
Seoul 24-02-02 SBR
Sejak kemarin malam, hujan belum berhenti hingga pagi, namun pemakaman tetap harus dilakukan agar roh dari orang yang meninggal dapat beristirahat dengan tenang
Pemakaman orang-orang yang meninggal sebagai korban pengeboman di rumah Park tetap berjalan meskipun hujan disana cukup deras
Surya menghadiri pemakaman tersebut dengan sedikit perban di wajah dan tubuhnya, berkat sistem ia dapat sembuh lebih cepat dari manusia biasa
di sampingnya terdapat Park yang sudah tiba setelah menyelesaikan pekerjaannya
Park yang sedikit telat menyadari keberadaan Surya menghampirinya
"Nak Surya, apa kau baik-baik saja? bagaimana dengan lukamu?" tanya Park
"jauh lebih baik tuan Park, bagaimana dengan Ae-Cha?" Surya bertanya balik
"ia hanya mengalami lecet-lecet, jadi tidak apa-apa…kuharap kondisi mentalnya juga baik-baik saja" ucap Park sambil menatap jenazah yang sedang di makamkan
Surya mendengar beberapa tangisan keluarga korban di belakanganya…terdapat wanita, pria, dan ibu dengan anaknya yang masih bayi
Surya melirik ke arah tangisan dan melirik ke arah peti mati yang kini telah tertutup dengan tanah…ia mengernyitkan dahinya dan tatapannya menjadi dingin
'Jika saja aku lebih kuat, aku pasti bisa melindungi mereka semua!'
Surya kembali teringat dengan kondisi jasad korban yang meninggal dengan tragis
tiba-tiba seorang wanita menghampiri Surya dari belakang
"Surya, apa kau baik-baik saja?"
itu adalah suara Lilia…ia menghadiri pemakaman setelah mendengar berita pengeboman di rumah Park
dirinya tidak terkejut bahwa Surya lah yang menjadi pelindung nyawa Ae-Cha karena wajah Surya tertangkap kamera saat reporter merekam situasi kejadian
"ah Lilia ya…aku baik-baik saja"
Surya memaksakan senyumannya karena kondisi hatinya yang sedang buruk
Lilia yang melihat Surya merasa bahwa bukan waktu yang tepat untuk berbicara dengan Surya…karena itu ia sedikit bergeser ke arah Park
"Tuan Park…aku turut berduka cita atas kejadian yang terjadi pada keluargamu" Lilia sedikit menundukan kepalanya
di bagian paling belakang barisan terdapat Luxia yang mengenakan kacamata hitam beserta dengan 2 polisi lainnya yang ikut berbela sungkawa dan menunggu klarifikasi dari Surya sebagai korban selamat dari tragedi pengeboman
walau hujan yang belum berhenti, menit demi menit berlalu, peti mati yang tadinya masih di permukaan kini sudah bersatu dengan tanah…satu demi satu keluarga korban meninggalkan pemakaman
hanya tersisa Surya, Park, Luxia dan 2 polisi lainnya
Surya dan Park berjalan ke arah Luxia
"kami turut berduka atas apa yang terjadi pada keluargamu tuan Park" ucap Luxia
"terima kasih inspektur Luxia" jawab Park
Luxia melirik Surya lalu melepaskan kacamata hitamnya
dahinya sedikit mengkerut karena ia juga merasa kesal dengan tragedi yang terjadi
"tuan Surya, kau sudah berjanji akan memberikan klarifikasi atas apa yang terjadi semalam"
Luxia memastikan terlebih dahulu apa yang Surya janjikan…umumnya kesaksian adalah hal yang wajib diberikan untuk menyelesaikan sebuah kasus jika ada seseorang yang bisa menjadi saksi
namun kali ini Luxia memastikannya terlebih dahulu mengingat tempo hari ia ketakutan walau hanya menatap mata Surya dan merasa bahwa Surya bukan manusia biasa
Surya yang mendengar ucapan Luxia langsung menjelaskan ke intinya
