End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 17. Tragedi


__ADS_3

23-02-02SBR


Di hari yang mulai gelap, Surya mengantar Ae-Cha kembali kerumahnya, pagi ini sebenarnya Surya juga mengajak Ae-Cha untuk berolah raga agar Surya dapat menyelesaikan questnya…dan mereka berdua sudah membuat janji di hari-hari sebelumnya


"ka Surya, kau tidak akan melupakan janjimu kan?" ucap Ae-Cha


"iya iya, aku akan menepatinya malam ini"


Surya telah berjanji bahwa akan ikut makan malam dirumah Ae-Cha


sesampainya di gerbang rumah, mereka disambut oleh penjaga gerbang


"selamat kembali, tuan putri…sepertinya kau memiliki hari yang baik" ucap penjaga gerbang


"ah iya pak Han, ka Surya tau bagaimana cara menyenangkan wanita"


ucap Ae-Cha sambil melirik ke Surya dengan senyum nakalnya


"jangan buat kesalah pahaman!" ucap Surya dengan ekspresi cemberut


"ehehe…ngomong-ngomong, ini adalah pak Han, ia sudah 11 tahun bekerja disini…dan pak Han, kaka ini adalah ka Surya…dia yang telah menyelamatkan nyawaku"


Ae-Cha memperkenalkan mereka berdua…tanggapan Surya dan pak Han sama-sama baik


"senang bertemu denganmu, pak Han" Surya menjabat tangan pak Han dan sedikit menundukan kepalanya


"ah tidak perlu sungkan nak, aku merasa sangat terhormat bisa bertemu dengan pemuda yang telah menyelamatkan tuan putri, dan aku ikut bahagia karena kau adalah pemuda yang baik hati" ucap pak Han sambil menjabat tangan Surya


senyuman mereka bertiga membuat suasana menjadi hangat


"tuan putri bahkan mengingat semua orang yang bekerja dirumahnya, ia sangat ramah dan manja…karena itu tolong bersabarlah jika ia sedikit merepotkanmu ahaha…tuan putri sudah seperti anakku sendiri" ucap pak Han


Ae-Cha dibuat malu dengan kata-kata pak Han, wajahnya menjadi sedikit merah


tiba-tiba suasana menjadi sedikit canggung saat pak Han melanjutkan ucapannya dengan sedikit merunduk


"sebelum disini aku hanyalah seorang pedagang kali lima, usahaku tidak berjalan lancar sehingga aku kesulitan mendapat uang…berkali kali aku dan istriku di usir dari rumah ke rumah karena tidak bisa membayar biaya sewa"


Surya dan Ae-Cha hanya bisa mendengar cerita pak Han


namun senyuman perlahan muncul di wajah pak Han


"saat kami berusaha menemukan rumah…saat dijalan tuan Park menemuiku, ia memberikan pekerjaan…awalnya aku berfikir bahwa orang kaya hanya akan memanfaatkan orang miskin saja, tapi setelah bekerja disini, tuan Park memberikan kehangatan padaku…berkali kali ia menolongku dan istriku, bahkan tuan Park membelikan sebuah rumah untuk kami…aku sangat bahagia pada saat itu"


senyuman di wajah pak Han semakin timbul…dan ekspresi bahagia memenuhi wajahnya


"kini aku memiliki seorang putri kecil, umurnya masih satu tahun…aku merasa takdirku baik karena bertemu tuan Park…anakku tidak harus merasakan penderitaan menjadi orang miskin"


sedikit air mata muncul dari mata pak Han, namun ekspresi bahagianya tidak menghilang


"Syukurlah pak Han" ucap Surya


Surya berfikir bahwa tuan Park adalah orang yang baik, bahkan kebaikannya kini diturunkan kepada putrinya


"kalau begitu, mari kita makan bersama…kurasa yang lain sudah menunggu kita" ucap Ae-Cha


mereka bertiga masuk kedalam rumah untuk melakukan makan malam bersama…ketika mereka tiba, semua orang yang ada didalam menyambut dengan senyuman hangat sambil mempersiapkan makanan


para asisten menyiapkan piring, bodyguard dan juru masak membawakan makanan dan minuman ke meja makan


"sepertinya semua yang disini sangat menyayangimu, kau sangat beruntung putri kecil" ucap Surya


Ae-Cha yang mendengar ucapan tersebur dari Surya tersipu malu dan wajahnya memerah


"se…se…semua? berarti ka Surya ju…" Ae-Cha gugup dan berbicara sendiri dengan suara pelan sambil merunduk kebawah


"bicara apa kau?" Surya bertanya dan mendekat ke arah wajah Ae-Cha


Ae-Cha yang menengok ke arah Surya…telat menyadari bahwa jarak wajahnya dengan wajah Surya sangat dekat


"a…a…ahaha tidak ada…ahaha" ucap Ae-Cha sambil menengok ke arah lain


Ae-Cha, Surya, Pak Han, asisten rumah dan lainnya sudah duduk di kursi…dihadapan mereka terdapat meja makan dengan panjang sekitar 6 meter


seseorang mengenakan jas hitam tiba-tiba datang dari arah dapur


"maaf membuat kalian menunggu"


itu adalah bodyguard yang memiliki mata sipit…ia membawa beberapa gelas yang berisi minuman sirup kemudian membagikannya ke semua orang


