End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 127. Penguasa yang murka


__ADS_3

Dengan menghilangnya Surya secara tiba-tiba dihadapan para hunter Korea, membuat isi kepala mereka dipenuhi dengan pertanyaan.


"hunter Surya…dapat membuat gate?!" bagaimana mungkin?!" Ha-Neul merasa otaknya sedang dipermainkan dengan kenyataan yang ada.


"aku belum pernah melihat hunter Surya memasang wajah seperti itu! sepertinya ia sangat marah!" ucap Jin-Ho.


"ini membuat siapapun yang melihatnya pasti akan berpikir keras…bagaimana hunter Surya dapat berkomunikasi dengan sosok monster?!" ucap Hak-Kun sambil menatap para hunter terbaik yang tidak sadarkan diri.


"dia bahkan mengalahkan semua hunter terkuat dan langsung memulihkan luka-luka mereka, tidakkah hunter Surya seperti sedang merusak dan memperbaiki boneka mainannya?!" tanya Irene.


mereka menatap para elit hunter yang satu per satu mulai membuka matanya.


'bahkan hunter Almeric Johan yang kehilangan hampir sebagian tubuhnya dapat dipulihkan tanpa bekas luka sedikitpun!! hunter Surya…dia bukan lagi orang yang kami kenal!' mata Irene menyipit.


"kesampingkan soal itu…sebaiknya kita memeriksa keberadaan nona Chun dan nona Lilia!" ucap Hak-Kun.


serentak mereka menganggukkan kepala dan pergi dari lokasi pertempuran.


***


~Zaaa…zaaaa


~Blarrr!!


Hujan deras serta petir di Korea Selatan membawa suasana cekam bagi lokasi yang dilanda hujan deras.


beberapa menit setelah Ae-Cha menghilang, Surya membiarkan tubuhnya dibasahi oleh hujan.


namun pada saat itu, tidak hanya air hujan yang jatuh membasahi bumi.


suara Ae-Cha terngiang-ngiang memenuhi isi kepala Surya.


'aku sangat ingin memakan parfait coklat ukuran jumbo'


'aku tidak ingin mati!'


Surya terlarut dalam pikirannya dan terdiam hingga tiba-tiba sesuatu bersinar tepat di hadapannya.


~Ngiiing!!


'apa ini?' membatin Surya.


tiba-tiba Surya teringat bahwa setiap manusia memiliki jiwa meskipun sudah tidak berada di dalam tubuh lagi.


Surya merasa sedikit merasakan lega setelah mengetahui kenyataannya.


"Archangel Sword!"


~Wuungg


Surya mengambil salah satu pedangnya yang menyimpan sebagian besar jiwa manusia untuk melindungi mereka dari invasi para lord.


keraguan kini mulai mendatanginya ketika pedangnya dihadapkan ke arah cahaya kecil tersebut.


namun pikiran tentang kekuatan para lord serta orang-orang yang berharga bagi Surya, membuat wajahnya mengeras dan memantapkan tekadnya.


Surya menengadahkan pedangnya hingga menyentuh cahaya kecil tersebut.


~Ngiing


setelah beberapa saat, pesan sistem muncul.


[Blessed Soul : 1157800001]


Surya berdiri dan menghadap ke langit yang gelap dan menumpahkan air hujan.


"status bar!" ucap Surya.


Tittle : Lord of All Element


Name : Surya Yeon-Jun


Level : 100


User : Cheater Job : Savior


HP : 134700/135400


MP : 135300/136000


INT : 360 AGI : 357

__ADS_1


STR : 368 DEX : 357


VIT : 354 sisa poin : 0


Surya tidak memperdulikan levelnya yang kini mencapai level seratus, namun ia terfokus dengan beberapa pesan di atasnya.


[Tittle : Lord of All Element]


"Change!!" ucap Surya.


tiba-tiba sistem tidak merespon, melainkan Cala sendiri yang berbicara kepada Surya.


[Apa kau yakin?! mengganti title mu akan membahayakan dunia ini!] ucap Cala dalam nada tegas.


tanpa ragu Surya berkata…


"lakukan!"


~Cling


dari bawah kaki Surya, afterimage merah muncul dan menyelimuti tubuhnya secara perlahan.


dari lehernya muncul cahaya retakan berwarna merah yang menjalar ke wajah sebelah kiri Surya.


pesan sistem kembali muncul sebagai notifikasi.


[Title : Lord of War]


[Poin status akan diubah dalam mode perang]


[Job : Destroyer]


Name : Surya Yeon-Jun


Level : 100


User : Cheater Job : Destroyer


HP : 1/1


MP : ∞


setelah Surya merubah titlenya, tiba-tiba…


~CRAK


~BOOM!!!


pergeseran lempeng di seluruh dunia menciptakan retakan besar di seluruh dunia.


tanah yang ada di bumi retak dan menjalar ke suatu tempat, yaitu tempat dimana Surya memijakkan kakinya.


