End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 69. Kebangkitan yang tak terduga


__ADS_3

Sore hari…


Surya menyetir mobilnya dan pulang ke rumah setelah meladeni utusan asosiasi hunter AS.


Surya menolak semua hadiah pemberian dari asosiasi hunter AS.


'apa yang waktu itu nona Agatha lihat? ia menjadi sangat takut setelah mencoba mengukur kekuatanku' membatin Surya.


tidak ada penyesalan sedikitpun baginya karena telah menolak hadiah dari asosiasi hunter AS.


justru Surya tidak ingin merasa dirinya memiliki hutang jasa atas hadiah dari asosiasi hunter AS.


'yaa lagi pula sebagian artefak yang kumiliki lebih kuat dari pemberian mereka…kuyakin dunia akan heboh ketika melihat Orb yang bisa memperkuat serangan sebanyak 100%' membatin Surya.


tiba-tiba telepon milik Surya berdering.


adiknya menelpon, kemudian Surya langsung mengangkatnya.


(ada apa Mora?) tanya Surya.


(Oppa, malam ini Ae-Cha dan ayahnya mengajak kita untuk makan malam bersama anak-anak di panti asuhan kak Lilia…apa kita akan ikut?)


suara Mora terdengar seperti sedang memohon.


'kurasa bukan hal yang buruk' membatin Surya dan tersenyum.


(baiklah, sebaiknya kau siap-siap dan hubungi Ae-Cha juga…aku akan segera sampai ke rumah) ucap Surya.


(benarkah? terima kasih oppa) suara Mora yang terdengar senang.


~tuunt


Mora mengakhiri panggilannya.


***


di rumah Ae-Cha.


Ae-Cha baru saja menerima pesan dari Mora bahwa Mora dan Surya akan ikut makan malam bersama anak-anak panti asuhan.


"ayah!! sepertinya Mora dan kak Surya akan ikut" ucap Ae-Cha yang terkesan gembira.


"oh, benarkah? kalau begitu sebaiknya kita siap-siap, ini sudah akan menuju waktu makan malam" ucap Park.


"baik, ayah!" ucap Ae-Cha.


ia menaiki tangga dan menuju kamarnya yang ada di lantai dua.


Ae-Cha membuka lemari kosmetiknya untuk memilih peralatan kosmetik yang akan ia gunakan.


ketika ia membuka laci lemarinya.


"eh?"


pandangan Ae-Cha menjadi sedikit buram.


"sepertinya hari ini aku cukup kelelahan?" ucap Ae-Cha.


namun ia tidak menyadari sesuatu telah terjadi padanya.


***


dua jam kemudian…


hari telah tiba pada waktu makan malam.


anak-anak di panti asuhan merasa bahagia karena Lilia sedang libur dari pekerjaannya.


jadi Lilia dapat meluangkan waktunya untuk anak-anak panti asuhan.


Lilia sedang mempersiapkan makan malam untuk anak-anak.


tiba-tiba…


~tok…tok…tok


Lilia mendengar suara pintu yang diketuk.


ia berjalan menuju pintu masuk.


ketika Lilia membuka pintu, ia terkejut melihat empat orang yang ia kenal.


"kalian?" Lilia melihat Ae-Cha, Mora, Park, dan Surya.


"apa kabar kak Lilia?" tanya Mora.


Mora dan Ae-Cha cukup bersemangat jika membicarakan tentang anak-anak.


"aku baik, silahkan masuk" ucap Lilia.


Lilia menghadap ke anak-anak yang ada di dalam.


"anak-anak, lihat siapa yang datang!" ucap Lilia.


anak-anak yang sedang sibuk bermain, tiba-tiba berhenti dan melihat orang yang mereka kenal.


"waahh kak Surya!!"


"ada kak Mora dan kak Ae-Cha juga!"


"huwaa"


Surya sudah dikenal sejak awal oleh anak-anak…terlebih dirinya sekarang sedang menjadi pembicaraan dunia.


sedangkan Mora dan Ae-Cha sudah dikenal karena mereka beberapa kali datang berkunjung ke panti pada saat setelah kejadian di Vila.

__ADS_1


anak-anak terkagum melihat sosok kakak yang memiliki wajah tampan dan cantik.


