
15-02-02SBR 8.45 AM Cheongju
Surya pergi ke rumah Ae-Cha mengikuti petunjuk alamat yang Park tunjukan saat di cafe
"dari perempatan belok ke kiri lalu lurus terus dan lihat ke serong kanan atas"
Saat Surya melirik ke arah kanan…wajahnya menjadi aneh
"ughh…apa ini memang disebut rumah?"
Surya melihat sebuah rumah yang lebih pantas disebut istana dari ukuran rumahnya
Tiba-tiba seorang penjaga membukakan gerbang untuk Surya
"Silahkan masuk Tuan Surya" ucap penjaga
Surya mengangguk dan memberi senyum kepada penjaga
kemudian Surya melewati taman yang cukup luas di sekitarnya, disebelah kirinya adalah rumput hijau yang cukup luas dan dijadikan taman…dan disebelah kanannya terdapat kolam dan air mancur, serta didekatnya terdapat beberapa meja dan kursi yang bisa digunakan untuk piknik di sekitar rumahnya
"kuyakin Mora tidak akan berhenti bicara jika ikut kesini"
Surya berfikir rumah sebesar ini akan membuatnya sangat terkejut
Surya melirik ke arah pintu yang ada di depannya
itu terdiri dari dua pintu besar, di sisi kanan kirinya masing-masing terdapat tiga pilar marmer sebagai penopang rumah…dan didepannya terdapat pohon-pohon kecil yang berbunga
Surya merasa kagum, karena sebelumnya ia tidak pernah berkunjung ke rumah mewah
namun kali ini bukan berkunjung, ia bahkan diundang sebagai tamu khusus
~cekrek
Pintu besar tersebut terbuka…dari balik pintu terdapat lima orang yang datang menyambut Surya
"Selamat datang nak Surya"
orang yang berbicara adalah Park, disampingnya Ae-Cha…dan tiga orang di belakangnya terdapat dua laki-laki yang memakai jas hitam dan satu perempuan memakai seragam asisten rumah tangga
"Apa aku membuatmu menunggu tuan Park?" Surya memberi salam dan tersenyum pada Park
"Tidak tidak, tenang saja…ah iya Ae-Cha, beri salam pada Kak Surya" ucap Park sambil menengok ke arah Ae-Cha
"Se…selamat pagi ka…ka Surya"
Ae-Cha memberi salam dengan senyum dan wajahnya sedikit tersipu
"Aku mohon bantuannya untuk hari ini ya" ucap Surya dan tersenyum
"A…aku juga ka…tolong jaga dan…dan temani aku" wajah Ae-Cha memerah
Surya hanya membalasnya dengan senyuman…dan itu membuat suasana menjadi canggung karena Ae-Cha yang terlihat gugup
"ah ngomong-ngomong nak Surya"
"mereka yang di belakang adalah dua penjaga Ae-Cha, mereka hanya menjaga Ae-Cha disaat kau tidak ada, karena itu saat ada dirimu, mereka hanya akan membantu menyelesaikan pekerjaan dan menjaga keamanan rumah…dan wanita di sampingnya adalah asisten Ae-Cha…ia juga membantu merawat Ae-Cha sejak baru lahir"
mereka bertiga menundukan kepala dan memberi salam kepada Surya
Dua penjaga, yang satu berkacamata dan yang satunya bermata sipit
dan pengasuh Ae-Cha terlihat seperti wanita paruh baya berusia 40an
Surya membalas mereka dengan tersenyum dan menundukan kepalanya juga
"Untuk itu…kamu hanya perlu menjaga Ae-Cha dari pukul 9 pagi hingga pukul 7 malam" Park melanjutkan penjelasannya
"itu hanya untuk 2 minggu kedepan sampai aku kembali ke rumah, karena itu aku mohon lindungi putriku"
Park berkata dan menundukan kepalanya
"kau bisa mengandalkanku tuan Park" ucap Surya
~Tiiinn
Suara klakson mobil berbunyi di luar pagar rumah, itu adalah jemputan Park
"Ah ini sudah hampir pukul 9, aku harus segera mengejar pesawat…kalo begitu sampai jumpa Nak Surya…dan anakku, jaga dirimu baik-baik ya"
Park mengusap kepala Ae-Cha dan segera menuju ke mobilnya
"Baik ayah"
setelah Park masuk ke mobil, perlahan mobil tersebut hilang dari pandangan orang-orang di rumah dan mereka kembali masuk ke dalam rumah
(pukul 2.00 PM dirumah Ae-Cha)
"ka Surya, apa kau tinggal sendirian dirumah?" tanya Ae-Cha
"aku memiliki adik perempuan, sepertinya dia sepantaran denganmu, usianya 17 tahun" jawab Surya
"ah benar, tapi sepertinya adikmu 1 tahun lebih tua…umurku 16 tahun…aku ingin mengenal adikmu ka…apa boleh?" Ae-Cha sedikit ragu bertanya
"tentu saja, jika kau mau…aku bisa mengenalkanmu pada adikku"
jawaban Surya meyakinkan Ae-Cha dan membuat ekspresi Ae-Cha menjadi cerah
tiba-tiba…
~krucuk…krucuk
serentak mereka berdua melirik ke satu arah secara bersamaan…yaitu perut Ae-Cha
"a…ah bukan begitu ka" Ae-Cha sangat malu dan kesal dengan perutnya
__ADS_1
Surya tertawa da tersenyum meledek Ae-Cha…itu membuat wajah Ae-Cha memerah
"kalau begitu bagaimana kita makan diluar?"
