End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 136. Rencana para Lord


__ADS_3

di Gedung Cala guild.


Seluruh anggota dari Cala guild mengalami kesibukan, berbagai pemberitahuan maupun panggilan mengenai gate yang telah diselesaikan Surya bermunculan setiap beberapa jam sekali.


Terlebih beberapa tamu datang secara langsung ke gedung Cala guild dan bernegosiasi mengenai penjualan mayat-monster maupun mana kristal hasil dari raid Surya.


mengenai negosiasi tersebut, Lilia lah yang bertanggung jawab dan mengambil alih peran tersebut.


banyak sekali orang-orang yang tertarik dan ingin melakukan negosiasi kepada Cala guild, bahkan beberapa orang merupakan konglomerat dari berbagai negara.


setelah sembilan jam berlalu, Lilia selesai menghadapi para tamu yang ingin membeli material-material gate yang didapatkan oleh Cala guild.


"fiuhh…akhirnya selesai juga" Lilia menyandarkan tubuhnya ke sofa sambil melihat jam dinding yang menunjukan pukul lima sore.


sebagian anggota Cala guild juga menyandarkan tubuhnya ke kursi maupun tembok yang ada disekitarnya.


"wakil ketua…kurasa ini dua kali lebih banyak dari kemarin!" ucap salah satu anggota.


"setidaknya ini jauh lebih baik daripada harus menjadi penyapu jalanan" ucap Jin Ae sambil tersenyum.


mendengar kata-kata Jin Ae, Lilia sedikit menunjukan senyum di wajahnya.


'penyapu jalanan ya?' membatin Lilia.


"apa kau tahu…ketua itu dulunya seorang penyapu jalanan!" ucap Lilia.


"apa? benarkah begitu?" Jin Ae terkejut seakan tidak percaya.


Lilia menganggukkan kepalanya, itu membuat Jin Ae merasa bersalah karena yang ia katakan sebelumnya seolah-olah telah menghina Surya di pekerjaan sebelumnya.


tiba-tiba seorang pria paruh baya dengan wajah pucat serta badannya yang sangat kurus memasuki Cala guild.


ketika Lilia melihat sosok pria paruh baya tersebut, ia terkejut karena ia mengetahui identitas pria tersebut.


"tuan Park!!" Lilia terkejut.


ia secara reflek bergerak dan mendekati Park yang tubuhnya pucat dan kurus.


"tuan Park, apa yang telah terjadi?" tanya Lilia.


Park tersenyum dengan wajahnya yang pucat pasi.


"tidak apa-apa…aku ingin berbicara dengan hunter Surya, apa ia ada disini?" tanya Park sambil memegang kepalanya dengan satu tangan.


Lilia mengalihkan pandangannya ke samping.


"ketua, dia…" Lilia terdiam dan kata-katanya terhenti.


tiba-tiba…


~ngiing


terdengar suara pintu otomatis yang terbuka, ketika pandangan anggota tertuju ke arah pintu masuk, ekspresi mereka menjadi sedikit lebih cerah.


"selamat datang ketua!"


"selamat kembali"

__ADS_1


"terima kasih atas kerja samanya, ketua!"


Surya datang disaat yang tepat dimana beberapa orang sedang sangat membutuhkannya.


namun langkah Surya menjadi lebih lambat ketika ia melihat Park berada didalam gedung serikatnya.


Surya berjalan ke arah park dan mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.


"tuan Park" Surya merasa sedih ketika menatap Park yang kondisinya seperti pria tua yang tidak terawat.


"nak Surya, ada yang ingin kubicarakan denganmu, apa kita bisa jalan-jalan sebentar?" tanya Park.


tanpa ragu Surya menjawab.


"tentu"


kemudian Surya dan Park mencari tempat berbicara yang sepi, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berbicara di sebuah taman yang sepi.


Park menatap sebuah mainan jungkat jungkit yang ada ditaman.


"ketika Ae-Cha berumur tiga tahun, aku dan istriku selalu membawanya ke taman bermain, ia tidak akan makan siang sebelum kami membawanya ke taman" ucap Park.


"kurasa sikapnya tidak berubah sama sekali" ucap Surya.


"benar, ia sangat kekanak kanakan, manja, ingin menang sendiri, bahkan ia pernah mogok makan ketika kami memberikan mainan yang tidak sesuai dengan keinginannya" ucap Park.