"tuan Park menyewa 2 bodyguard terlebih dahulu sebelum ia meminta ku untuk menjaga putrinya…penjahat ini salah satu dari 2 orang tersebut…aku tidak sengaja melihatnya menaruh racun di minuman…jadi aku mengancamnya diam-diam"
Surya tidak bisa menjelaskan dengan jujur mengapa ia bisa tahu bahwa terdapat racun di minuman
Surya melanjutkan penjelasannya
"namun saat waktu yang tepat, ia berusaha membunuh putri tuan Park, aku dapat mencegahnya dan mendesaknya…tetapi ia mendekati para asisten rumah Park dan meledakan bomnya…aku dan putri tuan Park berada dalam posisi yang cukup jauh, karena itu kami selamat"
Park ikut mendengarkan kesaksian dari Surya karena ia juga penasaran dengan apa yang terjadi
"orang itu adalah pembunuh bayaran, ia berencana membunuh semua orang agar ia dapat menghapus jejaknya" Surya menegaskan penjelasannya
"Baiklah, terima kasih atas kesaksianmu" ucap Luxia dan mengenakan kembali kacamata hitamnya
Luxia dan Park yang mendengarkan penjelasan Surya sedikit terkejut dan itu menjadi akhir kesaksian Surya
"kalau begitu aku permisi" ucap Luxia dan pergi meninggalkan pemakaman
tiba-tiba Park memberikan sebuah cek kepada Surya
Surya yang melirik berniat untuk menolak karena ia merasa gagal, namun sebelum kata-kata penolakan keluar dari Surya…Park berkata lebih dulu
"kau sudah menyelamatkan dua nyawa sekaligus nak, bahkan untuk yang kedua kalinya"
Park melirik cek yang ia pegang dan melanjutkan ucapannya
"ini tidak akan pernah sebanding dengan nyawa manusia…dan aku tidak bisa hidup dengan hutang budi, karena itu kumohon terimalah nak Surya"
wajah Park yang sedih tumpang tindih dengan ekspresi bersyukurnya karena masih bisa melihat putrinya
Surya terpaksa dan menghargai pendapat Park karena itu ia menerima cek yang diberikan Park
"Terima kasih, tuan Park" ucap Surya sambil menatap cek yang diberikan
tiba-tiba Park melepas payung yang ia pegang dan membiarkan dirinya kehujanan
"ini bukan kesalahmu nak Surya, ini sudah menjadi takdir mereka…tapi aku yakin, mereka yang diatas sana, hanya dengan menyadari bahwa putri yang mereka sayangi dan mereka asuh sejak kecil masih hidup…akan tenang dan bahagia disana
ucap Park sambil menatap ke langit dan tetesan air matanya yang jatuh bersamaan dengan hujan
Park dan Ae-Cha sangat menyangi dan menganggap asisten rumahnya sebagai keluarga…karena itulah yang dilakukan istri dan ibu dari Ae-Cha sebelum ia menjadi korban bencana raya
***
__ADS_1
hujan telah usai
Surya berjalan pulang setelah menghadiri pemakaman, ia membuka ponselnya dan menemukan hal yang membuatnya terkejut
'penemuan mayat tanpa kepala di sebuah gedung tepat pada lantai 16…dan kepalanya tidak dapat di temukan dimanapun…diduga korban adalah seorang pembunuh bayaran karena ditemukan senapan berat disamping jasad korban'
"ini? pantas saja pada saat itu hawa membunuh yang kurasakan tiba-tiba menghilang"
Surya semakin penasaran ketika membaca bahwa kepala jasad tidak dapat ditemukan dimanapun
namun setelah apa yang terjadi padanya baru-baru ini membuat dirinya tidak mau ambil pusing…Surya mengabaikan berita tersebut dan bersyukur bahwa setidaknya ancaman untuk Ae-Cha sudah berkurang
Sore hari…
Surya terbangun dari tidurnya saat pulang dari pemakaman
"ini sangat melelahkan" ucap Surya
ia melirik perban yang ada di wajahnya…lalu terbangun dan menatap kaca
Surya membuka semua perban…dan alhasil tidak ada luka maupun bekas luka yang ada ditubuhnya
'bahkan luka bakar ditubuhku seakan tidak pernah terjadi?'
