End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 150. Domain of Destroyer


__ADS_3

Kaki dan tangan Seele ditancapkan tombak es milik Tentaorich dan membuat Seele membeku.


Sedangkan Zeere terikat dengan rantai-rantai milik Darklynx yang menyerap kehidupannya secara perlahan.


「Ini berakhir dengan kekalahanmu, manusia!」ucap Santrades.


Tentaorich dan Darklynx berjalan ke arah Santrades, ketiga berdiri sejajar sambil menatap Surya yang tubuhnya terlihat menyedihkan.


「setidaknya kubiarkan kau mengucapkan kata-kata terakhirmu」Santrades menyeringai.


Surya yang berusaha bangkit perlahan teringat dengan kenangan masa lalunya.


'apa ini benar-benar akhir bagiku?'


'apa aku benar-benar sudah berjuang keras selama ini?' pikir Surya.


kenangan dimana masa-masa hidupnya susah kini mulai memenuhi isi pikirannya.


kenangan masa sekolahnya, yang mana ia sering mendapat cacian karena memiliki fisik yang lemah dan tampang pengecut


lalu ia harus menerima nasib sebagai penyapu jalanan ketika tragedi bencana raya yang membuat kedua orang tuanya lenyap seketika.


kadang ada waktu dimana ia dan adiknya kesulitan dan membutuhkan uang lebih banyak.


maka Surya berusaha menutupinya dengan mencari pekerjaan sampingan.


namun hati kecilnya bertanya padanya


'apa aku benar-benar sudah berjuang?!' membatin Surya.


tiba-tiba ia teringat suara ibu dan ayahnya.


'terima kasih karena telah berjuang, anakku'


lalu suara dari adiknya dan juga orang-orang yang ada disekitarnya.


mengingat hal tersebut Surya tersenyum.


'tidak peduli seberapa besar aku berjuang, aku hanya merasa ini masih belum berakhir! benar! ini jalan penuh rasa sakit yang telah kuambil!'


'aku tidak akan berhenti disini!' membatin Surya.


Surya menguatkan cengkraman terhadap kedua pedangnya dan berdiri dengan tegak meskipun tubuhnya dipenuhi dengan luka.


~crak…boom!!!


Surya melesat cepat ke arah Tentaorich, ia memutar tubuhnya dan menebas menggunakan kedua pedangnya.


~TRAANG!!!


「Percuma saja!」Tentaorich menangkis serangan Surya menggunakan elemen kristal miliknya.


Surya kembali berputar dan menyiapkan tebasan berikutnya, namun Darklynx menggunakan rantainya dan mengikat kedua pedangnya.


'cih!!'


~wushh


~BOOOM!!!


Santrades menghembuskan nafas apinya ke arah Surya.


Surya menghindar dan mengubah rencananya untuk menyerang Darklynx lebih dulu.


ketika Surya mendekat ke arah Darklynx, Tentaorich menahan kaki Surya menggunakan tanah yang mengeras.


~sring


Darklynx menarik Surya menggunakan rantai nya hingga Surya terbawa dengan cepat.


~DBOOM!


Darklynx melancarkan pukulan yang keras kewajah Surya hingga terhempas jauh.


tidak hanya itu, di belakang Surya…Tentaorich sudah menunggu Surya.


~DBOM!

__ADS_1


"ugh!" Surya memuntahkan darah.


Tentaorich menendang perut Surya hingga Surya terhempas ke udara.


ketika di udara, Santrades menggunakan dua sabit raksasanya dan menebas ke arah Surya.


Surya menyadari keberadaan Santrades dan mencoba bertahan.


~Trangg!!!


kedua sabit raksasanya ditahan oleh kedua pedang milik Surya.


"aaghh!" Surya merasa keberatan ketika menahan tebasan Santrades.


~ngiing


'sial!'


Santrades menyiapkan nafas api dari jarak yang sangat dekat dengan Surya.


~BOOM!!!


Surya terkena nafas api milik Santrades dan terhempas ke tanah.


setelah beberapa saat, wujud Surya yang penuh luka terlihat oleh ketiga lord.


ketiga lord tersebut kini mengelilingi Surya dan menyiapkan serangan mereka masing-masing.


~sriing


puluhan rantai muncul dari dalam tanah dan mengikat seluruh tubuh Surya.


~crak…crak


tanah bergetar dan terangkat ke udara, tanah tersebut membentuk puluhan tombak yang memanas dan menjadi lava.


Surya tak berdaya sedikitpun dan kehilangan banyak darah.


ketika Tentaorich akan melancarkan serangannya…


~sriing


Seele dan Zeere muncul di belakang Tentaorich, namun ia menyadari kehadiran tersebut.


karena itu serangan tombak nya bukan ditujukan untuk Surya, melainkan Seele dan Zeere.


