End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 73. Dilema


__ADS_3

Su Jin-Ae, salah satu staff dari Mugunghwa Guild datang menemui Lilia.


"maaf, apa kau adalah Nona Lilia?" tanya Jin-Ae di depan pintu masuk panti asuhan.


'bagaimana dia tahu namaku?' membatin Lilia.


Lilia membuka pintu masuk sepenuhnya dan menjawab pertanyaan Jin-Ae.


"iya benar, ada apa ya?" Lilia bertanya.


"maaf jika mengganggu waktumu, namaku Su Jin-Ae sebagai salah satu staff dari Mugunghwa Guild, aku mendapat informasi dari temanku mengenai perekrutan anggota guild yang akan dibentuk" jawab Jin-Ae.


sebelumnya, Lilia membagikan informasi perekrutan anggota ke beberapa temannya saja yang memiliki koneksi dengan hunter yang memiliki peringkat cukup baik.


ia tidak menyangka jika orang yang paling pertama mempertanyakan masalah perekrutan anggota adalah seorang staff dari sebuah guild besar di Korea Selatan.


'mungkin temanku tidak sengaja membocorkan masalah perekrutan ke beberapa orang' membatin Lilia dan menghela nafas.


"nona Jin-Ae benar, aku yang bertanggung jawab mengenai masalah perekrutan enggota guild" jawab Lilia.


kemudian Lilia bertanya .


"apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Lilia


Jin-Ae menjawab.


"aku ingin bergabung dengan guildmu!"


jawaban Jin-Ae membuat Lilia terkejut.


"hah? nona, apa kau yakin?" Lilia mencoba untuk memastikan ucapan Jin-Ae.


ucapan Lilia terdengar ragu di telinga Jin-Ae.


"apa itu adalah hal yang sulit?" tanya Jin-Ae.


Lilia menjelaskannya…


"guild ini adalah guild yang belum dibentuk dan belum memiliki nama, apalagi diresmikan…jika nona bekerja sebagai staff di sebuah guild besar, mengapa nona ingin mengorbankan status pekerjaan nona dan mendaftar ke guild kami?" Lilia terheran heran.


Jin-Ae terdiam beberapa saat, ia kebingungan harus menggunakan alasan seperti apa.


"aku ingin ketuamu juga mendengar alasanku ingin bergabung, apa ketuamu memiliki waktu?" tanya Jin-Ae.


'apa aku terburu buru? aku rasa akan menjadi sulit untuk bertemu dengannya' membatin Jin-Ae dan wajahnya sedikit murung.


"aku rasa ketua memiliki beberapa urusan penting, tapi sudah tiga hari ini tidak ada kabar sedikitpun dari ketua" jawab Lilia.


mendengar jawaban Lilia, wajah Jin-Ae menjadi lebih murung.


'aku harus bersabar!' membatin Jin-Ae.


"baiklah, aku akan menghubungi nona Lilia beberapa hari kedepan, mohon maaf bila aku mengganggu waktu nona" Jin-Ae pamit dan pergi.


Lilia tidak mempermasalahkan Jin-Ae yang datang secara tiba-tiba.


namun ia menjadi bertanya tanya, alasan Jin-Ae ingin bergabung ke dalam guild.


akan menjadi hal wajar jika seorang hunter lah yang ingin bergabung, karena mereka akan tahu seorang guildmasternya merupakan seorang hunter kelas atas.


dengan itu mereka akan menjadi selaras karena bekerja pada bidang yang sama, yaitu menjadi hunter.


***


[Level 81 selesai]


Surya merasa puas melihat kekuatan prajurit terbarunya.


lagi-lagi ia di suguhkan pemandangan Serena yang sedang meminum darah mayat para monster yang ditumpuk hingga menggunung.


'ughh!' Surya hanya tersenyum.


"tuan, jika anda mau, saya bisa menyuapi tuan"


ucap Serena sambil menawarkan darah monster yang ada di tangannya.


"ah tidak perlu, kau boleh menikmati semuanya" jawab Surya.

__ADS_1


mendengar ucapan tuannya, Serena kegirangan karena diperbolehkan menikmati semua darah dari mayat para monster.


'Serena benar-benar menjaminkan dirinya berada di level yang berbeda, hanya memakan waktu enam jam ia membantai seluruh monster…bahkan tidak dengan menggunakan kekuatan penuhnya' membatin Surya.


Surya berjalan ke arah tanah yang kosong.


"mari kita lanjutkan!" ucap Surya.


Serena tersenyum bahagia mendengar bahwa ia akan diajak pergi ke lantai selanjutnya.


sama seperti seorang anak yang diberitahu bahwa ia akan diajak ke tempat bermain yang menyenangkan dan dipenuhi banyak manisan.


[Lantai 82 telah terbuka]


[Apakah anda akan pergi ke lantai selanjutnya?]