Surya mengajak Ae-Cha untuk makan diluar…meskipun dirumah yang besar sudah dipastikan memiliki makanan mewah
"Ayooo!" Seketika ekspresi Ae-Cha seperti anak kecil
se jam kemudian di luar rumah…
"Emmmm…kue ini manis sekali!"
"ushh…dingin sekali, tapi es krim ini sangat enak!"
"Hwaaa crepe ini sangat enak!"
berkali kali dalam waktu dan tempat yang berbeda Ae-Cha telah membeli banyak cemilan yang ada di sekitar jalan
"Ughh…kau ini…sebenarnya hanya cemilan kan yang kau inginkan?" Surya bertanya dengan wajah heran
"huiya…akh u hw hya iii aahan he ikit"
(tidak, aku hanya ingin makan sedikit)
jawab Ae-Cha dengan mulut yang dipenuhi crepe
"telan dulu makananmu baru bicara" Surya kembali menunjukan wajah herannya
"nyehe" Ae-Cha tersenyum
mereka kembali melanjutkan jalan-jalannya
' Ae-Cha adalah anak dari pengusaha besar, sudah pasti banyak pesaing yang ingin mengalahkan tuan Park, baik secara sehat maupun licik…dan di keramaian seperti ini…akan sangat rawan jika aku lengah sedikit saja'
Surya berkonsentrasi penuh dan merasakan suasana sekitar
'stat INT sangat membantuku dalam mengasah insting, ditambah aku bersatu dengan mana…suasana di sekitar ku terasa dengan jelas karena mana di sekitar tubuhku menangkap reaksi orang-orang di sekitarku'
'untuk kali ini sepertinya cukup aman'
Surya membatin dan mengkonfirmasikan bahwa tidak ada hawa membunuh di sekitarnya
"ka Surya?"
wajah Ae-Cha sudah sangat dekat disamping Surya saat Surya sedang berkonsentrasi
"ah…iya?" jawab Surya
wajah mereka menjadi sangat dekat…serentak mereka kaget namun Ae-Cha yang paling menunjukan ekspresi malu
"a…bu…bukan seperti itu, aku hanya penasaran apa kau sedang melamunkan sesuatu" ucap Ae-Cha dengan wajah tersipu sambil memegang crepe nya
"ah begitu…ngomong-ngomong ada cream di pinggir bibirmu" Jawab Surya
Ae-Cha terkejut dan langsung memeriksa bibirnya dengan jarinya…dan ada sedikit cream menempel di jari Ae-Cha
wajah Ae-Cha menjadi merah karena malu
"hahaha…kalau dipikir pikir kamu ini sangat kikuk dan lucu" Surya meledek Ae-Cha
"hwaa cukup ka…kau membuatku malu"
ucap Ae-Cha dan berjalan lebih dulu
***
saat langit mulai sore Surya dan Ae-Cha berjalan di pinggir sungai tempat pertama kali mereka bertemu
mereka duduk di sebuah kursi panjang yang mengarah ke barat
"sepertinya perutmu sedikit melebar hari ini" Surya meledek Ae-Cha
"kalau begitu besoknya tinggal diet saja" jawab Ae-Cha dengan ekspresi percaya diri
"dasar, tuan putri pasti bisa melakukan apapun" jawab Surya dengan sedikit senyum
"ngomong-ngomong bagaimana dengan sekolahmu?" tanya Surya
"aku tidak sekolah…tapi aku memiliki guru privat…aku tinggal menelfonnya dan menyuruhnya datang ke rumah ketika aku ingin belajar…tap…tapi tanpa guru privat juga akuv sering belajar sendiri" Ae-Cha menjelaskan dengan wajah sedikit sombong
'dasar orang kaya' jawab Surya dengan senyum jengkel
"aku sedikit penasaran, kalau boleh tahu…kemana ayahmu pergi?" tanya Surya
"Amerika…disana ia memiliki koneksi besar dan hubungan kerja sama yang erat…ayah tidak menjelaskan alasannya lebih detail…tapi ia berkata demi melindungiku, karena itu aku sedikit khawatir dengan dirinya saat ia sendirian disana"
Ae-Cha melanjutkan penjelasannya
"Ayahku selalu mengutamakan keselamatan diriku daripada dirinya karena aku adalah anak satu-satunya…ayah melindungiku dengan memilih ka Surya dan beberapa orang yang ayah percayai…tapi siapa yang akan melindungi ayah?"