"whaaha…terima kasih pak"


beberapa orang mengucapkan terima kasih dan beberapa hanya tersenyum padanya


"tidak perlu dipikirkan, sirup ini pasti akan membuat suasana hati kita membaik dan memulihkan tenaga kita" ucap bodyguard tersebut


Surya yang medengar ucapannya ikut tersenyum…namun sebenarnya hanya sebuah senyuman palsu


'aku merasakan hawa membunuh dirumah ini pagi tadi, ternyata kau…kupikir kau orang yang sama dengan yang ada dihotel' membatin Surya sambil mengingat apa yang ia rasakan kemarin


kemudian Surya melirik sirup tersebut dan pesan sistem muncul sebagai pemberitahuan


[minuman ini mengandung racun yang dapat membahayakan nyawa]

__ADS_1


itu memang membahayakan nyawa, tetapi tidak untuk Surya…namun disini Surya berfikir bahwa prioritas utamanya adalah Ae-Cha


'aku harus mencari cara!' membatin Surya


dan…


sesuatu terpikirkan oleh Surya


'ini akan cukup beresiko' Surya merasa bahwa ide nya dapat membahayakan Ae-Cha


tiba-tiba ia berpura pura menumpahkan sirup tersebut ke bawah dan mengenai pakaian Ae-Cha dan semua orang menengok ke arah Surya


"ah maap Ae-Cha, sepertinya aku cukup lelah" ucap Surya


"tidak apa ka…maaf jika aku merepotkanmu" Ae-Cha tersenyum dengan sedikit timbul rasa bersalah didalam hatinya


orang-orang disekitar hanya tersenyum dan memaklumi kejadian tersebut


"kalau begitu aku akan mengganti pakaianku terlebih dahulu" ucap Ae-Cha


"kami akan menunggumu tuan putri" salah satu asisten berkata demikian mewakili yang lainnya


Ae-Cha beranjak ke kamar mandi yang berada dekat dengan dapur untuk membersihkan pakaiannya yang kotor terlebih dahulu


jarak meja makan dengan dapur cukup jauh


"ah iya, aku akan mengambil makanan penutup di dapur" ucap bodyguard yang bermata sipit


bodyguard tersebut pergi ke dapur


'ini dia!' pikir Surya bahwa rencananya sudah dimulai


tiba-tiba Surya berbicara pada yang lainnya


"aku akan ikut membantu membawakan makanan penutup" ucap Surya dan yang lainnya hanya mengangguk


Surya menuju ke dapur


'kuyakin dia akan menyerang Ae-Cha sekarang…beruntung mereka akan menunggu Ae-Cha, jadi kuharap tidak ada yang meminum sirup tersebut'


Surya menyipitkan matanya dan berfikir bahwa penjahat ini berniat melenyapkan semua yang ada dirumah, dengan tujuan untuk menghilangkan jejak pembunuhan


Surya sampai di dapur


letak kamar mandi memiliki lorong kecil dan didalamnya terdapat 3 kamar mandi…didepan lorong tersebut di sebelah kirinya adalah dapur yang tidak memiliki pintu…dan Surya datang dari arah yang berlawanan dengan lorong kamar mandi


itu berarti dapur tersebut berada disebelah kanan Surya…ia melirik ke arah dapur dan tidak ada siapapun disana


saat Surya hampir memasuki lorong kamar mandi…seseorang datang dari bilik tembok yang berjarak kurang dari 1 meter di sebelah kanan menghampirinya dengan cepat


Surya terkejut namun dapat mengantisipasinya


~Dor


"hoo? kau cukup cekatan juga ternyata!" ucap bodyguard tersebut


sebuah peluru nyaris mengenai kepala Surya dari arah kanan, beruntung Surya dapat menghindarinya dan menangkap pistol tersebut dengan tangan kirinya


namun Surya tidak menyadari apa yang terjadi selanjutnya


~Crattt


"Coughh" Surya memuntahkan darah


sebuah pisau telah menusuk perut bagian kanannya…beruntung itu tidak mengenai titik vital


Surya yang marah besar merebut pistol tersebut dan memutarkan badannya…lalu tangan kanannya menghantam pipi kanan bodyguard tersebut dengan kekuatan yang dahsyat


~booom


bodyguard tersebut terpental hebat dan membuat tembok dapur hancur sehingga menghempaskan dirinya mendekati meja makan


darah bercucuran dari mulut dan kepala bodyguard tersebut


"aghh…si…sialan…bagaimana manusia bisa memiliki kekuatan seperti itu!?"


semua orang yang ada di meja makan terkejut dan serentak berdiri…bahkan beberapa menjerit ketakutan


dari arah dapur…seseorang dibalik bayangan memancarkan cahaya ungu sedikit kemerahan di matanya sedang mencabut pisau di perutnya dan datang ke arah bodyguard bermata sipit


orang-orang pertama kali melirik sebuah pisau yang menempel di perutnya lalu menoleh ke mukanya…itu adalah Surya


kecuali bodyguard bermata sipit tersebut…saat memandang Surya ia sangat ketakutan