"Ya"


~Wuungg


~Wushh


[Lantai 82]


Surya tiba di lantai berikutnya…kali ini pemandangannya benar-benar berbeda.


sebelumnya ia sering berada di interior seperti sebuah kota yang terbakar hebat.


namun kali ini, ia berada di interior yang merupakan tanah yang terbentang luas tanpa batu besar, pohon, maupun bangunan.


medan perang.


tanah yang membentang luas dengan langit yang merah gelap, itu bisa mewakilkan bahwa interior kali ini merupakan medan perang.


sejenak pandangan Surya menjadi kosong saat menatap langit yang membentang.


'oppa, kumohon kembalilah dengan cepat!'


'nak, tidak perlu bersedih ketika kau gagal…bangkitlah dan terus mencoba lagi'


'kita tidak akan tahu apa yang akan kita hadapi di masa depan nanti, jadi berusaha lah melebihi batas kemampuanmu!'


arahan, didikan, senyuman, nada suara.


Surya merindukan keluarganya, setelah mengingat beberapa kenangan masa lalu, ia dibuat tersenyum.


"aku akan segera kembali! lagipula, ini akan berakhir dengan cepat!" ucap Surya sambil tersenyum.


beberapa ratus meter di depan Surya, ratusan monster kelas atas sudah menunggunya.


~wuoong


serentak prajurit Surya yang lainnya keluar dari dalam gate dan menundukan kepalanya.


semua berada di belakang Surya terkecuali Serena yang berada tepat disamping Surya.


"perintahmu, tuanku!" ucap serentak.


mereka memohon perintah dari tuannya secara serentak.


Surya berjalan maju ke arah para monster sambil menggulung kerah tangan jaketnya dan tersenyum.


"habisi mereka semua!"


Surya memberi prajuritnya perintah.


badai melawan badai.


seluruh prajurit Surya melaju dengan cepat ke arah ratusan monster.


~Kuarghh


~Boom…boom…boom


~Sraat…sratt


~Duagg…dbug…dbug

__ADS_1


~crakk…kuarghh


bentrokan senjata, ledakan mana, sayatan senjata, jeritan putus asa memenuhi medan perang.


Surya yang berjalan tidak memperdulikannya, pikirannya terfokus dengan kenangan-kenangan dan pengalaman yang telah ia alami.


'manusia yang bangkit sebagai hunter, akan terlahir kembali sebagai seorang pemburu'


salah satu monster menuju ke arah Surya.


~crunch


Gornynych menggigit dan membawa monster itu ke udara, lalu membiarkan tuannya berjalan dengan tenang.


'monster bukanlah satu-satunya musuh para hunter, karena itu mereka harus hati-hati agar tidak diburu'


Surya teringat kejadian pada saat melakukan raid bersama Gangster guild.


'monster dan hunter…berburu atau diburu, posisi mereka bisa berubah kapanpun tergantung intuisi mereka, jadi hunter kelas atas pun tidak boleh menurunkan penjagaannya!'


Surya teringat ketika melakukan raid bersama Mugunghwa Guild.


'entah monster maupun hunter…puluhan, ratusan, bahkan ribuat mayat yang berserakan…perburuan tidak akan pernah berakhir!'


Surya teringat dengan pemandangan tumpukan mayat yang menggunung, baik manusia maupun monster…ia telah melihat keduanya di mimpi maupun kenyataan.


'hal itu juga berlaku untuk diriku!' membatin Surya.


ia teringat dengan kejadian aneh yang terjadi selama ini.


Bencana Raya, gate, monster, hunter, sistem…dan mimpi yang mungkin menjadi gambaran masa depan.


'permulaan dari semua yang telah terjadi di dunia ini, alasan mengapa aku terpilih dan mendapatkan kekuatan yang tidak kuketahui asal usulnya, serta suara misterius yang mengaku sebagai sistem dan menuntunku kepada kekuatan tersebut'


jaraknya semakin dekat dengan para monster, salah satu monster mendekat ke arahnya, lalu Surya mengeluarkan Dragon Sword miliknya.


~Sratt


Surya merobek perut monster tersebut.


~Kuargh


~Boom


Vanity meninju monster tersebut agar menjauh dari tuannya.


Surya terus berjalan.


ia mengingat kembali kejadian pada hari dimana ia seharusnya telah mati karena tertusuk pisau, justru bangkit kembali dan dikendalikan oleh sistem yang tidak diketahui asal usulnya.


semakin terlarut dalam pikiran, ekspresi Surya menjadi dingin, pandangannya tertuju ke arah langit.


seakan Surya menantang siapa sosok yang telah memperalatnya.


~krrttt


genggaman Surya pada Dragon Sword menjadi sangat kencang.


aura kuat keluar dari tubuhnya.


kini ia teringat dengan sosok superior yang disebutkan sistem.


「aku adalah sekutumu!」


Surya teringat ucapan salah satu makhluk superior yang mengaku sebagai sekutunya.


[Queen of War「Calamity」]


[King of All Element「Tentaorich」]


[King of Abyss「 」]


[King of Monster「 」]


beserta satu nama lainnya yang belum diketahui identitasnya dan juga para prajurit terkuat dari para penguasa.


Surya terlarut dalam dilema dan mencoba menguatkan tekadnya.

__ADS_1


"akan kutemukan…siapa musuh sebenarnya!!"



__ADS_2