Surya melirik tubuh yang memiliki otot dan postur yang bagus sejak ia rajin menyelesaikan quest
"status bar" Surya memeriksa status nya
Name : Surya Yeon-Jun
Level : 1
User : Cheater Job : -
HP : 9500/9500
MP : 10700/10700
INT : 107 AGI : 99
STR : 109 DEX : 99
VIT : 95 sisa poin : 6
Surya berfikir sejenak dan menatap status bar nya
"aku bisa saja menyetarakan semua stat ku ke angka 100 sekarang…tapi sebaiknya aku menyimpan poin statusku untuk berjaga jaga jika ada sesuatu yang terjadi nanti"
Surya memutuskan untuk menyelesaikan quest karena hari ini ia belum mengerjakannya sama sekali
Keesokan harinya…
seorang Suster berkata pada Ae-Cha bahwa ada yang datang menjenguknya
"Hai putri poni, bagaimana kabarmu?" Surya meledek
Ae-Cha dirawat di rumah sakit Seoul…jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah Surya, karena itu Surya memutuskan untuk menjenguk Ae-Cha
Surya tidak khawatir dan memastikan bahwa apa yang dipikirkan Ae-Cha karena faktanya Surya telah pulih sepenuhnya
"ahaa tentu saja tidak sulit untukku"
jawab Surya sambil menaruh buah-buahan ke meja dekat Ae-Cha
"kau baik sekali ka sudah membawakan ku buah-buahan, padahal kau tidak perlu repot-repot" ucap Ae-Cha
tiba-tiba Surya mengambil apel yang barusan ia taruh di meja
"tentu saja tidak" Surya menjawab pendapat Ae-Cha sambil memakan apel tersebut dengan lahap
Ae-Cha yang melihat hanya bisa terdiam dengan tatapan kosong
"bodoh…bodoh…bodoh bukankah kau seharusnya paham alur percakapannya?…setidaknya katakan 'tidak apa, aku hanya memikirkanmu' atau 'aku mengkhawatirkanmu' bukannya malah memakan apel yang kau kasih untuk pasien…dasar!" Ae-cha berteriak dengan wajah kesal dan menggemaskan
Surya yang mendengar ocehan Ae-Cha tertawa kencang
"Hahahaha"
suster yang kebetulan melewati pintu ruangan Ae-Cha tersenyum dengan wajah sebal dan mengetuk dari luar…ia berkata
"ekhem…diharapkan kondusif tuan" ucap suster dari luar pintu
Surya yang tadinya tertawa terbahak bahak langsung diam dan memasang wajah senyum melas
"pfttt…hihihi" Ae-Cha tertawa dengan suara yang pelan
Surya yang melihat Ae-Cha tertawa merasa bersyukur dan tersenyum
"syukurlah jika kau masih bisa tertawa seperti itu"
ucapan Surya membuat tawa Ae-Cha berhenti…Ae-Cha yang salah menanggapi ucapan Surya membuat pipinya memerah
Surya langsung melanjutkan ucapannya sambil menunjuk ke arah jendela
"mau jalan-jalan?"
mereka berdua pergi jalan-jalan ke taman yang masih berada di ruang lingkup rumah sakit dan duduk disebuah kursi panjang
Ae-Cha sudah tau mengapa Surya membawanya ke tempat yang bagus agar dapat menenangkan hatinya…Ae-Cha sadar bahwa Surya mengkhawatirkan dirinya, karena itu Ae-Cha memulai pembicaraan terlebih dahulu dan memastikan apa yang ia rasakan saat ini
"Terima kasih ka Surya…kau tidak perlu mengkhawatirkanku" ucap Ae-Cha
Surya yang mendengarkan sedikit tersenyum
Ae-Cha melanjutkan penjelasannya
"untuk tubuhku dan juga mentalku…pada saat itu aku hanya tidak ingin melihat hal yang tragis"
Surya berfikir bahwa itu adalah hal yang wajar mengapa seseorang tidak berani melihat jasad yang hancur
__ADS_1
"aku tidak mengalami trauma sama sekali…aku tidak akan mau pergi kesini jika aku mengalaminya" Ae-Cha memastikan kata-katanya dengan tersenyum lebar
"hanya saja aku merasa bersalah…orang-orang diluar sana mengincarku namun orang-orang yang merawatku yang menjadi korbannya"
Senyuman perlahan menghilang dari wajah Ae-Cha dan suasana menjadi cukup sepi
"tidak" ucap Surya
Ae-Cha yang merunduk terkejut dan menatap Surya
"itu bukan kesalahanmu, mereka pergi bukan karenamu, kalian sudah saling menyayangi…karena itu sudah pasti kalian juga akan saling melindungi"
"setidaknya hidup bahagialah demi mereka…mereka pasti bahagia melihatmu dari sana"
mata Ae-Cha berkaca kaca setelah mendengar ucapan Surya…ia merunduk dan perlahan merintihkan air mata yang ia tahan karena rasa bersalahnya
Surya hanya bisa tersenyum karena Ae-Cha masih bisa menerima dirinya sendiri
Sore hari…
Surya telah menyelesaikan questnya dan langsung memeriksa status bar nya
Name : Surya Yeon-Jun
Level : 1
User : Cheater Job : -
HP : 9700/9700
MP : 10900/10900
INT : 109 AGI : 101
STR : 111 DEX : 101
VIT : 97 sisa poin : 9
hanya melihat semua statusnya yang hampir menyentuh angka 100 membuat jantungnya berdebar kencang
'tinggal sedikit lagi' Surya merasakan sesuatu akan terjadi saat semua statusnya meningkat hingga angka 100…dirinya tidak sabar, namun tetap berfikir rasional agar tidak melakukan kesalahan kecil yang berakibat fatal
pikirannya teralihkan saat Surya melihat garis polisi dan di sekitarnya terdapat polisi, ambulan, reporter, dan orang-orang yang mengelilingi garis polisi tersebut
"apa ada kecelakaan?"
