
malam hari…
Surya kembali ke rumah setelah mengantar Ae-Cha pulang.
Surya merasa akan sedikit kesulitan ketika akan meminta izin kepada adiknya untuk pergi selama beberapa hari.
setelah kejadian yang menimpa Surya, mungkin itu akan membuat adiknya semakin merasa takut kehilangan dirinya.
dua puluh menit kemudian…
Surya memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam rumahnya, ia merasa sedikit gugup untuk meminta izin kepada adiknya.
"aku pulang" ucap Surya.
"oh oppa, sepertinya harimu cukup menyenangkan ya hari ini" ucap Mora yang tengah menonton acara televisi.
"berhenti menggodaku!" ucap Surya yang mengacak acak rambut adiknya.
"hei rambutku jadi kusut tau!" ucap Mora.
"kau hanya perlu merapikannya" ucap Surya.
Mora cemberut.
"kau pikir mudah untuk merapikan rambut wanita? hmpp" ucap Mora.
Mora mematikan televisinya dan berjalan ke kamarnya.
"sudahlah, aku ngantuk" ucap Mora.
Surya sedang melepas coat yang ia kenakan sebagai rangkapan dari baju hitamnya.
"ngomong-ngomong, aku harus pergi" ucap Surya.
mendengar hal tersebut, Mora berhenti tanpa melihat ke arah kakaknya.
seketika ekspresi Mora menjadi gelap.
Surya merasakan keraguan di dalam hati adiknya, karena itu ia menjelaskan ucapannya.
"ini sesuatu yang penting…ini tidak akan berlangsung lama" Surya berusaha meyakinkan adiknya.
suasana menjadi sunyi sementara, Surya menunggu jawaban dari adiknya.
setelah beberapa saat, Mora berbicara.
"pastikan kau kembali dengan selamat!" ucap Mora dan lanjut berjalan ke kamarnya.
Surya merasa sedikit lega ketika adiknya mengizinkannya pergi, namun ia masih merasakan rasa gelisah yang dialami adiknya.
'kupastikan aku akan kembali!' membatin Surya.
***
keesokan harinya…
Surya berencana akan pergi ke gedung guild miliknya terlebih dahulu dan memberitahu Lilia bahwa ia akan pergi selama beberapa hari.
ketika Surya akan memasuki mobilnya, adiknya memanggilnya dari pintu rumah.
"Oppa!" teriak Mora.
Surya berhenti dan menunggu Mora yang berjalan ke arahnya.
"ada apa?" tanya Surya.
Mora mengeluarkan sebuah paper bag yang ia sembunyikan di belakangnya dan menunjukannya kepada kakaknya.
"kukatakan untuk segera pulang, tapi untuk jaga-jaga jika kau pulang terlambat…ini!!" ucap Mora yang malu-malu sambil memberikan paper bag miliknya.
kemudian ia melanjutkan kata-katanya.
"aku tidak tahu Oppa akan menyukai sesuatu yang ada didalam atau tidak, tapi se…selamat ulang tahun, Oppa!" ucap Mora.
Surya terkejut ketika adiknya mengingat hari spesial baginya, padahal ia sendiri tidak mengingatnya.
'benar juga, jika dihitung berdasarkan kalender normal…hari ini adalah tanggal empat belas agustus…aku bahkan melupakan hari penting bagiku sendiri' membatin Surya.
Surya mengusap kepala adiknya dengan lembut.
"terima kasih" ucap Surya yang tersenyum.
"sudahlah!" Mora salah tingkah dan wajahnya memerah.
"kalau begitu, aku pergi!" ucap Surya dan memasuki mobilnya.
__ADS_1
"hati-hati oppa" ucap Mora.
***
di gedung guild milik Surya.
Lilia sedang memberikan instruksi dan mengarahkan tugas Jin Ae.
Jin Ae yang sebelumnya bekerja di Mugunghwa Guild dapat mengerti arahan dari Lilia.
ketika keduanya terfokus oleh layar monitor, seseorang masuk ke dalam gedung.
"Ketua!" ucap Lilia.
"Surya…ma…maksudku, ketua" ucap Jin Ae
mereka menyambut kedatangan Surya di pagi yang cerah.
"bagaimana perkembangannya?" tanya Surya kepada Lilia.
"nona Jin Ae memiliki pengalaman dalam mengurus administrasi mengenai mayat monster, material, dan lainnya…jadi proses tersebut berjalan lancar" ucap Lilia.
Surya menatap Jin Ae yang berdiri dari kursinya dan menatap Surya dengan tatapan kosong.
Jin Ae melamun.
"apa kau baik-baik saja?" Surya heran ketika Jin Ae melamun dan menatapnya.
"a…ah iya, maaf ketua" pipi Jin Ae memerah.
pandangannya terfokus pada Surya beberapa saat yang lalu.
'Su…Surya tampan sekali hari ini!! apa ia ingin pergi ke suatu tempat?' membatin Jin Ae.
kemudian ia mendengar ucapan Surya.
