
Seoul.
09.00 AM
di pagi yang cukup cerah.
Surya berada di lokasi gate yang menuju ke tower of destruction setelah meminta izin kepada adiknya pada malam sebelumnya.
~tring
Surya menatap crystal key yang ia genggam.
ia merasakan perasaan tidak enak di hatinya.
'aku merasa sedikit terburu buru dalam menaiki menara' membatin Surya.
kebisingan terjadi di sekitar Surya.
ucapan, suara langkah kaki, tawa, suara kendaraan, dan lainnya.
sejenak ia terlarut kedalam pikirannya.
'apa aku membuat keputusan yang benar?' Surya bertanya pada dirinya sendiri.
kemudian…
~Trashh
Surya menghancurkan crystal key nya, kemudian bubuk kristal tersebut menyebar dan membentuk gate.
~wuongg
resonansi mana gate yang kuat seakan menyambut Surya untuk masuk ke dalamnya.
~gulp
sedikit kegugupan terjadi pada Surya.
~tap…tap
~wushh
[Anda memasuki gate]
***
di rumah Park.
~cit…cit…cit
suara burung terdengar di beberapa pohon yang ada di rumah Park.
Ae-Cha membuka matanya perlahan.
"mmhh"
pertama kali yang ia lihat adalah langit-langit kamarnya yang cerah karena paparan sinar matahari.
Ae-Cha mencoba bangun dan duduk di lantainya.
"a…apa aku mengigau semalam?" Ae-Cha mengucek matanya.
ia merasa heran mengapa ia berada di lantai, bukannya tempat tidur.
Ae-Cha berdiri dan menuju ke jendela kamarnya.
setelah membuka jendela, wajahnya bersinar karena pancaran sinar matahari.
'aku merasa sedikit pegal-pegal, apa karena bermain bersama anak-anak semalam ya?'
membatin Ae-Cha sambil melakukan peregangan kecil.
ia tidak mengingat apa yang telah terjadi padanya di malam sebelumnya.
***
[Anda memasuki gate]
di menara kehancuran…
Surya kembali memasuki menara kehancuran setelah berpikir panjang.
ia berada di lantai satu.
kemudian pesan sistem muncul.
[Lantai 1 sampai 76 telah terbuka]
[Lantai mana yang anda pilih?]
Surya telah memantapkan tekadnya.
"lantai 76" ucap Surya.
~wuongg
lingkaran teleportasi terbentuk mengelilingi Surya.
butuh beberapa detik untuk mengantar Surya ke atas.
"meski kemungkinan bertahan sampai lantai teratas sangat kecil, tidak ada salahnya mencoba!" ucap Surya.
~sringg
Surya tiba di lantai tujuh puluh enam.
tiba-tiba…
~Boom
~Kuarghhhh
seekor raksasa melempar pilar bangunan dari jarak yang jauh.
Surya berdiri beberapa langkah dari tempat ia teleportasi.
__ADS_1
'serangan kejutan tadi bukanlah masalah bagiku, tapi sepertinya monster disini sangat peka terhadap mana!' mata Surya menyipit.
raksasa dengan ukuran lebih dari sepuluh meter, dan jumlahnya tidak hanya satu.
setelah raungan raksasa yang melempar pilar bangunan, puluhan raksasa lainnya muncul di belakang raksasa tersebut.
"baiklah, mari kita lihat seberapa kuat diriku sekarang!" ucap Surya sambil mengeluarkan senyuman yang beringas.
dirinya merasa tertantang.
"keluarlah, pasukanku!!" ucap Surya.
~wuong
beberapa gate kecil memunculkan prajurit Surya, mereka langsung menyambut panggilan tuannya dan menundukan kepala.
"perintahmu, tuanku!" ucap prajurit Surya secara serentak.
~Cssttt…sriing
Surya mengambil Calamity Sword.
~Boom
kemudian ia menancapkannya ke tanah dengan kuat.
jari telunjuknya mengarah ke arah puluhan raksasa yang berlari ke arahnya dan berkata…
"habisi mereka!" ucap Surya.
~wuoong
mana yang kuat muncul dari prajurit Surya.
~Kuorgghhh
~Boom
~wushhh
para prajurit Surya menuju ke arah puluhan raksasa yang juga berlari ke arah Surya.
namun Gorynych yang memiliki sayap dapat melaju lebih cepat dari prajurit Surya lainnya.
~KIEKKK
Gorynych menukik tajam ke arah para raksasa.
~Kurghh
Gorynych menabrak beberapa raksasa dan menggigit tiga leher raksasa sekaligus dan menyeretnya ke belakang.
~Kuorghh
~Dbugg…duagg
raksasa yang lehernya digigit tidak terima dan memukul leher Gorynych.
~Kuarghh
Gorynych berputar cepat dan memecut tiga raksasa tersebut dengan ekornya sehingga mereka terjatuh.