"saat jauh dari ayah, aku hanya bisa berharap ayah cepat pulang dengan selamat…awalnya aku tidak tahu jika bersaing dalam hal pekerjaan bisa seperti ini…bahkan kemarin ayah rela mengorbankan perusahaannya demi diriku"
suara Ae-Cha menjadi sedikit gugup
"sama halnya seperti ayah yang ingin melindungiku, aku juga ingin melindungi ayah…aku tidak memiliki siapa-siapa lagi kecuali ayah"
"ibuku menghilang tiba-tiba di depan mataku saat hari ulang tahunku…aku merasakan hal yang sangat aneh ketika mendengar kabar 50% umat manusia menghilang begitu saja"
perlahan…demi perlahan…air mata merintih sedikit demi sedikit
"alasan ibuku dan orang lain menghilang tidak diketahui hingga sekarang…karena itu aku bertekad dan meyakinkan diriku sendiri…bahwa ibuku pasti akan kembali!"
Surya mendengarkan cerita Ae-Cha sekaligus mengingat ketika pikiran bawah sadarnya mendapatkan gambaran masa depan dari sistem mengenai bencana raya
'ini tidak akan lama lagi…aku memang sangat ingin tahu apa yang akan terjadi…tapi aku harus mempersiapkan diriku dengan mantap!' dalam hati Surya bertekad
__ADS_1
matahari mulai terbenam
Surya mengantar Ae-Cha pulang…mereka sampai didepan pagar rumah
"maaf Ae-Cha, aku hanya bisa mengantarmu karena aku memiliki beberapa urusan" ucap Surya
"apa kau tidak ingin ikut makan malam bersama dirumahku ka?" tanya Ae-Cha dengan ekspresi sedih
"lain kali aku akan bergabung…aku yakin adikku memasak untukku…kabari saja aku jika kau butuh bantuan…kalau begitu sampai jumpa besok" ucap Surya sambil melambaikan tangan
"baik, terima kasih ka Surya…sampai jumpa" Ae-Cha membalas dan melambaikan tangan
pukul 9 PM
Surya langsung menyelesaikan questnya saat pulang dari rumah Ae-Cha
"fiuhh, setidaknya ini selesai sebelum larut malam"
Surya merasa lega dapat menyelesaikan questnya dengan cepat
"status bar"
『System Name : ???
Level : 1
Name : Surya Yeon-Jun
Level : 1
User : Cheater Job : -
HP : 6700/6700
MP : 8700/8700
INT : 87 AGI : 71
STR : 89 DEX : 68
VIT : 67 sisa poin : 3
"semua statku sudah melebihi 50…bahkan untuk INT dan STR sudah mendekati 100…hanya STR yang mudah dipahami, saat melawan naga saja aku bisa lihat perkembangan yang pesat"
"namun setelah perkembangan yang besar ini aku tidak bisa mengetahui seberapa jauh aku bertambah kuat…karena itu sepertinya tidak masalah jika aku mengumpulkan poin stat ku terlebih dahulu"
akhirnya Surya memutuskan untuk menyimpan terlebih dahulu poin stat nya
***
setelah 7 hari berturut-turut tidak ada hal yang berbahaya datang mengancam keselamatan Ae-Cha
hari ke-8 (22-02-02SBR Pukul 7.00 AM)
Surya duduk di kursi dekat air mancur yang ada dirumah Ae-cha
'tidak mungkin bahwa ayahnya memilihku hanya untuk menemani anaknya menghabiskan waktu…apa yang aku lewatkan?'
Surya menjadi tidak yakin akan datang darimana bahaya yang mengancam nyawa Ae-Cha…hal itu membuat Surya berfikir keras
ditambah…
"status bar"
『System Name : ???
Level : 1
Name : Surya Yeon-Jun
Level : 1
User : Cheater Job : -
HP : 8100/8100
MP : 10100/10100
INT : 101 AGI : 85
STR : 103 DEX : 82
VIT : 81 sisa poin : 24
"sudah ada dua stat ku yang mencapai 100 tapi aku tidak bisa tahu sejauh mana aku berkembang" Surya berbicara pada sistem dan merasa sedikit kecewa
tiba-tiba suara perempuan muncul dari samping Surya
"kaaa Surya" Ae-Cha menyapa dari jarak yang cukup jauh
"kau sudah siap?" Surya bertanya dan langsung memandang Ae-Cha agar tidak dikira sebagai orang aneh yang berbicara dengan angin
"iya…mari pergi ka" ucap Ae-Cha
"mari" jawab Surya
setelah mereka keluar dari pagar rumah…
dari balik jendela didalam rumah…
seseorang yang telah memperhatikan Surya dan Ae-Cha menekan tombol headset bluetooth yang ia kenakan dan berbicara kepada seseorang yang terhubung dengannya
"jangan khawatir…tamu khusus itu sepertinya hanya orang biasa"
__ADS_1