Surya menggertakan giginya, ia merasa hatinya tersayat sayat ketika Park membahas tentang Ae-Cha.


"jika saja…" ucap Park yang berada di depan Surya.


"jika saja aku memenuhi semua keinginannya sejak kecil…kurasa, kurasa aku bisa sedikit menerima semua ini…mungkin" ucap Park sambil menangis.


Surya menundukkan kepalanya dan membiarkan Park menangis.


ia mengepalkan kedua tangannya hingga berdarah dan mengutuk dirinya sendiri.


'lemah! kau terlalu lemah untuk melindungi satu nyawa!' Surya menghina dirinya sendiri.


'para lord…kalian harus membayarnya dengan sangat mahal!' membatin Surya.


***


di sebuah kastil yang berada di celah dimensi.


sebuah ruangan yang sangat luas terdapat altar tepat ditengah-tengah ruang tersebut.


tiba-tiba…


~wushh


angin yang ada diruangan tersebut berkumpul menjadi hawa dingin yang berputar layaknya gate.


dan benar saja, beberapa saat setelahnya hawa dingin tersebut berubah menjadi gate dan muncul sosok misterius yang memiliki rambut panjang berwarna putih dan mengenakan jubah lusuh.


sosok tersebut adalah salah satu dari lima lord.


King of All Element「Tentaorich」

__ADS_1


lalu beberapa saat setelah kemunculan Tentaorich, terdengar suara pria yang mengenakan helm armor.


「Cepat juga kau, Tentaorich」~tap…tap…tap.


sosok yang bersembunyi dibalik bayangan akhirnya memunculkan dirinya.


「dalam masalah kali ini, sepertinya kau yang lebih cepat…King of Abyss! Darklynx」ucap Tentaorich.


「tentu saja, dia mengamati Queen of War lebih lama dari kita」ucap suara misterius.


~wuoong


tiba-tiba gate berwarna hitam kehijauan muncul disamping keduanya.


sosok pria yang mengenakan baju seperti binatang buas muncul dari gate tersebut.


「aku tidak peduli, tapi ini masalah kita semua, King of Monster…Gygantic」ucap Darklynx.


「haha…sepertinya ini akan cukup rumit untuk dibahas」Gygantic tersenyum dan mengeluarkan taring-taringnya yang tajam.


lalu…


~Kuorghh


dari luar ruangan terdengar raungan naga yang besar.


namun sesaat suasanya menjadi hening, dan…


~brak


pintu ruangan tersebut terbuka dan terhempas cukup keras hanya dengan menggunakan auranya.


bayangan pria terlihat dari jauh dan berjalan kedalam ruangan.


「Lama tak jumpa, King of Dragon…Santrades」ucap ketiga lord lainnya.


sosok pria dengan tubuh besarnya melebihi tiga meter, ia memiliki yang panjang berwarna perak dan dua tanduk yang ada di keningnya.


「jadi Queen of War berkhianat ya?!…ia memberikan kekuatannya kepada manusia untuk melawan kita para lord」ucap Santrades.


「ini akan menjadi pertarungan yang cukup sulit!」ucap Darklynx.


「kita harus melakukan serangan dengan skala yang besar…meski manusia itu memiliki sedikit kekuatan Queen of War, itu tetap akan menjadi hambatan untuk pasukan kita」ucap Tentaorich.


「apa kau berencana untuk membawa kastil ke tempat tinggal manusia?」Santrades.


「aku telah menyaksikan kekuatannya secara langsung, terlebih manusia itu juga memiliki general commander Queen of War!」ucap Tentaorich.


「benar! ada baiknya kita membawa kastil ini ke bumi dan menyebarkan pasukan kita!」ucap Santrades.


「HAHAHA」Gygantic tertawa.


「tidak perlu terburu buru, manusia itu tidak memahami cara bertarung kita para lord…aku akan pergi mengatasinya sendiri, sebaiknya kalian kumpulkan pasukan untuk berperang」ucap Gygantic.


「kami akan memantaunya dari kejauhan, walau pertarungan ini kita yang diuntungkan…kita tidak boleh membiarkan manusia itu mendapatkan kekuatan Queen of War sepenuhnya!」ucap Darklynx.


「Baiklah, aku akan membunuh manusia itu!」ucap Gygantic.

__ADS_1


__ADS_2