
Surya melirik ke arah suara sosok yang berbicara di belakangnya.
sosok berambut putih dan mengenakan jubah lusuh berjalan ke arah Surya.
「Senang bertemu denganmu kembali, sang penguasa perang」
Surya mengenal sosok tersebut karena pernah bertemu dengannya sebelumnya.
[Lord of All Element「Tentaorich」]
'Cala!' Surya berbisik dalam hatinya.
[Jangan lengah! itu bukan kekuatan penuh miliknya!] ucap Cala.
'benar juga! meski terlihat sedikit lebih lemah, tapi auranya tetap jauh lebih besar dari Unbeatable Hunter!'
membatin Surya sambil melihat pancaran aura dari sosok yang ada di hadapannya.
Surya mencoba berbicara dengan sosok yang ada didepannya.
"jadi kau ya, salah satu dari lima lord!" ucap Surya.
Tentaorich menundukan sedikit kepalanya dan memberikan salam sambutan.
「benar sekali, kita merupakan makhluk yang berdiri di atas segalanya, sungguh hebat aku bisa melihat langsung kekuatan penguasa perang setelah sekian lama!」ucap Tentaorich.
Hak-Kun dan hunter Korea lainnya tercengang karena melihat Surya yang berbicara dengan sosok misterius yang keluar dari gate.
"Ha-Neul, kau merasakannya?!" wajah Jin-Ho mengeras.
begitu pula Ha-Neul yang bergetar menatap sosok yang muncul dari gate.
"ya…pria berjubah itu, kekuatannya sangat besar…bahkan melebihi Unbeatable Hunter!" ucap Ha-Neul.
"selagi hunter Surya mengalihkan pandangannya, serang bersama dari belakang!!" ucap Jin-Ho.
Ha-Neul dan Irene juga setuju dengan pendapat Jin-Ho, namun ketika mereka akan bergerak…
~Clap
~Cstttt
~Sring…sring…sring
puluhan bilah es tercipta secara tiba-tiba dan berada tepat di hadapan hunter Korea.
「Aku berpikir untuk menyerahkan yang disini kepadamu, tapi sepertinya lalat yang disana berniat menyerang…apa harus kubunuh?」tanya Tentaorich dengan senyumannya yang mengintimidasi hunter Korea.
para hunter Korea dalam sekejap kehilangan tenaganya untuk bergerak.
rasa takut akan kematian yang berada tepat di depan mereka membuat mereka kehilangan keberanian untuk bergerak sedikitpun.
'hanya dalam jentikan jari…dia bisa menciptakan ini?!' membatin Jin-Ho sambil menatap puluhan bilah es yang hampir menusuk seluruh tubuhnya.
'jangan bergerak!!! atau kau akan mati dengan cara yang paling mengerikan!' membatin Hak-Kun.
Surya melihat para rekannya yang diancam oleh salah satu sosok terkuat.
Surya berusaha tenang dan menjawab pertanyaan dari Tentaorich.
"serahkan yang disini padaku" ucap Surya.
Tentaorich membuka tangannya lalu dalam sekejap es yang mengancam para hunter Korea menghilang begitu saja.
「salah satu panglima penguasa naga juga telah menyelesaikan tugas didekat tempat tinggalmu, kita semakin dekat dengan penghancuran dunia ini!」 ucap Tentaorich.
pandangan Tentaorich bertemu dengan para high-general milik Surya, terutama Seele dan Zeere yang masing-masing telah mengalahkan salah satu bintang paling terang.
「tidak kusangka, kau bahkan telah mengumpulkan panglima tempur terkuatmu…kurasa sebaiknya memang kuserahkan yang disini kepadamu!」Tentaorich terkagum.
"kau salah paham!" ucap Surya.
Tentaorich terheran.
「Maksudmu?」tanya Tentaorich.
tiba-tiba Surya melakukan tindakan yang mengejutkan Tentaorich.
"Heal!"
[Synchronization]
~wuoong
Seluruh tubuh para hunter memancarkan cahaya hijau yang membuat luka-luka mereka pulih dalam sekejap.
"yang kuatasi disini bukanlah mereka, melainkan…" ucap Surya.
~Sriing
Surya mengambil Calamity Sword dan mengarahkannya kepada Tentaorich.
wajah Tentaorich mengeras.
「Kau, kau bukan Calamity…kau, manusia!!!」
~Cssttt
tiba-tiba Surya berada dihadapan Tentaorich.
~Sriing
~BOOM!!