~zrat…zrat…zrat…zrat!


Seele dan Zeere tertancap puluhan tombak dan terhempas jauh.


setelah itu…


~CRAAT!!!


sebuah sabit besar menembus tubuh Surya dari belakang.


"kuahk!!" Surya mengeluarkan banyak darah dan merasakan rasa sakit yang luar biasa.


「ini kekalahanmu, manusia!」ucap Santrades yang telah menusuk tubuh Surya.


Darklynx melepaskan rantai-rantai yang diikatkan ke Surya.


lalu…


Zraat!!!


puluhan duri yang tercipta dari tanah menancap tubuh Surya hingga ia terangkat ke atas.


「kekalahan bagi seluruh manusia!」Ucap Tentaorich sambil menyeringai.


~sring…sring


rantai-rantai milik Darklynx yang muncul dari dalam tanah menyatu dengan puluhan duri yang menancap di tubuh Surya.


aura di dalam tubuh Surya mulai mengurang dan terkurung.


「dan aku akan melenyapkan kekuatanmu beserta dengan dunia ini!」ucap Darklynx.

__ADS_1


penglihatan Surya perlahan kabur.


'dingin sekali, apa ini yang dinamakan kematian?' pikir Surya.


'aku mulai mengantuk, entah mengapa perlahan dunia menjadi gelap…apa benar aku akan mati?'


'mati sebagai pahlawan yang gagal? apa orang gagal bisa disebut sebagai pahlawan?'


mata Surya perlahan mulai tertutup.


'kurasa…aku benar-benar akan mati disini'


lalu Surya memejamkan matanya.


namun tiba-tiba terdengar suara wanita.


「kau benar-benar melebihi harapanku!」


di dalam kegelapan, Surya mendengar suara tepat di belakangnya.


setelah ia mendengar suara wanita itu, kegelapan yang menyelimutinya berubah menjadi dunia hampa yang dihiasi langit semerah darah.


tanah yang menjadi pijakannya kini menjadi lautan darah, Surya menoleh ke arah Suara wanita yang ada di belakangnya.


Surya harus menenggakkan sedikit kepalanya, karena sosok wanita itu duduk di atas tumpukan mayat.


「Calamity」


"kau" Surya cukup terkejut.


「lama tak jumpa, Surya Yeon-Jun」ucap Cala.


kini Surya bertemu langsung dengan Cala yang tidak ditutupi wujudnya dengan bayangan hitam.


sosok wanita berambut merah dengan mahkota di kepalanya.


zirah abu kehitaman menambahkan kesan gagah dan juga sebuah permata merah tepat di tengah zirah miliknya.


"Queen of War, Calamity…apa aku benar-benar sudah mati?!" tanya Surya.


kemudian Cala berdiri sambil mencabut kepala salah satu mayat yang ia duduki menggunakan tangan kosong.


ia berjalan menuruni tumpukan mayat dan mendekat ke arah Surya.


setelah itu ia berhenti dan menunjukan kepala mayat yang ia bunuh dan berkata…


「mati itu seperti ini!」ucap Cala sambil tersenyum.


~dug


Cala meninju pelan ke dada Surya.


「kau masih hidup!」ucap Cala.


mendengar ucapan Cala, Surya merasa lega, namun wajahnya tetap menunjukan perasaan resah.


"jika aku kembali, apakah semua akan terlambat?" tanya Surya pada dirinya sendiri.


namun Cala dapat mendengar suara Surya yang pelan.


「hahaha, tenang saja…itu tidak akan terjadi!」ucap Cala dengan sangat yakin.


"mengapa?!" tanya Surya.


Cala membalikan badan dan menatap ke arah tumpukan mayat, lalu ia menoleh sedikit ke arah Surya.


aura yang maha dahsyat mendadak muncul di permukaan tubuh Cala.


「karena aku ini sangat kuat!!!」ucap Cala, suaranya berubah menjadi suara wanita yang gagah.


Surya juga setuju dengan ucapan Cala, ia sendiri bergetar ketika aura yang mengerikan menyatu dengan tubuh Cala.


~wushh


lalu Cala menyerap kembali aura miliknya dan membuat suasana menjadi lebih tenang.


「kita memiliki waktu yang cukup banyak untuk mengobrol, jadi anggap saja rumah sendiri」ucap Cala.

__ADS_1


'rumah?!' Surya terheran sambil menatap ke sekelilingnya.


dunia yang luas dan tak terlihat ujungnya, tanah yang kini menjadi lautan darah, tumpukan mayat dan juga pemandangan langit yang merah gelap.


__ADS_2