"a…apa yang terjadi nak Surya?" tanya pak Han dari kejauhan dan berkali kali melirik ke Surya dan bodyguard tersebut


tiba-tiba Ae-Cha muncul dari belakang Surya


"ka Suryaaa!apa kau baik-baik saja!? bagaimana ini terjadi!?" Ae-Cha melirik pria yang duduk dengan wajah yang babar belur dekat dengan meja makan


"dia ingin membunuhmu!" ucap Surya sambil memuntahkan darah


"apa!? aku…aku akan segera lapor polisi!" Ae-Cha berlari ke arah meja makan…disana ia menyimpan tasnya disamping kursinya, dan di tasnya terdapat ponselnya

__ADS_1


Surya yang membiarkan Ae-Cha, telat menyadari niat penjahat tersebut yang tiba-tiba tersenyum


"BAGUSS!" teriak bodyguard bermata sipit


tiba-tiba ia merobek kemejanya dan di perutnya terdapat bom dengan jumlah yang banyak…dan ada tombol pengaktif di samping bom tersebut


"AHAHA…BINASALAH KALIAN SEMUA!!"


dengan tawa jahatnya ia menekan tombol bom tersebut


"Tidaak!" Surya sangat kesal karena jarak Ae-Cha sudah sangat dekat dengan bom yang menempel pada bodyguard tersebut


orang-orang termasuk Ae-Cha yang melihat bom tersebut hanya bisa melamun…


~BOOOM


bom tersebut meledak


Surya mengaktifkan skill Sprintnya


~Krakk…wusshhh


dengan kecepatan luar biasa Surya mempersempit jaraknya dengan Ae-Cha


~tap


"dapat"


Surya menarik tangan Ae-Cha dan memeluknya sambil memutarkan badan mereka agar bagian belakang Surya yang terkena ledakan terlebih dahulu


~Duarrr


mereka terhempas ke arah tembok rumah


saat hampir menghantam tembok…Surya kembali memutar badannya agar punggung yang menghantam tembok


~boom


~krakk…krakk


batu- batu di sekitar tembok yang terkena hantaman Surya hancur


ledakam bom tersebut cukup besar hingga membuat sebagian besar rumah Ae-Cha hancur


Surya masih memeluk Ae-Cha dengan erat


ledakan telah usai, debu-debu mulai berjatuhan…Surya melirik ke arah depan


dan disana…semua orang yang ada disana tewas mengenaskan


melihat orang-orang yang tidak bersalah mati mengenaskan didepannya membuat dirinya meneteskan sedikit air mata


Surya memeluk Ae-Cha lebih erat dan Ae-Cha juga memeluk Surya dengan erat


"apa kau baik-baik saja?" tanya Surya sambil memantapkan hati setelah mengalami kejadian mengerikan


"humm" itu berarti iya…Ae-Cha tidak berani melihat ke belakangnya…karena sebenarnya ia tahu apa yang terjadi pada saat Surya memeluknya semakin erat


pesan sistem muncul sebagai pemberitahuan


[HP : 5600/9300]


'bahkan setelah tertusuk dan terkena ledakan…HP ku hanya berkurang sedikit…aku beruntung karena sudah menyatu dengan mana'


Surya membatin dan menengok ke atas dimana rumah Ae-Cha kini sebagian besar hancur


'pak Han…dan yang lainnya' Surya membayangkan wajah mereka yang beberapa menit lalu masih terlihat bahagia…kini mereka semua mati mengenaskan


dan dimalam itu hujan turun setelah ledakan tersebut…Surya dan Ae-Cha hanya terdiam dalam pelukan hingga polisi dan ambulan datang setelah mendapat laporan


suara sirine berada di sekitar rumah Ae-cha seiring dengan suara hujan yang cukup deras


dampak ledakan tersebut hingga membuat pagar rumah Ae-Cha ikut hancur


seorang wanita berpakaian polisi datang lebih dulu mendekati Surya dan Se-Cha


"sepertinya ada korban selamat…cepat panggil petugas medis!"


wanita itu berteriak kepada orang yang dibelakangnya…itu adalah Luxia


ia berjalan ke arah Surya dan Ae-Cha yang keberadaannya sedikit tertutup bayangan…sambil melirik korban yang tidak selamat, Luxia sedikit gemetar jika membayangkan kejadiannya


setelah menengok ke depan, Luxia sangat terkejut


"Kau!?"


"aku akan mengklarifikasinya nanti, bisakah kau tolong kami dan mereka yang tidak selamat?" Ucap Surya…wajah dan tubuhnya dipenuhi darah dan luka


setelah beberapa jam semua jasad dapat di evakuasi, Surya dan Ae-Cha dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama, terutama Surya


Luxia yang mengetahui bahwa korban adalah anak dari seorang pengusaha dan telah mendapat laporan terkait kejadian sebelumnya langsung menelpon Park


setelah mengetahui tragedi yang terjadi pada anaknya, Park langsung bergegas kembali.

__ADS_1


__ADS_2