
Di hari yang cerah…
Surya, Mora, dan Ae-Cha pergi ke beberapa tempat seperti cafe, wahana-wahana seperti roller coaster.
tempat yang cukup mencolok untuk seorang hunter rank-S seperti Surya.
kedatangannya ke tempat wahana bukan untuk melakukan raid, melainkan menghabiskan waktu layaknya manusia biasa.
Justru itu membuat orang-orang semakin mengagumi Surya dan menganggap bahwa Surya masih lah seorang manusia dalam artian baik.
mereka bertiga kini duduk di kursi roller coaster, Ae-Cha dan Mora duduk bersebelahan di bangku paling depan.
sedangkan Surya duduk bersama seorang pria yang lebih muda darinya.
penumpang di kursi lainnya sangat senang ketika melihat Surya duduk di roller coaster yang sama dengan mereka.
setelah menunggu beberapa saat.
~wushhh
roller coaster melaju dengan cepat dan berada di jalur yang berliku liku.
~WOAAAAH
serentak orang-orang berteriak ketika roller coaster melaju dan berbelok secara tajam.
semua orang, terkecuali Surya yang hanya terdiam disaat orang-orang berteriak.
'ini seperti aku sedang mengendarai sepeda' membatin Surya.
ia merupakan hunter yang dapat bergerak sangat cepat, puluhan kali lebih cepat dari kecepatan roller coaster.
karena itu ketika ia berada di roller coaster, hal tersebut terasa lambat.
"Mamaaah!!!" teriak pria yang duduk di sebelah Surya.
'ughh!'
Surya merasa jijik ketika ingus pria tersebut mulai keluar dan tertiup angin.
sepuluh menit kemudian…
setelah menaiki roller coaster, Surya dan dua wanita yang bersamanya duduk di bangku taman.
Surya sedikit terheran melihat adiknya yang sedikit gemetar.
"Mora, apa kau mabuk?" Surya mengejek Mora.
"ti…ti…ti…tidak!! aku hanya sedikit terguncang!" ucap Mora.
"ahaha" Ae-Cha hanya tertawa.
'padahal keliatan banget mabuknya' membatin Ae-Cha.
setelah beristirahat, mereka melanjutkan perjalannya dan berkeliling sambil membeli camilan yang menjadi kesukaan Mora.
Mora membeli permen kecil dan memiliki wajah yang imut, tanpa ragu ia membeli dalam jumlah yang banyak.
"hei nanti kau bisa sakit gigi!" ucap Surya.
"aku tidak peduli, wleee!" Mora menjulurkan lidahnya dan mengejek kakaknya.
"ughh" Surya menatap sinis adiknya.
Surya menghabiskan hari yang cerah seperti manusia pada umumnya.
__ADS_1
tanpa disadari, hari menjelang sore…kini mereka bertiga menaiki kicir angin dan hampir berada di puncaknya.
"waah lihat!! bukankah itu sangat indah?!" tanya Ae-Cha.
mereka menatap matahari sore yang menyinari bumi.
Surya dan Mora tersenyum melihat pemandangan tersebut.
"dasar Oppa! kau tidak perlu mencemaskanku" ucap Mora.
Ae-Cha terkejut dengan ucapan Mora.
"roller coaster, membeli apa yang ku sukai, lalu kicir angin…bukankah ini terkesan seperti Oppa akan pergi jauh?" tanya Mora.
Surya merenung dan tidak berkata sepatah kata pun.
suasana menjadi sedikit muram, Ae-Cha berusaha menjaga ketenangannya.
"sudah jelas aku mengizinkannya, kalo pun aku melarangnya, Oppa pasti tetap akan pergi" Mora tersenyum.
Surya hanya bisa tersenyum ketika apa yang dikatakan adiknya adalah kebenarannya.
namun ia menyembunyikan fakta bahwa hatinya tersayat pada saat itu.
'maafkan aku!' Surya merasa menjadi kakak yang tidak perhatian.
ia melakukan itu karena memiliki tujuan yang besar, yaitu mempertemukan kembali adiknya dengan ibu dan ayahnya yang ternyata masih hidup.
Surya teringat tangisan Mora ketika waktu ibu dan ayahnya menjadi debu cahaya dan menghilang.
namun pemikirannya tiba-tiba buyar ketika Mora berbicara.
"cepatlah kembali!" ucap Mora sambil tersenyum kepada kakaknya.
