End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 110. Keberangkatan


__ADS_3

high-general memiliki kemampuan untuk berbicara menggunakan bahasa manusia karena mereka yang paling dekat dengan Surya.


karena itu Chun Hei dapat memahami apa yang dikatakan Felien.


kini Chun Hei merasakan ketakutan terhadap Felien, namun tubuhnya menolak untuk menyerah.


"Skill…lightning dancer!"


tubuh Chun Hei dikelilingi kilatan emas, kini ia bergerak dari sudut ruangan ke sudut ruangan lainnya sambil memantau Felien yang berdiam diri di tengah ruang pelatihan.


[wanita ini gigih juga ya!] ucap Cala.


'benar!'


'dia bahkan sampai menggunakan kartu AS nya, entah apa yang sedang kau pikirkan, nona Chun Hei?' membatin Surya.


'jika aku ingin mengetahui sekuat apa hunter Surya, aku harus bisa mengalahkan prajuritnya yang ini!!' membatin Chun Hei.


~sring…sring…sring


~Wush


Chun Hei melakukan gerakan zig zag berkali kali kemudian melesat secara garis lurus dengan sangat cepat.


dalam waktu yang sangat singkat, jarak Chun Hei semakin dekat dengan Felien, namun Felien tidak bergerak sedikitpun.


hal tersebut membuat Chun Hei merasa sangat direndahkan.


~wushh


ketika jarak keduanya tinggal beberapa centi, Felien menghindari serangannya dengan sangat mudah.


tidak hanya menghindari, Felien menghentikan laju Chun Hei dengan mencekiknya.


"kuahk!!" Chun Hei kesulitan bernafas.


'sepertinya sudah berakhir ya?' membatin Surya.


Chun Hei mencoba melakukan hal yang sama ketika ia melawan Emptiness, namun ia tidak dapat memutarkan tubuhnya karena tangan Felien sangatlah kuat.


hal diluar dugaan terjadi.


"mengukur kemampuan tuanku melalui bawahannya?! pikirkan tindakan bodohmu itu di neraka, manusia!" ucap Felien.


~Wushh


Felien melempar Chun Hei yang lemas ke udara.


kemudian ia mengeluarkan tombaknya dari gate miliknya.


HAWA MEMBUNUH!!!


Felien merasa murka ketika tuannya dihina, ia segera mengeluarkan tombaknya dan akan melemparkannya ke arah Chun Hei.


namun tiba-tiba…


"bukankah tuan memerintahkanmu untuk tidak melukainya?!"


"jika wanita itu terluka, habislah kau!"


Felien yang menggenggam tombaknya tak berkutik dan tidak berani bergerak sedikitpun ketika Seele dan Zeere keluar lalu langsung mengancamnya.


Seele mengancam Felien dengan keempat belas ekor dan kedua tangannya, lalu Zeere yang menyentuhkan ujung bilah sabit ke arah leher Felien.


Felien mencoba mengendalikan emosinya.


sedangkan Ghie dan Woong Suck merasa waspada ketika kedua wanita itu mengeluarkan senjatanya yang mengerikan.


~wush


Surya melompat, kemudian ia meraih Chun Hei dan menggendongnya.


~tap


"kau tidak perlu memaksakan dirimu, aku tidak sekuat yang kau pikirkan" ucap Surya.


"la…lalu bagaimana kau bisa menciptakan sebuah gate?!" tanya Chun Hei.


Surya menyentuhkan jari telunjuknya ke bibirnya…kedua matanya memancarkan cahaya merah yang mengintimidasi.

__ADS_1


"sssttt!" ucap Surya.


kemudian Surya menurunkan Chun Hei dari pangkuannya.


"nona Chun Hei, kau baik-baik saja?" tanya Woong Suck.


"iya, aku baik!" ucap Chun Hei yang ekspresinya muram.


"kalian kembalilah!" ucap Surya.


Zeere, Seele, dan Felien menundukan kepalanya.


"maafkan tindakan kami, tuanku" ucap ketiganya secara serentak dan kembali ke dalam gate nya.


"huffft!"


seketika mereka semua menghembuskan nafas lega.


"tadi itu hampir saja" ucap Woong Suck.


"hunter Surya, bagaimana prajuritmu dapat berbicara bahasa manusia?" tanya Chun Hei.


Woong Suck terkejut tetapi tidak dengan Ghie.


"aku mengerti apa yang dikatakan prajuritmu ketika tadi bertarung" ucap Chun Hei.


"hmm…yaa…bisa dibilang mereka itu monster kelas misterius?" ucap Surya.


'kelas misterius?! sangat menakutkan!' membatin Woong Suck.


"tujuanku kesini untuk meminta izin kepada ketua asosiasi" ucap Surya.


"izin?" tanya Ghie.


"aku akan ke Indonesia untuk membantu raid!" ucap Surya.


"maksudmu, lingkaran sihir yang muncul menyelimuti candi Borobudur?" tanya Ghie.


Surya menganggukkan kepalanya.


Ghie terdiam sejenak.



"jangan khawatir, aku akan segera kembali ke Korea!" ucap Surya.


