End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 74. Daratan tengah dunia


__ADS_3

tiga hari telah berlalu, Surya menghadapi banyak rintangan dalam menaiki menara.


bersama dengan prajuritnya, pertarungannya melawan monster menjadi lebih mudah.


21 General Commander.


mereka adalah prajurit terkuat sekaligus jenderal dari pasukan Queen of War.


dan diantara dua puluh satu jenderal, terdapat tujuh High-Commander yang memiliki tingkat kekuatan yang berbeda jauh.


itu adalah tanggapan pribadi Surya mengenai para prajuritnya.


'pada saat bertemu Leona, kekuatannya memang tidak beda jauh dengan Raothun ataupun Quinterra, wajar saja karena kondisinya sangat buruk' membatin Surya.


ia menengok ke samping kiri dimana salah satu dari tujuh High-General sedang bertekuk lutut kepadanya, yaitu Serena.


'tapi ketika bertemu dengan Serena, aku bisa melihat perbedaan jauh antara dia dengan prajurit lainnya!'


Surya melihat pesan sistem yang tertera.


[Lantai 90]


lalu seorang wanita yang tengah bertekuk lutut tepat didepan Surya berbicara.


"Drogoda, siap membasuh tuan dengan darah para musuh!!!"


[one of the 21 commander generals Queen of War]


[5th high-general]


[Drogoda「Rank-SSS」]


Surya membaca pesan sistem, kali ini salah satu komandan tertinggi muncul dan bersumpah kepada Surya.


Surya menjawab sumpah wanita tersebut.


"berdirilah!" ucap Surya.


kemudian Drogoda berdiri.


wanita dengan tinggi tiga meter yang memiliki badan super kekar serta garis hitam dari tangan kanan yang menjalar ke mata kanannya.


ia mengenakan baju robek dari kulit naga serta menggunakan pad bahu berduri, disampingnya terdapat kapak yang besar bewarna hitam kecoklatan.


Surya menatap matanya hingga harus menenggakkan kepalanya.


Drogoda berdiri dengan gagah, dan prajurit lainnya juga berdiri.


Surya berjalan sedikit ke depan dan melihat ratusan mayat monster berserakan.


'ini sama seperti Serena, Drogoda menghabisi semua monster yang ada disini!' membatin Surya.


"aku memang ingin melanjutkan raid ini, tapi sepertinya quest telah berhasil di selesaikan" ucap Surya sambil menatap pesan quest yang disediakan sistem.


[Abyss Soul : 100000/100000]


[Anda berhasil mengumpulkan abyss soul yang dibutuhkan]


[Anda belum mengalahkan boss menara]


[Kalahkan boss menara]


"fiuhh" Surya merasa lelah.


"untuk sekarang aku harus puas dengan pencapaianku!" ucap Surya sambil mengakumulasikan poin status nya.


Name : Surya Yeon-Jun


Level : 95


User : Cheater Job : -


HP : 34300/34300


MP : 84900/84900


INT : 349 AGI : 346


STR : 357 DEX : 346


VIT : 343 sisa poin : 0


Surya tersenyum dan merasa puas dengan pencapaiannya.


"sebentar lagi levelku akan menyentuh angka seratus!"


[Lantai 91 telah terbuka]


[Apakah anda akan pergi ke lantai selanjutnya?]


Surya tidak ingin membuang waktunya terlalu lama, ia memutuskan untuk lebih mempersiapkan dirinya terlebih dahulu.


"Tidak!"


~wushh

__ADS_1


"ayo kita kembali" ucap Surya.


interior gate mulai memudar.


***


Surya pulang ke rumahnya, ia merasa cukup lelah dan membutuhkan istirahat.


padahal waktu masih cerah dan matahari baru beberapa jam terbit.


Surya memeriksa ponselnya, terdapat pesan dan pemberitahuan.


beberapa pesan membuat Surya tertarik, terutama bahwa kini dirinya telah mendapatkan gedung yang dicari untuk dijadikan sebagai gedung serikat yang akan ia dirikan nanti.


'aku harus berterima kasih kepada tuan Park!' membatin Surya sambil tersenyum.


Surya juga melihat sebuah foto yang Lilia kirimkan dimana Lilia sedang berada di dalam gedung serikat bersama Park.


setelah beberapa menit, Surya tiba di rumahnya…ia memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju pintu masuk.


~crak


"Mora, aku pulang" ucap Surya.


namun ia terdiam sejenak di depan pintu karena terkejut melihat seorang wanita berada di sofa ruang tamu.


"Ae-Cha?" ucap Surya.


"ah kak Surya, selamat datang kembali" jawab Ae-Cha dengan senyum di wajahnya.


"Oppa?! kau sudah kembali?" ucap Mora yang keluar dari kamarnya.


"hah? sepertinya kau berharap aku tidak kembali dalam waktu cepat!" ucap Surya dengan nada jengkel.