"lihat apa yang kami bawa!!"


Mora dan Ae-Cha mengeluarkan kantong plastik besar yang disembunyikan di belakangnya.


di dalam kantong plastik tersebut terdapat banyak makanan restoran seperti ayam goreng, kentang goreng, dan lainnya.


"huwaaa!!" serentak anak-anak bahagia.


"apa yang harus kalian katakan ketika seseorang membantu atau memberi kalian makanan?" tanya Lilia kepada anak-anak.


"terima kasih kakak…yeayyy!!" ucap serentak.


"huwa ayam kesukaanku"


"ada kentang panjang?? huwa aku ingin ini"


meski kehidupan panti asuhan jauh lebih baik dari sebelumnya, Lilia tetap menerapkan hidup prihatin kepada anak-anak agar memiliki kepribadian yang hemat dan mengerti kesulitan satu sama lain.


satu jam telah berlalu…


anak-anak menikmati makanan restoran yang diberikan, bahkan beberapa anak ***** makannya menjadi lebih tinggi dan makan sepuasnya.


setelah makan, mereka bermain dan bercerita dengan kakak-kakak yang menemui mereka.


Surya menatap anak-anak yang bahagia dari sudut ruangan.


ia juga merasakan kebahagiaan dan kehangatan ketika melihat mereka semua tertawa bersama.


kemudian Park menghampirinya.


"apa yang sedang kau pikirkan, nak Surya?" tanya Park.


tatapan Surya sedikit lebih kosong meskipun sedang tersenyum ketika melihat anak-anak bermain.


"bukan hal yang serius, aku hanya sedang mencari anggota untuk guild yang akan kudirikan" ucap Surya.


mendengar penjelasan Surya, Park cukup terkejut seakan ia sedang membicarakan hal yang tepat.


"lalu, anggota seperti apa yang kau butuhkan, nak?" tanya Park.


"tidak peduli dengan lisensi hunter, aku membutuhkan asisten yang dapat dipercaya dan bisa mengurus bisnis penjualan material dan peralatan hunter, serta mengurus urusan bisnis lainnya" ucap Surya.


ia merasa tidak ingin melibatkan hunter ke dalam raid karena itu dapat mengurangi exp yang ia dapatkan untuk naik level.


"kebetulan sekali!" ucap Park.


"kebetulan?" Surya penasaran apa maksud ucapan Park.


"nona Lilia" Park memanggil Lilia.


"ada apa tuan Park?" Lilia berada diantara Park dan Surya.


Park menjelaskan ucapannya kepada Surya.


"sa…saya tuan?" Lilia terkejut.


Park melanjutkan penjelasannya.


"kinerja nona Lilia di perusahaanku sangat baik, bahkan perusahaanku menjadi sedikit maju berkat kinerjanya, karena itu dengan cepat aku mengangkatnya menjadi asisten manager" ucap Park.


sebuah perusahaan besar dapat dimajukan walau hanya sedikit oleh satu orang, hal tersebut merupakan hal yang jarang terjadi.


"tapi bukankah kau akan membutuhkan nona Lilia?" tanya Surya.


Park tersenyum mendengar ucapan Surya yang terkesan ragu.


"penyelamat hidupku dan anakku sedang membutuhkan bantuan kecil, akan sangat memalukan bagiku yang seorang pengusaha besar jika tidak dapat membantumu" jawab Park.


Surya tersenyum mendengar jawaban Park.


"kuyakin nona Lilia dapat dipercaya!" Park meyakinkan Surya.


kemudian Park menatap Lilia.


"apa kau tidak keberatan, nona Lilia?" tanya Park.


Lilia merenungkan sejenak.


'sama seperti tuan Park, aku juga akan membantu orang yang telah menarikku dari kegelapan!' membatin Lilia.


ia memantapkan pilihannya.


"baik, tuan Park!" ucap Lilia.


Lilia menundukan kepalanya ke Surya.


"saya tidak akan mengecewakanmu, Guildmaster!" ucap Lilia.


"ahaha kau terlalu berlebihan, aku memang berencana membentuk guild, tapi itu belum terjadi" ucap Surya.


kemudian Park berbicara lagi.


