbadan besar datang dari gerbong belakang dan medekat ke arah gadis itu



"gawat…aku harus sembunyi" ucap gadis itu



ia bangun dari tempat duduknya dan jalan ke arah gerbong depan…berharap dua orang itu tidak menemukannya



setelah lebih dari satu jam bersembunyi di kereta…gadis itu sampai di Seoul dan segera pergi agar tidak ketahuan dua orang tadi



saat gadis itu melewati pilar tembok…seseorang dibalik pilar itu menatapnya dan melapor pada seseorang lewat telfonnya



"dia ada disini"

__ADS_1



seseorang yang menerima laporan berada di sebuah gedung sedang melihat sebuah foto dan mengeluarkan senyum jahatnya…ia berkata "aku akan segera menyingkirkanmu"


__ADS_2