End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 121. Menantang dunia


__ADS_3

Seluruh dunia kini menerima siaran langsung dari London, dimana telah terjadi sesuatu yang membuat seluruh hunter yang ada disana berkumpul ke satu tempat.


(Seekor naga muncul dan menuju ke satu tempat)


Ghie melihat berita tersebut melalui televisinya, ketika sekilas melihat sosok naga tersebut, Ghie bergetar ketakutan.


"apa yang telah membuatnya murka?!" ucap Ghie.


pemandangan dimana malam hari yang lebih gelap dari biasanya dan dipenuhi oleh petir.


seluruh dunia juga bertanya tanya apa yang terjadi di London dimana waktu yang sangat tepat, yaitu satu hari sebelum konferensi pers dimulai.


Mora yang berada dirumahnya bersama Ae-Cha juga mengkhawatirkan Surya yang sedang berada di London.


berita tentang kemunculan seekor naga di London dikaitkan dengan hancurnya markas besar para hunter yang ada di kaki gunung Everest.


sebuah kolam lava dengan diameter lebih dari dua ratus meter tercipta di tengah padang es tempat dimana gunung Everest berada.


peneliti juga menemukan sebuah jejak kaki raksasa yang diduga sebagai kaki seekor naga ketika menginvestigasi tempat kejadian tersebut.


***


Di dalam hotel…


Helena bergegas menuju mobilnya dan mengejar Daneil yang pergi.


tiba-tiba seorang pria menghampirinya.


"nona Helena, apa tuan Daneil melihatnya juga?!"


pria tersebut merupakan perwakilan dari Amerika Serikat dan merupakan anggota dari Predator Guild.


Helena terkejut.


"memangnya ada apa?!" tanya Helena.


mereka berbincang sambil turun ke lantai satu menggunakan lift.


"Seekor naga bergerak cepat ke suatu arah, sepertinya terjadi gate break disini, namun setelah di periksa, tidak ada satupun gate break!" ucap pria tersebut.


"naga?!" Helena menjadi bingung.


"benar! sekarang seluruh hunter yang ada di hotel ini mengikuti arah naga tersebut!" ucap pria itu.


'seekor naga tidak akan bergerak suatu arah, ia akan langsung menyerang apa yang ada disekitarnya, mana mungkin seekor naga dapat dikendalikan?' membatin Helena.


tiba-tiba terbesit sesuatu di kepalanya.


'hanya ada satu orang yang bisa!!!' membatin Helena.


Helena teringat Surya yang menaiki seekor naga.


seketika wajahnya pucat dan tubuhnya bergetar ketakutan.


"gawat!! nyawa hunter Daneil dalam bahaya!!!" teriak Helena dan segera berlari ketika lift baru saja terbuka.


pemandangan di sekitar Helena yaitu ribuan hunter dari berbagai negara yang mengenakan full set armor mereka dan pergi mengejar naga tersebut.


***


~BOOM…BOOOM…BOOM


Zarha beradu serangan dengan Daneil, keduanya bergerak dengan sangat cepat, namun Daneil lebih unggul.


Zarha berhasil mengenai bagian perut Daneil menggunakan pedangnya, namun hal tersebut berakhir sia-sia.


'bahkan pedangku tidak dapat menggores tubuhnya sedikitpun?!' membatin Zarha.


~Trangg


pukulan Daneil kali ini membuat salah satu pedangnya hancur.


"dimana kesombonganmu tadi, wanita penakut?!" Daneil memprovokasi Zarha dan melancarkan pukulan selanjutnya.


"Cih!!"


Zarha mengayunkan tangannya ke arah Daneil, lalu delapan pedang yang berada di belakangnya bergerak dengan sendirinya dan melesat ke arah Daneil.


~trang…trang…trang


Daneil memukul delapan pedang tersebut berkali kali hingga semuanya patah.


"wah wah, kau pandai sekali memainkan pedang mainanmu…namun itu tidak akan berpengaruh sedikitpun terhadapku!" ucap Daneil.


~crak

__ADS_1


tiba-tiba tanah di sekitar Daneil hancur, ia mengarahkan satu tangannya ke arah Zarha.


"reverse gravity!"


~Wuoong


Zarha tidak dapat menahan kekuatan tarikan Daneil, ia ditarik paksa dengan cepat.


"Sial!!"


~Crak


"kuahk!!" Zarha menjerit kesakitan ketika kepalanya diremas menggunakan satu tangan.


sebagian topengnya hancur dan wajahnya sedikit terlihat yang dilumuri darah dari mulut, hidung, dan matanya.


ukuran tubuh Zarha seperti anak berusia tiga tahun dibandingkan tubuh Daneil yang memiliki tinggi lebih dari dua meter.


"inilah akibatnya jika kau lupa akan pijakanmu!" ucap Daneil.


Daneil telah mempersiapkan tinju kanannya, lalu…


~BOOM


tinjunya mengenai perut Zarha…tekanan udaranya tembus melewati tubuh Zarha hingga puluhan meter.


~Kuahkk


Zarha terhempas jauh setelah menerima serangan dari Daneil.


ia merasakan beberapa organ dalam tubuhnya hancur sehingga rasa sakit yang luar biasa dirasakannya.


darah keluar banyak dari mulut dan hidungnya, ia berusaha mempertahankan kesadarannya.


ketika melihat ke samping, Zarha melihat dua wanita yang kesadarannya hampir menghilang.


tiba-tiba Daneil berkata…


"Sebaiknya kau mati bersama dua wanita yang ada disampingmu!" ucap Daneil.


sejujurnya Daneil tidak berniat berkata hal tersebut, namun ia tidak bisa menahan dirinya ketika menghadapi lawannya.