"baik" jawab Surya.
langit mulai gelap, mereka memutuskan untuk mengantar Ae-Cha pulang ke rumahnya dan pulang.
***
Di rumah Surya…
Surya duduk termenung di pinggir kasurnya dan terdiam.
"tuanku, apa kau baik-baik saja?" tanya Zeere yang kepalanya keluar dari dalam gate.
"Zeere, seperti apa aku di matamu?" tanya Surya.
Zeere keluar dari dalam gate nya dan menepuk dadanya dengan salah satu tangannya kemudian ia menundukkan kepala.
"Sosok raja yang paling ku kagumi dari hati terkecil ku, tuanku! akan kukorbankan apapun demi tuanku!" jawab Zeere.
kemudian Surya mengganti pertanyaannya.
"bagaimana jika aku memperlakukanmu dengan buruk?" tanya Surya.
dengan bangganya Zeere menjawab "keinginan tuan adalah mutlak, penguasa bebas melakukan apapun terhadap bawahannya!"
'begitu ya' membatin Surya.
***
Keesokan harinya…
hari keberangkatan…
__ADS_1
satu hari sebelum konferensi pers yang diadakan di London dimulai.
Bandara Incheon.
Yong Jin-Ho dan Ha-Neul menjadi salah satu perwakilan dari Korea Selatan yang akan mengikuti konferensi pers.
keberadaan mereka cukup menarik perhatian orang-orang yang ada di bandara, karena itu asosiasi hunter menyediakan bodyguard yang membentuk jalan mereka masuk ke dalam bandara.
"sepertinya membutuhkan kurang lebih dua belas jam perjalanan ke London!" ucap Ha-Neul.
"aku akan bosan di dalam pesawat nanti" jawab Jin-Ho.
kemudian mata mereka melihat ke arah yang sama, dimana perwakilan lainnya sudah tiba di bandara.
"itu mereka" ucap Jin-Ho.
"wah wah, sepertinya kalian berdua sangat antusias ya" ucap seorang wanita.
ia adalah Irene Elisabeth dari Mugunghwa Guild, lalu pria berbadan besar di sebelahnya adalah Hak-Kun Bong.
"bukankah kalian yang sedikit terlambat!" ucap Jin-Ho.
"hahaha, tidak tidak…pesawatnya saja belum berangkat!" ucap Hak-Kun.
"ngomong-ngomong nona Chun, apa yang kau lakukan?" tanya Ha-Neul.
Chun Hei berdiri di belakang Hak-Kun sambil membawa sebuah koper.
"a…ah, hanya liburan" ucap Chun Hei.
"begitu ya?" Ha-Neul cukup terheran.
kini mereka berlima telah berkumpul.
"kalau begitu sisanya…" sebelum menyelesaikan kata-katanya, Hak-Kun terdiam dan menatap ke arah belakang.
tidak hanya ia, para rekannya juga menatap ke arah yang sama.
yaitu arah dimana Surya berjalan mendekat ke arah mereka.
disampingnya ada Lilia yang mengenakan kemeja dan jas, itu menimbulkan kesan gagah dan berwibawa pada dirinya.
para hunter memikirkan hal yang sama ketika melihat Surya.
'dia bukan lagi hunter Surya yang ku kenal!' pikir mereka.
mereka kagum sekaligus takut ketika melihat aura milik Surya meskipun telah disembunyikan.
"baiklah, karena sudah berkumpul semua, ayo kita berangkat!" ucap Hak-Kun.
di awali dengan Jin-Ho, Ha-Neul, Hak-Kun, Irene, Chun Hei, Lilia, dan Surya yang berjalan di barisan paling belakang.
perwakilan dari tiga guild besar yaitu…
Phoenix Guild, Mugunghwa Guild, Cala Guild.
berangkat mengikuti konferensi pers yang diadakan di gedung Olympic, London mewakili Korea Selatan.
'sudah kuputuskan!' Surya bertekad.
disaat yang bersamaan, perwakilan dari berbagai negara di seluruh dunia juga berangkat ke London.
mereka yang mendapat gelar terkuat di seluruh dunia juga mempersiapkan diri mereka.
tidak hanya hunter…di balik kegelapan, musuh-musuh terkuat juga mulai mempersiapkan diri mereka dan bergerak.
__ADS_1
pertemuan besar yang akan menentukan apa dan seperti apa rencana dunia kedepannya disaat dunia mulai dihantui teror kehancuran massal.