Surya menghampiri keramaian tersebut, Surya melirik inspektur Luxia yang sedang memantau kejadian
inspektur Luxia juga melihat Surya yang menghampirinya
"Ah tuan Surya" Luxia menyapa lebih dulu
"apa yang terjadi disini?" tanya Surya
"kemari! biar kutunjukan" Luxia menyuruh Surya untuk mengikutinya
mereka melewati beberapa reporter yang sedang merekam kejadian di tengah jalan tersebut
Surya melihat tempat kejadian tersebut merasa aneh
sebuah retakan besar berdiameter 7 meter terjadi begitu saja tanpa ada kendaraan atau material yang bisa menjadi petunjuk motif kejadian tersebut
lalu Luxia menjawab rasa penasaran Surya
"ini tiba-tiba saja terjadi…menurut saksi mata, ini dilakukan seseorang" ucap Luxia sambil menatap sinis retakan jalan tersebut
'Seseorang!? siapa yang bisa melakukan hal seperti ini!?' membatin Surya
"apa itu memungkinkan?" tanya Luxia
"apa maksudmu?" Surya bertanya balik
"orang berkekuatan supranatural…apa ada yang seperti itu?" tanya Luxia sambil menatap Surya dengan ekspresi penasaran terhadap Surya
Surya terdiam…membuat Luxia penasaran dengan jawaban Surya
'jika ia menjawab tidak…maka pemikiranku-' saat Luxia akan bertaruh dengan dirinya sendiri Surya langsung menjawab pertanyaannya
"Ya!" jawab Surya sambil melirik retakan jalan tersebut
"Apa!?" Luxia sangat terkejut dengan jawaban Surya
kemudian Surya menatap Luxia dengan tajam
"Lalu…"
"apa yang bisa kau lakukan!?" tanya Surya dengan suara yang rendah
wajah Luxia langsung pucat…karena Luxia berfikir bahwa Surya adalah manusia yang memiliki kekuatan supranatural, hanya dengan melihatnya saja, Luxia dapat merasakan lingkungan sekitar mendominasi kehadirannya
"untuk saat ini…tapi kuyakin suatu saat kasus ini akan terpecahkan" ucap Surya dan berjalan pulang mengabaikan keramaian yang terjadi disekitarnya
Luxia sedikit kesulitan bernafas setelah berhadapan dengan Surya…dan seorang polisi menanyakan keadaannya karena wajah Luxia terlihat pucat
***
malam harinya saat Surya tertidur…ia bermimpi dimana suara seorang wanita dibalik bayangan mengatakan sesuatu yang aneh
"Aku telah melepas belenggumu, namun mereka juga sudah tiba, untuk itu janganlah lengah!"
Surya hanya bisa menatap mata wanita tersebut yang mengeluarkan cahaya orange kemerahan dan suaranya yang tegas dan gagah
26-02-02SBR
Surya melihat berita di Televisi…topik pembicaraan tersebut membuat dirinya sangat penasaran
berbagai berita dengan topik hal-hal mistis kini semakin banyak dibicarakan orang dan di kaitkan dengan bencana raya
dan yang paling membuat Surya penasaran adalah kejadian yang sama tentang retakan besar dan terjadi di 4 negara lainnya
__ADS_1
hal tersebut membuat Surya mendapat sebuah pertanyaan yang memenuhi pikirannya
'Siapa mereka!?'