~wuoong


kali ini kedua tangan Daneil bersinar terang, ia berencana membunuh Zarha.


~KIEEEEEEEK


~WUSHHH


dari jarak ratusan meter, sesuatu bergerak dengan kecepatan yang mengerikan ke arahnya.


~BOOOM


Daneil terhempas cukup jauh ketika sesuatu menabrak dirinya.


lalu dari balik debu, Daneil melihat sosok naga berkepala tiga yang mana spike milik naga itu mengeluarkan cahaya berwarna biru dan dikelilingi listrik.


#note : spike adalah duri-duri yang biasanya ada di reptil berdarah dingin seperti iguana.


'naga?!' Daneil terkejut.


Zarha melindungi dirinya sendiri sambil memejamkan matanya.


tiba-tiba seseorang berkata…


"terima kasih telah melindungi mereka"


sosok tersebut adalah Surya yang tengah menggendong Lilia dan menaruhnya tepat disamping Chun Hei.


keduanya tak sadarkan diri, namun beruntung karena Surya datang tepat waktu.


kemudian Surya berkata…


[Synchronization]


~wuung


tubuh Lilia, Chun Hei, dan Zarha bersinar…luka-luka diseluruh tubuh mereka menghilang seketika, namun vitalitasnya tidak begitu membaik sehingga Chun Hei dan Lilia belum sadarkan diri.


dari balik topengnya yang hancur sebagian, Zarha tersenyum sekaligus merintihkan air mata.


"terima kasih" ucap Zarha.


namun Surya tidak memperdulikannya dan maju beberapa langkah ke depan.

__ADS_1


"Gory, lindungi mereka!" ucap Surya.


Gorynych mundur ke belakang dan melingkari tiga wanita dengan tubuhnya yang besar.


'jadi semua aura mengerikan ini berasal darinya?! benar-benar seperti sebuah bencana!!' membatin Daneil.


ia berjalan mendekat ke arah Surya, begitu juga Surya yang berjalan mendekat.


aura emas dan aura merah serta kegelapan, keduanya saling mendekat.


setelah puluhan langkah, keduanya berhadap hadapan satu sama lain.


"satu pertanyaan!!!" ucap Surya.


Daneil diam dan mendengarkannya.


"siapa yang melukai dua wanita dibelakangnya?!" Surya menatap tajam ke arah mata Daneil.


wajah Daneil mengeras.


"Anak buahku!" jawab Daneil.


~Ngiiing


pesawat pribadi yang berada di belakang Daneil mulai terbang.


itu adalah pesawat yang didalamnya terdapat George bersama salah satu rekannya yang bekerja sama.


tiba-tiba Surya mengangkat satu tangannya setinggi dada.


~Wuooong


[Lord Authority]


aura yang sangat besar melintas di samping Daneil dan mengarah ke pesawat George yang terbang.


pesawat tersebut tidak bisa bergerak sedikitpun dari tempatnya.


Daneil terkejut dan segera melihat ke belakang, pemandangan dimana sebuah tangan raksasa yang terbentuk dari mana, menggenggam pesawat milik George seperti sebuah mainan.


lalu…


~BOOM


ketika Surya mengepalkan tangannya, tangan tak terlihatnya juga mengepal dan menghancurkan pesawat yang melayang di udara.


mata Daneil melebar, dan ia melihat dua anak buahnya yang terjatuh ke bawah dan mengalami luka bakar di seluruh tubuh mereka.


'aku tidak bisa merasakan hawa kehidupan mereka berdua?!' membatin Daneil.


keduanya mati bukan karena menerima luka bakar, melainkan kekuatan Lord Authority yang mencengkram mereka hingga mati.


'dia tidak ragu membunuh orang sedikitpun!!!' wajah Daneil mengeras.


Daneil mengamuk dan langsung menghadap ke Surya.


Surya menatap tajam ke arah Daneil dengan tatapan yang dingin.


"beraninya kau!!!"


~BOOM


tiba-tiba Daneil dipukul oleh sebuah palu raksasa, beruntungnya ia berhasil menahan tubuhnya menggunakan kedua tangannya.


Daneil mundur puluhan meter ke belakang…tanah yang menjadi pijakannya hancur.


setelah berhenti, lalu tiba-tiba seorang pria berbicara kepadanya.


"jadi dia ya hunter asia yang sedang hangat dibicarakan?! sungguh kekuatan yang mengerikan!"


lalu pria lainnya berbicara.


"meskipun aku berasal dari asia, aku telah berjanji pada kalian bahwa aku akan membalas perbuatan kalian yang telah menolong negaraku!"


kedua pria tersebut adalah para Unbeatable Hunter lainnya, lalu diikuti ribuan hunter yang baru saja tiba dibelakang mereka.


seluruh perwakilan hunter dari seluruh dunia menatap Surya dengan tatapan kebencian dengan sedikit rasa takut yang merayap di tubuh mereka.


kecuali beberapa orang, seperti Hak-Kun dan hunter Korea Selatan lainnya dan juga para hunter dari Indonesia, serta hunter dari Jepang.


Surya tak gentar sedikitpun ketika ribuan hunter terkuat bersiap melawannya.


"keluarlah!" ucap Surya memerintahkan para general commandernya.


__ADS_1



Next : Pertarungan Surya melawan hunter terkuat dari seluruh dunia


__ADS_2