***


1 hari sebelum raid di Indonesia…


Dahlan yang merupakan ketua asosiasi hunter Indonesia, kembali memeriksa perubahan seperti apa yang terjadi kepada lingkaran sihir raksasa yang menyelimuti candi Borobudur.


"ketua!!"


tiba-tiba salah satu staff nya berlari sambil membawa selembaran kertas.


"ada apa?" tanya Dahlan.


"baru saja aku menerima laporan terbaru mengenai hunter yang akan ikut berpartisipasi dan…"


staff nya memberikan selembaran kertas yang berisi nama para hunter dari luar negeri yang akan membantu Indonesia.


ketika Dahlan membaca data nama yang berada di urutan terakhir, ia terkejut.


"hu…hunter Surya Yeon -Jun?!" teriak Dahlan.


"benar! dia akan membantu kita mengatasi masalah ini!" ucap staff nya.


'dia ini hunter yang sedang dibicarakan dunia karena memecahkan rekor raid terbanyak dalam satu hari! tidak kusangka orang ini memiliki darah dari keturunan orang Indonesia!' membatin Dahlan.


"aku sendiri yang akan menyambut kedatangannya besok!" ucap Dahlan.


***


malam hari di Indonesia…


tepatnya di Yogyakarta yang saat ini sedang dilanda hujan.


meski begitu, orang-orang masih melanjutkan aktifitas mereka, bekerja, berkumpul bersama teman maupun keluarga, dan sebagainya.

__ADS_1


di sebuah kedai yang sepi pengunjung, hanya ada seorang pengunjung saja pada saat itu.


terlebih pengunjung yang cukup mencolok dikalangan orang-orang normal.


seorang wanita bertopeng sedang berteduh di kedai tersebut.


"selamat datang! silahkan pesan yang anda inginkan" ucap pemilik kedai.


"segelas susu hangat!" ucap wanita tersebut.


wanita bertopeng dengan rambut hitamnya yang basah, mengenakan baju bermotif dan berukuran besar.


di punggungnya terdapat sarung pedang yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya.


namun pemilik kedai tidak memperdulikan seperti apa penampilan pelanggannya.


"silahkan!" pemilik kedai menyajikan segelas susu hangat.


"terima kasih!" ucap wanita bertopeng.


"ngomong-ngomong nona, apa kau seorang hunter?" tanya pemilik kedai.


wanita bertopeng itu menganggukkan kepalanya.


"syukurlah, kukira kau seorang penjahat! kau tahu, musuh manusia didunia ini bukan hanya monster saja, tetapi para penjahat!"


"ketika monster tiba, pemerintah cenderung mengabaikan kejahatan yang dilakukan manusia, benar-benar membuat orang menjadi resah dan khawatir"


pemilik kedai itu mengeluh terhadap pemerintah yang mulai mengabaikan kejahatan yang dilakukan manusia sejak munculnya monster dari dalam gate.


"umm!"


wanita bertopeng itu hanya mendengarkan keluhan pemilik kedai, sesaat ia sedikit membuka topeng bagian bawahnya untuk meminum susu dan kemudian menutupnya kembali.


suasana menjadi sangat tenang ketika rintikan hujan membuat orang-orang melupakan beban pikiran mereka meski hanya sesaat.


***


hari raid di Indonesia…


Surya turun dari mobil dan tiba di bandara Incheon.


Jin Ae dan Lilia lah yang mengantar Surya ke bandara, tidak banyak barang yang akan dibawa, karena Surya berencana kembali secepatnya.


"cepatlah kembali!" ucap Jin Ae.


"kau mengatakannya seolah aku akan pergi bertahun tahun! sebaiknya kau mengajari anggota baru dengan benar" ucap Surya.


"baiklah baiklah, kuharap ketua akan mentraktirku nanti!" ucap Jin Ae.


Lilia hanya bisa tersenyum melihat Jin Ae yang bertingkah seperti anak kecil.


beberapa hari sebelumnya, 10 karyawan dari perusahaan milik Park dikirim ke gedung Cala guild dan menjadi anggota guild.


meski begitu, tidak salah satupun dari mereka yang merupakan seorang hunter.


"hunter Surya Yeon-Jun"


seorang wanita memanggil Surya dari pintu masuk bandara, ia adalah Luxia.


Surya mengangguk kepada Luxia.


"silahkan!" ucap Luxia.


di belakang Luxia, jalan menuju ke pesawat telah dijaga oleh puluhan bodyguard agar orang-orang tidak mendekati Surya.


"aku berangkat!" ucap Surya.


Jin Ae dan Lilia mengangguk, lalu Surya berjalan memasuki pintu bandara.


seketika…


~cekrek…cekrek


"lihat! itu hunter Surya Yeon-Jun!"


"kudengar dia akan pergi ke Indonesia untuk melakukan raid!"


"wah kurasa raid tersebut akan cepat berakhir!"

__ADS_1


"keren!!"


orang-orang terkagum melihat Surya dan juga tak luput dari para reporter yang mengambil gambar dan menyiarkan siaran langsung mengenai keberangkatan Surya ke Indonesia.


__ADS_2