
~BOOM
Tinju Surya tidak sempat mengenai Daneil, karena secara tiba-tiba tubuh Daneil mengeluarkan gelombang angin yang sangat besar setelah ia mengeluarkan skill pamungkasnya.
"Ultimate, Destroyer"
Surya terhempas cukup jauh karena gelombang angin tersebut.
Surya menatap tajam ke arah Daneil…lalu tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat besar.
~BOOM
Surya melihat sebuah cahaya yang besar menembus langit.
***
(Guo Jing & Almeric Johan vs Seele & Zeere)
Almeric melancarkan serangan terkuatnya dan menyerang dua wanita yang menjadi lawannya.
"berhasil!" ucap Guo Jing.
dalam detik kemudian, cahaya yang menembus langit mulai menghilang.
Guo Jing dan Almeric Johan melihat siluet yang ada di tengah tengah cahaya tersebut.
"Mustahil!!!" teriak Almeric Johan.
pria Jerman itu melihat sosok wanita yang dilindungi oleh keempat belas ekornya yang membentuk seperti sebuah lingkaran.
'Perset*n!! bagaimana dia baik-baik saja setelah menerima serangan sekuat itu!' membatin Guo Jing.
Seele memejamkan mata sambil berdiri dengan anggun dengan tubuhnya yang dilindungi oleh ekornya.
wilayah sekitar hancur lebur setelah menerima serangan dari Almeric Johan, namun itu tidak berlaku sedikitpun.
api biru di sekitar tanduk nya menyala dengan terang.
Aku mengakui kekuatan kalian, manusia!" ucap Seele.
~krrt
~wuoong
Guo Jing menggenggam kedua pedangnya dengan erat dan menimbulkan pancaran cahaya di sekitar tubuhnya.
'tunggu!!! jika hanya dia seorang…maka dimana wanita yang satunya?!' wajah Guo Jing mengeras setelah mengetahui bahwa hanya ada satu musuh yang ada di hadapannya.
Seele tersenyum dan membuka kedua matanya…bentuk nya berubah menyerupai mata reptil yang disinari cahaya biru.
Guo Jing reflek melihat ke arah Almeric Johan, ia melihat seorang gadis yang tersenyum sambil membawa sebuah sabit yang sangat besar, lalu…
~SRIING!!!
~CRAAAT!!!
"ARGHHH!!!" Almeric Johan berteriak.
ia tidak menyadari bahwa lawannya ada tepat di belakangnya.
Zeere menebas secara vertikal dari bahu kiri hingga kaki kiri Almeric Johan hingga terbelah layaknya tahu.
"BAJ*NGAN!!!" teriak Guo Jing.
~BOOM
~Woshh!!
rambut Guo Jing berubah menjadi api putih seperti Daneil dan melaju ke arah Zeere.
[Saber Aura]
~wush…wush…wush…wush
Guo Jing menggunakan skill buff nya hingga ia bergerak dengan kecepatan yang luar biasa.
Seele kini menahan Almeric Johan yang mengalami luka parah.
"manusia, kau benar-benar menutup matamu ya!" Seele mengejek Almeric Johan yang tak berdaya.
"ahahaha!! kemarilah manusia!! mari bermain bersamaku!" ucap Zeere.
Guo Jing mengelilingi Zeere sambil membawa kedua pedangnya, kemudian…
~Sriing
Guo Jing melesat ke arah Zeere secara garis lurus.
"argh!!"
~Trangg
tebasan Guo Jing ditangkis dengan mudahnya.
"cih!!" Guo Jing menggertakan giginya dan terus menebas dengan kecepatan yang mengerikan.
~trang…trang…sring
__ADS_1
"AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!" Zeere tertawa puas sambil beradu serangan dengan Guo Jing.
'masih belum!!' membatin Guo Jing.
ia memaksakan tubuhnya dan mengeluarkan aura yang lebih besar.
kecepatannya meningkat secara drastis.
~sring…sring…sring…trang
~sring…craat
wajah Zeere sedikit tergores.
"Menarik!!"
semakin cepat dan cepat, darah mulai keluar dari mulut Guo Jing, namun ia terus menyerang Zeere meskipun hampir seluruh serangannya dapat ditangkis.
'fokuskan kedua otot lenganmu!!'
'hentakan satu kaki, putar badanmu dan atur momentumnya!'
'lalu…kerahkan semuanya!!!'
"Arghhh!!"
Guo Jing merapatkan kedua pedangnya dan menebas ke arah yang sama.
~Ting
~Trash!!!
tebasan Guo Jing berhasil mematahkan sabit milik Zeere.
seketika Zeere mengubah pikirannya.
'tuanku menyuruhku menahan diri, tapi sepertinya manusia ini dapat membahayakan tuan!'
'bunuh! manusia ini harus dibunuh!' membatin Zeere.
ketika Zeere mengedipkan matanya, pupil matanya berubah menyerupai mata naga.
~Tap
~Trash!!
Zeere menghentikan tebasan Guo Jing dengan satu tangannya, lalu meremasnya hingga pedangnya hancur dengan mudah.
Guo Jing bergetar ketika pandangannya bertemu dengan Zeere yang tersenyum.
"kita lihat seberapa kuat tubuhmu!"
cakar milik Zeere mendadak menjadi sangat panjang, ia mencengkram tulang rusuk kanan Guo Jing hingga cakarnya menembus tubuhnya.
lalu…
~BOOM!!
Zeere mengangkat Guo Jing dengan mudah dan membantingnya ke tanah.