"untuk masalah gedung, serahkan saja padaku, ini bukan hal yang sulit untuk menemukan gedung yang cukup bagus" ucap Park.


Surya merasa Park cukup berlebihan, jadi ia menegaskan satu hal kepada Park.


"untuk pembayarannya biarkan aku yang membayar!" ucap Surya.


Park tertawa.


"baiklah" ucap Park.


Surya telah menerima Lilia menjadi anggota guild yang akan ia bangun.

__ADS_1


ketiganya mencapai kesepakatan bersama dan tersenyum bersama.


tiba-tiba…


~Bruk


Ae-Cha tersandung dan terjatuh ketika sedang bermain dengan anak-anak.


"aw…ahaha" Ae-Cha tertawa.


"kakak tertangkap"


"yeayy"


"sekarang giliran kak Ae-Cha menangkap kami, wleee"


Park bertanya kepada Ae-Cha.


"apa kau baik-baik saja nak?"


"ah, iya ayah, aku hanya sedikit kelelahan" Ae-Cha tersenyum, namun wajahnya sedikit pucat.


mereka kembali melanjutkan pembicaraan dan juga menghabiskan waktu bersama anak-anak.


"ah iya nona Lilia, apa kau tidak keberatan jika harus merekrut satu anggota lagi?" tanya Surya.


"serahkan padaku!" jawab Lilia dengan tegas.


"terima kasih" Surya tersenyum.


pipi Lilia sedikit memerah.


10.00 PM


anak-anak panti asuhan telah tertidur setelah makan dan bermain.


Surya dan yang lainnya pamit ke Lilia.


"terima kasih sudah berkunjung ke panti" ucap Lilia dan bersyukur.


"tidak masalah, kami akan berkunjung kembali lain waktu…mereka anak-anak yang baik" ucap Surya.


Surya melanjutkan pembicaraan mengenai pekerjaan Lilia.


"ah untuk sementara, kau bisa bekerja di panti asuhan dengan menggunakan laptop, jadi kau juga bisa menjaga dan merawat anak-anak sampai aku meresmikan gedung milik guild nanti" ucap Surya.


"baik, Guildmaster" ucap Lilia.


"sudah kukatakan aku belum menjadi guildmaster" ucap Surya.


Surya merasa sedikit tidak nyaman dengan sebutan barunya.


"baiklah, kalau begitu kami permisi" ucap Park.


Park bersama Ae-Cha sedangkan Surya bersama Mora, mereka pulang ke rumah masing-masing.


***


10.45 PM


Ae-Cha sedang meminum obat penghilang sakit kepalanya.


"sepertinya aku sangat kelelahan!" Ae-Cha merasa lemas.


ia berbaring di kasurnya, menyelimuti tubuhnya dengab selimut dan berusaha menutup matanya.


perlahan tubuhnya sedikit relaks, dan ia tertidur.


11.15 PM…


00.30 AM…


02.00 AM…


Ae-Cha nenutup fakta bahwa dirinya belum tertidur karena merasa tidak enak dengan tubuhnya.


~uhuk…uhuk


ia batuk berkali kali.


tubuhnya lemas tak bertenaga.


dari dalam selimutnya, ia terjatuh ke lantai.


~uhuk…uhuk


"ugh…apa aku sakit?"


ketika Ae-Cha menutup mulutnya pada saat batuk, ia melihat bercak darah di di telapak tangannya.


"huh?" Ae-cha terkejut.


tubuhnya lemas dan bergetar, namun ia merasa tubuhnya sedang tidak sakit.


Ae-Cha merasakan sesuatu yang aneh telah terjadi pada dirinya.


ia mencoba berdiri dan berjalan ke arah kaca.


~uhuk…uhuk


tubuhnya dibasahi oleh keringat.


jantungnya berdetak kencang, ia merasa tidak tenang.


ketika Ae-Cha melihat dirinya di kaca, ia sangat terkejut.

__ADS_1


rambut, alis dan bulu matanya berubah menjadi warna putih yang bersinar.


seluruh tubuhnya dikelilingi aura emas, terutama mata kanannya yang mengeluarkan cahaya yang sangat terang.


__ADS_2