"aku akan pergi beberapa hari dan sepertinya akan sulit untuk menghubungiku, aku mengandalkan kalian dalam mengurus sisanya" ucap Surya.
kemudian Surya memberikan sebuah informasi penting kepada mereka berdua.
"ngomong-ngomong, guild kita akan segera diresmikan sepuluh hari dari sekarang" ucap Surya.
"waah, akhirnya!!" Jin Ae merasa senang.
begitu pula dengan Lilia.
"eeh? kukira sudah diberi nama?" Jin Ae terkejut.
'nama ya?' membatin Surya.
Surya terdiam sejenak, lalu senyuman muncul di wajahnya.
"bagaimana dengan…Cala Guild?" tanya Surya.
mendengar nama guild yang Surya sarankan, Lilia dan Jin Ae terkejut mendengarnya.
"Cala Guild? itu…terdengar bagus!" ucap Jin Ae.
"benar…kupikir ketua memiliki maksud tersendiri ketika menentukan nama tersebut" ucap Lilia.
sepintas Surya memikirkan nama Cala dan karena itu dengan spontan ia menyebutkan nama guildnya, namun hal tersebut diterima oleh kedua anggotanya.
"sudah diputuskan!" ucap Surya.
kemudian Surya berjalan ke arah pintu.
"aku pergi dulu!" ucap Surya.
***
setelah pergi dari gedung guildnya, akhirnya Surya tiba di lokasi dimana tower of destruction dapat dibentuk.
Surya berdiri sambil memegang crystal key yang akan ia gunakan.
'padahal baru beberapa minggu, aku merasa seperti sudah bertahun tahun tidak menaiki menara' membatin Surya.
Surya menatap kristal yang ia genggam.
'mulai dari sini sepertinya akan sangat sulit!' membatin Surya.
kemudian Surya meremas kristal yang ia genggam pada satu tangannya.
~Crak
Surya menghancurkan kristalnya dan menghempas serbuk kristalnya ke depan.
__ADS_1
~Wuooong
gate kecil berwarna merah disertai petir hitam disekitarnya, mulai muncul di hadapan Surya.
"huuuuh" Surya menghela nafas panjang.
'aku kembali!' Surya berjalan dan memasuki gate.
[Anda memasuki menara kehancuran]
Surya tiba di lantai satu dimana nantinya ia akan memilih lantai yang akan ia tujui.
pesan sistem muncul.
[Lantai 1 sampai dengan 91 telah terbuka]
[Lantai mana yang anda pilih?]
Surya terdiam sejenak dan merasakan detak jantungnya yang berdetak normal.
setelah beberapa saat, ia memutuskan pilihannya.
"lantai 91" ucap Surya.
[Anda akan di teleportasikan ke lantai 91]
~Wuuung
Cahaya mengelilingi Surya dan bersinar hingga ke langit.
~Wuuoong
…
~Wushh
Surya di teleportasikan ke lantai 91.
~boom
[Anda tiba di lantai 91]
kemudian pesan beruntun muncul dari sistem.
[Lantai 91 sampai dengan 99 menjadi satu interior]
[Anda menerima syarat menaiki lantai 100]
[Syarat : Bunuh para Cursed Soldiers 0/740000]
[Anda memasuki medan perang]
'baj*ngan!! apa-apaan persyaratan yang tidak masuk akal ini?!' mata Surya melotot menatap pesan tak masuk akal dari sistem.
"kalau tidak salah, berarti tempat ini adalah lantai 91 sampai 99!" ucap Surya.
ia memperhatikan keadaan sekitarnya dimana gate merupakan interior tanah yang membentang luas.
"jumlah pasukan yang mengerikan!! tapi aku tidak melihat satupun makhluk hidup disini!" ucap Surya.
ia memandang tanah yang membentang sangat luas, namun tak ada satupun makhluk hidup.
tiba-tiba…
didepan Surya, sebuah gate kecil terbentuk, gate hitam legam dengan ukuran kecil, memunculkan sesosok makhluk.
sesosok wanita yang mengenakan full armor berwarna hitam, rambut panjangnya yang berwarna jingga terurai dan tertiup angin.
ia berjalan dengan gagah dan menyimpan sebuah tombak di belakangnya yang dimana tombak tersebut memancarkan aura hitam yang mengerikan.
'ini…' membatin Surya dan menatap sosok wanita tersebut yang semakin dekat.
kemudian wanita tersebut berhenti di depan Surya, sosok wanita itu memiliki tinggi yang sama dengan Surya.
Surya menatap sosok wanita tersebut dalam diam, kemudian…
sosok wanita tersebut melepas helm zirahnya, kemudian wajah wanita dengan paras cantik dengan setengah mukanya yang memiliki tato menyerupai simbol yang menjalar dari leher terlihat diwajahnya.
~Bruk
wanita tersebut bertekuk lutut didepan Surya dan menaruh helm zirahnya ke tanah.
"Felien, sang tombak penghancur penguasa perang, datang dan menghadap kepada penguasa yang baru!" ucap wanita tersebut.
[one of the 21 commander generals Queen of War]
__ADS_1
[4th high-general]
[Felien「Rank-SSS」]