"ehehe…aku berencana jalan-jalan ke cafe dengan Ae-Cha hari ini, jadi maap jika aku tidak memasak karena kukira oppa tidak akan pulang hari ini" ucap Mora sambil menepuk dan merapatkan tangannya.


"sudahlah, nikmati saja perjalananmu, usahakan tidak pulang terlalu malam" ucap Surya.


"yoshh!!" jawab Mora.


kemudian Mora keluar dari rumahnya, disusul dengan Ae-Cha yang menundukan kepala terlebih dahulu kepada Surya.


setelah Mora dan Ae-Cha pergi, mata Surya menyipit.


'aneh!' membatin Surya.


***


di cafe.


Mora dan Ae-Cha memesan beberapa dessert dan minuman.


~uhuk…uhuk


Ae-Cha terkejut dan itu membuatnya tersedak makanan, ia langsung mengambil minumnya.


"apa kau tidak apa-apa?" tanya Mora.


"ekhem…ke…kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu?" tanya Ae-Cha, pipinya memerah.


"sudahlah jawab saja!" Mora memaksa.


"pria yang kusuka…ya?" Ae-Cha mengingat beberapa kejadian di masa lalu.


'pria yang kusuka!' membatin Ae-Cha.


ia mengingat seorang laki-laki yang telah menyelamatkan hidupnya berkali kali.


karena itu pipinya menjadi lebih merah.


"ka…ka…ka…kau, kenapa menatapku seperti itu??" tanya Ae-Cha.


ia telat menyadari Mora yang menjadi penasaran dan tersenyum ejek padanya.


"lu…lupakan!" ucap Ae-Cha sambil meminum minumannya.


"hmppp" gerutu Mora.


kemudian mereka berdua melihat tayangan televisi yang ada di cafe.


stasiun televisi tersebut menginformasikan berita mengenai gate dengan ukuran yang besar yang terletak di Gunsan.


"belakangan ini gate dengan ukuran besar sering muncul ya Ae-Cha" ucap Mora.


~uhuk…uhuk…uhuk…ugh


kali ini Ae-Cha batuk berkali kali, dan raut wajahnya terlihat kesakitan.


"Kau sungguh tidak apa-apa?!" Mora menjadi khawatir.


~uhuk…uhuk


Ae-Cha batuk berkali kali sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


Ae-Cha menyadari sesuatu bahwa tangan kanannya basah dan ia melihat cairan merah di tangannya.

__ADS_1


'darah?!' membatin Ae-Cha.


"kau jelas kenapa kenapa, sebaiknya kita ke rumah sakit!!" ucap Mora.


"ti…tidak, aku baik-baik saja…uhuk!!" jawab Ae-Cha.


"aku akan pergi ke toilet!" ucap Ae-Cha dan langsung menuju toilet.


***


di toilet wanita.


Ae-Cha tegah berdiri di depan westafel sambil memuntahkan banyak darah ke arah westafel.


~uhuk…uhuk


'ini sama seperti malam itu!!' membatin Ae-Cha.


ia mencuci mukanya setelah batuknya sedikit reda.


ketika ia mengelap muka dan menghadap ke kaca.


"eh?!" Ae-Cha terkejut.


rambutnya berubah untuk kedua kalinya menjadi putih bercahaya.


***


Astana, Kazakhstan


tepatnya di Astana President Palace.


orang-orang yang tengah menjalankan aktifitas sehari harinya, tiba-tiba terdiam dan terfokus dengan satu hal.


jalanan menjadi macet, suasana menjadi sepi, seluruh orang menatap sesuatu yang terdapat di tengah-tengah Astana President Palace.


"ya tuhan, a…apa apaan ini?!" ucap salah seorang yang melihat pemandangan tersebut.


sebuah red gate dengan ukuran raksasa, muncul dan memanjang sangat jauh ke arah perbatasan Rusia.


"apa ada yang bisa menghentikan monster yang bersembunyi di dalamnya?!" ucap salah seorang.


ukuran yang tidak biasa, serta bentuk yang tidak normal.


biasanya gate tidak memiliki panjang dan hanya memiliki ukuran diameter saja.


namun kali ini gate tersebut memiliki panjang layaknya terowongan yang sangat besar dan mengarah ke Rusia.


kemunculan gate raksasa tersebut membuat seluruh dunia terguncang, dan merasa gate tersebut bisa menjadi akhir dari dunia.




\[21th general\]


\[Gluttony 「Rank-SS」\]



\[20th general\]


\[Emptiness「Rank-SS」\]



\[19th general\]


\[Vanity 「Rank-SS」\]



\[15th, 16th, 17th general\]


\[Gorynych 「Rank-SS」\]



\[9th general\]


\[Quinterra 「Rank-SS」



\[8th general\]


\[Raothun 「Rank-SS」\]



\[7th high-general\]


\[Serena「Rank-SSS」\]


__ADS_1


\[5th high-general\]


\[Drogoda「Rank-SSS」\]


__ADS_2