Surya dapat melihat laut yang ada di sampingnya mendadak kacau.


tidak satupun orang yang ada di dunia yang tidak merasakan gempa yang hebat walau hanya sesaat.


'jadi ini maksud dari ucapan Cala!' membatin Surya.


keberadaannya saat ini sangat mengancam keutuhan bumi.


"Kalian harus membayarnya dengan mahal…para lord!!!" wajah Surya mengeras.


kemudian ia merasakan sedikit aura jahat beberapa meter disampingnya.


'aura ini?! jadi dia salah satu general ya!!!' membatin Surya dan berjalan mendekati aura tersebut.


~clap


~Crak…wuoong


setelah Surya menjentikan jarinya, tiba-tiba dimensi yang ada di depannya hancur dan membentuk sebuah gate.


kemudian sosok wanita keluar dari dalam gate tersebut dan terjatuh sambil memasang wajah terkejut.


"ba…bagaimana bisa tiba-tiba aku kembali ke tempat ini?!"


sosok tersebut adalah Radis yang dimensi di sekitarnya dihancurkan oleh Surya sehingga ia kembali ke tempat sebelumnya ia berada.


tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang ada di belakangnya.


ia memutuskan untuk tidak bergerak sedikitpun, ketakutan yang datang dan melahap seluruh tubuhnya dalam sekejap.

__ADS_1


Radis melirik ke arah dari sumber rasa takutnya, ketika ia melihat sosok pria yang berdiri dibelakangnya…ia terkejut.


'Lord of War?! mengapa dia ada disini?!' piki Radis.


'yang terpenting…mengapa perbedaan kekuatan ini ditunjukan kepadaku?! bukankah aku juga bagian dari sekutunya?!' Radis bertanya tanya.


secara reflek Radis bertekuk lutut terhadap Surya.


"tu…tuan-"


~Crak


tiba-tiba salah satu tanduk Radis patah, ia tidak merasakan sakit namun ketakutan kini semakin melahapnya.


'dia akan membunuhku, aku harus melawannya dan pergi sejauh mungkin!' pikir Radis.


~wuoong


Radis membuka mulutnya lebar-lebar, api dalam jumlah besar berjumpul di depan mulutnya, tiba-tiba…


~Tap


Surya melaju dan memasukan satu tangannya kedalam mulutnya, lalu…


~Craak


Surya meremas rahang bagian bawah Radis hingga hancur.


~KIEEEK


Radis menjauh dan berubah ke wujud sejatinya.


"beraninya kau mengkhianati tuanku!" ucap Radis yang berubah ke wujud seekor naga kuno raksasa.


Surya mengangkat tangan kirinya setinggi dada, lalu aura di sekitar tangan kirinya membentuk tangan dengan cakar yang sangat panjang.


「Siapa yang mengizinkan kau berkata seperti itu?!」ucap Surya.


'aku…aku pernah melihat ini sebelumnya!' pikir Radis yang mengaitkan ucapan Surya dengan masa lalu.


"KUORGH!!!"


tubuh Radis berapi api, ia terbang ke arah Surya dengan cepat, namun…


~Wushh


~tap


Surya melaju dengan cepat dan berdiri di atas kepala Radis dengan tangan kirinya yang telah bersiap di atas leher Radis.


~crat!!


~craak!!


Surya menusuk leher Radis dan mematahkan antara tulang leher dengan tengkorak radis, kemudian…


~Dbug


~Zraaat!!!


Surya menendang kepala Radis dan melesat ke arah ekornya sambil menarik paksa tulang leher hingga tulang ekornya keluar dari dalam tubuh Radis.


~Braak


tulang leher hingga tulang ekor Radis terpisah dari tubuhnya dan hanya tengkoraknya saja yang masih menyatu dengan tubuhnya.


~Ki…eekk!!


Radis mati secara mengenaskan, tubuhnya kini perlahan menjadi abu dan menghilang.


"Change!" ucap Surya.


kini title nya berubah dan status nya kembali seperti semula.


Surya berdiri dan tak bergerak, ia kembali terlarut kedalam pikirannya dan teringat kata-kata terakhir dari Ae-Cha.


(Terima kasih, kak Surya)


Surya mengepalkan kedua tangannya sekuat mungkin hingga berdarah.


"AARRRRRGHHH!!!"

__ADS_1


teriakan Surya terdengar ke seluruh dunia dalam wujud ratusan petir yang menyambar.


__ADS_2