Surya berhasil mengenai Tentaorich dengan tebasannya.
namun…
~Crak…crak…crak
__ADS_1
Tentaorich menggunakan tangannya yang berubah menjadi kristal es yang bercahaya.
'dia dapat menangkis serangan dari Calamity Sword?!' membatin Surya.
「Calamity…beraninya kau berkhianat dan memihak makhluk paling lemah?!」aura milik Tentaorich semakin membesar.
「vitalitas dari peminjam kekuatan mulai pulih! sepertinya jika aku menyerang, maka kali ini para generalnya akan bergerak…sial!」membatin Tentaorich.
~wushh
Surya mendadak tiba di hadapan Tentaorich.
ketika Surya akan menebas…
~Wuooong
Tentaotich membuka mulutnya lebar-lebar dan cahaya berwarna merah berkumpul di mulutnya.
secara reflek Surya menghindar dan menjauh.
~BOOOM
'itu seperti laser of destroyer!' membatin Surya melihat Tentaorich menyemburkan laser dari mulutnya yang membelah langit.
~woshh
Surya menciptakan puluhan bola api raksasa dalam sekejap.
「Calamity…beraninya kau meniru kekuatanku!!!」membatin Tentaorich.
ia terkejut ketika Surya dapat mengeluarkan puluhan bola api raksasa dengan afinitas api yang sama besarnya seperti milik Tentaorich.
「Cih!! sebaiknya aku melaporkan ini!」ucap Tentaorich.
lalu ia memperagakan gerakan seorang pemanah, dalam sekejap sebuah cahaya biru muncul di tangan Tentaorich menyerupai anak panah.
~Sriing
~Boom
Surya terkejut.
'gate?! dia ingin melarikan diri?!' membatin Surya.
~woshh
Surya menghempaskan puluhan bola api dengan sangat cepat, namun sayangnya…Tentaorich berhasil masuk ke dalam gate lebih dulu dan menghilang.
~BOOM!!
puluhan bola api raksasa milik Surya meledak di langit.
"Sial!!!" Surya merasa kesal.
'jika dia lari, maka besar kemungkinan pergerakan mereka semakin agresif dalam memburu para peminjam kekuatan!' membatin Surya.
'menyelesaikan tugas didekat tempat tinggalku…jangan-jangan?!' mata Surya melebar.
ia segera memusatkan pikirannya dan mencari tahu keberadaan sosok yang ia ketahui meminjam kekuatan penguasa bintang paling terang.
lalu Surya dapat melihat Ghie yang sedang menaiki mobil dengan cepat menuju suatu tempat.
Surya merasa Ghie baik-baik saja…namun ketika memusatkan pikirannya kepada Ae-Cha.
'aku tidak dapat merasakan kehadiran Ae-Cha?!' wajah Surya mengeras.
berulang ulang ia mencoba mencari keberadaan Ae-Cha.
para hunter Korea mencoba mendekati Surya yang wajahnya terlihat sangat marah.
setelah berkali kali mencoba…Surya merasakan sesuatu yang ia cari.
lalu wajah Surya menjadi sangat dingin, setelah merasakan keberadaan Ae-Cha yang sangat kecil.
"hu…hunter Surya, kau baik-baik sa-"
~wuoong
Hak-Kun berhenti bertanya ketika aura di tubuh Surya membesar.
~Zraat
dengan kekuatannya, Surya merobek dimensi dengan Calamity Sword dan membentuk gate.
~crak…boom
Surya melesat cepat memasuki gate sebelum gate tersebut menghilang.
***
Korea Selatan.
Ae-Cha menatap langit dan tak bergerak sedikitpun.
"ha…ah…dingin sekali!" ucap Ae-Cha.
pandangannya samar-samar, namun ia bisa melihat cahaya di seluruh tubuhnya yang menyebar secara perlahan.
'jadi ini dampak menggunakan kekuatan mereka ya?' membatin Ae-Cha.
itu mengaju kepada kekuatan penguasa bintang paling terang.
Ae-Cha tersenyum sambil menatap langit yang gelap.
"setidaknya aku berhasil menyelamatkan Mora…uhuk!"
Ae-Cha batuk dan mengeluarkan darah.
perlahan ia mulai memejamkan matanya…namun tiba-tiba Ae-Cha melihat cahaya merah yang berada di sampingnya.
__ADS_1
ia berusaha sekuat tenaga menengok ke arah cahaya tersebut.
lalu ia bisa melihat sosok yang ia kenal meski penglihatannya semakin kabur.