***
(Surya vs Daneil)
setelah menggunakan skill ultimate nya, Daneil berjalan ke arah Surya yang jaraknya cukup jauh.
Daneil melirik ke arah penjara es berbentuk bola yang mengurung para hunter dan juga melihat rekan-rekannya.
'semua hunter telah dikalahkan!' Daneil tidak melihat satupun hunter yang berada di dalam penjara es yang masih berdiri.
'bahkan hunter Guo dan hunter Johan juga?!' membatin Daneil.
'bagaimana bisa seorang hunter memiliki kekuatan yang sangat mengerikan?!' Daneil menatap tajam ke arah Surya.
"Cih! apa aku telah mengorbankan dunia demi anak buahku yang buruk?!" Daneil bertanya tanya kepada dirinya sendiri.
ia mengepalkan tinjunya sekeras mungkin dan terus berjalan ke arah Surya.
'aku harus mengalahkan orang ini secepat mungkin!' membatin Daneil.
~Sring
tiba-tiba Surya menghilang dan muncul di hadapan Daneil.
~Dboom
~craak
Surya menendang dagu Daneil hingga membuat Daneil terpental ke udara.
serangannya tidak berhenti sampai disitu.
~DBOOM!
Surya menendang perut Daneil hingga membuat Daneil terjatuh ke tanah dengan sangat cepat.
"ahhk!!" Daneil memuntahkan darah dan terbaring lemas.
__ADS_1
ia melihat sosok mengerikan yang berdiri di atas dadanya.
~Boom
satu pukulan mendarat tepat di wajah Daneil yang terbaring.
~boom…boom…boom…boom…boom
puluhan pukulan mendarat hanya dalam beberapa detik.
'aku tidak boleh kalah disini!' membatin daneil.
"ARGHHH!!"
tubuh Daneil mengeras seperti baja, ia menggunakan skill ultimate nya untuk melindungi dirinya, tapi…
~DBOOOM!!!
Surya memperkuat pukulannya dengan mengalirkan mana ke dalam tangannya.
'mustahil! armor ditubuhku…hancur?!' Daneil terkejut sekaligus merasakan sakit.
~BOOM…BOOM…BOOM…BOOM…BOOM
"ahk…kuahk…ti…dak…ahk!!" darah mengalir deras dari wajah dan mulut Daneil.
armor yang melekat di tubuhnya hancur.
para hunter yang tidak bertarung, bergetar ketakutan dan ragu ingin menghentikan Surya.
"gawat, hunter Daenil bisa terbunuh!!" ucap Hak-Kun.
"kita tidak bisa mendekat!!" ucap Jin-Ho.
helikopter yang merekam kejadian juga ikut bergetar ketakutan ketika melihat adegan Daneil dihajar habis-habisan.
(ya tuhan, seseorang tolong hentikan amarah hunter Surya!)
(dia dapat mengalahkan seluruh hunter sendirian) ucap reporter.
(kita tidak bisa mendekat, helikopternya tidak akan kuat menahan arus anginnya!) ucap kameramen.
(baiklah! pilot…kita menjauh dari sini) ucap reporter.
Surya tak berhenti sekalipun memukuli Daneil yang tidak berdaya.
~Dboom…dboom…dboom…dboom!!
hingga pada akhirnya…
~woshh
tubuh Daneil dikelilingi uap panas dan armor yang melekat pada tubuhnya hancur berkeping keping.
Surya menghentikan pukulannya dan mundur beberapa langkah.
ia menatap Daneil yang pingsan dan tak bergerak.
'aku heran mengapa ia hanya bisa melampiaskan amarah sesuka hatinya!' membatin Surya.
Surya menatap ke arah para hunter yang pingsan di dalam penjara es.
'setidaknya mereka tidak mengalami luka fatal!' membatin Surya.
pandangannya bertemu kepada para hunter Korea yang terkejut akan kekuatan Surya.
lalu pandangannya beralih ke arah Seele dan Zeere dimana Almeric Johan dan Guo Jing mengalami luka parah.
'seharusnya setelah ini mereka tidak akan macam-macam dengan orang-orang ku!' membatin surya.
pandangannya kembali ke arah Daneil, ketika Surya berniat menggunakan skill healing untuk semua hunter, tiba-tiba…
「Sungguh kekuatan yang dahsyat, wahai sang penguasa perang!」
Surya mendengar suara yang tiba-tiba muncul di belakangnya.
***
Seoul, Korea Selatan…
Mora dan Ae-Cha menyaksikan siaran langsung yang terjadi di London.
"kuharap Oppa baik-baik saja!" Mora sangat khawatir.
"tidak apa Mora, Kak Surya itu sangat kuat, dia pasti baik-baik saja!" ucap Ae-Cha.
Mora terdiam.
"ah untung memastikan, aku akan mengambil ponselku di ruang tamu dan menelpon kak Surya! aku akan memarahinya karena sudah membuatmu khawatir!"
Ae-Cha tersenyum dan berusaha menghibur Mora.
ia keluar dari kamar dan pergi mengambil ponselnya di sofa yang ada di ruang tamu.
'itu dia!'
Ae-Cha mengambil ponselnya dan segera kembali ke dalam kamar, namun tiba-tiba ia menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Ae-Cha melirik ke arah pintu masuk rumah dan melihat sosok yang bersembunyi dibalik bayangan.
pancaran empat mata iblis yang bersembunyi di balik bayangan dan tersenyum ketika Ae-Cha telah menyadari kehadirannya.