Gorynych menghampiri raksasa yang di tengah dan menginjaknya.
dua kepalanya menggigit tangannya dan satu kepala yang tersisa menghembuskan nafas api yang dapat membunuh hunter rank-S sekali semburan.
~Woshhhhh
~Kuoorghhhh
raksasa yang memiliki ukuran sedikit lebih besar dari Gorynych mengerang kesakitan.
di pertarungan lainnya.
~Boom…boom…boom
~duagg
~cratt…sreet…zzsstt
lawan prajurit Surya kali ini lebih sulit dari lawan yang mereka hadapi sebelumnya, dan mereka berjumlah banyak.
~duagg…boom
~boom
~KUORRGHHH
pukul dibalas pukul…luka gores dibalas luka gores…gigitan dibalas gigitan.
"sudah kuduga, ini tidak akan berjalan mudah!!" ucap Surya.
~tap…wushh
Surya melompat tinggi ke udara.
~wuong
Surya menyuntikan mana ke Calamity Sword dan menguatkan genggamannya.
~Sriingg
Calamity Sword dilempar oleh Surya dan melaju dengan sangat cepat.
~BOOM
tekanan hebat yang berasal dari Calamity Sword membuat beberapa raksasa terhempas.
~tap
Surya mendarat di samping Calamity Sword dan melihat beberapa raksasa yang menghampirinya.
~Csttt
Surya memanggil Dragon Sword yang ia simpan.
__ADS_1
kemudian tanpa ragu Surya menyuntikan mana dalam jumlah yang besar ke Dragon Sword dan membentuk elemen yang ia bayangkan.
[Dragon Sword ]
~Wuong
api hitam menyelimuti bilah Dragon Sword.
kemudian pesan sistem muncul dengan pesan yang sedikit berbeda.
[Anda menggunakan elemen tabu]
[Dragon Sword「Inextinguishable」]
tiba-tiba salah satu raksasa akan membogem Surya dengan lengannya yang besar.
~kuorghh
~Boom
serangan raksasa yang cukup merobohkan beberapa rumah dalam sekali pukul, namun…
~Sringg
~crat…crat…crat
Surya melaju sangat cepat dan tiba-tiba tangan raksasa tersebut terpotong sangat mudah layaknya tahu.
~Kuarghhh
raksasa tersebut kesakitan.
"hebat!!" Surya kagum dengan elemen yang ia gunakan pada Dragon Sword.
[Dragon Sword「Inextinguishable」:
apapun yang terpotong, akan terbakar oleh api yang tidak bisa dipadamkan hingga menjadi abu ]
Surya membaca keterangan tampilan senjata barunya.
api hitam membeku pada Dragon Sword dan mengubah wujud pedang tersebut menjadi hitam legam dengan bentuk bilah yang menyerupai taring seekor naga.
lengan yang terpotong oleh Dragon Sword terbakar hebat dan menjadi abu hanya dalam beberapa detik.
raksasa yang bagian lengannya masih terbakar, terpaksa merobek beberapa bagian tubuhnya agar api tersebut tidak menyebar ke seluruh tubuhnya.
Surya menatap sinis pemandangan tersebut.
'raksasa itu beradaptasi dengan cepat terhadap serangan prajuritku!' membatin Surya.
beberapa prajurit seperti Gluttony dan Vanity sedikit terpojok oleh beberapa raksasa yang menyerangnya secara bersamaan.
"mereka memaksa prajuritku berpencar dengan jumlah mereka yang mendominasi!' Surya berpikir.
"cih!" Surya merasa kesal.
pertarungan berlangsung sekitar tiga jam, namun baru beberapa raksasa saja yang berhasil dibunuh.
"aku harus mengirit penggunaan manaku!" ucap Surya.
HP : 28500/32300
MP : 73200/82300
Surya terfokus kepada penurunan MP dan HP nya secara tajam hanya dalam beberapa jam.
HP : 25500/32300
MP : 68090/82300
delapan jam telah berlalu, Surya berhasil menyelesaikan lantai tujuh puluh enam.
[Anda naik Level]
Surya berhasil menaikan levelnya.
namun hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai sebuah apresiasi.
HP : 21800/32400
MP : 52200/82400
"hah…hah…ha…ahh!" Surya menghela nafasnya.
ia menghabiskan banyak mana hanya untuk menyelesaikan satu lantai.
hal itu ia jadikan sebagai tolak ukur dengan lantai 1 sampai 75.
'aku harus lebih serius dengan ini jika tidak ingin mati karena kehabisan mana!' membatin Surya.
ia beristirahat di atas mayat raksasa yang besar sambil menyiapkan diri untuk menjawab pesan sistem.
[Lantai 77 telah terbuka]
[Apakah anda akan pergi ke lantai selanjutnya?]
**Info** :
\[Abyss Soul : 56891/100000\]
\[Cursed Soul : 123612/???\]
\[Dragon Sword「Inextinguishable」:
apapun yang terpotong, akan terbakar oleh api yang tidak bisa dipadamkan hingga menjadi abu \]
__ADS_1