"Kak Surya" Ae-Cha tersenyum.
Surya berlari mendekat ke arah Ae-Cha dan membuat kepalanya tidur di atas pahanya.
'sial!! bagaimana bisa aku tidak menyadarinya?!' Surya merasa frustasi.
lalu pandangannya melihat ke arah dada kiri Ae-Cha yang berlubang akibat tusukan dari lawannya.
"Heal!!"
~Wuoong
tubuh Ae-Cha disinari cahaya hijau, namun kondisinya tidak membaik sedikitpun.
'mengapa ini tidak bekerja?!' Surya semakin frustasi.
"HEAL…HEAL…HEAL!!!"
~Wuoong
Ae-Cha tak kunjung membaik setelah berkali kali menerima bantuan dari Surya.
Surya merasa darahnya mengalir terbalik, ia merasa sangat marah terhadap dirinya sendiri.
"HEAL…HEAL…HEAL…HEAL…HEAL!!!"
Surya berusaha dan berusaha, namun hasilnya tetap sia-sia.
"kak Surya, hentikan" ucap Ae-Cha yang suaranya sangat pelan sambil memegang tangan Surya.
Surya terdiam dan menatap Ae-Cha.
"Mora, baik-baik saja, mungkin sedikit lecet, ahaha…maaf ya!" ucap Ae-Cha.
"Bagaimana bisa…"
Ae-Cha menjawab pertanyaan Surya sebelum Surya selesai berbicara.
"aku mengizinkan tuan Rigel untuk menggunakan tubuhku" ucap Ae-Cha.
Surya masih berusaha mencari cara menyembuhkan Ae-Cha.
'Cala!!!' ucap Surya dalam hati.
namun Cala menjawab berdasarkan kenyataan.
[ini batas manusia ketika meminjam kekuatan penguasa…tubuh mereka akan menghilang menjadi cahaya!]
Surya berusaha mengubur kenyataan tersebut sedalam mungkin.
"bertahan!! pasti ada cara untuk menyembuhkanmu!" ucap Surya.
Ae-Cha tersenyum.
"aku sangat senang ketika kak Surya berusaha menyelamatkanku, bahkan hingga saat ini" ucap Ae-Cha.
genggaman tangan Ae-Cha semakin erat.
"aku berharap bisa hidup lebih lama lagi dan menghabiskan waktu bersama orang yang kusayang!" ucap Ae-Cha.
lalu air mata perlahan keluar dari mata Ae-Cha.
"apa ayah akan kesepian ya?"
~ngiing
perlahan tubuh Ae-Cha menjadi butiran cahaya yang menyebar mulai dari kakinya.
"aku sangat ingin makan parfait coklat ukuran jumbo bersama Mora" Ae-Cha tetap tersenyum meskipun air matanya mengalir.
"andai aku memiliki kesempatan hidup lebih lama…aku ingin mengatakannya lebih awal" ucap Ae-Cha.
Surya terdiam dan berusaha menahan air matanya.
"aku sangat menyukai kak Surya, sangat suka…melebih apapun yang ada di alam semesta ini…aku sangat menyukai kak Surya, aku sangat ingin memeluk kak Surya, berkencan dengan kak Surya, dan melakukan hal lainnya jadi…hiks…hiks"
tubuh kini badan Ae-cha mulai berubah menjadi butiran cahaya.
"aku tidak ingin mati!" Ae-Cha menangis.
"aku tidak ingin mati…hiks…tolong selamatkan aku!! aku tidak ingin mati…huaaa" ucap Ae-Cha.
Surya mengangkat tubuh Ae-Cha dan memeluknya di sisa hidupnya.
Ae-Cha terkejut dan semakin mengeluarkan air mata.
~Sriiing
Surya memeluk Ae-Cha seerat mungkin, Ae-Cha merasakan kehangatan dan kasih sayang dari seseorang yang memeluknya di sisa hidupnya.
kini tangan Ae-Cha mulai menyebar menjadi butiran cahaya.
"Terima kasih, kak Surya" ucap Ae-Cha dan berusaha tersenyum dengan air matanya yang mengalir.
~Sriing
setelah itu, Ae-Cha menghilang menjadi butiran cahaya yang menyebar.
Surya tetap dalam posisi memeluk dan tidak bergerak meskipun Ae-Cha telah menghilang.
~clik…clik…clik
tetesan hujan turun dan semakin besar.
Surya tetap terdiam dan membiarkan dirinya dibasahi hujan yang deras, sendirian di tepi pantai.
__ADS_1